SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Sun Kim Ai


__ADS_3

" Hmmm, sepertinya akan ada yang datang kesini." Ryu bergumam sambil di sela pertarungannya.


Tentu Ryu tidak ingin Istrinya diketahui oleh orang lain, karena mereka bukan dari kelompok yang terdaftar.


" Gunakan Penjara Abadi untuk menarik mereka." Teriak Ryu yang kini terbang ke udara.


" Baik." Jawab Istrinya dengan serentak.


Wuush! Wuush! Wuush!


Ryu dan Istrinya menggunakan kekuatan spiritual mereka untuk menarik semua gerombolan monster ke Dunia Quzhu tepat di Penjara Abadi.


Rrraawr! Rrraawr! Rrraawr!


Gerombolan monster tersebut meraung keras saat melihat rekan mereka hilang seketika.


Kini Ryu dan Istrinya terus membawa gerombolan monster ke Penjara Abadi, yang membuat pihak lawan terlihat ketakutan.


Rrraawr!


Salah satu monster memberi isyarat kepada rekannya untuk meninggalkan tempat tersebut.


Seketika gerombolan monster lari kocar-kacir menjauhi wilayah tersebut, namun semua sudah terlambat dimana Ryu dan Istrinya berpencar ke berbagai arah untuk menarik mereka.


Hanya dalam beberapa saat, semua gerombolan monster tersebut tidak ada satupun yang tersisa, dimana Ryu dan Istrinya kembali berkumpul.


" Suamiku, biarkan para monster itu menjadi urusan kami." Jin Niu juga merasakan kehadiran ada beberapa sosok yang sedang menuju ke arah mereka.


" Baiklah, tidak lama lagi mereka akan kesini." Jawab Ryu sambil mengibaskan tangannya membawa mayat yang tersisa.


Saat semua sudah bersih dari bekas pertarungan, semua Istri Ryu langsung kembali ke Dunia Quzhu, agar keberadaan mereka tidak diketahui.


Bahkan 70 Peri cahaya juga ikut kembali ke Dunia Quzhu, meskipun mereka tidak bisa terlihat oleh siapapun.


Tentu mereka ingin membunuh semua monster yang ada di Penjara Abadi.


" Hmmm... Sepertinya mereka dari pihak Istana Kekaisaran Sun." Ryu bergumam sambil memperhatikan beberapa sosok dari kejauhan.


Ryu yang seakan menunggu seseorang, kini melangkah ke arah tersebut.

__ADS_1


Setelah beberapa saat, Ryu bertemu dengan kelompok kecil terdiri dari sebelas orang yang dia ketahui sebelumnya.


" Maaf Tuan... Kami tersesat dari rombongan kami." Ucap sosok berpakaian prajurit sambil menundukkan kepala diikuti sembilan sosok yang lain.


Sedangkan satunya lagi hanya berdiam diri sambil menatap ke arah Ryu penuh selidik.


" Aku juga tersesat dari rombongan. Sepertinya kita bisa bersama melakukan pencarian" Ryu merasa mereka rentan akan terbunuh, karena Kultivasi mereka masih rendah.


Apalagi mengingat keramahan dari prajurit yang pernah dia temui sebelumnya, tentu Ryu menghargai kebaikan mereka.


" Terimakasih Pendekar. " Ucap sosok yang lain, meskipun dia tidak merasakan tingkat Kultivasi pemuda yang berada di depan mereka.


" Hahaha... Bilang saja kau ingin berlindung dengan kami." Ucap Sosok wanita cantik yang memakai pakaian prajurit, meskipun memiliki sepasang tanduk dan ekor runcing di bagian belakangnya.


" Tidak masalah... Aku masih bisa mencari kelompokku sendiri." Ryu berjalan berjalan dengan santai.


" Tuan Putri... Kita butuh bantuan pemuda itu untuk berlindung dan saling menjaga satu sama lain." Ucap satu prajurit, meskipun dia sedikit ragu.


" Pengawal aku tidak yakin bahwa dia orang baik." Ucap wanita itu yang mereka panggil Tuan Putri, yaitu Putri Sun Kim Ai


" Jika dia berniat jahat, kami bisa membunuhnya Tuan Putri." Ucap prajurit yang menganggap Ryu lebih lemah dari mereka.


" Baiklah, kalau begitu aku ikuti kata kalian." Ucap Putri Sun Kim Ai, sambil memasang wajah masam.


Ryu yang mendengar pembicaraan mereka hanya menggelengkan kepala sambil melanjutkan langkahnya.


