
Namun pria paruh baya melarang Liu Ryu untuk pergi ke kediaman keluarga Barley, karena penjagaan begitu ketat.
Lagi pula keluarga Barley tidak menerima orang asing di kediaman mereka, kecuali orang itu memiliki jaringan bisnis.
Pria paruh baya menawarkan diri untuk membantu Liu Ryu agar bisa mendapatkan Sandflier, atau paling tidak mereka bisa ikut bersama rombongan keluarga Barley jika mereka pergi ke Ibukota Negara Westland.
" Sebaiknya tuan bisa mencari penginapan di Ludya untuk sementara waktu. Nanti aku akan kabarkan jika keluar Barley ingin memberi tumpangan." Ucap pria paruh baya, karena di matanya, Liu Ryu tidak sesederhana yang dilihat.
" Baiklah, kalau begitu aku percayakan kepadamu." Ucap Liu Ryu, lalu memberikan satu batangan emas kepada pria paruh baya.
Melihat kejadian itu, semua membulatkan mata. Tidak menyangka bahwa sosok yang berada di depan mereka memiliki banyak harta.
Tanpa membuang waktu, Liu Ryu membawa Elena untuk mencari sebuah penginapan agar mereka bisa beristirahat sejenak.
" Suamiku, apa kita tidak mencari tempat makan terlebih dulu?" Tanya Elena, karena sebagai manusia biasa, dia masih memerlukan asupan makanan.
" Baiklah, kita harus mencari tempat untuk makan terlebih dulu." Jawab Liu Ryu, sambil melangkahkan kakinya.
Setelah beberapa saat, kini mereka menemukan sebuah restoran, dimana keduanya langsung disambut ramah oleh salah satu pelayan.
Liu Ryu langsung mengambil tempat di meja yang terlihat kosong, sedangkan Elena langsung memesan makanan terbaik di restoran tersebut.
Saat Elena sedang berjalan mendekati meja yang ditempati Liu Ryu, kini banyak sekali tatapan mata yang tertuju padanya.
" Wanita itu sangat cantik. Sepertinya mereka bukan berasal dari kota ini." Ucap salah satu sosok pemuda yang berpakaian mewah.
" Benar tuan muda... Wanita itu kemungkinan berasal dari Kyria, karena aku mendengar bahwa tadi siang ada rombongan dari Kyria."
Pengawal dari sosok yang dipanggil tuan muda, menatap ke arah Elena, sambil tersenyum lebar karena wanita itu sangat menarik perhatiannya.
" Jika dia berasal dari Kyria, tentu sangat mudah untuk mendapatkannya. Aku tidak menyangka bahwa di Kyria memiliki gadis secantik itu."
" Bahkan kecantikannya melebihi para gadis yang pernah aku tiduri." Tuan muda yang ingin mencicipi keindahan tubuh Elena, kini langsung memberi isyarat kepada empat bawahannya untuk melancarkan rencananya.
Keempat pengawal itupun berjalan mendekati meja yang ditempati Liu Ryu dan Elena, dengan penuh rasa percaya diri.
" Nona manis... Tuan muda kami ingin mengajakmu untuk makan bersama." Ucap salah satu pengawal, sambil menatap ke arah Elena, tanpa memperdulikan keberadaan Liu Ryu.
__ADS_1
Sesaat Elena menoleh ke arah keempat pengawal yang berdiri di sampingnya.
" Maaf, aku sedang makan bersama suamiku." Jawab Elena, dengan tatapan tidak senang dengan kedatangan keempat sosok itu.
Mendengar ucapan tersebut, keempat pengawal menoleh ke arah Liu Ryu dengan tatapan dingin.
Bahkan tuan muda yang mendengar perkataan dari Elena juga menatap ke arah Liu Ryu dengan tatapan dingin.
" Pemuda ini tidak pantas menjadi suamimu, lebih baik ikut bersama tuan muda kami." Ucap salah satu pengawal, lalu ingin menarik tangan Elena.
Baaang! Baaang! Baaang!
Elena yang terlihat marah karena keempat pengawal itu memandang rendah suaminya, langsung bangkit berdiri lalu memukul keempat pengawal hingga terpental mengenai meja yang ditempati tuan muda mereka.
Melihat sosok gadis yang dengan mudah mengalahkan keempat pengawal, semua yang berada di tempat itu langsung bangkit berdiri, karena tidak ingin terkena imbas kemarahan dari keluarga Barley.
