
Kaisar Jie Fey pun meminta kepada pengawal pribadi Kekaisaran Tanah Merah untuk meminta bantuan kepada Kekaisaran Atas Awan dalam menghadapi pasukan suku Raksasa.
" Perdana menteri, berikan 20% Sumberdaya Kekaisaran Tanah Merah kepada pihak Istana Kekaisaran Atas Awan." Kaisar Jie Fey tidak mempermasalahkan seberapa banyak Sumberdaya yang mereka berikan kepada Kekaisaran Atas Awan, asalkan mereka mau membantu.
Tentu 20% Sumberdaya Kekaisaran Tanah Merah tidaklah sedikit, karena mereka sudah mengumpulkan Sumberdaya tersebut sudah turun temurun.
Namun bagi Liu Ryu dan Istrinya serta para prajurit Kekaisaran Atas Awan, sebanyak apapun Sumberdaya tersebut seakan tidak berarti karena dantian milik mereka sangat rakus dengan Sumberdaya.
Tentu itu semua berkat Pil Pelangi ciptaan Liu Ryu, sehingga pihak Istana Kekaisaran Atas Awan bisa mengkonsumsi Pil Susu Awan sebanyak mungkin, tanpa khawatir tubuh mereka akan meledak.
Jika saja tanpa bantuan Pil Pelangi, maka Liu Ryu dan Istrinya beserta para prajurit Kekaisaran Atas Awan membutuhkan waktu selama ribuan tahun hanya untuk mencapai Bintang Suci.
Bahkan sebelumnya Tai Bai dan saudarinya membutuhkan waktu selama lebih dari satu juta tahun hanya untuk mencapai Bintang Alam.
" Baik Yang Mulia Kaisar." Jawab perdana menteri, lalu meninggalkan ruangan tersebut, menuju ke gudang penyimpanan harta.
Para Jenderal yang kebetulan berada di tempat itu, kini menghela nafas berat karena Kaisar Jie Fey memberikan Sumberdaya yang begitu banyak kepada Kekaisaran Atas Awan.
Namun setelah dipikir lagi, tidak mudah untuk meminta bantuan kepada Kekaisaran lain, karena pasti akan menimbulkan kerugian.
*******
Di sisi lain Liu Ryu dan Istrinya yang sudah menyelesaikan latihan, kini langsung kembali ke Istana Kekaisaran Atas Awan.
Liu Ryu juga memanggil para Jenderal karena ada beberapa hal yang ingin dia sampaikan.
Sementara di ruangan lain, 300 selir hanya bersikap pasrah, karena sosok yang mereka tunggu belum menemui mereka.
" Salam Yang Mulia Kaisar." Para Jenderal memberi hormat, saat masuk ke ruangan tersebut.
" Mmmm... Aku meminta kalian datang kesini karena tidak lama lagi kita akan berangkat ke Benua Tengah."
__ADS_1
Liu Ryu mengutarakan tujuannya untuk membawa kelima Jenderal Besar dan 500 prajurit untuk ikut bersamanya.
Sedangkan para Jenderal dan prajurit yang lain harus tinggal di Kekaisaran Atas Awan, untuk menjaga dan mengatur Istana Kekaisaran Atas Awan.
" Karena jumlah kita hanya sedikit, jadi kita harus menaklukkan organisasi Penguasa Lautan terlebih dulu."
" Jika memungkinkan, kita akan menambah pasukan dari berbagai tempat. Dengan demikian kita bisa mengumpulkan kekuatan."
Liu Ryu meminta kepada kelima Jenderal Besar untuk membawa masing-masing satu kapal udara bersama mereka.
Dari 500 prajurit, Liu Ryu juga membagi menjadi lima kelompok, dimana setiap satu Jenderal Besar hanya membawa 100 prajurit di kapalnya.
Sedangkan Liu Ryu dan Istrinya juga membawa kapal udara yang lain, karena mereka ingin melakukan penyisiran di seluruh lautan.
" Wu Tian... Aku percayakan Kekaisaran Atas Awan kepada kalian. Kalian juga bisa merekrut para Kultivator yang ingin menjadi prajurit." Liu Ryu meminta kepada Wu Tian dan para Jenderal yang lain untuk merekrut prajurit dengan bayaran tertinggi.
" Baik Yang Mulia Kaisar." Jawab Wu Tian.
Bahkan di dalam perjalanan bersama dengan Liu Ryu, Wu Tian mendapatkan banyak Istri dari ras Peri Hutan yang memiliki paras cantik.
