SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch. 165. Mencari Keberadaan Centaurus


__ADS_3

Kini mulut Gong Sifa kadang terbuka lalu menutup saat melihat putrinya yang dia kenal memiliki sikap pendiam terlihat agresif kepada Ryu.


" Tuan putri... Maaf, aku bukan orang yang kamu cari." Ryu berusaha bersikap tenang berusaha untuk menahan diri.


Tentu Ryu tidak ingin sesuatu yang rumit akan terjadi pada mereka, karena dia sudah memiliki hubungan dengan Gong Sifa yang merupakan Ibu dari wanita tersebut meskipun hanya untuk sesaat.


Kini Gong Sifa bersikap pasrah dan menutup rapat hubungannya dengan Ryu, karena putrinya terlihat tertarik kepada Pemuda tersebut.


" Apa kamu yang membantu Ras Peri Hutan juga memberikan Harta langit dan buah pohon suci?" Tanya Gong Ziya sambil mengeluarkan lima Harta langit dan buah pohon suci di tangannya.


" Benar Tuan Putri." Karena Ryu belum memberi tanggapan, kini Jenderal Besar langsung bersuara.


Mendengar perkataan dari sang Jenderal, Gong Sifa dan kelima Jenderal serta 75 prajurit memasang wajah gelap, namun berusaha menutup rapat apa yang terjadi sebelumnya.


Beruntung Xie Xian dan Istri Ryu yang lain tidak curiga dengan hubungan tersebut karena kelima Jenderal serta 75 prajurit sudah menelan Pil penyamaran Kultivasi.


" Jika Tuan tidak keberatan, aku bersedia menjadi Istrimu sebagai balas jasa karena telah memberi pertolongan kepada Ras Peri Hutan." Ucap Gong Ziya sambil berlutut di hadapan Ryu.


" Tidak bisa." Jawab Gong Sifa dengan cepat dimana dirinya seperti disambar petir di siang bolong.


" Suamiku... Sepertinya gadis ini sangat cocok untuk keluarga baru kita, karena dia memiliki Yin Bulan." Xie Xian membuka suara karena dia sangat tertarik pada sesuatu yang aneh pada tubuh Gong Ziya.


" Aku juga." Jiu Wei Hu dan Istri Ryu yang lain ikut menimpal.


Hanya satu sosok yang hanya berdiam diri, yaitu Tan Shuying yang memiliki sifat pemalu.


" Aku juga setuju. Tuan Putri akan lebih aman jika berada di samping Pendekar Ryu." Jenderal Besar juga mengangguk setuju.


" Kami merasa terhormat jika Pendekar Ryu memiliki Istri dari Ras Peri Hutan." Sepuluh prajurit Ras Peri Hutan yang tidak mengetahui hubungan antara Ryu dan Gong Sifa dan kelima Jenderal serta 75 prajurit.

__ADS_1


Tentu mereka tidak mengetahui hal tersebut karena mereka telah dipilih oleh Wu Tian dan pasukan Semesta yang lain sebagai istrinya.


Kini Gong Sifa benar-benar tidak bisa berkata apa-apa lagi, dengan terpaksa dia harus mengikuti keinginan putrinya.


' Pendekar Ryu, aku rasa putriku jauh lebih aman disisimu. Aku harap kamu bisa menerimanya sebagai Istrimu. Untuk masalah sebelumnya, anggap saja tidak pernah terjadi.' Gong Sifa yang sudah pasrah, langsung mengirim pesan jiwa kepada Ryu.


Kini Ryu menghela nafas berat karena dihadapkan dengan situasi tersebut, namun dia juga mengakui bahwa pemilik Yin Bulan sangat mengganggu pikirannya.


" Baiklah jika itu keputusan kalian." Ryu yang perasaannya sedang berkecamuk, kini hanya bersikap pasrah.


" Jenderal... Bawa mereka berdua untuk melangsungkan pernikahan di pohon sakral." Gong Sifa memberi perintah kepada sang Jenderal.


" Baik Yang Mulia Ratu." Jawab Jenderal Besar, lalu membawa Ryu dan Gong Ziya menuju pohon yang sebagai sarana untuk melangsungkan pernikahan yang diikuti Xie Xian dan Istri Ryu yang lain.


Sedangkan Gong Sifa dan pasukan Peri Hutan hanya berdiam diri, lalu meminta kepada Tou Shuijing, Jiu Tou She dan Pasukan Semesta untuk mengajarkan anggota wanita Ras Peri untuk berlatih.


