
Mendapatkan perlakuan seperti itu, Dewi Malam dan ratu peri merah terlihat senang, lalu berdiri dan merapatkan tubuhnya pada Liu Ryu.
Agar bisa meyakinkan Liu Ryu, Dewi Malam dan ratu peri merah mengucapkan janji setia kepada Liu Ryu, meskipun dalam hati mereka ingin sekali membunuhnya.
Meskipun Liu Ryu mengikuti keinginan mereka berdua, namun dia juga masih belum percaya sepenuhnya, karena di pikiran kedua wanita itu sulit untuk ditebak.
" Sebelum kita menjadi pasangan suami-isteri, kita harus menjalani ritual pernikahan." Agar lebih meyakinkan, Dewi Malam meminta kepada Liu Ryu untuk mengikrarkan sumpah setia kepada mereka.
Mendengar perkataan dari Dewi Malam, Liu Ryu mengangguk kecil, lalu meminta kepada keduanya agar membawanya ke kediaman mereka.
Tanpa membuang waktu, Dewi Malam dan ratu peri merah membawa Liu Ryu menuju ke sebuah Istana yang diciptakan oleh Xu Beng di puncak gunung kediamannya sebelumnya.
Setelah menempuh perjalanan cukup jauh, kini Liu Ryu, Dewi Malam dan ratu peri merah telah sampai di sebuah Istana yang berdiri di puncak gunung.
" Semoga saja Xu Beng tidak ada disini." Pikir Dewi Malam, sambil memeriksa keadaan di Istana tersebut.
Setelah memeriksa beberapa saat, Dewi Malam bernafas lega karena Xu Beng sudah pergi dari Istana.
" Suamiku... Disinilah tempat kita melangsungkan pernikahan." Ucap Dewi Malam, sambil menunjuk ke arah kursi kebesarannya.
Mendengar perkataan dari Dewi Malam, Liu Ryu sedikit mengerutkan kening, karena dia bisa merasakan bahwa Istana tersebut baru saja diciptakan.
" Sepertinya ada yang tidak beres. Baiklah, aku akan mengikuti rencana apa yang kalian inginkan." Pikir Liu Ryu, sambil memeriksa keadaan sekitar.
Di sisi lain, Dewi Malam dan ratu peri merah menyiapkan beberapa benda yang mereka anggap bisa meyakinkan Liu Ryu agar tidak menaruh curiga kepada mereka.
" Suamiku... Tinggallah disini untuk beberapa saat. Kami akan menyiapkan ritual pernikahan kita." Ucap Dewi Malam, meskipun sekedar basa-basi.
Liu Ryu mengangguk kecil, lalu mengambil sebuah ruangan sebagai tempat tinggalnya untuk beberapa saat.
__ADS_1
" Kita harus melayani orang itu selama beberapa hari. Jangan sampai dia mencurigai kita." Saat Liu Ryu sudah berada di dalam kamar, Dewi Malam berbisik kepada ratu peri merah.
" Kita sudah bertindak sejauh ini, jadi mau tidak mau kita harus melayani keinginannya agar dia tidak curiga." Meskipun ratu peri merah seakan tidak terima jika tubuhnya disentuh, namun demi mendapatkan darah milik Liu Ryu yang bisa meningkatkan kekuatan mereka, ratu peri merah harus mendapatkannya dengan cara apapun.
Keduanya mengangguk kecil, lalu berbagi tugas masing-masing untuk melayani kebutuhan Liu Ryu.
*******
Sementara itu Liu Ryu yang sudah berada di kamarnya, kini langsung masuk ke Dunia Quzhu untuk bertemu dengan keempat Istrinya.
" Suamiku." Keempat Istri Liu Ryu terlihat senang dengan kedatangan suami mereka.
" Mmmmm... Sepertinya kalian sudah mencapai Bintang Dewa." Liu Ryu tersenyum puas, karena berkat energi murni di Dunia Quzhu, membuat keempat Istrinya.
Sayangnya energi murni di Dunia Quzhu tidak bisa digunakan untuk meningkatkan Kultivasi lagi, sehingga hanya bisa digunakan untuk memulihkan diri.
" Suamiku, bagaimana cara kami, agar bisa mencapai ranah half Immortal?" Tanya Liu Yunxia, karena mereka tidak bisa lagi meningkatkan Kultivasi dengan menggunakan energi murni di Dunia Quzhu.