" Lancang! Beraninya kamu menyinggung keluarga Barley." Tuan muda Barley yang terlihat marah langsung menunjuk ke arah Elena.
Kraaack!
Elena yang sama sekali tidak peduli, langsung melesat ke arah tuan muda Barley, lalu mematahkan kedua tangan pemuda itu.
Tuan muda Barley berteriak kesakitan karena kedua tangannya tidak bisa digerakkan lagi.
Sedangkan keempat pengawal pribadinya, juga tidak dalam keadaan baik-baik, karena tulang rusuk mereka sudah banyak yang patah.
Bahkan petugas keamanan restoran juga tidak berani mendekati Elena, karena kemampuan gadis itu sangat tidak wajar.
Pemilik restoran yang menyaksikan kejadian tersebut, kini memasang wajah serius, karena kali ini restoran miliknya akan terkena imbas masalah.
" Bawa mereka pergi dari sini, sebelum aku membunuh mereka." Ucap Elena, sambil menatap ke arah pemilik restoran.
" Baik nona." Jawab pemilik restoran, lalu meminta kepada petugas keamanan untuk membawa kelima sosok tersebut ke kediaman keluarga Barley.
Petugas keamanan itupun langsung membawa kelima sosok tersebut keluar dari restoran, dimana pemilik restoran juga ikut bersama mereka.
Tentu pemilik restoran akan menjelaskan apa yang terjadi pada tuan muda Barley kepada Duke Barley, agar restoran miliknya tidak menjadi bahan kemarahan keluarga Barley.
__ADS_1
Di sisi lain Liu Ryu yang mengetahui rencana pemilik restoran, kini tersenyum tipis, karena kali ini mereka akan kesulitan untuk mendapatkan tumpangan oleh keluarga Barley.
" Suamiku, aku minta maaf." Elena merasa tidak enak, karena tidak menyangka bahwa mereka sudah berurusan dengan keluarga Barley.
" Tidak masalah... Biar masalah ini aku yang tangani." Liu Ryu sama sekali tidak menyalahkan Istrinya, karena bagaimanapun tuan muda Barley yang terlebih dulu membuat masalah.
Kali ini Liu Ryu dengan terpaksa harus menggunakan kekerasan, jika keluarga Barley berani mendatangi mereka.
*******
( Kediaman Keluarga Barley )
Terlihat sosok pria sepuh menggertakkan giginya, karena ada yang berani menyinggung keluarga Barley.
Duke Barley menatap ke arah putranya yang tergeletak di lantai, karena kedua tangannya telah dipatahkan.
Bahkan keempat pengawal pribadi putranya juga mengalami nasib yang sama, dimana tulang rusuk mereka banyak yang patah.
" Siapa yang melakukannya?" Tanya Duke Barley, sambil menatap ke arah pemilik restoran.
" Duke Barley... Mereka dihajar oleh seorang gadis." Jawab pemilik restoran sambil menyeka keringatnya yang bercucuran.
Pemilik restoran sangat khawatir jika Duke Barley bertindak, maka restoran miliknya akan terkena imbas.
" Hanya seorang gadis?" Duke Barley sedikit mengerutkan kening, karena sebelumnya dia berfikir bahwa putranya dikalahkan oleh sosok pria berbadan kekar.
Namun kali ini perkiraan Duke Barley meleset, karena putranya dan keempat pengawal justru dikalahkan oleh seseorang gadis.
" Duke Barley... Gadis itu bukan gadis biasa. Dia bisa mengalahkan mereka hanya dalam satu kali pukulan." Pemilik restoran mengingatkan kepada Duke Barley agar tidak meremehkan seorang wanita.
Pemilik restoran juga menjelaskan bahwa gadis itu berasal dari Kyria, berdasarkan dari apa yang dia dengar.
" Pengawal, kumpulkan semua para petarung untuk menghadapi gadis itu." Duke Barley memberi perintah kepada bawahannya.
Jika apa yang dikatakan oleh pemilik restoran memang benar, maka Duke Barley harus menangkap dan menghukum wanita itu.
Dengan demikian dia berharap agar wanita itu bisa dipenjarakan. Dengan demikian dia bisa merekrut gadis itu sebagai bawahannya.
__ADS_1
" Baik Duke Barley ." Jawab salah satu pengawal, lalu meninggalkan tempat tersebut.