
Di dalam Kitab tentang Dunia Nuse yaitu kediaman para Peri, mereka menggunakan energi Bulan dan kristal spiritual untuk meningkatkan Kultivasi dan memulihkan tenaga, karena energi alam di Dunia Nuse sangat tipis.
Di dalam Kitab tentang Dunia Dongwu dimana kediaman para Hewan Buas, mereka menggunakan energi Bintang dan kristal roh untuk meningkatkan Kultivasi dan memulihkan tenaga.
Begitupun di dalam Kitab tentang Dunia Tiantang tempat kediaman para Dewa tertinggi. Mereka menggunakan energi cahaya matahari untuk meningkatkan Kultivasi dan memulihkan diri.
" Haaahh... Pantas saja Penguasa Elemen Tanah tidak menginginkan aku pergi kesana." Ryu bergumam seraya menghela napas.
Ryu pun membaca Kitab tentang kehidupan para Dewa dimana sambil mencocokkan dengan kitab yang lain.
Memakan waktu yang cukup lama, Ryu sedikit mendapatkan gambaran dari Dunia yang lain.
" Pantas saja Dewa Ashura tidak mampu menghancurkan Kekaisaran Langit, karena perbedaan kekuatan energi." Gumam Ryu sedikit tersenyum saat mengetahui bahwa Dewa Ashura mengalami perjalanan Cinta yang sulit.
Dari Kitab tersebut Ryu mengetahui bahwa Dewa Ashura sangat menyukai seseorang Dewi dari Dunia Tiantang. Namun hal itu ditolak mentah-mentah oleh Kaisar Langit, sehingga Dewa Ashura sangat murka.
Di sisi lain Dewi kehidupan juga sangat menyukai Dewa Ashura, sehingga dia mendapatkan hukuman dari Kaisar Langit dimasukkan ke dalam Guci Api selama ribuan tahun.
" Kisah hidupmu memang sangat menyedihkan. Pantas saja kamu ingin menuntut balas kepada Kaisar Langit." Ryu turut prihatin dengan keadaan Dewa Ashura.
Setelah itu Ryu kembali mempelajari Kitab-kitab tersebut untuk mencari cara menutupi kekurangan mereka.
Meskipun sangat sulit, namun Ryu sama sekali tidak patah semangat. Dia pun mempelajari dari semua Kitab tersebut untuk mencari cara agar bisa bertahan hidup di Dunia yang lain yang tidak menggunakan energi alam.
" Hmmm... Sepertinya ada celah." Sesaat Ryu tersenyum lebar ketika melihat secara detail dari keempat Kitab tersebut dengan digabungkan Kitab para Dewa.
Tidak lama kemudian Ling Queqi sudah datang dengan membawa secangkir teh dan beberapa makanan ringan.
" Gege... Apa ada masalah?" Tanya Ling Queqi saat melihat Ryu yang seperti kebingungan.
__ADS_1
" Hanya sedikit mengalami kendala. Tapi aku akan mencari cara untuk menutupi kekurangan itu saat pergi ke Dunia yang lain." Ucap Ryu.
" Minum dulu! Mumpung masih hangat." Ling Queqi menyuguhkan secangkir teh kepada Ryu.
" Terimakasih Qi'er." Ryu mengambil secangkir teh tersebut lalu mencium kening Ling Queqi dengan lembut.
Sambil menikmati hidangan dan teh hangat, Ryu kembali mempelajari Kitab-kitab yang lain lalu menggabungkan dengan pengetahuan yang dia dapatkan dari Pagoda Jiwa.
Begitupun dengan Ling Queqi, dia juga senantiasa menemani Suaminya itu meskipun tidak bisa membantu.
Namun bagi Ryu dengan kehadiran Ling Queqi yang begitu pengertian kepadanya, Ryu semakin bersemangat untuk mempelajari setiap detail Kitab yang dia baca.
Setelah memakan waktu yang cukup lama, akhirnya Ryu menemukan sebuah cara untuk menutupi kekurangan mereka hingga terlihat senyuman puas dari wajahnya.
" Akhirnya aku bisa menemukan cara." Ucap Ryu.
" Suamiku memang jenius." Ling Queqi terlihat senang langsung memberi kecupan kepada Ryu.
Hal itu memang benar, karena Ryu berasal dari warga biasa dan bukan dari garis keturunan seorang Kultivator yang tentu membutuhkan usaha dan kerja keras untuk mencapai tujuannya.
