SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 424. Ratu Peri Merah


__ADS_3

Liu Ryu memasang wajah serius, karena aura kematian yang sedang menuju ke arahnya begitu mengerikan.


Tidak lama kemudian, terlihat sosok wanita bergaun merah dengan sepasang sayap di punggungnya.


Tatapan mata wanita itu begitu tajam, membuat siapapun yang melihatnya pasti akan lari kocar-kacir.


Meskipun memiliki tatapan yang sangat mengerikan, wanita itu memiliki paras yang sangat cantik, membuat Liu Ryu sendiri merasa tertarik.


" Wanita ini mampu membuatku merasa tertarik. Meskipun jumlah korban yang dia bunuh, sudah tidak terhitung lagi." Gumam Liu Ryu yang tidak bisa menyembunyikan perasaannya terhadap wanita itu.


" Baru kali ini ada seorang Dewa yang mampu mengalahkan semua budakku. Aku sangat kagum denganmu, namun sepertinya darahmu memiliki kekuatan besar." Ucap wanita itu yang tidak lain adalah ratu peri merah.


Ratu peri merah memiliki paras yang sangat cantik, sehingga jika para Kultivator yang berada di Dunia Tiantang melihatnya, maka mereka dengan senang hati menyerahkan nyawanya, karena lekuk tubuhnya begitu sangat menantang.


" Nona... Aku memiliki tawaran untukmu. Bagaimana jika kamu menjadi Istriku?" Tanya Liu Ryu, karena dia sendiri sangat kagum dengan kecantikan ratu peri merah.


Jika dibandingkan dengan semua Istrinya, ratu peri merah memiliki keindahan seperti Xie Xian.


Hanya saja yang membedakan antara Xie Xian dan ratu peri merah, yaitu warna rambutnya berwarna merah.


" Kamu berani sekali ingin menjadikanku sebagai Istrimu? Sudah ratusan Dewa tertinggi yang mati sia-sia sebelum bertarung denganku."


Sesuai dengan perkiraan Liu Ryu, tidak ada satupun dari Dewa tertinggi yang menolak paras cantik ratu peri merah.


Bahkan Liu Ryu sendiri tidak bisa menahan rasa tertarik kepada ratu peri merah, sehingga dia memiliki keinginan kuat untuk menjadikan wanita itu sebagai Istrinya, meskipun wanita itu sangat berbahaya.


Wuush!


Tanpa membuang waktu, ratu peri merah langsung melesat ke arah Liu Ryu dengan kecepatan tinggi.


Liu Ryu juga tidak tinggal diam, langsung mengeluarkan Qi dalam jumlah besar, meskipun sedikit tidak tega untuk melukai kulit wanita itu.


Bboooom!


Bboooom!


Bboooom!


Benturan serangan dari kedua belah pihak membuat wilayah sekitar menjadi tanah gersang akibat tekanan energi yang mereka keluarkan.


Kecepatan ratu peri merah juga tidak main-main, dimana dia mampu mengimbangi kecepatan Liu Ryu.


Kali ini Liu Ryu tidak ingin menggunakan Pedang Naga Petir, karena dia ingin menaklukkan ratu peri merah agar menjadi Istrinya.


Bboooom! Bboooom! Bboooom!


Pertukaran serangan dari kedua belah pihak menciptakan kawah besar di bawah mereka, hingga menciptakan gempa bumi.


Ratu peri merah menyipitkan matanya karena tidak menyangka bahwa Liu Ryu juga memiliki kemampuan besar.

__ADS_1


" Jika aku berhasil meminum darah Dewa ini, aku bisa masuk ke Alam Dewa dan memuaskan rasa dahagaku untuk meminum darah mereka disana." Pikir ratu peri merah di sela pertukaran serangannya.


Wuush!


Ratu peri merah melesat cepat ke sebuah arah.


Buussshh!


Ratu peri merah melepaskan aura kematian, membuat pepohonan yang berada dibawahnya langsung mati, hingga mengering.


" Aura wanita ini sangat mengerikan. Justru membuatku semakin tertarik untuk menjadikannya sebagai Istriku." Pikir Liu Ryu, sambil menatap ke arah ratu peri merah yang melayang di udara.


