
Satu hal yang membuat semua pendukung Liu Ryu merasa heran, karena Liu Ryu dan Istrinya sudah menghabiskan Batu Roh yang tidak terhitung jumlahnya.
" Kaisar Ryu memang sangat kaya. Kalian lihat sendiri bagaimana mereka mengeluarkan Batu Roh seperti membuang sampah." Bisik beberapa prajurit kepada rekannya.
" Kamu benar... Pantas saja Istana Kekaisaran Atas Awan sangat megah. Bahkan lebih megah berkali-kali lipat dari Istana Kekaisaran Gu." Ucap beberapa prajurit.
" Tidak hanya itu saja, Pedang Biru, Armor Pelangi dan Cincin pemulihan yang ada pada kita saja sudah tidak ternilai harganya. Jika dijual, maka total yang ada padaku saja bisa hidup mewah selama bertahun-tahun."
" Bukan waktu yang tepat untuk berbicara! Sekarang kita fokus pada monster yang ada di depan mata kita."
Sebuah diskusi dadakan dari beberapa prajurit yang berada di tempat itu sambil menatap ke arah Formasi Cakar Hitam yang sudah retak.
Di sisi lain Liu Ryu dan Istrinya sudah menjauhi wilayah Formasi Cakar Hitam, dimana sudah tidak mampu menahan amukan dari gerombolan monster tersebut.
Kraang! Kraang! Kraang!
Saat Formasi Cakar Hitam sudah pecah, gerombolan monster tersebut bergerak liar dan bersiap untuk membunuh siapapun yang berada di depan mereka.
Ggooooaaarr! Ggooooaaarr!
Rrraawr! Rrraawr! Rrraawr!
Seperti air bendungan yang jebol, gerombolan monster langsung melompat dan menerkam pasukan di pihak Liu Ryu.
" SERANG!!!" Tou Shuijing dan Jiu Tou She berseru dengan lantang sambil mengangkat tangan kanannya.
Ggooooaaarr! Ggooooaaarr!
Tou Shuijing dan Jiu Tou She beserta langsung berubah wujud menjadi sosok raksasa mengumpulkan Qi di setiap kepala mereka lalu melepaskan ke arah gerombolan monster.
Bboooom! Bboooom! Bboooom!
Ledakan demi ledakan menyebar ke berbagai arah hingga membuat gerombolan monster menjadi kabut darah.
Tidak hanya itu saja, Liu Ryu juga menggunakan teknik Malapetaka untuk membunuh gerombolan monster sebanyak mungkin.
Begitupun dengan Sheng Zhishu dan Istri Liu Ryu yang lain, dimana langsung melepaskan teknik Getaran Cinta Pertama untuk membunuh gerombolan monster.
__ADS_1
Buussshh!
Gong Ziya melepaskan duplikat Bulan yang melesat ke udara hingga menjatuhkan hujan bola cahaya dan membunuh siapapun yang berada di sekitarnya dari pihak lawan.
Meskipun teknik milik Gong Ziya lebih banyak membunuh pihak lawan, namun karena terlalu banyak, maka beberapa gerombolan monster masih ada yang selamat.
" Teknik Ilusi."
Sheng Zhishu dan beberapa Istri Liu Ryu yang memiliki kemampuan tersebut, langsung menciptakan kabut asap untuk melindungi Gong Ziya dan membunuh gerombolan monster dengan cepat.
Buussshh!
Liu Ryu melepaskan Aura Dewa Agung, membuat gerakan pihak lawan menjadi lambat.
Bboooom! Bboooom! Bboooom!
Sambil membunuh gerombolan monster yang berada di dekatnya, Liu Ryu juga melepaskan bola Kehampaan mengarah ke pintu dimensi untuk mengurangi jumlah lawan.
Hanya dalam beberapa menit, kini Liu Ryu dan Istrinya sudah diselimuti uap berwarna hitam pekat yang menandakan bahwa mereka sudah banyak mengumpulkan Aura Pembunuh.
Begitupun dengan Pasukan Semesta dan prajurit pendukung Kaisar Ryu, dimana tubuh mereka diselimuti uap berwarna hitam pekat yang menandakan bahwa mereka juga sudah banyak membunuh para monster tersebut.
" Berapa banyak Qi yang mereka keluarkan? Sepertinya tidak ada habisnya." Gumam semua Jenderal Besar dari pasukan pendukung Kaisar Ryu, saat menyaksikan serangan dari Liu Ryu dan Istrinya.