Di tempat lain, Ryu dan Gong Ziya yang sedang melakukan ikrar sumpah setia juga tidak mengalami kendala apapun.


" Benar... Kami semua adalah Istri Ryu." Jawab Xie Xian.


Mendengar perkataan dari Xie Xian, Gong Ziya mengangguk tanpa merasakan cemburu sedikitpun, karena perasaan aneh tersebut selalu menghantuinya.


" Sekarang kamu sudah resmi menjadi Istri suami kami, jadi kamu juga memanggilnya dengan sebutan suami." Ucap Jiu Wei Hu sambil berjalan mendekati Gong Ziya.


" Suami." Gong Ziya dengan polosnya menoleh ke arah Ryu dengan perasaan senang, meskipun masih tidak mengerti darimana perasaan tersebut.


" Untuk sekarang kalian tidak boleh menikmati malam pertama. Kami akan memberikan teknik khusus untukmu." Ucap She Xia juga berjalan mendekati Gong Ziya.


" Malam pertama? Teknik khusus?" Gong Ziya yang sama sekali belum mengerti tentang hal tersebut karena sejak kecil selalu berada di alam jiwa Gong Sifa dan keluar hanya sebentar.

__ADS_1


" Sepertinya kita harus mengajarkan wanita Peri Hutan ini dengan ekstra, termasuk kamu juga." Ucap Jiu Wei Hu sambil menoleh ke arah Tan Shuying.


" Sekarang kita pergi ke Istana Kristal. Suamiku, kamu tinggal disini untuk sementara waktu." Ucap Xie Xian, lalu membawa mereka ke Dunia Quzhu.


" Haaahh... Apa yang harus aku lakukan?" Ryu bergumam karena baru tersadar saat Gong Ziya sudah pergi.


" Pendekar Ryu, apa yang terjadi?" Tanya Jenderal Besar yang melihat ekspresi Ryu berbeda dari sebelumnya.


" Tidak ada... Lebih baik kita kembali ke Istana." Ryu yang merasa sesuatu yang aneh sebelumnya, kini terlihat normal kembali.


" Baik." Jawab Jenderal Besar, lalu membawa mereka kembali ke Istana Kerajaan Gong.


Tidak lama kemudian mereka telah sampai di Istana Kerajaan Gong, dimana para wanita Ras Peri Hutan dengan giat untuk berlatih.


Ryu yang melihat hal itu merasa senang, karena Tou Shuijing dan Jiu Tou She begitu bersemangat untuk melatih mereka.


" Shuijing, Jiu... Jika mereka membutuhkan Sumberdaya, berikan kepada mereka!" Ucap Ryu sambil menatap ke arah kedua bawahannya.


" Baik Dewa Agung." Jawab Tou Shuijing dan Jiu Tou She sambil menundukkan kepala.


" Jenderal... Untuk sementara aku akan meninggalkan tempat ini, karena ingin mencari keberadaan Centaurus. Aku titipkan Pasukan Semesta disini." Ucap Ryu sambil menoleh ke arah Jenderal Besar.


" Tapi Pendekar Ryu... Diluar sangat berbahaya jika bepergian sendirian." Jenderal Besar merasa tidak enak karena Ryu meninggalkan Pasukan Semesta demi melatih Ras Peri Hutan.


" Kamu tidak perlu khawatir. Aku juga ingin mencari keberuntungan yang lain sebelum pergi dari sini." Ucap Ryu lalu melesat cepat keluar dari pintu gerbang Istana Kerajaan Gong.


Jenderal Besar yang menyaksikan hal tersebut, hanya menggelengkan kepala karena kecepatan Ryu hampir tidak terlihat.


Di sisi lain Ryu yang sudah berada di tempat yang jauh dari gerbang Istana Kerajaan Gong, langsung terbang menuju ke sebuah arah dengan kecepatan tinggi.

__ADS_1


" Dunia Nuse ini sangat luas. Kemana aku harus mencari makhluk kuno itu?" Ryu bergumam sambil mengedarkan pandangannya untuk memeriksa keadaan sekitar.


Setelah melakukan perjalanan sangat jauh, kini Ryu turun dari udara dan berpijak di atas sebuah Gunung yang sangat tinggi dengan cuaca yang sangat ekstrim.


__ADS_2