
Setelah beberapa saat Ryu dan Wang Mingjun telah berada di mulut Goa dimana terlihat seekor Ikan raksasa yang sedang berdiam diri di dalam Goa.
" Hmmm... Tidak menyangka jika ada orang yang mengetahui keberadaanku di tempat ini." Ucap Ikan raksasa tersebut saat merasakan kehadiran Ryu dan Wang Mingjun.
" Maaf telah mengganggumu. Jika boleh tau, mengapa kamu bisa tinggal di tempat ini?" Tanya Ryu.
Di sisi lain Wang Mingjun merasa heran bagaimana bisa Ikan raksasa itu bisa berada di danau teratai tanpa diketahui oleh siapapun.
" Ya... Aku tinggal disini sejak ribuan tahun yang lalu sebelum ada manusia yang mengetahui danau ini. Aku tidak ingin mengganggu mereka, karena mereka sudah menjaga dan merawat danau ini. Aku bahkan ingin berterima kasih kepada mereka, hanya saja dengan wujud mengerikan seperti ini mereka pasti akan takut." Ucap Ikan raksasa.
Ikan raksasa itupun menoleh ke arah Wang Mingjun " Kamu memiliki garis keturunan dari orang yang pertama kali membersihkan danau ini. Terimalah hadiah dariku sebagai ucapan terimakasihku." Ikan raksasa mengeluarkan sebuah cahaya berwarna biru menuju arah Wang Mingjun.
Melihat benda tersebut, Wang Mingjun langsung mengambilnya hingga terlihat seperti sebuah kristal, namun memiliki Aura yang sangat kuat.
" Itu adalah kristal naga petir yang pernah aku bunuh saat dia menyerang Rasku. Sepertinya kamu memiliki elemen Angin, jika kamu menyerap kristal itu, maka kamu memiliki kekuatan naga petir bahkan bisa berubah wujud menjadi naga petir." Ucap Ikan raksasa.
" Terimakasih Tuan." Wang Mingjun terlihat senang lalu memberi hormat kepada Ikan tersebut.
" Mmmm." Ucap Ikan raksasa.
" Jika boleh tau, mengapa Tuan tinggal sendirian disini?" Tanya Wang Mingjun.
" Aku berasal dari Ras Ikan Pelahap Langit yang berdiam di tempat ini untuk menerobos Tingkat Semesta. Hanya saja selama ribuan tahun ini aku mengalami kebuntuan, sehingga masih berada di Tingkat Surgawi tahap akhir." Ucap Ikan Pelahap Langit.
" Maaf Tuan... Apa yang menjadi kendala saat ingin menerobos tingkat Semesta?" Tanya Ryu, karena Ikan Pelahap Langit sudah ribuan tahun tidak berhasil menerobos.
" Jawabannya karena untuk menerobos tingkat Semesta membutuhkan Fondasi yang kuat dan kemurnian darah. Sayangnya aku tidak memiliki Harta langit untuk memperkuat Fondasi milikku." Ucap Ikan Pelahap Langit meskipun merasa malu karena kebuntuannya itu.
Sebuah tekad yang kuat dari Ikan Pelahap Langit sehingga dia meninggalkan keluarganya selama ribuan tahun demi menerobos tingkat Semesta.
Ikan Pelahap Langit bisa dikatakan sebagai makhluk kuno yang sangat kuat. Bahkan jika Ikan Pelahap Langit menggunakan cara pintar dengan banyak memakan korban jiwa, bukan tidak mungkin dia sudah mencapai tingkat Semesta.
Ikan Pelahap Langit termasuk makhluk kuno yang paling rakus dengan memakan apapun untuk meningkatkan Kultivasi, kurang lebih seperti Tou Shuijing dan Jiu Tou She.
__ADS_1
Meskipun berwujud Ikan, namun sisiknya sangat kuat melebihi tempurung kura-kura dan memiliki gigi yang sangat tajam yang mampu memotong apapun yang masuk ke dalam mulutnya.
Tidak jarang jika ada seekor Ikan Pelahap Langit tinggal di sebuah sungai ataupun danau, bisa menjadi malapetaka bagi siapapun yang ada di tempat itu.
Namun kali ini Ryu merasa heran dengan Ikan Pelahap Langit yang ada di depannya itu, karena lebih memilih cara yang berbeda dari Ras mereka yang kebanyakan membawa bencana besar.
" Anak Muda... Aku bisa memperkirakan apa yang sedang kamu pikirkan. Kamu pasti ingin bertanya, kenapa aku tidak seperti kebiasaan dari Ras kami? Tanya Ikan Pelahap Langit.
" Benar Senior." Ucap Ryu.
" Jika aku membuat bencana besar di tempat ini, maka berita itu akan tersebar karena salah satu kekuatan kami bisa mengguncang alam semesta dan pasti diketahui oleh para Dewa tertinggi. Dengan begitu mereka akan datang memburu dan membunuhku, karena Inti Roh milikku sangat berharga bagi para Dewa tertinggi." Ucap Ikan Pelahap Langit.
