
Tanpa membuang Sun Kim Ai juga keluar dari alam jiwanya dan membuka mata, lalu menatap ke arah Liu Ryu yang berdiri di depannya.
" Suamiku, aku sudah siap." Ucap Sun Kim Ai, lalu berubah wujud menjadi manusia seutuhnya, sambil menggenggam erat tangan Liu Ryu.
" Sepertinya kamu lebih menggoda jika memiliki sepasang tanduk dan ekor." Ucap Liu Ryu, sambil mengusap rambut Sun Kim Ai.
Tentu jika Sun Kim Ai sudah menjadi Dewa tertinggi, maka dia bisa memiliki perubahan wujud layaknya manusia.
" Aku bisa kembali ke wujud semula." Ucap Sun Kim Ai, sambil memasang wajah cemberut.
Melihat tingkah Istrinya, Liu Ryu hanya menggelengkan kepala lalu membawa Sun Kim Ai mencari keberadaan makhluk buas yang lain.
Setelah berjalan sekitar seratus meter, kini mereka disambut oleh puluhan makhluk buas yang langsung berlari ke arah mereka.
" Sekarang waktunya kita mengumpulkan makhluk buas sebanyak mungkin." Ucap Liu Ryu lalu melesat ke arah makhluk buas yang menyerang mereka.
" Mmmm." Sun Kim Ai mengangguk, lalu berubah wujud menjadi sosok aslinya.
Craaash! Craaash! Craaash!
Dengan kukunya yang tajam seperti pisau, Sun Kim Ai melakukan serangan cakaran, membuat setiap cakarannya mampu membunuh satu makhluk buas.
Begitupun dengan ekornya yang runcing layaknya tombak, dengan sekali tusukan, makhluk buas langsung meregang nyawa.
" Ternyata dia sudah menjadi Dewi Iblis yang sesungguhnya." Gumam Liu Ryu sambil melirik ke arah Sun Kim Ai.
Liu Ryu juga tidak mau kalah, dengan segenap kemampuannya, dia mampu membunuh satu-persatu makhluk buas yang berada di depannya.
Untuk kali ini Sun Kim Ai tidak lagi harus Berkultivasi untuk menyerap energi dari makhluk buas, karena setiap yang terbunuh langsung masuk ke tubuhnya dan mengisi bintang yang meredup di lautan Qi miliknya.
Baik itu Liu Ryu maupun Sun Kim Ai, kini langsung melepaskan Aura Dewa Agung dan Dewi Agung yang mereka miliki untuk menekan pergerakan pihak lawan.
" Jadi ini kekuatan dari seorang yang sudah mencapai Bintang Kaisar." Gumam Sun Kim Ai di sela pertarungannya.
__ADS_1
Bahkan dengan kemampuannya yang sekarang, Sun Kim Ai telah menjadi mesin pembunuh.
Semakin banyak energi dari makhluk buas yang mereka bunuh, maka semakin kuat kemampuan fisik Liu Ryu dan Sun Kim Ai.
Meskipun jumlah makhluk buas yang berdatangan tidak terlalu banyak, namun keduanya tidak ingin menurunkan kewaspadaan.
" Suamiku, aku ingin memperlihatkan kemampuanku untukmu." Bersamaan dengan ucapannya, Sun Kim Ai menambah kecepatannya untuk menyambut kedatangan makhluk buas yang berdatangan.
Craaash! Craaash! Craaash!
Dengan kecepatan yang tidak terbaca, Sun Kim Ai semakin bersemangat untuk menjajal kemampuannya.
Bahkan dengan ekornya yang runcing, Sun Kim Ai bisa melakukan serangan ke belakang dengan menggunakan ekornya.
Hari-hari terus berjalan, dimana Liu Ryu meminta kepada Sun Kim Ai untuk beristirahat sejenak di sebuah balik bebatuan.
" Suamiku." Saat mereka sedang duduk di balik batu besar, Sun Kim Ai langsung mengalungkan kedua tangannya, karena hawa panas dari darahnya seakan membuatnya tidak bisa menahan diri.
" Mmmmm." Sun Kim Ai yang sudah tidak sabar, kini langsung menyerang bibir Liu Ryu dengan ganas.
Bahkan baju Zirah yang melekat di tubuhnya, kini langsung dia lepaskan sehingga memperlihatkan bagian tubuhnya.
" Kamu sangat nakal sekali." Bisik Liu Ryu di telinga Sun Kim Ai, sambil memegang kedua tanduk wanita itu.
