SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 326. Pelayan Baru


__ADS_3

Sebelum menarik keputusan, Liu Ryu secara diam-diam mengirim pesan jiwa kepada Gu Fan atas penemuan tambang Batu Roh tersebut.


' Menantuku... Wilayah ini sangat luas. Untuk tambang Batu Roh, tidak masalah jika di bagian utara akan menjadi milik Kekaisaran Taiyang.' Gu Fan mengirim pesan jiwa kepada Liu Ryu.


Mendengar ucapan tersebut, Liu Ryu tersenyum puas, lalu menoleh ke arah Kaisar Haguro.


" Ayah mertua... Untuk tambang Batu Roh di dekat perbatasan Kekaisaran Taiyang, aku akan memberikan kepada kalian. Jadi kalian bisa mengambilnya." Ucap Liu Ryu.


" Benarkah? Lalu bagaimana dengan kalian?" Meskipun sangat senang, Kaisar Haguro juga tidak ingin terlihat seperti orang tamak, sehingga dia merasa tidak enak.


Liu Ryu langsung menjelaskan bahwa mereka juga memiliki tambang Batu Roh yang lain, sehingga mereka tidak membutuhkan tambang Batu Roh di tempat tersebut.


Mendengar perkataan dari Liu Ryu, wajah Kaisar Haguro kembali cerah, lalu mengirim pesan jiwa kepada para prajurit Kekaisaran Taiyang untuk membantu membuka wilayah baru.


Setelah itu Liu Ryu dan Istrinya berpamitan untuk kembali ke Istana Kekaisaran Atas Awan, dimana Kaisar Haguro juga langsung mendatangi para prajuritnya.


*******


Di Istana Kekaisaran Atas Awan, Liu Ryu dan Istrinya duduk di kursi kebesarannya masing-masing, dimana hanya Han Linxi dan Haruki yang tidak ada di tempat itu, karena masih dalam latihan tertutup.


Setelah melakukan percakapan cukup lama, kini pemimpin penjaga gerbang datang ke ruangan tersebut sambil menundukkan kepala.


" Salam Yang Mulia Kaisar, di luar ada tamu dari Kekaisaran Tanah Merah." Ucap pemimpin penjaga, sambil memberi hormat.


" Kekaisaran Tanah Merah?" Liu Ryu sedikit mengerutkan kening, karena Kekaisaran Tanah Merah yang cukup jauh juga mendatangi Kekaisaran Atas Awan.


Liu Ryu pun meminta kepada pemimpin penjaga untuk membawa tamunya untuk masuk ke dalam Istana.


Tanpa membuang waktu, pemimpin penjaga gerbang langsung keluar dari Istana untuk menjemput tamu dari Kekaisaran Tanah Merah.


Tidak lama kemudian, pemimpin penjaga gerbang datang dengan membawa sosok yang menggunakan pakaian Jenderal.

__ADS_1


Di belakang Jenderal itupun terdapat lebih dari 200.000 para gadis, membuat Sheng Zhishu dan yang lain membulatkan matanya.


" Salam Yang Mulia Kaisar." Ucap sosok tersebut yang diikuti para gadis yang berada di belakangnya.


" Mmmm... Silahkan duduk." Liu Ryu mengangguk, lalu mempersilahkan kepada sosok tersebut untuk menempati kursi yang disediakan.


Dengan sebuah anggukan, sosok itupun langsung duduk, lalu mengutarakan tujuannya.


" Yang Mulia Kaisar, hamba adalah utusan dari Kekaisaran Tanah Merah. Tujuan hamba kesini untuk mengucapkan terimakasih karena sebelumnya Yang Mulia Kaisar telah membantu kami untuk mencari keberadaan markas besar organisasi Singa Darah." Ucap Jenderal Besar, lalu mengeluarkan sepuluh peti yang berisi Sumberdaya.


" Terimakasih Jenderal... Sebenarnya kami tidak pernah berharap timbal balik, karena itu adalah hanya sebuah kebetulan." Liu Ryu menolak secara halus atas pemberian tersebut.


Namun Jenderal Besar itu juga memohon kepada Liu Ryu untuk menerimanya, karena dia tidak akan bisa kembali sebelum hadiah tersebut berada di tangan Liu Ryu.


" Baiklah Jenderal. Kalau begitu aku tidak sungkan lagi." Ucap Liu Ryu, lalu mengambil sepuluh peti tersebut dan menyimpan di Cincin miliknya.