" Hmmm... Senior. aku bisa membantumu, tapi dengan satu syarat." Ucap Ryu sambil menatap ke arah Ikan tersebut.
" Syarat apa itu?" Ikan Pelahap Langit sedikit menyelidik.
" Aku hanya ingin memastikan bahwa Senior tidak akan menggangu ketenangan wilayah ini." Ryu melemparkan Pil Tuan-Hamba kepada Ikan tersebut.
" Itu sangat mudah." Tanpa berpikir panjang, Ikan Pelahap Langit langsung menelan Pil tersebut tanpa menanyakan jenius Pil apa yang dia makan.
" Anak Muda... Kamu sangat licik." Ikan Pelahap Langit tersadar bahwa Pil yang dia telan adalah untuk mengendalikan pikirannya.
Dengan kata lain, Jika Ikan Pelahap Langit membuat kekacauan di wilayah tersebut, seketika itu juga tubuhnya akan hancur berkeping-keping.
" Senior jangan salah paham. Aku melakukannya untuk berjaga-jaga. Sesuai dengan permintaanmu, aku akan memberikan Harta langit untukmu." Ryu mengeluarkan sebuah Peti yang berisi lima jenis Harta langit.
" Hmmm.... Ini sungguh luar biasa. Dengan usiamu hanya seperti itu, kamu bisa menemukan Harta langit sebanyak ini. Aku yakin tingkat Kultivasimu sudah mencapai Pendekar Surgawi tahap akhir. Anak Muda, kamu adalah monster yang sesungguhnya." Ucap Ikan Pelahap Langit membuka peti tersebut sambil menatap ke arah Ryu penuh makna.
Meskipun Ikan Pelahap Langit hanya merasakan bahwa Ryu masih mencapai Pendekar Bumi tahap akhir, namun Instingnya berkata lain.
Ryu yang mendengar ucapan tersebut hanya senyum masam, sangat mengagumi sosok tersebut meskipun berbentuk Ikan.
" Senior... Kalau begitu kami pamit dulu." Ucap Ryu.
__ADS_1
" Tunggu sebentar! Aku punya sesuatu untukmu. Ini adalah kristal perubahan wujud. Jika kamu ingin menggabungkan dengan Inti Roh Hewan, maka kamu akan bisa berubah wujud seperti itu juga. Seperti yang aku berikan kepada Istrimu." Ikan Pelahap Langit mengeluarkan puluhan kristal berwarna keemasan.
" Terimakasih Senior." Ryu terlihat senang dengan pemberian tersebut karena menurutnya itu adalah harta yang paling berharga dari Harta langit yang dia miliki.
Ryu berpikir dengan pengetahuan yang dia miliki sekarang, maka dia bisa menciptakan sesuatu yang paling berharga dengan kristal tersebut.
Setelah mengambil kristal keemasan tersebut, Ryu dan Wang Mingjun berpamitan untuk kembali ke atas danau teratai.
" Terimakasih anak muda. Kamu jangan khawatir, aku tidak akan menggangu siapapun di tempat ini." Ikan Pelahap Langit berusaha untuk tersenyum dengan giginya yang begitu mengerikan.
Ikan Pelahap Langit sangat yakin, dengan Harta langit sebanyak itu, maka dia tidak kesulitan untuk menerobos tingkat Semesta.
Begitupun dengan Ryu, dia tidak ingin membunuh Ikan Pelahap Langit. Karena dengan bantuannya, maka wilayah tersebut akan aman dari para pengganggu.
Saat berada di atas danau teratai, Ryu langsung mengambil beberapa bunga teratai tersebut lalu membawanya ke Dunia Quzhu.
Di Dunia Quzhu, Ryu juga menciptakan danau yang serupa dengan kekuatan pikirannya lalu menaruh semua bunga teratai di danau tersebut.
" Gege... Terimakasih banyak." Wang Mingjun terlihat senang sambil memeluk suaminya.
" Itu hanya pekerjaan mudah." Ucap Ryu sambil menikmati danau ciptaannya.
" Apa kita akan kembali ke Istana Kristal?" Tanya Ryu.
" Gege... Kita disini saja!" Ucap Wang Mingjun dimana mereka berdua sudah duduk di sebuah bangunan berbentuk gazebo di tengah danau.
" Baiklah." Ucap Ryu.
" Sebagai ucapan terimakasihku, aku akan memberikan pelayanan yang terbaik untuk Gege." Ucap Wang Mingjun lalu duduk di pangkuan Ryu.
" Hari masih siang." Ucap Ryu.
" Tidak masalah. Lagi pula tempat ini tidak ada yang melihatnya." Ucap Wang Mingjun sambil melepaskan pakaian suaminya.
__ADS_1
Melihat tingkah Istrinya, Ryu hanya tersenyum sambil melepaskan pakaian Wang Mingjun dimana mereka hanyut dalam kesenangan mereka sendiri.