
Asap merah yang mengandung aura kematian, kini semakin lama semakin menyebar ke berbagai arah hingga dalam beberapa menit sudah menyebar dengan radius puluhan kilometer.
Asap merah itupun terus keluar dari jurang, sehingga seluruh langit seakan diselimuti warna merah darah.
Ggooooaaarr!
Ggooooaaarr!
Ggooooaaarr!
Semua hewan buas saling bertarung satu sama lain untuk mencari pemimpin yang terkuat.
Sedangkan hewan buas yang masih lemah, harus tunduk kepada perintah pemimpin mereka yang semakin lama semakin membesar.
Wuush! Wuush! Wuush!
Satu-persatu bayangan berwarna merah keluar dari jurang yang terus mengeluarkan asap merah.
Tidak lama kemudian terlihat ratusan sosok yang mirip seperti manusia, namun kulit mereka berwarna merah darah.
Kulit mereka begitu keras seperti benda logam, yang menandakan bahwa mereka kebal terhadap senjata.
Di atas kepala mereka juga terdapat sepasang tanduk kerbau yang diselimuti kobaran api, namun tidak bisa membakar kepala mereka.
Di bagian jari tangan mereka juga terlihat kuku yang panjang dan tajam layaknya seperti pisau.
" Akhirnya kita terbebas dari segel itu." Ucap salah satu sosok yang memiliki ukuran paling besar diantara yang lain, sambil menatap ke arah langit.
" Benar komandan. Kita tidak hanya terbebas, tapi juga kekuatan kita semakin berlipat ganda." Ucap salah satu dari prajurit Iblis Merah.
Komandan itupun mengangguk pelan, lalu memeriksa keadaan sekitar dimana terdapat beberapa hewan buas yang saling bertarung satu sama lain.
" Para serangga ini juga ikut mengambil bagian dari aura kematian yang kita serap." Komandan pasukan Iblis Merah mendengus dingin karena aura kematian yang berlimpah, membuat kemampuan hewan buas juga bisa menyebarkan teror di daratan Muktho.
" Komandan, apa kita perlu membunuh para serangga ini" Tanya salah satu prajurit Iblis Merah.
" Tidak perlu! Semakin banyak nyawa yang berjatuhan, maka aura kematian yang berasal dari uap merah ini semakin kuat. Dengan begitu, semakin cepat raja kita bangkit." Ucap komandan Iblis Merah, sambil menunjuk ke arah hewan buas yang sudah mati.
Saat itu juga mayat hewan buas mengurai menjadi asap merah yang menambah kekuatan aura kematian, sehingga hewan buas yang masih bertahan hidup juga semakin kuat.
__ADS_1
" Sekarang, bunuh semua manusia yang kalian temui. Jangan sampai ada satupun yang tersisa!" Komandan Iblis Merah langsung memberi perintah kepada bawahannya.
" BUNUH SEMUA MANUSIA!!! DEMI KEBANGKITAN YANG MULIA RAJA."
Teriak semua pasukan Iblis Merah, hingga menggema di udara, lalu melesat ke berbagai arah untuk membunuh manusia sebanyak mungkin.
*******
Di tempat lain, terlihat Dewi Malam dan ratu peri merah memasang wajah serius, karena asap merah tersebut membuat wilayah sekitar menjadi gelap karena matahari seakan ditutupi oleh aura kematian.
" Sepertinya mereka sedang membangkitkan Raja Iblis Merah." Ucap Dewi Malam, sambil memeriksa keadaan sekitar.
Di tempat itu juga terdapat beberapa hewan buas juga sedang bertarung satu sama lain, seakan saling berebut kekuasaan dan kekuatan yang berada di asap merah tersebut.
Ggooooaaarr!
Ggooooaaarr!
Ggooooaaarr!
Raungan dari hewan buas saling bersahutan dibalik hutan, karena mereka sudah dikuasai oleh aura kematian.
" Hei... Apa kamu pikir bahwa aku adalah saingan mu?" Dewi Malam menyipitkan matanya, karena ratu peri merah hanya berpikir bahwa dialah yang harus menjadi yang terkuat.
Ratu peri merah menatap tajam ke arah Dewi Malam, karena dengan kemampuannya sekarang, dia merasa yakin bisa mengalahkan Dewi Malam.
Buussshh!
