
Sekalipun beberapa pengawal dan para pelayan menyembunyikan kesedihan mereka, namun tidak lepas dari pandangan Liu Ryu.
" Langsung saja! Aku ingin membeli bangunan ini. Sebutkan berapa harganya." Liu Ryu tidak ingin berbelit-belit, langsung pada tujuannya.
" Apa? Apa kamu bahwa kami kekurangan uang?" Chi Leng sontak kaget, karena Liu Ryu malah ingin membeli tokonya.
" Bukan maksud saya untuk meremehkan senior. Namun karena sesuai dengan permintaan kakekku, kami hanya bisa membeli, bukan untuk menjalin kerjasama." Sebenarnya Liu Ryu ingin bekerjasama dengan Chi Leng. Namun saat melihat kondisi di dalam bangunan tersebut, Liu Ryu langsung berubah pikiran.
" Jika senior tidak mau, maka kami akan mencari tempat lain." Liu Ryu melanjutkan pembicaraannya.
Sesaat Chi Leng terdiam sejenak, karena dia benar-benar membutuhkan Batu Roh untuk menggaji karyawannya juga beberapa pengawal pribadi.
Dengan segala pertimbangan, Chi Leng tidak ingin bangunan tersebut yang sudah mereka dirikan puluhan tahun yang lalu dengan hasil jerih payah keluarganya.
" Begini saja tuan muda. Bagaimana kalau toko ini saya sewa satu Juta Batu Roh untuk satu bulan." Chi Leng tidak ada pilihan lain, selain menyewa toko tersebut untuk membayar pengawal pribadinya dan para pelayan.
Setelah itu Chi Leng bisa membuka toko pakaian di tempat lain, meskipun tidak seramai tempat tersebut.
" Baiklah, aku akan menyewa selama satu tahun." Ucap Liu Ryu, Lalu mengeluarkan 12 juta Batu Roh.
Sesaat Chi Leng terdiam sejenak, tidak menyangka bahwa sosok yang berada di depannya banyak memiliki harta.
Jika saja saja Chi Leng mengetahui bahwa Liu Ryu memiliki banyak harta, maka dia akan menaikkan harga bulanan.
Dengan keadaan terpaksa, Chi Leng menyetujui kesepakatan tersebut lalu membuat surat perjanjian.
Namun Liu Ryu bukanlah orang yang tidak memiliki perasaan, dimana dia merekrut para pelayan bawahan Chi Leng, karena dia juga membutuhkan mereka.
Melihat apa yang dilakukan Liu Ryu, Chi Leng bernafas lega karena untuk merumahkan karyawan tentu membutuhkan biaya yang sangat besar.
Begitupun dengan para pelayan, mereka juga sangat senang karena mendapatkan pekerjaan kembali.
Setelah semua transaksi selesai, Liu Ryu meminta kepada bawahannya untuk merombak ruangan tersebut agar bisa menempatkan berbagai jenis Senjata Roh.
__ADS_1
Para pelayan pun terlihat antusias untuk melakukan tugas mereka, karena jika tidak bekerja sama saja tidak bisa mencukupi kebutuhan hidup.
Hanya satu yang belum mereka kerjakan, yaitu Liu Ryu meminta kepada bawahannya untuk mempromosikan Senjata Roh mereka.
" Kalian semua, sebarkan ke seluruh kota ini bahwa senjata Assosiasi Senjata adalah yang terbaik." Liu Ryu memberi perintah.
" Baik tuan muda." Jawab mereka serempak, lalu meninggalkan ruangan tersebut.
Setelah mereka pergi, Liu Ryu meminta kepada Istrinya untuk menjalankan bisnis tersebut, karena dia ingin menjalankan rencananya yang lain.
Tentu tujuan Liu Ryu adalah Daxue, karena di tempat itu mereka bisa meraup keuntungan dengan mudah.
" Shuijing, Jiu... Kalian aku tugaskan untuk bertemu dengan pemilik Daxue. Katakan bahwa Assosiasi Senjata ingin mengambil bagian dalam taruhan." Ucap Liu Ryu.
" Baik tuan muda." Tou Shuijing dan Jiu Tou She menundukkan kepala, lalu meninggalkan ruangan tersebut.
*******
Satu minggu telah berlalu, kini Liu Ryu dipanggil untuk mengikuti taruhan yang berada di Daxue.
Liu Ryu yang berada di Daxue, kini langsung mendapatkan kursi VIP agar bisa menyaksikan pertarungan antara para Kultivator.