Note : Kenapa Penulis tidak menyebutkan bahwa Ryu selalu berlatih dan Berkultivasi? Itu karena Penulis tidak ingin membuang waktu untuk menyelipkan kata bahwa Ryu selalu berlatih dan Berkultivasi di setiap ada kesempatan. Padahal Ryu sebenarnya selalu melakukan Kultivasi di setiap kesempatan sambil membagi waktu bersama keluarga kecilnya. Jika Penulis selalu menyelipkan secara detail apa yang dilakukan Ryu, maka dalam 1 Bab hanya menjelaskan tentang cara Ryu mempelajari dari setiap pengetahuannya. Untuk itu di Novel { Bangkitnya Pendekar Naga }, Penulis menceritakan sedetail mungkin agar para Pembaca tidak kebingungan. 🙏
setelah berhasil menyimpulkan dari setiap Kitab tersebut, Ryu kembali menyimpan Kitab tersebut ke Cincin miliknya lalu menatap ke arah Ling Queqi.
" Gege... Sepertinya kita masih ada waktu." Ucap Ling Queqi sambil memposisikan dirinya di pangkuan Ryu.
" Tidak masalah... Lagi pula aku masih belum menemukan bahan untuk membuat Pil ciptaanku." Ryu mengalungkan tangannya di pinggang Ling Queqi lalu berpindah tempat ke kamar utama.
" Gege... Apa kamu akan memberi hukuman untukku?" Tanya Ling Queqi dimana wajahnya langsung memerah.
__ADS_1
" Mmmm... Sepertinya energi 'Yang' Matahari milikku terlalu banyak, jadi aku membutuhkan energi Yin agar seimbang." Ucap Ryu sambil membaringkan tubuh Ling Queqi lalu menciumnya dengan lembut.
" Energi 'Yang' Matahari milik Gege sangat padat. Aku hanya bisa membantu sedikit." Ling Queqi merasa tidak yakin bisa membantu suaminya itu.
" Itu semua akibat ulah kalian, jadi kalian harus bertanggung jawab." Ryu tidak menyangka dengan gabungan teknik Lingkaran Suci, teknik Kultivasi Ganda, teknik Iblis nafsu dan dan teknik birahi Iblis membuat Ryu seakan tidak pernah kehabisan energi 'Yang' Matahari.
Hal yang terburuk jika energi Yin-Yang tidak seimbang, maka ketahanan fisik dan konsentrasi akan cepat menurun.
Beruntung saja Ling Queqi dan Tidak Istri Ryu yang lain memiliki teknik Tubuh Dewi Emas Suci. Jika saja mereka tidak menggunakan teknik tersebut, dapat dipastikan mereka bisa jatuh pingsan karena mendapatkan energi 'Yang' Matahari yang berlimpah.
Itulah sebabnya Feng Quinlan dan yang lain hanya beberapa saat sudah jatuh terkapar saat melakukan hubungan int1m dengan Ryu.
Beruntung Ryu bisa mengimbangi kekuatan fisik kelima Istri barunya itu, sehingga mereka tidak pingsan. Meskipun mereka sangat senang dengan hal itu.
Ling Queqi yang sudah ditindih oleh Suaminya, kini telah siap untuk menerima hukuman dari Ryu dengan penuh kebahagiaan.
" Qi'er... Apa kamu sudah siap?" Ryu yang sudah selesai menjelajahi seluruh tubuh Ling Queqi yang begitu mulus dengan gunung kembar yang masih kokoh, meskipun sering dijelajahi oleh Ryu.
Itu semua karena efek dari teknik Tubuh Dewi Emas Suci, sehingga semakin banyak mendapatkan energi 'Yang' dari suaminya, maka kulit mereka semakin kencang, halus dan lembut sehingga mereka semakin awet muda tetap seperti seorang gadis.
" Mmmm... Aku sudah siap." Ling Queqi mengangguk lalu membenamkan kepala Ryu di tengah kedua gunung kembarnya.
Tanpa menunggu lama Ryu langsung memposisikan tongkat kebanggaannya di goa milik Ling Queqi yang terlihat sangat sempit meskipun Ryu sudah sering menerobos masuk tongkatnya di goa itu.
" Teknik Tubuh Dewi Emas Suci milik kalian sangat membantuku." Ryu berbisik di telinga Ling Queqi sambil menerobos goa sempit itu.
" Ahhhh... Itu semua kami lakukan demi Gege. Mmmmhhhhh." Ucap Ling Queqi sambil merasakan miliknya sedang diterobos oleh benda besar dan keras.
Sambil menggoyangkan pinggulnya, Ryu juga memainkan kedua gunung kembar milik Ling Queqi disertai dengan permainan lidah mereka berdua.
__ADS_1
Kedua insan itu pun menikmati kebersamaan mereka dengan penuh kebahagiaan, dimana Ling Queqi berusaha sekuat tenaga untuk mengimbangi kekuatan suaminya itu, meskipun dia tau bahwa tidak mampu mengimbangi kekuatan suaminya itu.