
Di luar tembok utara Istana Kerajaan Gong, terlihat sosok manusia setengah kuda yang sedang mengawasi keberadaan Ras Peri Hutan.
Sosok itu tidak lain adalah utusan dari Kerajaan Shun yang sedang memata-matai Istana Kerajaan Gong.
" Ternyata Ras Peri Hutan itu sudah kembali ke Istana Kerajaan Gong. Lalu kemana Ras Orc? Apa mereka sudah kembali ke Dunia Dongwu?" Gumam mata-mata tersebut sambil mengawasi Istana Kerajaan Gong dari kejauhan.
" Aku harus melaporkan kejadian ini kepada Yang Mulia Raja. Aku yakin wanita Ras Peri Hutan itu masih banyak. Ini kesempatan bagus karena mereka sudah banyak kehilangan anggota pasukan." Mata-mata tersebut melesat cepat ke sebuah arah, menuju Istana Kerajaan Shun.
*******
Di luar tembok selatan Istana Kerajaan Gong, terlihat sosok pendek sekitar satu meter memiliki kulit berwarna hijau dengan gigi runcing dan jarang serta memiliki telinga panjang melebar.
Sosok tersebut tidak lain adalah mata-mata dari Kerajaan Gen yang sedang mencari keberadaan Ras Peri Hutan.
" Ternyata Ras Orc itu sudah pergi dari sini. Ini adalah kesempatan yang bagus untuk menculik wanita Ras Peri Hutan itu. Juga mencari Air Suci agar Ras Goblin bisa memiliki wujud layaknya manusia." Ucap mata-mata dari Kerajaan Gen sambil mengawasi dari kejauhan.
" Aku yakin Ras Peri Hutan sudah melemah akibat serangan Ras Orc itu. Aku harus melaporkan kejadian ini kepada Yang Mulia Raja, sebelum Kerajaan yang lain mengambil tindakan." Mata-mata tersebut melesat cepat ke sebuah arah, menuju Istana Kerajaan Gen.
*******
Di luar tembok barat Istana Kerajaan Gong, terlihat bayangan hitam kecil juga sedang memata-matai Kerajaan Gong.
Tujuan mata-mata tersebut untuk mencari Ratu Gong Sifa yang membawa putrinya Gong Ziya sebagai pemilik Yin Bulan.
" Kemana Ras Orc sialan itu? Apa mereka sudah meninggalkan Dunia Nuse ini? Mereka tidak becus untuk mencari Ratu Gong Sifa. Kami sudah membantu kalian untuk menghancurkan Kerajaan Gong, tapi kalian meninggalkan Dunia Nuse setelah tujuan kalian selesai." Mata-mata Kerajaan Hen terlihat geram karena kerjasama dengan Ras Orc tidak membuahkan hasil.
" Aku harus melaporkan kejadian ini kepada Yang Mulia Raja." Mata-mata tersebut melesat cepat ke sebuah arah menuju Istana Kerajaan Gen.
*******
__ADS_1
Di Istana Kerajaan Gong terlihat Ryu dan Istrinya juga Gong Sifa sedang melakukan perbincangan.
Di tempat itu juga terdapat Jenderal Besar, kelima Jenderal dan pasukan Peri Hutan yang sedang melakukan aktivitas seperti biasa.
Meskipun jumlah mereka hanya tersisa 10% dari jumlah Ras Peri Hutan sebelumnya, namun mereka sangat tertolong dengan kehadiran Ryu dan bawahannya.
Sisa-sisa bekas pertarungan juga tidak terlihat lagi, karena kemampuan khusus dari Ras Peri Hutan bisa menghapus aura pertarungan sebelumnya dimana tanah gersang langsung ditumbuhi pepohonan yang lebat.
" Para prajurit, kumpulkan semua Ras Peri Hutan ke tempat ini karena ada beberapa hal yang ingin aku sampaikan." Ucap Gong Sifa dengan suara lantang.
" Baik Yang Mulia Ratu." Semua prajurit memberi hormat, lalu meninggalkan tempat tersebut menuju kediaman Ras Peri Hutan.
Tidak lama kemudian semua telah hadir di halaman depan Istana Kerajaan Gong, dimana mereka terlihat antusias.
" Salam Yang Mulia Ratu." Semua memberi hormat.
