
Namun Liu Ryu menjelaskan bahwa ketika mencapai ranah half Immortal, kekuatan mereka masih ditekan, karena dunia itu sudah tidak cocok untuk mereka.
Mendengar penjelasan dari Liu Ryu, Dewi Arinia dan Liu Yunxia sedikit kecewa, karena tidak bisa melihat kemampuan seseorang Immortal.
" Lebih baik kita menghancurkan pasukan Iblis Merah terlebih dulu. Semoga saja kalian lebih cepat menerobos." Ucap Liu Ryu, lalu membawa keempat istrinya keluar dari Dunia Quzhu.
Saat berada di puncak gunung, tatapan keempat Istri Liu Ryu tertuju pada reruntuhan Istana yang berada di tempat itu.
" Apa yang terjadi? Kenapa Istana ini bisa hancur?" Tanya Liu Yunxia, sambil memperhatikan keadaan sekitar.
" Ini akibat pertarungan kami sebelumnya." Jawab Liu Ryu, lalu menciptakan awan sebagai pijakan kaki mereka.
Liu Ryu tidak ingin membahas terlalu jauh tentang hancurnya Istana tersebut, sehingga dia dengan buru-buru membawa keempat istrinya pergi dari puncak gunung.
Liu Ryu dapat merasakan bahwa kelompok suci yang menjadi budaknya telah berhasil membersihkan aura kematian di daratan Muktho.
" Sepertinya hanya satu tempat saja yang belum dibersihkan." Gumam Liu Ryu, sambil menatap ke arah depan.
Selama dalam perjalanan, Liu Ryu melesat ke berbagai wilayah untuk mengambil kembali kelompok suci, karena tugas mereka telah selesai.
Namun bagi kelompok suci yang tidak terikat segel budak, Liu Ryu membebaskan mereka, agar bisa kembali ke kediamannya di alam dewa.
Membutuhkan waktu selama berbulan-bulan bagi Liu Ryu untuk membawa kelompok suci ke Dunia Quzhu.
Selama berbulan-bulan, Liu Ryu dan keempat Istrinya juga memburu dan membunuh pasukan Iblis Merah yang mereka temui saat mencoba menyelinap ke permukiman warga.
Sedangkan Dewi Arinia dan Liu Yunxia yang masih mencapai Bintang Dewa, langsung menjadikan ras duyung sebagai Pil Inti Jiwa, ketika mereka sudah mencapai Bintang Dewa.
Tentu itu semua berkat Liu Ryu yang sudah menjadikan mereka sebagai Pil Inti Jiwa.
Begitupun dengan kelompok suci yang sudah berada di Dunia Quzhu, dengan adanya energi murni dan kecepatan waktu di Dunia Quzhu, kekuatan mereka semakin meningkat hingga setara dengan Bintang Dewa.
__ADS_1
Namun saat kelompok suci sudah mencapai Bintang Dewa, saat itu juga Liu Ryu menjadikan mereka sebagai Pil Inti Jiwa dan meminta kepada Dewi Arinia dan Liu Yunxia untuk mengambilnya.
Dari atas awan, Liu Ryu menyaksikan para warga sudah berani keluar dari tembok pertahanan untuk mencari sumber makanan untuk mereka.
" Sepertinya mereka sudah bisa beraktivitas seperti biasa." Ucap Liu Ryu, sambil mengeluarkan beberapa hewan dari Dunia Quzhu.
Liu Ryu juga meletakkan beberapa ikan sungai di beberapa tempat, agar para warga biasa menangkapnya sebagai hidangan.
" Beruntung di Dunia Quzhu banyak menyimpan hewan peliharaan, hewan buas dan hewan laut." Ucap Dewi Arinia yang juga ikut membantu meletakkan hewan buas di beberapa tempat.
Setelah merasa sudah cukup, Liu Ryu membawa keempat istrinya menuju ke wilayah kediaman lima Jenderal Iblis Merah.
Selama dalam perjalanan, Dewi Arinia dan Liu Yunxia terus memeriksa Dunia Quzhu untuk memastikan bahwa ada beberapa makhluk yang sudah mencapai Bintang Dewa.
Saat ras duyung ataupun kelompok suci sudah mencapai Bintang Dewa, saat itu juga mereka langsung berubah menjadi Pil Inti Jiwa, dimana Dewi Arinia dan Liu Yunxia langsung mengambilnya dengan kekuatan pikiran.
