
Kelima wanita itupun senyum masam saat mendengar suara dengkuran halus dari Ryu dimana mereka memiliki pemikiran masing-masing.
Sore berganti malam, kelima wanita itu masih enggan untuk bergegas dari tempat duduk mereka. Bahkan untuk bernapas saja hampir tidak bisa.
" Saudari Yu Ming, Saudari Yi Liang, Saudari Xianyu, Saudari Suyin... Apa yang harus kita lakukan?" Akhirnya Feng Quinlan mulai berbisik kepada mereka.
" Haaahh... Jika seperti ini, kitalah yang tersiksa." Ucap Feng Yi Liang seraya menghela napas.
" Saudari Yi Liang benar... Meskipun ini terlihat tidak masuk akal, tapi dulu kita pernah melakukannya bersamaan." Ucap Feng Suyin.
" Saudari Quinlan... Ini kamarmu, aku pikir aku akan kembali ke kamarku." Ucap Feng Yu Ming seraya berjalan keluar kamar.
" Aku juga harus kembali ke kamar." Feng Yi Liang, Feng Xianyu dan Feng Suyin beranjak dari tempat tersebut mengikuti Feng Yu Ming.
" Tunggu!" Feng Quinlan langsung menghalang keempat wanita itu.
" Kalian tidak boleh meninggalkanku sendiri disini. Kalian juga harus ikut." Ucap Feng Quinlan yang terlihat gugup karena keempat rekannya ingin meninggalkan dia sendiri bersama Ryu.
" Haaahh... Baiklah. Tapi kita harus berjalan mendekatinya secara bersamaan." Bisik Feng Yi Liang.
" Baik." Keempat wanita yang lain mengangguk setuju.
Kelima wanita itupun secara perlahan mendekati Ryu yang sudah tertidur. Dimana kelima wanita itu berjalan dengan berjongkok seperti seorang pencuri ulung.
Saat mendekati tempat tidur tersebut, kelima wanita itupun perlahan membaringkan diri di samping Ryu dimana hampir tidak mengeluarkan hembusan napas.
Mereka saling memberi isyarat agar membaringkan diri secara bersamaan hingga beberapa saat punggung mereka sudah menyentuh tempat tidur.
" Haaahh." Helaan napas dari kelima wanita itu cukup keras sehingga membuat Ryu langsung terbangun.
Menyadari kecerobohan mereka, Feng Quinlan dan yang lain membulatkan mata langsung tertuju kepada Ryu dengan perasaan yang sangat kacau.
" Ada apa dengan kalian?" Ryu yang sudah terbangun langsung menoleh ke arah mereka secara bergantian.
" Deeeg." Jantung kelima wanita tersebut seakan terhenti.
Melihat tingkah dari kelima wanita itu, Ryu langsung tersenyum lalu memegang tangan Feng Quinlan dan Feng Suyin yang kebetulan paling dekat dengannya.
Mendapatkan perlakuan tersebut detak jantung Feng Quinlan dan Feng Suyin semakin kencang, namun tidak berani melepaskan tangan Ryu bahkan mereka sangat senang dengan perlakuan tersebut.
" Kemarilah! Ada suatu hal yang ingin aku ceritakan kepada kalian." Ucap Ryu seraya merangkul pinggang Feng Quinlan dan Feng Suyin sehingga secara otomatis kepala mereka bersandar di bahu Ryu.
__ADS_1
Sedangkan Feng Yu Ming, Feng Yi Liang dan Feng Xianyu dengan wajah penasaran langsung mendekati Ryu dan duduk tepat di depan pemuda itu.
" Suamiku... Apa yang ingin kamu ceritakan?" Ucap Feng Quinlan yang sudah berada di dekapan Ryu.
" Tapi aku minta kalian jangan kaget." Ucap Ryu.
" Baik." Kelima wanita tersebut mengangguk dengan serentak.
Seketika Ryu langsung mengembalikan wujudnya seperti semula dimana kelima wanita tersebut langsung membulatkan mata menjauhi sosok yang mereka kenal sebagai Kaisar Ryu.
Bahkan Feng Quinlan dan Feng Suyin yang berbeda di dekapan Ryu, dengan spontan langsung melepaskan diri.
" Ya... Yang Mulia Kaisar." Kelima wanita tersebut langsung berlutut berkeringat dingin.
" Tidak perlu seperti itu... Apa kalian berubah pikiran?" Ucap Ryu sambil menatap ke arah mereka.
" Ta... Tapi." Kelima wanita itu sangat ketakutan, meskipun dalam hati mereka sangat senang.
" Apa kalian tidak mengakui aku sebagai suami kalian?" Ucap Ryu.
Namun kelima wanita itu merasakan kebingungan belum bisa mencerna situasi tersebut.
