SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Kekaisaran Beruang Putih


__ADS_3

Namun sekeras apapun mereka mencari keberadaan Lan Liwei, mereka sama sekali tidak menemukannya.


Hal itu membuat Sheng Zhishu dan yang lain merasa tertarik dengan teknik yang dimiliki Lan Liwei.


Jika mereka menggabungkan teknik tersebut dengan teknik teleportasi, maka dapat dipastikan bahwa mereka akan menjadi pembunuh senyap yang tidak mampu diketahui oleh siapapun.


Kini pandangan Ryu semakin lebih buruk, karena proses tersebut sangat melelahkan. Apalagi harus membantu Istrinya yang begitu banyak, maka dapat dipastikan dia akan kelelahan karena menjalani proses penyatuan yang sangat lama.


" Bagaimana menurut kalian?" Tanya Xie Xian tanpa memperdulikan Lan Liwei yang tidak bisa dideteksi, meskipun dia sudah mencapai Pendekar Semesta tahap awal.


" Hanya orang bodoh yang membiarkan teknik yang sangat unik begitu saja." Tatapan Sheng Zhishu begitu bersinar tidak ingin melewatkan kesempatan tersebut.


" Aku juga setuju! Sepertinya kita akan menambah satu keluarga baru lagi." Ucap Xin Chie, tanpa memperdulikan tatapan Ryu yang begitu buruk.


" Hmmm... Baiklah. Lebih baik kita langsung masuk ke dalam Pagoda Jiwa itu! Disana aku akan memberikan teknik yang aku miliki. Tapi sebelumnya kita akan membantu Rubah ini agar memiliki tubuh baru." Ucap Xie Xian sambil menatap ke arah Sheng Zhishu dan yang lain.


" Kalian benar-benar tidak mengerti dengan perasaan kami." She Ling terlihat kesal karena kesempatan mereka bersama Ryu pasti akan tertunda.


Namun mau tidak mau, ketiga wanita itu harus mengikuti Sheng Zhishu dan yang lain demi mendapatkan kekuatan, meskipun harus mengorbankan keinginan mereka untuk bersama Ryu.


" Ah... Kami hampir lupa jika kalian bertiga belum menikmati malam-malam bersama suami kita." Sheng Zhishu tersenyum lebar seakan mengejek ketiga wanita itu.


" Begini saja, bagaimana kalau Suami kita menjemput Putri Mahkota Qing Yun terlebih dulu? Sementara itu kita membantu Jiu Wei Hu agar bisa mendapatkan tubuh baru. Dan untuk kalian bertiga, kami akan membantu untuk mencapai Pendekar Surgawi tahap akhir. Juga harus mempelajari teknik Tubuh Dewi Emas Suci." Ucap Xie Hua sambil menatap ketiga wanita itu.


Kini wajah ketiga wanita itu semakin memerah padam, namun setelah dipikir kembali mereka langsung mengangguk setuju, karena teknik Tubuh Dewi Emas Suci akan menambah penyerapan energi api Agni dari tubuh Ryu.


Dengan demikian, kekuatan serangan mereka semakin bertambah kuat.


" Jangan lupa, kalian juga harus belajar Alkemis." Xin Chie ikut menimpal.

__ADS_1


Kini She Ling dan kedua saudarinya hanya bisa bersikap pasrah, karena mereka menyadari bahwa yang diajarkan oleh Sheng Zhishu dan yang lain sangat berguna untuk mereka.


" Baiklah, kami akan mengikuti apa yang kalian katakan." She Ling yang terlihat sudah pasrah sambil menoleh ke arah Ryu.


" Gege, semua pihak Istana Kekaisaran Beruang Putih sudah mempersiapkan segalanya. Jadi, mereka hanya menunggu kedatanganmu." Sheng Zhishu yang awalnya mereka sudah pergi ke Istana Kekaisaran Beruang Putih untuk belajar teknik teleportasi.


Pada saat itu Qing Yun tidak ikut bersama mereka, karena harus menjalankan sebuah tradisi.


Putri Mahkota Qing Yun, tidak bisa keluar dari Istana Kekaisaran Beruang Putih jika tidak dijemput oleh Suaminya dan tentu harus menjalani pernikahan terlebih dulu.


" Baiklah, aku akan kesana." Ryu juga tidak ingin terlalu lama beranda di tempat itu, yang tentu membuat kepalanya semakin pusing.


