SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 173. Kupu-kupu Raksasa ( Hudie )


__ADS_3

Mendengar ucapan tersebut, Ryu tersenyum lebar sambil mengayunkan pedangnya untuk menyerang Raja Ras Goblin.


Traaang! Traaang Traaang!


Benturan keras dari pedang kedua belah pihak membuat gelombang kejut menyebar ke berbagai tempat.


" Sialan... Manusia ini sangat kuat." Raja Ras Goblin bergumam sambil melancarkan serangannya dimana ketangkasan Ryu mampu mengimbangi kecepatannya.


" Pedang Pembelah Bumi."


Raja Ras Goblin melancarkan serangan terkuat dimana tubuhnya diselimuti Armor Cahaya berwarna keemasan.


" Hmmm... Aku tidak menyangka bahwa Raja si pendek ini memiliki teknik yang sangat kuat." Ryu menaikkan sudut bibirnya sambil mengayunkan pedangnya untuk menangkis dari pihak lawan.


Traaang!


Bboooom!


Ledakan yang sangat kuat membuat kerusakan besar di wilayah pertarungan, dimana tercipta kawah besar.


Bboooom! Bboooom!


Raja Ras Goblin dan Ryu terpental puluhan meter akibat tekanan serangan tersebut.


" Bajingan." Raja Ras Goblin terlihat marah karena setengah dari Istananya telah hancur, lalu melesat ke arah Ryu dengan kecepatan tinggi layaknya meteor.


Di sisi lain Pasukan Semesta dan prajurit Ras Goblin langsung menjauhi wilayah pertarungan antara Ryu dan Raja Ras Goblin.


Tentu benturan antara kedua belah pihak membuat beberapa sosok yang berada di tempat itu terkena imbas serangan.


" Pedang Pembelah Langit."


Raja Ras Goblin mengangkat pedangnya tinggi-tinggi seakan ingin membelah tubuh Ryu.


Ryu yang masih mampu melihat kecepatan serangan tersebut, langsung mengalirkan Qi di telapak tangannya hingga terbentuk bola elemen Kehampaan.


" Malapetaka."


Wuush!


Ryu melemparkan bola tersebut mengarah kepada Raja Ras Goblin.


" Aura ini?" Raja Ras Goblin yang kebal terhadap serangan elemen, kini merasa ragu untuk menahan serangan tersebut.


Craaash!

__ADS_1


Karena tidak ada pilihan lain, Raja Ras Goblin membelah bola Kehampaan dari Ryu dengan teknik terkuatnya.


Bboooom!


Saat bola tersebut terbelah, kini tercipta gelombang kejut yang sangat kuat membuat tubuh Raja Ras Goblin terpental sangat jauh.


" Uhuuk." Raja Ras Goblin memuntahkan darah segar, seakan tidak percaya jika serangan tersebut mampu membuatnya terluka parah.


Straaing!


Ryu berpindah tempat di belakang Raja Ras Goblin.


Merasakan kehadiran Ryu di belakang, Raja Ras Goblin memutar bola matanya dengan sekuat tenaga mengayunkan pedangnya dengan gerakan memutar.


Wuush!


Ayunan pedang dari Raja Ras Goblin hanya menyerang ruang kosong, dimana Ryu tidak ada di tempat itu.


" Apa? Kemana manusia itu?" Raja Ras Goblin berkeringat dingin sambil meningkatkan kewaspadaan.


Sesaat Raja Ras Goblin merasakan adanya penekanan dari atas kepalanya.


" Bocah." Raja Ras Goblin memutar bola matanya ke arah Ryu yang berada di atas kepalanya sambil mengarahkan pedangnya.


Craaash!


" Hmmm. Semoga saja ada yang berharga." Ryu mengambil Cincin Ruang milik Raja Ras Goblin, lalu melemparkan tubuhnya ke arah pasukan Ras Goblin.


Baaam! Baaam!


Kini terlihat tubuh Raja Ras Goblin yang terbelah, muncul di tengah pertarungan.


" Yang Mulia Raja." Pasukan Ras Goblin berteriak histeris saat melihat Raja mereka sudah mati dengan tubuh terbelah.


Kini seluruh pasukan Ras Goblin melepaskan senjata mereka yang mengisyaratkan bahwa mereka sudah menyerah.


Namun Pasukan Semesta tidak berhenti untuk membunuh pasukan Ras Goblin sebelum Ryu memberi perintah.


" Cukup!" Ryu menghentikan pertarungan, karena Ras Goblin hanya tersisa tidak lebih dari 50 orang.


