
" Saudari Liang... Apa kamu ingin mengusir kami?" Jin Niu terlihat cemberut, meskipun dia mengetahui bahwa sosok mungil tersebut tidak memarahi mereka.
" Bukan begitu, tapi telingaku butuh istirahat." Ucap Guang Liang.
Tidak ingin membahas hal tersebut, Liu Ryu hanya tersenyum lalu menatap ke arah Guang Liang.
" Kamu pasti datang kesini untuk menjemput mereka? Haaah... Sekarang aku akan memiliki teman bermain lagi." Guang Liang terlihat murung karena dengan kehadiran 70 Istri Liu Ryu, membuat hidupnya lebih berwarna.
" Maaf saudari Ipar... Tujuanku memang ingin menjemput mereka." Ucap Liu Ryu.
" Tinggallah disini untuk beberapa saat! Aku masih belum bisa melepaskan kepergian kalian." Ucap Guang Liang lalu berubah wujud menjadi sosok manusia pada umumnya.
Mendengar ucapan tersebut, Liu Ryu merasa tidak enak, lalu mengangguk setuju untuk mengikuti keinginan Guang Liang.
Sambil berbincang kecil, Guang Liang begitu tertarik dengan Dunia Tiantang yang Liu Ryu ceritakan.
Namun Guang Liang tidak bisa pergi ke Dunia Tiantang, karena dia memiliki tanggung jawab sebagai Ratu Kerajaan Guang.
" Jadi di Dunia Tiantang ada tingkatan lagi?" Tanya Guang Liang yang terlihat serius.
" Benar saudari ipar. Hanya saja saat berada di dunia yang lain, tingkatan itu tidak berfungsi." Ucap Liu Ryu.
" Pantas saja di Dunia Tiantang sering disebut dunia tertinggi." Guang Liang terlihat senang karena dengan demikian, Dunia Nuse tidak akan mendapatkan masalah, jika para Kultivator dari Dunia Tiantang datang ke dunia peri.
Setelah cukup lama melakukan perbincangan, kini Liu Ryu bersama 70 Istrinya berpamitan menuju kamar masing-masing untuk beristirahat.
Guang Liang juga meminta kepada para pelayan untuk melayani kebutuhan Liu Ryu dan Istrinya selama mereka tinggal di Istana Kerajaan Guang.
Selama mereka tinggal di Dunia Nuse, 70 Peri cahaya kini sudah memancarkan aura seorang peri yang sudah memiliki garis darah Peri cahaya seutuhnya.
Meskipun demikian, 70 Peri cahaya masih bisa berubah wujud menjadi Naga Kerang yang memiliki kemampuan lebih kuat dari sebelumnya.
__ADS_1
*******
Satu bulan telah berlalu, kini Liu Ryu dan Istrinya berpamitan dengan Guang Liang untuk kembali ke Dunia Tiantang.
" Saudari Niu, aku tidak tau apa bibit pohon Cahaya ini bisa berfungsi atau tidak di Dunia Tiantang, tapi kalian harus mencobanya." Ucap Guang Liang sambil mengeluarkan sebiji bibit seukuran kepalan tangan manusia dewasa.
" Saudari Liang... Benda ini sangat berharga bagi kalian." Jin Niu menolak secara halus atas pemberian tersebut, karena biji pohon cahaya merupakan harta paling langka.
" Kalian juga berasal dari Ras Peri Cahaya, jadi tanamlah biji pohon cahaya ini di belakang Istana kalian! Dengan demikian pohon cahaya akan tumbuh seperti Istana ini." Guang Liang menjelaskan tentang fungsi dari biji pohon cahaya.
" Terimakasih saudari Liang. Kami akan mencoba menanamkan pohon cahaya ini." Ucap Jin Niu, lalu mengambil biji pohon cahaya tersebut.
" Saudari ipar... Kalau begitu kami pamit dulu." Ucap Liu Ryu, lalu mengarahkan Artefak teleportasi ke arah depan.
Dengan sebuah anggukan, Guang Liang menatap kepergian mereka dengan perasaan sedih.
Namun Guang Liang juga tidak bisa menahan mereka, karena 70 Peri cahaya itu sudah memiliki keluarga yang baru.
*******
Di ruangan yang sangat luas, terlihat Sheng Zhishu dan Istri Liu Ryu yang lain berdecak kagum melihat 70 Peri cahaya di depan mereka.
" Ternyata suami kita sangat pandai dalam memilih Istri." Sheng Zhishu tersenyum lebar sambil menatap ke arah Jin Niu dan 69 Peri cahaya yang berdiri di depan mereka.