Bahkan para semua pasukan semesta yang pernah berpetualang dengan Liu Ryu juga membuahkan hasil yang memuaskan.
Selain mendapatkan pencapaian yang luar biasa, mereka juga menjalani kehidupan baru bersama keluarga masing-masing.
" Tapi sebelum kami berangkat, aku perbolehkan kalian pergi ke Dunia Nuse untuk mengunjungi Istri kalian disana." Liu Ryu memberikan kesempatan kepada seluruh bawahannya untuk bertemu dengan Istri mereka di Dunia Nuse.
Mendengar ucapan tersebut, semua terlihat senang karena bagaimanapun mereka juga memiliki tanggung jawab sebagai seorang suami.
" Tapi Yang Mulia Kaisar, apa kami tidak mengalami penurunan Kultivasi saat pergi ke Dunia Nuse?" Tou Shuijing merasa ragu karena hukum alam semesta tidak bisa dianggap enteng.
" Ya... Saat kalian berada di Dunia Nuse, maka tingkat Kultivasi kalian semua akan turun menjadi Pendekar Surgawi atau Pendekar Semesta, seperti saat terakhir kali kalian berada disana."
__ADS_1
" Tapi kalian tidak perlu khawatir, karena saat kalian kembali kesini, tingkat Kultivasi kalian akan kembali seperti semula." Ucap Liu Ryu, lalu memberikan Lencana kepada mereka.
Lencana yang diberikan oleh Liu Ryu kepada para Jenderal sudah diberikan tetesan darah Liu Ryu sendiri yang sudah diberikan Formasi khusus.
Lencana itu juga terdapat kesadaran Liu Ryu sendiri, sehingga dia bisa melindungi bawahannya agar tidak terkena imbas hukum alam semesta.
" Kalian boleh ambil Batu Roh yang ada di dasar danau untuk kebutuhan kalian." Liu Ryu meminta kepada mereka untuk memanen Batu Roh yang berada di danau dibawah kaki gunung.
" Baik Yang Mulia Kaisar." Jawab mereka serempak, lalu meninggalkan tempat tersebut untuk mengumpulkan para prajurit yang memiliki Istri di Dunia Nuse.
Sedangkan Heilong, Li Chun, Zi Mayi dan para prajurit yang lain hanya tinggal di Kekaisaran Atas Awan dan mengganti pekerjaan dari prajurit yang lain.
Setelah mereka pergi, Xie Hua meminta kepada salah satu pelayan agar memanggil 300 selir untuk bertemu dengan mereka.
Pelayan itupun mengangguk, lalu berjalan menuju ke arah kediaman para selir.
Tidak lama kemudian 300 selir muncul di hadapan Liu Ryu dan Istrinya, sambil memberi hormat.
" Salam Yang Mulia Kaisar, Yang Mulia Permaisuri, Yang Mulia Ratu." Semua selir memberi hormat, sambil menundukkan kepala.
" Mmmm... Untuk beberapa hari, aku berikan waktu kepada kalian untuk menemani Kaisar Ryu." Xie Hua memberi waktu kepada 300 selir untuk menemani suami mereka, lalu membawa Sheng Zhishu dan yang lain meninggalkan ruangan tersebut.
" Tapi..." Luan Hua dan kelima rekannya seakan tidak ingin berpisah dengan suaminya.
" Aku tau perasaan kalian. Bukankah sebelumnya kalian sudah menghabiskan waktu selama satu tahun?" Xie Hua menggelengkan kepala, karena keenam wanita itu selalu ingin menempel dengan Liu Ryu.
Meskipun seakan tidak rela jika berpisah dengan suaminya, keenam wanita itu dengan terpaksa harus mengikuti perintah Xie Hua, karena statusnya lebih tinggi dari mereka.
" Sepertinya kalian masih ingin menikmatinya. Apa kalian tidak merasa capek saat berhubungan dengan suami kita?" Tanya Jiu Wei Hu sambil menggoda keenam wanita itu.
" Saat melakukannya, tubuhku terasa remuk seperti ditimpa sebuah gunung besar. Tapi aku sangat menikmatinya." Jawab Luan Quan dengan jujur, membuat kelima rekannya membulatkan mata.
__ADS_1
Semua Istri Liu Ryu mengakui bahwa saat melakukan Kultivasi Ganda bersama suami mereka, tubuh mereka seakan remuk karena tenaga mereka benar-benar habis terkuras.