Sekalipun ada beberapa harta pusaka yang bisa meningkatkan Kultivasi, namun sangat sulit untuk didapatkan.
" Kalian tenang saja! Aku akan mencari cara untuk meningkatkan Kultivasi kita. Kalian tinggallah disini untuk sementara waktu." Liu Ryu meminta kepada keempat Istrinya agar merawat Dunia Quzhu yang akan dijadikan sebagai tempat tinggal mereka.
Agar keempat Istrinya bisa menggunakan energi murni untuk memulihkan diri, Liu Ryu menyentuh kening keempat istrinya.
Dengan demikian, Liu Yunxia, Liu Fenglu, Dewi Arinia dan Elena bisa menciptakan berbagai macam yang mereka inginkan di Dunia Quzhu, ketika mereka sudah mencapai ranah half Immortal.
" Kalau begitu, kita akan melakukan Kultivasi Ganda saja." Elena sudah tidak sabar ingin dimanja oleh suaminya, langsung memegang tangan Liu Ryu.
" Kultivasi Ganda untuk menerobos ranah half Immortal, tidak seperti sebelumnya. Jadi hanya bisa dilakukan oleh sepasang." Liu Ryu menjelaskan tentang Kultivasi Ganda yang mereka gunakan ketika ingin menerobos ranah half Immortal.
__ADS_1
Mendengar penjelasan dari Liu Ryu, keempat Istrinya bernafas lega karena kali ini mereka bisa berhubungan dengan suaminya tanpa gangguan apapun.
" Baiklah, sekarang aku akan mengajarkan kepada kalian." Ucap Liu Ryu, lalu membawa keempat istrinya menuju ruang Kultivasi Ganda.
Saat berada di ruang Kultivasi Ganda, hidung keempat istrinya kembang kempis, saat mencium aroma wangi dari air yang berada di kolam tersebut.
" Suamiku, apa kita harus melakukan Kultivasi Ganda di tempat ini?" Tanya Liu Fenglu, karena mereka dibawa ke ruangan yang memiliki sebuah kolam kecil.
" Ya... Kita tidak bisa lagi menggunakan Kultivasi Ganda di tempat yang lain, karena sudah tidak berfungsi lagi." Jawab Liu Ryu, lalu meminta kepada Elena untuk bersamanya.
Sedangkan Liu Fenglu, Liu Yunxia dan Dewi Arinia terpaksa harus menunggu sampai Elena menyelesaikan Kultivasi Ganda di kolam Kultivasi.
Saat ketiganya sudah pergi, Elena langsung menarik tangan Liu Ryu dan membawanya masuk ke dalam kolam Kultivasi.
" Jadi begini cara meningkatkan Kultivasi lagi?" Gumam Elena, karena merasakan tubuhnya seperti tersengat aliran listrik saat berendam di kolam Kultivasi.
Liu Ryu mengangguk kecil, lalu menuntun Elena, agar mereka berdua bisa melakukan Kultivasi Ganda tanpa mengalami kendala.
" Suamiku, sekarang aku sudah faham. Apa kita melakukannya sekarang?" Setelah memahami cara melakukan Kultivasi Ganda, Elena langsung bertanya kepada Liu Ryu, sambil melepaskan pakaian yang melekat di tubuhnya.
Elena dengan sengaja memperlihatkan kedua *********** yang padat berisi, dengan kulit putih bersih, sambil menggoda suaminya.
Melihat kecantikan dan keindahan di depan matanya, Liu Ryu tidak bisa menahan diri lagi, langsung memainkan ****** payudara Elena yang masih kencang.
Begitupun dengan Elena, juga semakin liar menggerakkan tubuhnya di pangkuan Liu Ryu, sambil mengalungkan kedua tangannya di punggung Liu Ryu.
Setelah beberapa saat, keduanya mulai bertukar air liur, membuat Elena mengerang nikmat seakan menikmati sensasi sentuhan dari suaminya.
Membutuhkan waktu yang cukup lama, kini Liu Ryu dan Elena langsung menyatukan bagian intim mereka, hingga kulit mereka saling bersentuhan, tanpa ada penghalang.
__ADS_1
Dengan mata terpejam menikmati penyatuan mereka, sesekali Elena mengeluarkan suara yang khas, sambil menggigit bibirnya.
Waktu terus berjalan, Liu Ryu dan Elena telah hanyut dalam kebahagiaan masing-masing, hingga terdengar suara khas dari ruang Kultivasi Ganda.