
Pertukaran serangan antara Liu Ryu dan ratu peri merah kini semakin sengit, dimana kawah besar tercipta di berbagai tempat.
" Sialan... Kenapa orang ini begitu kuat?" Gumam ratu peri merah di sela pertarungannya.
Ratu peri merah tidak menyangka bahwa Liu Ryu bisa membuatnya menggunakan berbagai macam jenis sihir untuk melakukan pertarungan.
Namun Liu Ryu dengan mudah untuk mematahkan sihir yang dilepaskan oleh ratu peri merah.
Liu Ryu juga mengakui kehebatan dari ratu peri merah, dimana dia tidak akan mampu membunuh wanita itu, karena perbedaan energi alam di dunia itu.
" Jika saja dunia ini memiliki energi alam seperti di Dunia Tiantang, aku bisa mengalahkan ratu peri merah ini dengan mudah." Gumam Liu Ryu, sambil bertukar serangan dengan ratu peri merah.
Ratu peri merah menyipitkan matanya karena sudah puluhan jenis sihir yang dia ciptakan, namun Liu Ryu tidak mengalami luka sedikitpun.
" Kemampuan Dewa ini sangat mengerikan. Aku jadi bertambah bersemangat untuk menghisap darahnya." Pikir ratu peri merah sambil memikirkan cara untuk mengalahkan Liu Ryu.
Pertukaran serangan dari kedua belah pihak terus berjalan, hingga memakan waktu selama dua hari tanpa henti.
Namun keduanya seakan tidak ada yang kelelahan, sehingga ratu peri merah hampir kehilangan semangat.
Sraaiiingg!
Liu Ryu berpindah ke tempat yang cukup jauh, lalu mengeluarkan bola Kehampaan di telapak tangannya.
Zzzrrrttt! Zzzrrrttt! Zzzrrrttt!
Bola Kehampaan yang memiliki energi yang sangat kuat, dimana Liu Ryu menatap ke arah ratu peri merah yang sedang terbang ke arahnya.
Meskipun Liu Ryu merasa tidak tega untuk melukai tubuh ratu peri merah, namun dia tidak memiliki pilihan lain untuk mengalahkan wanita itu.
" Malapetaka."
Wuush!
Liu Ryu melemparkan bola Kehampaan ke arah ratu peri merah dengan kecepatan tinggi layaknya meteor.
" Sialan... Sihir macam apa ini?" Ratu peri merah mengumpat dalam hati, karena kecepatan serangan dari Liu Ryu membuatnya tidak mampu menghindar.
" Alam Kematian, Tameng Kematian."
Buussshh!
Ratu peri merah menciptakan sebuah pelindung di depannya untuk menghalau bola Kehampaan dari Liu Ryu.
Bboooom!
Ledakan energi yang sangat kuat, membuat daratan Efhoria berguncang hebat, dimana awan yang berada di atas mereka hancur hingga menimbulkan hujan deras.
__ADS_1
Sedangkan tanah yang berada dibawah mereka berdua, kini membentuk jurang yang sangat dalam.
Traaang!
Pelindung yang diciptakan ratu peri merah mengalami retakan, meskipun kondisinya masih terlihat baik.
" Malapetaka."
Wuush! Wuush! Wuush!
Liu Ryu kembali melemparkan tiga bola Kehampaan ke arah ratu peri merah yang masih berada di tempat semula.
Ratu peri merah memasang wajah serius, karena serangan dari Liu Ryu memiliki kekuatan yang sama seperti serangan sebelumnya.
" Alam Kematian, Tameng Kematian."
Buussshh! Buussshh! Buussshh!
Ratu peri merah kembali menciptakan pelindung di depannya hingga tiga lapis, untuk menghalau tiga bola Kehampaan.
Bboooom!
Bboooom!
Bboooom!
Ledakan demi ledakan kembali terdengar, membuat fenomena alam di sekitar mereka menjadi gelap.
" Kemampuan wanita ini sangat luar biasa. Aku menjadi lebih bersemangat untuk menjadikannya sebagai Istriku." Gumam Liu Ryu, sambil menatap ke arah ratu peri merah.
Di sisi lain ratu peri merah merapatkan giginya, karena serangan dari Liu Ryu menyerang jiwanya, meskipun kondisi tubuhnya masih terlihat baik-baik.