Ggooooaaarr! Ggooooaaarr!
Jin Niu dan 69 Peri Cahaya juga sudah berubah wujud menjadi Naga Kerang, dimana setiap serangan mereka, mampu membunuh puluhan monster.
Di sisi lain Dewi Nuwa yang menyaksikan pertarungan tersebut hanya bisa melihat kumpulan asap hitam, karena Liu Ryu dan kelompoknya sudah banyak membunuh monster yang sudah tidak terhitung jumlahnya.
Di dalam puncak Pagoda Neraka, kini Tai Bai dan kelima saudarinya semakin senang karena mereka terus mengumpulkan roh dari gerombolan monster yang sudah mati.
" Bagi yang banyak terluka, silahkan mundur ke belakang untuk memulihkan diri." Ucap Liu Ryu di sela pertarungannya.
Mendengar ucapan tersebut, beberapa prajurit yang terluka berat, langsung bergegas ke belakang, dimana yang lain langsung menutupi celah tersebut.
" Jika saja kita tidak menggunakan Armor Pelangi dan Cincin pemulihan ini, sudah sejak awal kita sudah mati." Ucap beberapa pasukan di sela pertarungannya.
__ADS_1
" Kamu benar saudara... Pedang yang ada di tangan kita juga luar biasa. Jika kita menggunakan senjata milik kita sebelumnya, dapat dipastikan sudah patah." Jawab pasukan yang lain sambil mengayunkan pedangnya.
" Cincin ini juga sangat membantu kita." Jika hanya satu lawan sepuluh, maka kita tidak akan terluka berat." Beberapa prajurit merasakan efek Cincin pemulihan yang terus meregenerasi dan menyembuhkan luka mereka.
Meskipun semua pasukan sudah menggunakan Armor Pelangi dan Cincin pemulihan, namun tetap saja mereka sudah banyak yang terluka karena amukan gerombolan monster hampir tidak terbendung.
Wuush!
Liu Ryu langsung mengeluarkan semua Hudie yang telah lama dia pelihara.
Slaaash! Slaaash! Slaaash!
Sekelompok Hudie melesat cepat ke arah gerombolan monster dimana tubuh mereka langsung terpotong.
" Hmmm." Sheng Zhishu menaikkan alisnya saat melihat sekelompok Hudie yang memiliki sayap yang runcing layaknya pedang.
Di sisi lain, Pagoda Jiwa terus menghisap semua lautan mayat monster agar tidak menggangu pertarungan.
Jika saja tidak ada Pagoda Jiwa, dapat dipastikan wilayah tersebut sudah dipenuhi lautan mayat monster.
" Sepertinya Pil pemulihan ini tidak cukup membantu." Gumam Liu Ryu yang sudah berkali-kali menelan beberapa Pil untuk memulihkan Qi miliknya, namun hanya mampu mengembalikan sedikit.
Tentu saja karena sekarang Liu Ryu bertambah kuat, sehingga harus membutuhkan Pil tingkat tinggi lagi agar bisa memenuhi kebutuhannya.
Pertarungan itupun terus berlanjut hingga memakan waktu selama dua hari dua malam, dimana gerombolan monster semakin sedikit.
Tidak hanya itu, beberapa prajurit juga banyak yang terluka berat bahkan beberapa yang mati, karena gerombolan monster tidak memberikan kesempatan kepada mereka untuk memulihkan diri secara total.
" Aku tidak menyangka bahwa gerombolan monster bisa sebanyak ini." Liu Ryu yang dengan nafas memburu, menggunakan semua kekuatan yang tersisa untuk membunuh gerombolan monster tersebut.
Bahkan Sheng Zhishu dan Istri Liu Ryu yang lain juga harus kembali ke Dunia Quzhu, agar bisa memulihkan diri dengan cepat.
Secara perlahan gerombolan monster mulai sedikit, dimana Liu Ryu dan Istrinya mulai bergerak bebas untuk melancarkan serangannya.
Begitupun dengan Tou Shuijing, Jiu Tou She dan Pasukan Semesta, dimana mereka bisa bernafas lega karena jumlah pihak lawan sudah bisa dikondisikan.
" Pulihkan diri kalian! Biar sisanya menjadi urusan kami." Tou Shuijing memberi perintah kepada pasukan pendukung Kaisar Ryu yang terlihat sudah kelelahan.
__ADS_1
Meskipun sedikit ragu, akhirnya mereka mengangguk setuju karena kondisi mereka juga tidak dalam keadaan baik-baik.