Tidak lama kemudian, Ryu sudah berpindah tempat dimana dia langsung berada di kamar Putri Mahkota Qing Yun.


Karena kemunculan Ryu yang begitu tiba-tiba, Putri Mahkota Qing Yun sontak kaget dan hampir saja berteriak.


Begitupun dengan Ryu, dia tidak menyangka bahwa Batu Bintang malah diletakkan di kamar tersebut.


" Ada apa denganmu?" Tanya Ryu sambil menatap ke arah sosok wanita yang memiliki alis begitu indah dan bulu mata lentik dimana sangat indah.


" Gege." Qing Yun tertunduk malu karena baru pertama kali melihat sosok tersebut yang begitu tampan dan berwibawa.


" Putri Mahkota Qing Yun, apa kamu bisa menunjukkan jalan untuk bertemu Yang Mulia Kaisar." Tanya Ryu sambil menatap Qing Yun untuk melihat ekspresinya.


Sontak Qing Yun terlihat marah karena Ryu bicara dengan begitu formal.


" Apa kamu tidak menganggap aku sebagai calon istrimu?" Qing Yun awalnya memasang wajah memerah karena malu, kini berubah memerah padam karena marah.


" Yun'er, Aku hanya bercanda." Ryu tersenyum lembut sambil menepuk bahu Qing Yun yang membuat wanita itu langsung melunak.

__ADS_1


Dengan tangan sedikit gemetar, Qing Yun mencoba memberanikan diri untuk meraih tangan Ryu.


" Baiklah, aku akan mengantarmu kepada Ayah." Qing Yun yang sudah memegang tangan Ryu, kini terlihat senang lalu membawa Ryu menuju kediaman Kaisar Qing Jihai.


Tidak lama kemudian, Ryu dan Qing Yun sudah berada di tempat Kaisar Qing Jihai yang sedang berbincang dengan para petinggi Istana.


" Salam Yang Mulia Kaisar." Ryu memberi hormat kepada sosok yang sedang duduk di kursi kebesarannya.


Ryu memanggil seperti itu karena dia belum resmi menjadi menantu Kekaisaran Beruang Putih.


Mendengar perkataan itu, Kaisar Qing Jihai seakan mau marah karena Ryu tidak memanggilnya dengan sebutan Ayah Mertua.


Namun setelah dipikir lagi, Kaisar Qing Jihai memaklumi hal tersebut karena Ryu masih belum resmi menjadi anggota keluarga Kekaisaran Beruang Putih.


" Mmmm, Silahkan duduk Kaisar Ryu." Kaisar Qing Jihai juga ikut bersikap formal, sambil memberi isyarat kepada beberapa petinggi Istana untuk meninggalkan tempat tersebut.


Tanpa menunggu lama, beberapa sosok yang berada di tempat itu juga memberi hormat untuk berpamitan.


Begitupun dengan Ryu, dia langsung mengambil tempat duduk yang terlihat kosong diikuti Qing Yun.


" Menantuku, Sudah jauh-jauh hari sebelumnya, aku telah memberi restu kepada kalian berdua." Ucap Kaisar Qing Jihai penuh wibawa.


" Terimakasih Ayah Mertua." Ryu tidak segan lagi untuk memanggil sosok tersebut sebagai tanda kedekatan mereka.


Tentu Kaisar Qing Jihai dan Putri Mahkota Qing Yun sangat senang, dengan sebutan tersebut.


" Menantuku, Tiga hari lagi kalian akan melangsungkan pernikahan. Karena kamu juga seorang Kaisar, maka tidak mungkin aku mengangkat mu menjadi Kaisar di Istana Kekaisaran Beruang Putih. Untuk itu Putra kalianlah yang berhak menduduki kursi peserta ini." Kaisar Qing Jihai terlihat serius sambil menatap ke arah Ryu.


" Untuk itu, aku harap agar kalian lebih cepat memberikan Cucu untukku." Kaisar Qing Jihai tersenyum lebar sambil menatap ke arah Qing Yun yang kini wajahnya seperti kepiting rebus.

__ADS_1


Di sisi lain Ryu hanya menjawab dengan anggukan kecil, yang juga sambil melirik ke arah Qing Yun.


" Ayah..." Qing Yun yang kini hanya menunduk, karena tidak ingin wajahnya yang sudah memerah diketahui oleh Ryu dan Kaisar Qing Jihai.


__ADS_2