Mendengar perintah dari tuan mereka, Pasukan Semesta langsung menghentikan pertarungan, lalu berjalan mendekati Ryu.


Begitupun dengan Xie Xian dan Istri Ryu yang lain beserta keenam wanita sebelumnya, mereka langsung masuk ke Dunia Quzhu untuk memulihkan tenaga sekaligus melatih keenam wanita Pasukan Semesta.


" Kali ini aku mengampuni kalian. Jika kalian berani mengusik Kerajaan Gong, maka jangan salahkan aku jika Ras Goblin akan lenyap dari dunia ini." Ryu dengan nada mengancam sambil menatap ke arah beberapa anggota Ras Goblin yang tersisa.

__ADS_1


Kini pasukan Ras Goblin tidak bisa berbuat apa-apa karena jika mereka melawan, maka Ras Goblin akan lenyap.


Namun jika pasukan Ras Goblin berdiam diri, maka sama saja dengan mengkhianati Raja mereka.


Sesaat keluar beberapa sosok wanita Ras Goblin dari Istana yang setengahnya sudah hancur.


" Salam Sang Penguasa." Salah satu Wanita berkulit hijau dengan gigi runcing tidak rata yang menggunakan mahkota di kepalanya.


" Mmmm." Ryu mengangguk lalu berpindah tempat dengan menggunakan teknik teleportasi.


Melihat hal itu, Pasukan Semesta juga melesat cepat menjauhi tempat tersebut menuju ke arah Ryu yang sudah berada di tempat jauh.


Tentu Pasukan Semesta memahami kenapa Ryu cepat pergi, bahkan mereka sendiri merasa geli saat melihat wanita Ras Goblin.


Setelah berada di kedalaman Hutan, Ryu berhenti di atas udara sambil menatap ke sebuah arah.


" Hmmm... Apa di dunia ini juga ada Hewan Roh?" Ryu bergumam sambil menatap ke arah bawah.


Tidak lama kemudian Tou Shuijing dan Jiu Tou She yang membawa Pasukan Semesta juga berhenti di dekat Ryu.


" Ada apa Dewa Agung?" Tanya Tou Shuijing yang kini dalam wujud Hydra raksasa.


" Apa kalian tau, hewan buas jenis apa disana?" Ryu bertanya kepada wanita Ras Peri Hutan sambil menunjuk ke sebuah arah.


" Maaf Dewa Agung, kami juga tidak mengetahui dengan jelas. Tapi kami pernah mendengar bahwa di kedalaman hutan dimana tempat tinggal Kupu-kupu Raksasa." Jawab salah satu wanita Ras Peri Hutan yang bergabung dengan Pasukan Semesta.


" Kupu-kupu Raksasa? Apa mereka juga berasal dari Ras Peri?" Tanya Ryu sambil mengerutkan kening.


" Mereka layaknya hewan buas. Mungkin kekuatan mereka setara dengan Ras Naga. Meskipun terlihat seperti Kupu-kupu, namun fisik mereka sangat kuat. Bahkan para penghuni Dunia Nuse tidak ada yang berani mengusik ketenangan mereka." Jawab wanita Ras Peri Hutan.


" Hmmm... Apa mereka pernah menyerang para warga di dunia ini?" Tanya Ryu yang kini merasa tertarik untuk mengoleksi berbagai jenis hewan buas.


Namun Ryu juga tidak ingin mengambil keputusan jika Kupu-kupu Raksasa tidak mengganggu siapapun.


" Kupu-kupu Raksasa kami sering menyebutnya dengan Hudie. Mereka dikenal sebagai penghisap darah sebagai kekuatan mereka."


" Semakin banyak darah yang mereka hisap, maka kekuatan mereka semakin meningkat. Hudie juga sering menghisap darah para Peri yang melewati wilayah ini." Wanita Ras Peri Hutan menjelaskan.


" Hmmm... Ini merupakan aset yang sangat berharga." Ryu tersenyum lebar sambil menatap ke arah sekumpulan Hudie.


" Shuijing, Jiu dan kalian semua... Aku ingin memelihara mereka di Dunia Quzhu. Pakailah kristal ini untuk menarik mereka ke Penjara Abadi." Ryu memberikan kepada mereka sebuah bola kristal seukuran kepalan.


" Dewa Agung, apa kami tidak bisa menariknya dengan cara biasa?" Tanya Dao Luo.


Mendengar pertanyaan tersebut, Ryu menjelaskan bahwa Penjara Abadi hanya bisa digunakan oleh orang yang meneteskan darah mereka di tempat itu.

__ADS_1


__ADS_2