" Mmmm... Aku meminta kalian untuk datang kesini karena ada hal yang ingin aku sampaikan."
" Oleh karena itu aku meminta kepada kalian semua agar bisa menjadi prajurit Kerajaan Gong, meskipun kalian semua adalah wanita."
" Pendekar Ryu dan bawahannya juga tidak bisa terlalu lama disini, karena mereka juga memiliki tugas yang harus mereka lakukan." Gong Sifa mengutarakan tujuannya sambil menatap ke arah warganya dengan perasaan sedih.
Gong Sifa tidak menyangka bahwa situasi mereka benar-benar terpuruk setelah penyerangan dari Ras Orc.
Meskipun demikian, Gong Sifa, Jenderal besar, kelima Jenderal dan para prajurit yang tersisa berusaha bangkit dari keterpurukan tersebut dan berharap beberapa tahun kedepan mereka memiliki bibit-bibit baru dari Ras Peri Hutan.
Namun itu semua membutuhkan waktu selama 20 tahun kedepan.
" Baik Yang Mulia Ratu. Kami siap." Jawab para wanita tersebut dengan cepat.
__ADS_1
" Terimakasih atas kepedulian kalian. Untuk sekarang Jenderal besar dan kelima Jenderal akan melatih kalian agar bisa melatih kalian agar bisa meningkatkan Kultivasi." Ucap Gong Sifa yang berusaha untuk tetap tegar, lalu mengeluarkan sosok wanita yang dia sembunyikan selama ini.
Gong Sifa berfikir bahwa Ryu dan Istrinya beserta Pasukan Semesta sudah dia anggap sebagai Ras mereka sendiri karena sudah banyak membantu Kerajaan Gong.
Sosok yang keluar dari alam jiwa Gong Sifa memiliki sepasang tanduk berwarna keemasan yang baru saja muncul.
Sosok itu tidak lain adalah Gong Ziya yang memiliki paras cantik melebihi ibunya, juga memiliki sepasang sayap kupu-kupu berwarna keemasan dan transparan.
" Ibu." Gong Ziya menatap ke arah Ibunya sambil mencerna situasi tersebut lalu menoleh ke sebuah arah yang dimana tubuhnya seperti ada magnet.
Sesaat Gong Ziya menatap ke arah Ryu dengan perasaan yang familiar dimana jantungnya berdetak kencang.
Suatu kesalahan dari Gong Sifa, karena telah mengeluarkan Gong Ziya sebagai pemilik Yin Bulan yang tentu memiliki keterkaitan antara pemilik 'Yang' Matahari.
Dengan perasaan yang aneh tersebut, Gong Ziya berjalan secara perlahan mendekati arah Ryu tanpa dia sadari.
" Apa kita pernah bertemu sebelumnya?" Tanya Gong Ziya yang kini berdiri di depan Ryu.
" Tidak." Jawab Ryu dengan singkat, meskipun dia sendiri merasakan sesuatu yang aneh pada tubuhnya.
" Kamu jangan berbohong. Aku rasa kita sudah bertemu di suatu tempat." Sepasang mata yang indah dari Gong Ziya sambil menatap ke arah Ryu penuh selidik, tanpa memperdulikan tatapan Xie Xian dan Istri Ryu yang lain.
Di sisi lain Xie Xian dan Istri Ryu yang lain sudah mengetahui penyebabnya karena wanita yang ada di hadapan Ryu adalah pemilik Yin Bulan.
Tentu mereka berdua memiliki keterikatan yang bisa dikatakan seperti magnet yang saling berhubungan.
Di sisi lain Gong Sifa dan kelima Jenderal serta 75 prajurit wanita Ras Peri membulatkan mata dengan rahang terbuka, karena mendapatkan firasat buruk.
Bukan tanpa sebab, karena Gong Sifa sendiri memiliki hubungan khusus dengan Ryu, sedangkan Gong Ziya putrinya juga memiliki perasaan khusus untuk Ryu.
__ADS_1
" Putriku... Dia bukan berasal dari Ras Peri Hutan. Dia adalah manusia." Gong Sifa dengan cepat mengambil tindakan agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
Mendengar perkataan dari ibunya, Gong Ziya menoleh sebentar lalu menatap ke arah Ryu dengan perasaan yang familiar.