Ratu peri merah melepaskan aura kematian hingga sekujur tubuhnya diselimuti uap berwarna merah darah.
" Jangan lupa, kamu sudah menjadi budakku sekarang. Aku sudah menanamkan benih segel budak pada tubuhmu." Ucap Dewi Malam, sambil mencengkram tangannya sendiri, hingga ratu peri merah langsung berlutut di tanah.
Uhuuuk!
Ratu peri merah memuntahkan darah segar, sambil menatap ke arah Dewi Malam dengan senyuman licik.
" Kamu pikir hanya kamu saja yang bisa melakukannya? Aku juga sudah menanamkan segel jiwa pada tubuhmu." Ucap ratu peri merah, lalu merapalkan sebuah mantra.
Bruuuuk!
__ADS_1
Dewi Malam juga ikut tersungkur ke tanah hingga memuntahkan darah segar, seperti yang dialami oleh ratu peri merah.
" Wanita sialan.... Sejak kapan dia menanamkan segel jiwa kepadaku?" Dewi Malam merapatkan giginya, karena tanpa dia sadari bahwa dia sudah terkena sihir dari ratu peri merah.
Jika Dewi Malam sudah terkena sihir segel jiwa, maka itu artinya dia akan mati, ketika ratu peri merah mati.
Dengan kata lain jika Dewi Malam membunuh ratu peri merah, maka dia juga akan ikut terbunuh.
" Sepertinya sekarang kita impas."
Dewi Malam dan ratu peri merah berkata dengan serempak, meskipun keduanya sama-sama tidak terima jika berada dalam posisi seperti itu.
" Haaah, sudahlah... Sepertinya kita berdua lah yang menjadi penguasa di dunia ini. Sekarang kamu panggil mereka lagi! Aku menginginkan darah mereka lagi." Ratu peri merah meminta kepada Dewi Malam untuk menggunakan sihir miliknya untuk berkomunikasi dengan Xu Tianpeng.
" Baiklah." Dewi Malam tidak punya pilihan lain, karena keduanya sekarang saling terikat.
Dewi Malam kembali menciptakan sihir teleportasi di Altar Kuno, sedangkan ratu peri merah bertugas untuk berkomunikasi dengan Xu Tianpeng.
" Xu Beng, ada apa?" Terdengar suara dari sebuah titik yang berada di Altar Kuno.
" Maaf Yang Mulia Kaisar... Semua pasukan yang kamu kirim, semuanya sudah mati di tangan Raja Iblis Merah." Jawab ratu peri merah yang meniru suara dari Xu Beng.
" Raja Iblis Merah? Kenapa dia bisa berada di tempat itu?" Xu Tianpeng merasa heran, karena seharusnya Raja Iblis Merah masih berada di dunia bawah tanah di Dunia Yuzhou.
Bahkan Xu Tianpeng sendiri berniat untuk mendatangi wilayah kekuasaan Raja Iblis Merah jika kondisinya sudah pulih kembali.
" Hamba juga tidak tau Yang Mulia Kaisar. Pasukan Iblis Merah juga sedang menguasai dunia ini." Ucap ratu peri merah, sambil tersenyum, karena Xu Tianpeng bisa dikelabui.
" Berapa banyak jumlah pasukan Iblis Merah yang berada di tempat itu?" Tanya Xu Tianpeng.
Kini ratu peri merah terlihat kebingungan karena tidak tau harus menjawab seperti apa?
Jika ratu peri merah menjawab hanya sedikit, maka Xu Tianpeng akan curiga jika seluruh bawahannya bisa terbunuh begitu mudah oleh pasukan Iblis Merah.
Sedangkan jika ratu peri merah mengatakan bahwa jumlah pasukan Iblis Merah sangat banyak, maka Xu Tianpeng akan mengirim pasukannya dalam skala besar, sehingga akan merepotkan Dewi Malam dan ratu peri merah.
" Hamba juga tidak mengetahui berapa banyak jumlah mereka. Namun setiap hari jumlah mereka semakin banyak." Jawab ratu peri merah, karena dia tidak ingin Xu Tianpeng mengirim bawahannya dalam jumlah besar.
Jika itu terjadi, maka Dewi Malam dan ratu peri merah sendiri tidak akan mampu melawan mereka sekaligus.
__ADS_1