SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 373. Kyria III


__ADS_3

Elena langsung membawa Liu Ryu keluar dari Kyria dimana di bagian barat tembok terdapat sebuah bangunan yang cukup besar, dimana tempat berkumpul anggota Serikat Petarung.


Meskipun hanya ada satu bangunan, namun tempat itu dikelilingi tembok besar, agar tidak terkena serangan hewan buas yang kadang datang dalam jumlah besar secara tiba-tiba.


Selama dalam perjalanan, Liu Ryu merasa heran karena bangunan yang dia lewati memiliki ciri yang berbeda dari tempat asalnya.


" Nona Elena." Para penjaga menundukkan kepala, begitu menghormati wanita itu.


Menurut perkiraan Liu Ryu, para penjaga itu hanya mencapai Pendekar Ahli tahap awal, meskipun perawakan mereka begitu besar.


" Mmmm... Aku datang kesini untuk mendaftarkan temanku agar bisa menjadi anggota Serikat Petarung." Tidak ingin basa-basi, Elena langsung mengutarakan tujuannya.


Sesaat pria yang memiliki badan besar diantara yang lain menatap ke arah Liu Ryu yang tidak seperti petarung biasanya.


" Bocah... Serikat Petarung bukan tempat taman bermain. Ini masalah hidup dan mati." Pria berbadan besar itu mengingatkan kepada Liu Ryu agar bisa memikirkan kembali tujuannya.


Tidak hanya para penjaga gerbang, bahkan Elena sendiri menganggap bahwa Liu Ryu masih dibawah usia 20 tahun, sehingga mereka memanggilnya bocah.


Jika saja mereka mengetahui berapa usia Liu Ryu, mungkin mereka akan muntah darah, karena di dunia itu tidak ada yang bisa mencapai usia 100 tahun.


Jika ada yang berusia 90 tahun keatas, itu adalah sebuah keajaiban.


" Apa kalian meragukan kemampuanku?" Liu Ryu merasa tidak terima jika pria yang berusia sekitar 35 tahun itu memanggilnya bocah.


Melihat Liu Ryu yang sama sekali tidak takut kepada mereka, para penjaga gerbang berkeringat dingin, karena tatapan mata Liu Ryu sangat mengintimidasi.


" Ba... Baik." Pria berbadan kekar ingin sekali mengencingi celananya sendiri, karena baru pertama kali ada orang yang memiliki aura Intimidasi yang sangat menakutkan.


Pria berbadan besar itupun membawa Liu Ryu menuju ke meja admin untuk menemui kepala bagian administrasi Serikat Petarung.


Melihat kedatangan pria berbadan besar yang berkeringat dingin, sosok gadis berambut pirang juga bersikap ramah kepada Liu Ryu.


Jika saja gadis berambut pirang tidak setakut itu, mungkin dia juga tidak akan melayani Liu Ryu dengan baik.

__ADS_1


" Salam tuan muda, apa yang bisa saya bantu?" Tanya gadis berambut pirang.


" Aku ingin bergabung dengan Serikat Petarung." Jawab Liu Ryu dengan singkat, sambil menatap ke arah beberapa sosok yang semuanya memiliki badan kekar.


Begitupun semua pria berbadan kekar itu juga menoleh ke arah Liu Ryu, karena pemimpin penjaga seakan ketakutan, membuat mereka juga tidak mau bertindak gegabah.


" Silahkan isi data dirimu." Gadis berambut pirang memberikan sebuah kertas dan pena agar Liu Ryu bisa mengisi formulir."


Melihat benda yang berada di depan meja, Liu Ryu berpikir sejenak, kemungkinan dirinya telah melintasi ruang dan waktu.


' Perjalananku sepertinya tidak sesederhana yang aku pikirkan.' Pikir Liu Ryu, sambil mengisi identitasnya.


Setelah selesai, Liu Ryu kembali memberikan kertas dan pena kepada gadis berambut pirang, membuat gadis itu sedikit mengerutkan kening.


" Liu... Ryu...." Gadis berambut pirang ingin bertanya lebih jauh kepada sosok di depannya, namun tidak berani, karena sudah diluar dari tugasnya.