" Kalian semua juga terlihat sangat cantik." Ucap Jin Niu, sambil menatap ke arah Sheng Zhishu dan Istri Liu Ryu yang lain secara bergantian.
Setelah perkenalan singkat tersebut, Liu Ryu memberi waktu kepada mereka untuk berbincang agar bisa lebih akrab.
Terlebih untuk Gu Chuyin, Shen Yexia, Song Murong dan Sin Chieyu yang merupakan Istri baru Liu Ryu yang sudah berada di tempat itu.
" Suamiku, bagaimana menurutmu tentang Ras Kirrin ingin mengangkatku sebagai Ratu mereka?" Tanya Sheng Zhishu sambil menatap ke arah Liu Ryu yang sedang duduk di kursi kebesarannya dengan posisi senyaman mungkin.
__ADS_1
" Aku tidak melarang kalian. Yang penting kalian tidak lupa dengan tanggung jawab sebagai Istriku." Jawab Liu Ryu dengan singkat.
" Terimakasih suamiku. Kalau masalah itu, kamu tidak perlu khawatir." Sheng Zhishu terlihat senang karena memiliki kesibukan yang lain agar tidak bosan tinggal di Istana Atas Awan terus.
" Suamiku, aku juga sudah diangkat menjadi Ratu dari Ras Serigala Langit. Tenang saja, aku tidak akan melalaikan tugasku sebagai seorang Istri." Ucap Xin Chie yang juga diberikan kepercayaan sebagai Ratu Serigala Langit.
" Suamiku, aku juga sudah diangkat menjadi Ratu Rubah Langit, karena Ratu mereka sebelumnya sudah dibunuh oleh Lao Hu dan pasukannya." Ucap Huli Yue.
Satu-persatu Istri Liu Ryu menjelaskan situasi di Benua Dongwei, saat Liu Ryu pergi untuk menjemput 70 Peri cahaya.
Tianhe diangkat menjadi Ratu Merak Langit, Yunjiang diangkat menjadi Ratu Kera Salju, Yuwang diangkat menjadi Ratu Elang Langit dan Elang Emas, Wang Mingjun diangkat menjadi Ratu Kera Emas, Qin Shuomei diangkat menjadi Ratu Singa Api, dan Li Jilan diangkat menjadi Ratu Kura-kura Langit.
Sedangkan untuk penghuni Benua Dongwei yang tidak mau tunduk dengan Kekaisaran Atas Awan, semuanya dimusnahkan oleh bawahan Liu Ryu.
" Suamiku, kamu tenang saja. Aku sudah memberikan kepada mereka Pil Tuan Hamba. Jika mereka memberontak, maka tubuh mereka akan hancur berkeping-keping." Xin Chie dengan bangga dengan Pil Tuan Hamba yang dia ciptakan, meskipun itu sebenarnya Liu Ryu yang pertama kali membuatnya.
" Hanya saja karena Pil Tuan Hamba jumlahnya terbatas, jadi kami hanya memberikan kepada para petinggi mereka saja." Sheng Zhishu melanjutkan.
Mendengar ucapan tersebut, Liu Ryu sedikit menaikkan alisnya karena tidak menyangka bahwa Sheng Zhishu dan Istrinya yang lain cukup kejam.
Menjadi seorang budak jauh lebih menyakitkan daripada kematian, dimana seumur hidup mereka tidak bisa bebas.
Setelah cukup lama melakukan perbincangan, Liu Ryu langsung berpamitan kepada Istrinya untuk beristirahat, karena baru saja pulang dari perjalanan jauh.
" Sekarang kami berikan waktu kepada kalian untuk menemani suami kita." Ucap Sheng Zhishu sambil menatap ke arah Gu Chuyin, Song Murong, Shen Yexia dan Sin Chieyu.
" Ba... Baik." Jawab keempat wanita tersebut, lalu berjalan ke kamar utama Istana Kekaisaran Atas Awan , dimana tempat tinggal Liu Ryu.
Melihat hal itu, Jin Niu menggelengkan kepala karena keempat wanita itu belum menguasai teknik teleportasi.
" Kami tidak memiliki waktu untuk mengajarkan kepada mereka untuk menggunakan teknik teleportasi." Menyadari tatapan Jin Niu, Sheng Zhishu langsung menceritakan situasi tersebut.
__ADS_1
Tentu untuk menguasai teknik teleportasi dan berbagai teknik yang dimiliki Istri Liu Ryu yang lain, membutuhkan waktu yang sangat lama jika tanpa bantuan Dunia Quzhu.