SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 384. Kota Perbatasan 2


__ADS_3

Di sisi lain Liu Ryu dan Istrinya yang sudah berada di penginapan, kini langsung disambut oleh salah satu pelayan wanita.


" Selamat datang tuan. Apa yang bisa saya bantu?" Tanya pelayan wanita, sambil menundukkan kepala.


Meskipun sedikit takut karena penampilan mereka, pelayan berusaha untuk bersikap tenang.


Apalagi jika sudah berada di dalam kota perbatasan, tentu kelompok bertopeng sudah lolos dari seleksi dari penjaga gerbang.


" Pelayan... Apa ada kamar untuk menampung kami sekaligus?" Tanya Huli Yue, mendahului suaminya.


" Ada nona... Tapi harga per malam sangat mahal." Pelayan wanita terlihat ragu jika kelompok bertopeng mampu membayarnya.


" Apa ini cukup?" Tanya Liu Ryu sambil melemparkan sebuah kantong berisi Batu Roh.


Sesaat pelayan memeriksa isi dari kantong tersebut, membuatnya membulatkan mata, karena Batu Roh yang diberikan sangatlah banyak.


" Cukup tuan. Ini lebih dari cukup." Pelayan wanita terlihat senang, lalu memberi isyarat kepada rekannya untuk membantunya.


" Silahkan tuan. Kami antar!" Pelayan wanita menuntun jalan kepada Liu Ryu menuju lantai lima penginapan.


Pelayan wanita juga menceritakan bahwa lantai lima hanya satu kamar, dimana memiliki halaman tersendiri yang bisa dijadikan tempat bersantai.


Liu Ryu juga memperhatikan bahwa lantai lima penginapan tersebut dilindungi oleh sebuah Formasi khusus.


" Silahkan tuan, nanti kami akan mengantarkan hidangan terbaik disini." Ucap pelayan wanita, lalu meninggalkan tempat tersebut.


" Pelayan... Aku ingin bertemu dengan pemilik penginapan ini." Ucap Liu Ryu, menghentikan langkah pelayan wanita.


" Baik tuan, nanti aku akan menemui tuan Manager." Pelayan wanita tersenyum ramah, lalu melanjutkan langkahnya.


Tidak lama kemudian terlihat sosok pria berjalan mendekati tempat ruang bersantai Liu Ryu dan Istrinya.


" Tuan Pendekar... Apa anda yang memanggilku? Aku adalah pemilik penginapan ini." Ucap pria tersebut sambil menundukkan kepala.

__ADS_1


" Benar tuan Manager. Ada beberapa hal yang ingin aku tanyakan." Ucap Liu Ryu, sambil mempersilahkan kepada pria itu untuk duduk.


Dengan sebuah anggukan, Manager penginapan langsung menempati sebuah kursi, sambil menatap ke arah sosok bertopeng penuh selidik.


" Tuan Manager... Kamu pasti tau tentang hutan larangan. Aku ingin meminta informasi darimu." Liu Ryu tidak ingin berbelit-belit, langsung ke inti pembicaraan.


" Tuan Pendekar... Itu..." Manager penginapan terlihat ragu, berusaha untuk menghindari dari pertanyaan tersebut.


" Tuan Manager tidak perlu khawatir. Aku akan membayar dari setiap Informasi yang kamu berikan. Jika Jawaban memuaskan, maka aku akan memberikan lebih banyak lagi." Ucap Liu Ryu, lalu memberikan 10.000 Batu Roh sebagai uang muka.


Melihat Liu Ryu dengan mudah mengeluarkan Batu Roh sebanyak itu, Manager penginapan terlihat senang sambil menatap ke arah Batu Roh tersebut dengan mata berkaca-kaca.


" Tuan Pendekar... Apa yang anda tanyakan? Aku akan menjawab sesuai apa yang aku ketahui." Ucap Manager penginapan, sambil melirik ke arah tumpukan Batu Roh, seakan tidak sabar untuk mengambilnya.


Namun Manager penginapan juga tidak berani mengambil Batu Roh tersebut sebelum memberikan jawaban yang memuaskan pelanggannya.


" Tuan manager, seperti yang aku katakan sebelumnya. Apa yang kamu ketahui tentang hutan larangan?" Liu Ryu kembali bertanya.


" Kebetulan saat ini akan terjadi sesuatu yang langka, dimana hanya terjadi satu juta tahun dalam sekali. Di hutan larangan akan terlahir Dewa baru yang memiliki kemampuan besar."