Bahkan semua anggota Serikat Petarung yang sedang minum arak di tempat itu juga tidak berani mengusik Liu Ryu, karena namanya saja sudah begitu asing.


" Reputasi?" Liu Ryu mengerutkan kening, karena belum memahami cara kerja di Serikat Petarung.


Mengingat bahwa Liu Ryu adalah orang baru, gadis berambut pirang yang bernama Cleo Ellen menjelaskan bahwa untuk mendapatkan reputasi, Liu Ryu harus menjalankan misi.


Semakin banyak misi yang diambil, maka reputasinya semakin meningkat, yaitu mulai dari kelas E, D, C, B, A dan S.


Jika mendapatkan reputasi kelas E dan D, maka seorang petarung bisa mendapatkan akses ke berbagai kota kecil.


Sedangkan untuk untuk kelas C dan B, seorang petarung bisa mendapatkan akses ke kota besar.


Untuk kelas A, seorang petarung bisa mendapatkan akses berkeliling di seluruh wilayah yang mereka sebut dengan Negara Westland hingga seluruh daratan Efhoria.


Meskipun Liu Ryu belum faham dengan namanya Negara Westland, namun dia berfikir bahwa itu layaknya sebuah Kekaisaran.


" Bagaimana caranya agar bisa mendapatkan batu alam sebanyak mungkin?" Tanya Liu Ryu.

__ADS_1


Cleo Ellen menggelengkan kepala, semakin banyak misi yang diambil, maka koin yang didapatkan bisa membeli batu alam, meskipun dengan harga yang fantastis.


" Kebetulan sekarang hewan buas sangat meresahkan para warga. Kamu bisa mengambil misi untuk membunuh hewan buas yang terdiri dari puluhan tempat." Cleo Ellen menunjukkan sebuah dinding yang ditempelkan puluhan kertas misi.


Cleo Ellen juga mengingatkan kepada Liu Ryu agar berhati-hati dalam menjalankan misi, karena sudah banyak anggota Serikat Petarung yang sampai sekarang belum pulang dari misi.


Bahkan dari 100% anggota Serikat Petarung, kini hanya tersisa 10%, karena jumlah hewan buas terlalu banyak, sehingga anggota Serikat Petarung begitu enggan untuk menjalankan misi yang sangat berbahaya.


" Kamu bisa pilih salah satu dari misi itu." Cleo Ellen memberikan secarik kertas yang berisi berbagai misi dalam sebuah rangkuman.


" Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu." Jawab Liu Ryu, lalu meninggalkan tempat tersebut yang diikuti Elena.


Liu Ryu meminta kepada Elena agar kembali ke Kyria, karena dia tidak ingin wanita itu terkena imbas serangan hewan buas.


Namun wanita itu terus melorot agar bisa ikut bersama Liu Ryu dalam menjalankan misi.


" Kamu tidak memiliki senjata, bagaimana kamu bisa bertarung? Terlebih kamu belum mengetahui wilayah Kyria ini, kamu bisa tersesat." Ucap Elena, karena seorang petarung paling tidak harus memiliki sebuah pedang, tombak ataupun panah.


Sesaat Liu Ryu menghentikan langkahnya, karena untuk menjalankan misi dengan cepat, tentu dia membutuhkan sebuah senjata.


Jika saja Liu Ryu bisa mengambil Pedang Naga Petir di alam jiwanya, maka pekerjaan itu jauh lebih mudah.


" Dimana aku bisa mendapatkan senjata?" Tanya Liu Ryu.


Tentu saja Liu Ryu ingin menghemat tenaganya, karena jika bertarung melawan hewan buas yang sangat banyak, tentu membutuhkan tenaga yang besar.


Jika saja Qi miliknya terisi penuh, hanya dalam satu kibasan tangan, dapat dipastikan semua hewan buas mati seketika.


Terlebih Aura Dewa Agung miliknya sekarang masih belum bisa digunakan karena dia juga harus menggunakan Qi untuk melepaskannya, meskipun dalam jumlah sedikit.


" Kita kembali ke Kyria." Jawab Elena, lalu membelokkan arahnya.


Sesampai di Kyria, Elena langsung membawa Liu Ryu ke tempat pandai besi yang berada di kota tersebut.

__ADS_1


__ADS_2