Dalam aturan di Daxue, hanya membolehkan para Kultivator yang bertarung harus memiliki tingkat Kultivasi yang sama.
Di dalam arena, kini terlihat Wu Tian yang sedang berdiri sambil menunggu Kultivator lain sebagai lawannya.
" Untuk hari ini kita memiliki penantang baru yang berasal dari Assosiasi Senjata. Assosiasi Senjata memiliki senjata yang memiliki kualitas terbaik." Pemandu turnamen bicara dengan lantang, membuat para penonton bertanya-tanya siapa pemilik Assosiasi Senjata.
Sesaat pemandu turnamen menoleh ke arah Liu Ryu, sehingga Liu Ryu bangkit berdiri sambil menatap ke arah beberapa penonton.
" Aku bertaruh kepada Wu Tian yang merupakan perwakilan dari Assosiasi Senjata sebesar 100 juta Batu Roh." Liu Ryu bicara dengan lantang, sambil melirik ke arah beberapa pasukan Semesta yang berada di beberapa kursi penonton.
" Apa kalian tau, bahwa Assosiasi Senjata sangat kaya. Bahkan dia menganggap bahwa seluruh Benua Timur tidak ada yang menandingi kekayaannya."
__ADS_1
" Benarkah? Sombong sekali pemuda itu? Apa dia menganggap kita tidak memiliki harta."
" Kalau begitu, kita harus mengukur kekayaannya. Aku yakin dia hanya membual."
Sebuah diskusi dari pasukan Semesta yang sudah direncanakan oleh Liu Ryu untuk menjalankan tugas mereka.
" Hei anak muda, apa benar kamu meremehkan kekayaan kami?" Salah satu Tetua Klan yang merasa terprovokasi, langsung menunjuk ke arah Liu Ryu.
" Kekayaanku hanya sedikit. Namun masih mampu mengimbangi kekayaan kalian semua. Mohon maaf senior, sebaiknya jangan bertaruh denganku jika memiliki harta yang sedikit." Ucap Liu Ryu dengan nada mengejek.
" Kurang ajar! Aku akan bertaruh 500.000 Batu Roh." Ucap Tetua tersebut sambil melemparkan Cincin Ruang ke meja taruhan.
" Apa? Hanya segitu saja? Bukankah aku sudah mengatakan bahwa minimal taruhanku 100 juta Batu Roh." Ucap Liu Ryu dengan nada datar.
" Kurang ajar. Kamu meremehkan kami. Kalau ayo semuanya bertaruh untuk melawan pemuda sombong itu!"
" Benar sekali. Aku yakin dia tidak bisa memiliki harta yang banyak."
Anggota pasukan Semesta seakan terus memprovokasi para penonton yang lainnya.
" Haaah... Apa kalian yakin bisa menandingi kekayaan suamiku? Jika kalian semuanya mampu menandingi harta suamiku, maka aku akan melucuti pakaianku di tengah arena." Qu Jian sengaja memanas-manasi para penonton.
Mendengar ucapan tersebut semua penonton terlihat senang, lalu mengumpulkan semua harta mereka untuk bertaruh melawan Liu Ryu.
Namun setiap jumlah harta yang mereka keluarkan, Liu Ryu dengan santai mengikuti keinginan mereka dengan sebuah ejekan.
" Ayo! Siapa lagi? Dengan harta sebanyak itu, hanya untuk membeli alat kecantikanku saja." Tai Lung juga ikut bersuara, membuat para penonton memasang wajah jelek.
" Hei... Apa hanya itu saja harta kalian? Bahkan untuk Kultivator bebas sepertiku saja dengan mudah mengeluarkan harta sebanyak itu." Jiu Tou She yang sedang menyamar, langsung melemparkan Cincin Ruang ke meja taruhan.
" De... Delapan ratus Juta?" Petugas yang berjaga di meja taruhan sontak kaget saat melihat isi dari Cincin Ruang milik Jiu Tou She.
Mendengar ucapan tersebut semua menoleh ke arah Jiu Tou She dengan penuh keserakahan, dimana semua memiliki pemikiran masing-masing.
__ADS_1
" Sayangnya, aku juga bertaruh kepada Wu Tian yang merupakan perwakilan dari Assosiasi Senjata, karena kami sama-sama berasal dari Benua Barat." Ucap Jiu Tou She.
Di sisi lain Wu Tian tersenyum lebar, karena dia masih belum mengeluarkan Cincin Ruang yang diberikan Liu Ryu sebelumnya untuk memprovokasi para penonton.