Manager penginapan menjelaskan bahwa Dewa yang baru terlahir akan berbentuk janin raksasa yang tercipta dari alam semesta.


Namun untuk mendapatkan janin raksasa bukanlah perkara mudah, dimana seorang Kultivator harus menanamkan benih pada janin raksasa.


Dengan demikian janin raksasa akan menjadi anaknya yang memiliki kemampuan diatas rata-rata.


" Tuan Pendekar... Janin raksasa itu memiliki usia sangat singkat. Jika tidak ada yang berhasil menanamkan benih, maka dia akan kembali dalam bentuk alam semesta."


" Itulah kenapa banyak Kultivator yang ingin mengambil janin raksasa itu sebagai Sumberdaya. Dengan kata lain, para Kultivator akan mengambil anggota tubuhnya untuk menciptakan sebuah Pil." Manager penginapan menjelaskan jika para Kultivator akan mengambil jalan pintas, karena menanamkan benih, tentu membutuhkan waktu yang sangat lama.


Dengan demikian waktunya tidak sempat, sehingga janin raksasa akan kembali menyatu dengan alam semesta.


" Tuan Pendekar... Untuk membangkitkan janin raksasa itu, membutuhkan minimal 100 Kultivator wanita. Lebih banyak, lebih baik." Ucap Manager penginapan, lalu melirik ke arah sosok bertopeng di ruangan tersebut.

__ADS_1


" Ternyata mereka sudah menyiapkan segalanya." Pikir Manager penginapan, karena di ruangan tersebut terdapat 129 wanita, meskipun menggunakan topeng dan baju Zirah.


Di sisi lain Liu Ryu dan Istrinya sangat menyayangkan jika para Kultivator melakukan hal sekeji itu. Dengan memutilasi janin raksasa demi mendapatkan kekuatan, meskipun hanya terlahir dari alam semesta.


' Suamiku, kita harus menyelamatkan janin raksasa itu! Paling tidak, dia akan kembali dengan wujud alam semesta.' Xie Hua mengirim pesan jiwa kepada Liu Ryu.


Mendengar pesan jiwa dari Istrinya, Liu Ryu menghela nafas berat, karena itu artinya mereka harus melawan semua Kultivator yang ingin membunuh janin raksasa.


" Tuan Pendekar... Jika janin raksasa itu dijadikan sebagai Pil, maka kemampuannya akan berlipat ganda. Untuk satu tetes darahnya saja bisa senilai jutaan Batu Roh." Manager penginapan kembali menjelaskan.


" Tuan Manager... Apa kamu tau, siapa saja yang pernah berhasil mengambil janin raksasa itu?" Tanya Liu Ryu.


" Ada tuan Pendekar. Karena hutan larangan saling terhubung dengan Benua yang lain, jutaan tahun yang lalu para Kultivator dari Benua Tengah berhasil mengambil janin raksasa."


" Janin raksasa itu sekarang sudah menjadi seorang Kaisar di Benua Tengah, yaitu Kaisar Langit yang sekarang." Jawab manager penginapan.


Mendengar ucapan tersebut, Liu Ryu dan Istrinya membulatkan mata. Tidak menyangka bahwa Kaisar Langit berasal dari janin raksasa.


Itu artinya Kaisar Langit terlahir dari alam semesta.


" Setelah itu tidak ada lagi yang berhasil, karena para Kultivator dari Benua Tengah selalu membunuh janin raksasa agar kejayaan Kekaisaran Langit tidak runtuh."


" Terlebih dengan membunuh janin raksasa, para Kultivator yang ditugaskan memiliki keuntungan besar." Manager penginapan melanjutkan penjelasannya.


Tentu manager penginapan sudah mengetahui hal tersebut, karena mereka secara turun-temurun tinggal di dekat hutan larangan.


Informasi tersebut mereka kumpulkan dari generasi ke generasi yang berasal dari para Kultivator yang pernah datang ke hutan larangan.


" Tidak menutup kemungkinan, Kaisar Langit yang sekarang memberi perintah kepada bawahannya untuk membunuh janin raksasa itu, agar tidak tersaingi di masa depan."


" Hanya saja saat berada di hutan larangan, semua tingkat Kultivasi para Kultivator akan ditekan menjadi Bintang Emas, tanpa kecuali." Ucap manager penginapan.


Mendengar ucapan tersebut, Liu Ryu mengangguk mengerti karena di tempat yang berharga pasti memiliki aturan tertentu.

__ADS_1


__ADS_2