" Pada waktu itu aku sedang menyamar menjadi warga biasa untuk mencari keberadaan Paviliun kelinci merah. Tanpa sengaja aku menemukan kalian saat terkena racun itu." Ryu yang menceritakan identitasnya.
" Aku tau apa yang sedang kalian pikirkan... Kalian pasti takut dihukum oleh Istriku yang lain?" Ucap Ryu.
Mereka pun mengangguk pelan sambil menatap ke arah Ryu dengan berbagai pertanyaan di benak mereka.
" Semua Istriku sudah mengetahui hal itu. Itulah kenapa Putra kita langsung dibawa ke Istana." Ucap Ryu.
" Benarkah?" Kelima wanita itupun terlihat senang setelah mendengar ucapan dari Ryu.
" Mmmm... Apa kalian keberatan?" Ryu kembali bertanya kepada mereka.
" Jika Yang Mulia Permaisuri dan Yang Mulia Ratu sudah setuju, kenapa kami tidak bisa." Ucap Feng Quinlan seraya mendekati Ryu kembali diikuti yang lain.
Ryu pun menyambut mereka dengan pelukan hangat, meskipun awalnya dia tidak ingin menambah Istri. Namun setelah melihat ketulusan hati kelima wanita itu, akhirnya hati Ryu tersentuh dan menerima mereka sebagai Istri.
Begitupun dengan Feng Quinlan dan yang lain, mereka yang awalnya menerima apapun kekurangan dari wujud Ryu yang sebelumnya, karena sosok tersebut adalah Ayah dari putra mereka.
Namun hal yang tidak pernah terpikirkan oleh mereka, dimana sosok tersebut adalah Ryu sendiri yang membuat mereka semakin senang.
__ADS_1
" Yang Mulia Kaisar." Kelima wanita itu membalas pelukan Ryu penuh kebahagiaan.
" Kalian tidak perlu memanggilku seperti itu lagi. Karena kalian adalah Istriku." Ucap Ryu.
" Ba... Baik Suamiku." ucap kelima wanita itu.
Semakin lama mereka saling berpelukan, suasana yang awalnya masih canggung, kini terlihat semakin hangat.
Kelima wanita itu sempat berfikir, mengapa dulu Ryu tidak ingin menceritakan tentang penyamarannya.
Namun mereka tidak berani untuk bertanya, karena mereka berpikir bahwa Ryu memiliki alasan yang lain dimana dia harus melakukan hal tersebut.
Malam pun semakin larut, kelima wanita itu semakin hanyut dalam pelukan dari Suami mereka.
Bahkan Ryu juga mencium kening kelima wanita itu dengan lembut, sehingga pikiran Feng Quinlan dan yang lain seakan melayang di alam surgawi.
Feng Quinlan dan yang lain merasa enggan untuk melepaskan pelukan tersebut sebagai mereka tertidur pulas dengan penuh kebahagiaan.
*******
Pada keesokan pagi, Ryu yang sudah terbangun kini menoleh ke arah kelima wanita tersebut yang masih hanyut dalam mimpi mereka.
Ryu yang melihat itu hanya tersenyum sambil memperbaiki posisi tidur kelima wanita itu karena sebelumnya mereka tertidur dalam kondisi di dekapan Ryu.
" Suamiku..." Kelima wanita tersebut langsung terbangun saat merasakan sentuhan dari Ryu yang ingin memperbaiki posisi tidur mereka.
" Kalian boleh lanjutkan tidur kalian." Ucap Ryu.
Karena tidak ada lagi yang perlu dikhawatirkan, kelima wanita itu saling berpandangan seakan memberi Isyarat kepada yang lain langsung menarik tangan Ryu.
" Suamiku... Untuk beberapa hari, kamu harus tinggal bersama kami." Ucap Feng Quinlan dimana mereka masih belum puas untuk bersama dengan Ryu.
Hal itu memang wajar, karena kelima wanita tersebut masih sedang kasmaran.
Mendengar ucapan tersebut Ryu mengangguk kecil karena sebelumnya dia sudah diberikan izin dari Istrinya yang lain untuk bersama kelima wanita itu.
" Aku tidak menyangka bahwa hidupku selalu dikelilingi wanita cantik." Ucap Ryu seraya menggoda mereka.
Mendengar ucapan dari Feng Quinlan dan yang lain tersipu malu dengan wajah memerah sambil melirik sosok yang ada di samping mereka.
" Suamiku.... Justru kamilah yang merasa beruntung bisa memiliki Suami yang sangat tampan dan berwibawa. Bahkan aku sendiri tidak pernah bermimpi menjadi Istri seorang bangsawan, apalagi seorang Kaisar." Ucap Feng Yi Liang dengan wajah memerah.
__ADS_1
Feng Quinlan dan yang lain kini langsung memeluk Ryu kembali, seakan tidak ingin melepaskan Pria tersebut dari dekapan mereka.