
Setelah beberapa saat, Dewi Nuwa membuka mata sambil menatap ke arah beberapa sosok yang berada di depannya.
Meskipun belum benar-benar pulih, Dewi Nuwa merasa sudah cukup, karena energi yang berada di tempat itu sudah habis.
Tentu Dewi Nuwa membutuhkan energi yang lebih padat lagi untuk memulihkan kondisinya, karena Qi di tempat itu hanya mengisi sedikit lautan Qi miliknya.
" Terimakasih telah membantuku." Dewi Nuwa tersenyum ramah kepada Liu Ryu dan Istrinya.
" Tidak menyangka kita bisa bertemu kembali." Ucap Dewi Nuwa, sambil menatap ke arah Sheng Zhishu dan Istri Liu Ryu yang pernah tinggal bersamanya, meskipun mereka menggunakan topeng.
" Dewi Nuwa, sebenarnya apa yang terjadi?" Liu Ryu langsung bertanya, karena menurutnya seorang pelindung dunia tidak akan terluka seperti itu jika tidak bertemu dengan sosok yang lebih kuat lagi.
Sambil menarik napas dalam-dalam, Dewi Nuwa menceritakan tentang kejadian sebelumnya, saat Kaisar Langit melakukan mantra pemanggilan.
Meskipun sekarang Kaisar Langit dan pengikutnya tidak bisa kembali ke Dunia Tiantang, namun tidak menutup kemungkinan dia dan pengikutnya akan menjelajahi ruang dan waktu.
" Sayangnya waktu itu aku mengambil senjata milik Dewa Ashura, sehingga kekuatannya berkurang secara drastis." Karena Dewa Ashura bukan berasal dari Dunia Tiantang, sebagai pelindung Dunia Tiantang, Dewi Nuwa memberi hukuman kepada Dewa Ashura.
Dewi Nuwa menjelaskan bahwa dulu hanya Dewa Ashura saja yang mampu mengimbangi kekuatan Kaisar Langit.
Sayangnya Pedang Dewa Ashura telah jatuh ke tangan Kaisar Langit, saat Dewa Ashura menjalin hubungan dengan putrinya Dewi Surgawi.
Namun sekarang bahkan para pelindung dunia juga tidak mampu mengalahkan Kaisar Langit, sehingga sangat sulit untuk mengalahkannya.
" Meskipun kami tidak mampu mengalahkan Kaisar Langit, paling tidak kami para pelindung dunia telah menyembunyikan keberadaan dunia yang lain agar Kaisar Langit tidak bisa pergi ke dunia yang lain." Dewi Nuwa menceritakan bahwa beberapa waktu yang lalu semua penguasa elemen dan pelindung benua sudah menyembunyikan dunianya masing-masing.
Dengan kata lain Kaisar Langit dan pengikutnya akan tinggal di ruang hampa yang kemungkinan besar dia akan menciptakan dunia yang baru.
" Liu Ryu, Tai Bai... Aku minta kepada kalian untuk meminjamkan Pagoda yang kalian miliki."
__ADS_1
" Meskipun Pagoda yang kalian miliki adalah ciptaan dari para Kultivator terdahulu, namun sebenarnya itu secara tidak langsung tercipta dari alam semesta." Dewi Nuwa meminta kepada Liu Ryu dan Tai Bai untuk meminjamkan Pagoda miliknya untuk memperkuat perlindungan berbagai dunia dari kehancuran.
Dewi Nuwa juga berjanji jika sudah menyelesaikan tugasnya, maka dia akan mengembalikan Pagoda tersebut kepada Liu Ryu dan Tai Bai.
" Jika untuk melindungi alam semesta, aku tidak keberatan memberikan Pagoda milikku." Ucap Liu Ryu, lalu mengeluarkan Pagoda Jiwa miliknya, diikuti Tai Bai.
Melihat kedua Pagoda yang berada di tangan Liu Ryu dan Tai Bai, Dewi Nuwa memejamkan matanya, lalu mengarahkan kedua telapak tangannya pada kedua Pagoda tersebut.
Secara perlahan kedua Pagoda tersebut melayang di udara lalu bertumpu pada kedua telapak tangan Dewi Nuwa.
" Kalau begitu aku pamit dulu! Aku tidak bisa terlalu lama disini, karena kondisiku belum pulih total." Ucap Dewi Nuwa, lalu menghilang dari pandangan dengan membawa kedua Pagoda di telapak tangannya.