" Sialan... Tidak ada cara lain. Aku harus menggunakan sihir ilusi yang merupakan sihir rahasia milikku." Gumam ratu peri merah, sambil menarik napas dalam-dalam.
Wuush!
Ratu peri merah melesat ke sebuah arah untuk menjauhi Liu Ryu, agar bisa menciptakan sihir terkuat yang dia miliki.
Liu Ryu mengangkat alisnya, lalu melesat ke arah ratu peri merah, karena dia berpikir bahwa wanita itu sedang merencanakan sesuatu yang membahayakan dirinya.
Setelah mengambil posisi yang tepat, ratu peri merah membalikkan badannya, lalu merapalkan sebuah mantra yang disertai dengan pola gerakan yang sangat rumit.
" Alam Kematian, Iblis Nafsu."
Buussshh!
Seketika awan hitam berkumpul di atas kedua belah pihak, membuat Liu Ryu memasang sikap waspada.
__ADS_1
Wuush!
Seketika air hujan turun dari awan hitam, yang memiliki aroma wangi yang menyengat.
Liu Ryu yang terkena air hujan tersebut, kini memasang wajah serius, karena ada sesuatu yang aneh pada tubuhnya.
" Teknik ini mengingatkanku ketika bertemu dengan ketiga Istriku." Gumam Liu Ryu sambil mengenang kembali saat bertemu dengan Tianhe, Junjiang, dan Yinshi.
Sesaat Liu Ryu tersenyum lebar, seakan membiarkan sihir yang dilepaskan oleh ratu peri merah mengendalikan dirinya.
" Tidak masalah... Karena tidak lama lagi, kamu akan menjadi Istriku." Gumam Liu Ryu sambil menatap ke arah ratu peri merah yang berada di kejauhan.
" Tubuh Cermin."
Buussshh!
Liu Ryu menciptakan energi tidak kasat mata mengelilingi tubuhnya, hingga mengeluarkan cahaya, meskipun hanya samar-samar.
Di sisi lain, ratu peri merah tersenyum lebar karena Liu Ryu sudah terkena sihir ilusi yang dia ciptakan.
Wuush!
Dengan penuh percaya diri, ratu peri merah terbang mendekati Liu Ryu diikuti sepasang taring keluar dari mulutnya.
" Sekarang kamu sudah berada dibawah kendaliku." Ratu peri merah yang sudah berada di depan Liu Ryu, kini langsung membawa Liu Ryu ke sebuah tempat.
Seketika itu juga hujan deras dan awan hitam yang berkumpul, kini langsung menghilang, hingga terlihat langit kembali cerah seperti semula.
Di tempat yang sangat jauh dari wilayah pertarungan sebelumnya, kini ratu peri merah telah berhasil membawa Liu Ryu ke sebuah goa.
Tanpa membuang waktu, ratu peri merah langsung membaringkan tubuh Liu Ryu di sebuah meja yang terbuat dari batu.
Ratu peri merah kembali merapalkan sebuah mantra khusus, hingga terlihat cahaya berwarna merah keluar dari meja batu.
" Akhirnya aku bisa mendapatkan darah dari seorang Dewa tertinggi yang memiliki kekuatan besar." Ucap ratu peri merah diikuti suara tawanya hingga menggema di udara goa tersebut
Sesaat ratu peri merah menatap ke arah leher Liu Ryu seperti melihat santapan yang sangat lezat.
Jleeep!
Ratu peri merah menancapkan kedua taringnya di leher Liu Ryu, secara perlahan mulai menghisap darah korbannya.
Namun ada sesuatu yang tidak ratu peri merah duga, dimana dia mulai merasakan hawa panas keluar dari tubuhnya.
" Ahh..." Suara yang khas keluar dari mulut ratu peri merah, dimana dia merasakan sensasi yang aneh dari tubuhnya.
Ratu peri merah menggeliat kenikmatan, sambil mengusap tubuhnya sendiri dengan gerakan yang menggoda.
__ADS_1
" Kamu berani menghisap darahku. Itu artinya, aku juga harus mengambil bagianku." Liu Ryu akhirnya membuka mata, sambil menatap ke arah ratu peri merah yang membuatnya semakin bersemangat.
Ratu peri merah sontak kaget, karena tiba-tiba mangsanya bisa membuka mata. Namun akibat terkena serangan balik ilusinya sendiri, ratu peri merah terus menikmati sensasi sentuhan darinya sendiri.