" Yang Mulia Kaisar... Kaisar Jie Fey juga menginginkan sebuah kerjasama antara Kekaisaran Tanah Merah dan Kekaisaran Atas Awan." Jenderal Besar juga menjelaskan tentang tujuannya.


Terlebih untuk Xie Hua dan Nan Sian yang merupakan Permaisuri Kekaisaran Atas Awan, mereka diberikan 1500 pelayan. Sedangkan untuk 201 Ratu yang lain, akan diberikan 1000 pelayan untuk melayani kebutuhan mereka.


" Sepertinya Istana Kekaisaran Atas Awan hanya untuk menampung para gadis." Bisik Xie Hua kepada suaminya, sambil menatap ke arah ribuan gadis yang berlutut di hadapan mereka.


Tentu Xie Hua berkata seperti itu, karena di dalam Istana Kekaisaran Atas Awan kini sudah ada 206.000 para pelayan yang akan melayani kebutuhan mereka.


Hal yang membuat Jenderal Besar dari Kekaisaran Tanah Merah merasa heran, karena manajemen di Istana Kekaisaran Atas Awan tidak seperti Kekaisaran yang lain.


Tidak ada perdana menteri, penasehat Agung, ataupun pengurus yang lain dan hanya mengandalkan Kaisar, Permaisuri dan Ratu.


" Baiklah Jenderal... Kalau begitu kami akan menyetujuinya." Xie Hua langsung mengambil keputusan.


Xie Hua juga memberi perintah kepada para pelayan yang lain untuk membawa pelayan yang baru untuk menempati kedamaian baru mereka masing-masing.

__ADS_1


" Jenderal... Terimalah hadiah dariku untuk Kekaisaran Tanah Merah, sebagai bentuk kerjasama kita." Ucap Liu Ryu, lalu mengeluarkan beberapa peti yang berisi Batu Roh.


Liu Ryu juga meminta kepada Jenderal Besar tersebut untuk memberikan beberapa Batu Roh kepada keluarga dari pelayan yang mereka berikan.


Dengan demikian semua pelayan tersebut akan menjadi hak mutlak Istana Kekaisaran Atas Awan.


" Yang Mulia Kaisar... Ini..." Jenderal Besar seakan tidak percaya dengan apa yang dia lihat, karena Liu Ryu dengan mudah memberikan Batu Roh sebanyak itu.


Jika saja Jenderal Besar itu mengetahui berapa banyak jumlah Batu Roh yang Liu Ryu gunakan untuk mengaktifkan Formasi saat berperang, tentu dia akan muntah darah.


" Anggap saja ini sebagai ucapan terimakasih karena telah memberikan pelayan sebelumnya." Ucap Liu Ryu.


" Baik Yang Mulia Kaisar. Aku akan menyampaikan kepada Kaisar Jie Fey dan memberikan Batu Roh ini kepada keluarga para pelayan itu." Jenderal Besar sangat senang karena, dengan adanya Batu Roh yang diberikan oleh Liu Ryu, maka mereka bisa menambah kekuatan.


Jenderal Besar itupun berpamitan, kepada Liu Ryu dan Istrinya untuk kembali ke Istana Kekaisaran Tanah Merah dan melaporkan kerjasama tersebut kepada Jie Fey.


Setelah kepergian Jenderal Besar, Xie Hua dan Nan Sian kembali memanggil para pelayan untuk membagikan kelompok masing-masing.


" Kalian semua maju kedepan." Ucap Xie Hua, sambil menatap ke arah kelompok yang terdiri dari 1500 pelayan.


" Baik Yang Mulia Permaisuri." Para pelayan itupun langsung maju ke depan Xie Hua.


" Kalian harus tau tugas kalian, yaitu melayani kebutuhanku dan kebutuhan Kaisar Ryu." Ucap Xie Hua, sambil menatap ke arah para pelayan yang rata-rata masih berusia 18 tahun.


Tidak hanya muda, tapi juga terlihat cantik, meskipun tidak mampu menyaingi kecantikan Istri Liu Ryu.


Hal yang paling istimewa dari para pelayan yang diberikan oleh Kekaisaran Tanah Merah, yaitu mereka semua memiliki garis darah Demi-Human yang tentu memiliki potensi besar untuk menjadi Kultivator yang kuat.


Hanya saja karena kekurangan harta, sehingga para pelayan tersebut hanya Berkultivasi hanya untuk formalitas saja.


Karena itulah Liu Ryu memberikan banyak Batu Roh kepada pihak Istana Kekaisaran Tanah Merah, karena pelayan yang mereka berikan memiliki kemampuan khusus.

__ADS_1


__ADS_2