Meskipun tidak tau apa yang dilakukan oleh Dewi Nuwa terhadap kedua Pagoda tersebut, namun Liu Ryu dan Istrinya merasa yakin bahwa Dewi Nuwa sedang mencari cara untuk melindungi alam semesta.
" Seberapa kuatnya Kaisar Langit itu?" Gumam Sheng Zhishu, karena para pelindung dunia sendiri tidak mampu melawannya.
" Bayangkan saja, Kaisar Langit sudah hidup selama jutaan tahun bahkan milyaran tahun. Tentu dia sudah banyak mengumpulkan Artefak Kuno di tangannya." Jawab Tai Lung.
Bahkan dengan hilangnya Kekaisaran Langit di Benua Tengah, Liu Ryu ingin pergi ke Benua Tengah untuk mengumpulkan kekuatan disana.
Namun sebelumnya Liu Ryu harus membereskan pasukan suku Raksasa terlebih dulu sebelum melanjutkan perjalanan.
Tanpa membuang waktu, Liu Ryu dan Istrinya kembali melanjutkan perjalanan menuju ke wilayah Kekaisaran Tanah Merah.
Setelah melakukan perjalanan cukup lama, kini Liu Ryu telah tiba di depan pintu gerbang Istana Kekaisaran Tanah Merah.
" Katakan kepada Kaisar Jie Fey, kami datang dari Istana Kekaisaran Atas Awan." Sebelum penjaga gerbang bertanya, Liu Ryu langsung bersuara.
" Ba... Baik." Beberapa penjaga gerbang dengan buru-buru meninggalkan tempat itu untuk memberitahukan tentang kedatangan pihak Istana Kekaisaran Atas Awan.
__ADS_1
Tidak lama kemudian Kaisar Jie Fey sendiri yang menyambut kedatangan Liu Ryu dan Istrinya, lalu membawa mereka menuju ke Istana.
Meskipun perbincangan antara Liu Ryu dan Jie Fey hanya untuk mempererat hubungan kerjasama, Liu Ryu tidak mempermasalahkan hal itu.
Kaisar Jie Fey juga menyuguhkan berbagai macam hidangan kepada Liu Ryu dan Istrinya, meskipun Sheng Zhishu dan yang lain masih menggunakan topeng.
" Kaisar Ryu... Kalian bisa bermalam disini, karena besok pagi saja kita berangkat." Kaisar Jie Fey menawarkan agar Liu Ryu dan Istrinya bermalam di Istana Kekaisaran Tanah Merah.
Kaisar Jie Fey merasa tidak enak, karena Liu Ryu dan Istrinya sudah melakukan perjalanan sangat jauh.
Bersamaan dengan itu juga Kaisar Jie Fey memperkenalkan Istri dan putranya serta anggota keluarga yang lain.
Puluhan putra dari Kaisar Jie Fey berdecak kagum karena Liu Ryu yang terlihat masih muda, namun mereka dapat merasakan bahwa Liu Ryu berada di atas tingkat Kultivasi ayah mereka sendiri.
" Kakak... Sepertinya Kaisar Ryu berada di atas Bintang Raja."
" Bagaimana kamu tau?"
" Kakak rasakan saja auranya! Sepertinya lebih tinggi dari ayah."
Sebuah diskusi dari semua putra Kaisar Jie Fey, meskipun mereka tidak bisa mengukur tingkat Kultivasi dari Liu Ryu.
Sesaat tatapan mereka tertuju pada ratusan wanita yang menggunakan baju Zirah dan topeng, dimana tingkat Kultivasi mereka juga setara dengan Liu Ryu.
" Ayah, siapa mereka? Apa mereka adalah prajurit Kekaisaran Atas Awan?" Tanya salah satu dari putra Kaisar Jie Fey, karena Liu Ryu tidak memperkenalkan Sheng Zhishu dan yang lainnya.
" Kita tidak boleh bertanya lebih jauh. Kita tidak boleh menyinggung mereka." Meskipun Kaisar Jie Fey ingin mengetahui latar belakang dari kelompok wanita tersebut, namun dia tidak memiliki keberanian untuk bertanya.
Meskipun percakapan mereka menggunakan transmisi suara dan dilindungi oleh Formasi transparan, namun Liu Ryu masih bisa mendengar percakapan mereka meskipun hanya samar-samar.
__ADS_1
Di sisi lain semua putra Kaisar Jie Fey sangat tertarik kepada kelompok wanita bertopeng tersebut. Bukan karena penampilan mereka, melainkan karena tingkat Kultivasi mereka jauh diatas ayah mereka sendiri.