Merasakan sentuhan di kedua tanduknya, Sun Kim Ai menggeliat seakan merasakan sensasi yang berbeda, dengan mata berkaca-kaca agar Liu Ryu memberikan sesuatu yang lebih.
Tanpa membuang waktu, Liu Ryu melepaskan semua pakaiannya, hingga tubuh mereka berdua sudah tidak memiliki penghalang lagi.
Dengan buru-buru Sun Kim Ai mengarahkan senjata kebanggaan Liu Ryu ke dalam miliknya, membuatnya merasa kesakitan.
Namun Sun Kim Ai seakan tidak peduli, dengan segenap kekuatannya dia seakan ingin menguasai tubuh Liu Ryu hingga terdengar suara hentakan keras dari Sun Kim Ai.
" Istriku, apa kamu tidak merasakan sakit?" Liu Ryu sedikit heran karena, itu adalah hal pertama kali bagi Sun Kim Ai.
__ADS_1
" Sangat menyakitkan, tapi aku sudah tidak tahan. Aaahhhkk." Sun Kim Ai yang berada di pangkuan Liu Ryu dengan posisi saling berhadapan, kini menggerakkan pinggulnya lebih cepat lagi.
Namun semakin lama suara hentakan yang dilakukan oleh Sun Kim Ai, kini dia mulai merasakan sensasi yang tidak bisa digambarkan dengan kata-kata, hingga bibirnya menyerang bibir Liu Ryu lebih ganas dari sebelumnya.
Bahkan sudah berkali-kali melakukan pelepasan Yin-Yang, namun Sun Kim Ai seakan tidak pernah menyerah, membuat Liu Ryu harus mengeluarkan semua kemampuannya.
Beruntung tempat itu sangat aman, sehingga tidak ada satupun makhluk buas yang mendatangi mereka, membuat Liu Ryu dan Sun Kim Ai melakukan pelepasan Yin-Yang dengan berbagai macam gaya hingga berhari-hari.
Setelah Sun Kim Ai sudah benar-benar tidak bertenaga, wanita itu langsung membaringkan tubuhnya di samping Liu Ryu dengan sebuah senyuman puas dari wajahnya.
" Ternyata kamu lebih kuat dari yang aku bayangkan." Ucap Liu Ryu sambil mencium kening Sun Kim Ai dengan lembut, hingga sampai ke bibirnya.
" Hah... Hah... Hah... Tetap saja aku kalah denganmu." Sun Kim Ai dengan nafas memburu, kini menatap ke arah Liu Ryu dengan wajah cantiknya, meskipun memiliki sepasang tanduk di kepalanya.
Liu Ryu membiarkan Sun Kim Ai beristirahat untuk sementara waktu, dimana dia langsung menutupi tubuh wanita itu dengan sehelai kain dari Cincin miliknya.
*******
Dua hari kemudian Liu Ryu melanjutkan perjalanan, karena sebelumnya Sun Kim Ai tidak bisa menggerakkan tubuhnya sehingga harus menunggu sampai wanita itu pulih kembali.
Dengan wajah yang berseri-seri, Sun Kim Ai menggandeng tangan Liu Ryu seakan tidak ingin dipisahkan.
" Istriku, jika kamu seperti ini maka kita tidak bisa bertarung." Liu Ryu menggelengkan kepala karena Sun Kim Ai selalu menempel kepadanya.
Mendengar ucapan tersebut, Sun Kim Ai tersipu malu, lalu melepaskan pegangannya, meskipun dengan berat hati.
" Mungkin ini yang dirasakan oleh Ye Shue dan yang lainnya. Pantas saja mereka tidak ingin berpisah dari suamiku." Pikir Sun Kim Ai sambil mengingat apa yang dikatakan oleh Ye Shue, Ling Huoliang, Ning Xuanji dan yang lainnya ketika mereka berhubungan dengan Liu Ryu.
Sun Kim Ai merasa beruntung karena hanya dialah yang paling lama berada di samping Liu Ryu, berkat kecepatan waktu di dunia buas itu.
" Suamiku, apa kita harus mencari keberadaan yang lain?" Tanya Sun Kim Ai, meskipun hatinya ingin sekali memonopoli suami mereka.
Tanpa berkata apapun, Liu Ryu hanya mengangguk sambil menatap ke arah daratan rendah yang berada di depan mereka.
__ADS_1