" Suamiku... Kamu sungguh seperti orang jahat." Ucap Liu Yunxia, sambil menatap Pil Inti Jiwa di tangannya.
" Salah mereka sendiri, karena menggunakan situasi seperti ini untuk meniduri para wanita di daratan ini." Ucap Liu Ryu, karena dia tidak menyukai orang-orang seperti itu.
" Apa kita akan menunggu agar mereka bisa mencapai Bintang Dewa terlebih dulu?" Tanya Dewi Arinia, karena Liu Ryu belum melakukan pergerakan, meskipun sudah mengetahui keberadaan lima Jenderal Iblis Merah.
" Ya... Aku ingin menjadikan kelima Jenderal Iblis Merah sebagai hidangan penutup, sebelum pergi ke Dunia Tiantang." Jawab Liu Ryu.
Sesaat Liu Ryu melesat ke atas jurang tanpa dasar tempat sumber aura kematian, lalu melemparkan beberapa Batu Bintang.
Buussshh!
Puluhan Batu Bintang mulai menghisap aura kematian yang berada di jurang tanpa dasar.
" Apa-apaan ini?" Salah satu Jenderal Iblis Merah, terlihat geram karena aura kematian yang berada di jurang tanpa dasar mulai menipis.
__ADS_1
Kelima Jenderal Iblis Merah terlihat panik karena jumlah pasukan Iblis Merah semakin berkurang, karena sudah banyak terbunuh oleh Liu Ryu dan keempat Istrinya.
" Sekarang nikmati ketakutan kalian, sebelum aku datang untuk membunuh kalian." Terdengar suara dari Liu Ryu menggema di udara.
" Siapa itu." Kelima Jenderal Iblis Merah memasang sikap waspada, saat mendengar suara dari atas langit.
Namun kelima Jenderal Iblis Merah tidak bisa melihat apapun, karena Liu Ryu sedang menyembunyikan keberadaan mereka dibalik awan.
Tanpa berkata apapun, Liu Ryu melesat ke sebuah arah untuk menunggu hasil aura kematian yang akan ditarik ke Dunia Quzhu.
Di sisi lain, kelima Jenderal Iblis Merah memasang wajah serius, sambil menatap ke arah jurang tanpa dasar.
" Siapa orang yang memiliki kemampuan seperti ini?" Ucap salah satu Jenderal Iblis Merah, sambil menatap ke arah jurang tanpa dasar.
Jurang tanpa dasar yang awalnya sebagai sumber energi dari aura kematian, kini sudah tidak terlihat lagi, karena semuanya langsung berpindah tempat ke Dunia Quzhu.
Energi murni di Dunia Quzhu juga semakin padat, membuat ras duyung ataupun kelompok suci bisa meningkatkan kekuatan mereka dengan cepat.
Terlebih Dunia Quzhu memiliki kecepatan waktu yang sangat tinggi, sehingga mereka tidak menyadari bahwa mereka akan dijadikan sebagai Pil Inti Jiwa.
Di sisi lain, Liu Ryu dan keempat Istrinya yang sudah berada di atas Altar Kuno, kini melakukan aktivitas seperti biasa sambil menunggu ras duyung ataupun kelompok suci bisa mencapai Bintang Dewa.
Setelah menunggu waktu cukup lama, kini semua ras duyung dan kelompok suci sudah mencapai Bintang Dewa.
Tanpa membuang waktu, Dewi Arinia dan Liu Yunxia menciptakan ruang hampa, lalu menjulurkan tangannya di ruang hampa yang berbentuk lingkaran.
Saat itu juga ras duyung dan kelompok suci yang sudah mencapai Bintang Dewa langsung berubah menjadi Pil Inti Jiwa.
" Sepertinya dengan Pil ini, kami sudah bisa menerobos ranah half Immortal tahap awal." Gumam Dewi Arinia, sambil menatap ratusan Pil Inti Jiwa di depannya.
" Ya... Sekarang gunakan Pil itu untuk mengingatkan Kultivasi kalian." Ucap Liu Ryu, lalu meminta kepada Dewi Arinia dan Liu Yunxia mengambil tempat yang cukup jauh untuk Berkultivasi.
__ADS_1
Tanpa membuang waktu, Dewi Arinia dan Liu Yunxia langsung melesat ke dua arah untuk menyerap Pil Inti Jiwa.
Sementara itu, Liu Ryu, Liu Fenglu dan Elena hanya menunggu Dewi Arinia dan Liu Yunxia untuk menerobos ranah half Immortal tahap awal.