Tidak beberapa lama, sepuluh prajurit serta Putri Sun Kim Ai sudah mendekati arah Ryu kemudian mengiringinya.


" Tuan Pendekar... Mau kemana tujuan Kita sekarang?" Tanya salah satu prajurit.


" Kita harus mencari tempat yang aman. Sepertinya disini terlalu berbahaya." Ryu merasakan wilayah itu sangat berbahaya sambil melanjutkan langkahnya, dimana sebelas sosok tersebut berjalan mengikutinya.


Dengan kecepatan sedang, Ryu membawa mereka menuju arah utara dimana dia merasakan adanya banyak kehidupan di wilayah tersebut.


Di tengah perjalanan, Ryu memperkenalkan diri, namun tidak menceritakan dari mana asalnya.


Begitupun sebaliknya sepuluh prajurit tersebut menceritakan bahwa mereka adalah pengawal pribadi Putri Sun Kim Ai, namun tidak menceritakan semuanya.


Saat hari sudah gelap, Ryu meminta kepada mereka untuk beristirahat dan membuat kemah dimana layaknya manusia.

__ADS_1


Ryu juga menciptakan Pelindung Yin-Yang Kura-kura mengelilingi mereka kemudian membuat kemahnya sendiri Untuk beristirahat.


Sedangkan sepuluh prajurit masih dalam posisi berjaga di depan kemah milik Putri Sun Kim Ai.


*******


Pada keesokan hari, Ryu kembali membawa mereka melanjutkan perjalanan hingga mendapatkan sebuah reruntuhan di kaki sebuah Bukit.


Tanpa menunggu lama, Ryu langsung mengajak mereka menyusuri tempat tersebut, sedangkan sepuluh prajurit yang terus bersiaga kini mulai menurunkan kewaspadaan.


Sepuluh prajurit tersebut berfikir bahwa Ryu bukan orang jahat.


Putri Sun Kim Ai yang awalnya masih cuek kini hatinya mulai melunak, apalagi menurutnya Ryu adalah pemuda yang tampan meskipun terlihat cuek.


Putri Sun Kim Ai pun kini mulai mencari celah agar dia bisa berbicara dengan pemuda yang berada di depan barisan para prajurit.


Namun karena dia adalah seorang Putri, maka dia pun kembali mengurungkan niatnya dan mencari cara lain agar bisa bicara empat mata dengan pemuda itu.


Di sisi lain Ryu yang selalu fokus pada tujuannya untuk mencari keberadaan Xie Xian dan Jiu Wei Hu hanya terus mempertajam spiritual miliknya.


Tentu Ryu juga harus memastikan reruntuhan tersebut berbahaya atau tidak untuk mereka.


Saat merasa sudah aman, Ryu langsung masuk ke reruntuhan tersebut yang diikuti Putri Sun Kim Ai dan sepuluh prajurit.


Saat menyusuri setiap ruangan, Ryu hanya mendapatkan beberapa Sumberdaya yang menurutnya tidak cocok untuk perkembangan mereka di salah satu ruangan.


" Kalian boleh ambil Sumberdaya itu." Ucap Ryu sambil menoleh ke arah prajurit.


" Baik Tuan Pendekar."


Tentu para pengawal sangat senang dengan adanya Sumberdaya itu lalu mengambilnya setelah Ryu membolehkan mereka untuk mengambilnya.


Di sisi lain Putri Sun Kim Ai yang sebagai Putri dari Kaisar Sun Goji jelas dia menjaga wibawanya meskipun juga tertarik dengan harta tersebut.


Tanpa menunggu lama, Ryu kembali melanjutkan penelusuran ke bagian ruangan lain meninggalkan Putri Sun Kim Ai dan sepuluh prajurit.


" Kalian ambil saja harta itu untuk kalian! Aku akan menyusul pemuda itu." Sun Kim Ai memberi perintah, merasa itu adalah kesempatan baik untuk mendekati Ryu.


" Ba_baik Putri." Prajurit sebenarnya ingin mengikuti Putri Sun Kim Ai, namun sangat disayangkan jika harta tersebut ditinggal begitu saja.

__ADS_1


Mereka juga berpikir bahwa Ryu tidak mungkin memiliki niat jahat kepada Sun Kim Ai.


Ryu yang melihat Sun Kim Ai mengikutinya hanya mengerutkan kening kemudian berjalan kembali menyusuri bagian ruangan yang lain.


__ADS_2