" Alam Kematian, Alam kegelapan."


Duaarr!


Ratu peri merah bersuara dengan lantang, sambil mengangkat tangannya, hingga langit menjadi gelap diikuti sambaran petir yang menyambar ke berbagai arah.


Menyaksikan fenomena alam yang sangat mengerikan, Liu Ryu menyelimuti tubuhnya dengan elemen Kehampaan.


Duaarr! Duaarr! Duaarr!


Petir berwarna hitam kemerahan menyambar tubuh Liu Ryu hingga berkali-kali, membuat Liu Ryu merasa nyeri di sekujur tubuhnya.


Di sisi lain ratu peri merah menyipitkan matanya, karena sihir yang dia gunakan masih belum mampu membunuh Liu Ryu.


" Baru pertama kali aku menggunakan sihir ini selama dalam pertarungan melawan para Dewa tertinggi. Tapi kenapa Dewa yang satu ini masih mampu bertahan?" Gumam ratu peri merah, sambil menatap ke arah Liu Ryu.


Liu Ryu berpindah tempat ke arah samping ratu peri merah, lalu mengayunkan kepalan tangannya.


Bboooom!


Sebuah pukulan yang sangat kuat membuat tubuh ratu peri merah terpental hingga melebihi satu kilometer.


Namun ratu peri merah tidak mengalami apapun, bahkan tidak ada satupun kulitnya yang lecet.


" Pukulanmu cukup kuat." Ratu peri merah yang kembali melesat ke arah Liu Ryu, kini seakan mengejek kemampuan Liu Ryu.


Liu Ryu hampir muntah darah, karena baru pertama kali pukulannya tidak mampu membuat tubuh seseorang akan remuk.


Sementara itu langit yang sangat gelap terus menyerang Liu Ryu dengan sambaran petir meskipun Liu Ryu berusaha untuk menghindar.


" Lebih baik kamu menyerah saja! Aku akan memperlakukanmu dengan baik, sebagai Istriku." Liu Ryu juga tidak patah semangat untuk mendapatkan hati ratu peri merah.


Tanpa berkata apapun, ratu peri merah kembali merapalkan sebuah mantra, lalu mengarahkan kedua tangannya ke depan.


" Alam Kematian, Lautan Darah."


Buussshh!

__ADS_1


Ratu peri merah kembali merapalkan sebuah mantra sihir, hingga terlihat tanah dibawah mereka menjadi lautan darah.


Lautan darah itupun mengeluarkan aroma yang tidak sedap, membuat konsentrasi Liu Ryu menjadi terganggu.


" Sihir macam apa ini?" Liu Ryu mengumpat dalam hati, karena aroma dari lautan darah juga seakan menggerogoti meridiannya.


" Malapetaka."


Buussshh!


Liu Ryu melemparkan bola Kehampaan ke arah lautan darah, untuk mematahkan sihir tersebut.


Bboooom!


Sebuah ledakan yang sangat kuat, membuat lautan darah yang diciptakan oleh ratu peri merah seakan menghilang.


Kini wilayah serangan menjadi kawah raksasa, hingga hutan yang berada di sekitar pertarungan telah lenyap.


Ratu peri merah memasang wajah serius, karena sihir yang dia gunakan masih belum mampu mengalahkan Liu Ryu.


" Alam Kematian, hutan kematian."


Buussshh!


Ratu peri merah kembali menciptakan sihir, hingga tercipta hutan yang memiliki aura kematian.


Jleeep! Jleeep! Jleeep!


Semua pepohonan yang diciptakan, memanjang hingga melesat ke arah Liu Ryu dengan kecepatan tinggi.


Liu Ryu langsung menciptakan bola Kehampaan, lalu melemparnya ke arah hutan yang diciptakan oleh ratu peri merah.


Bboooom!


Ledakan yang sangat kuat membuat hutan kematian hancur berkeping-keping dimana ratu peri merah mendapatkan serangan balik hingga memuntahkan darah segar.


" Bagaimana mungkin? Apakah dia adalah Dewa dari para Dewa tertinggi?" Gumam ratu peri merah, sambil mengusap mulutnya.


Ratu peri merah kembali melesat ke arah Liu Ryu, karena sihir yang dia gunakan seakan tidak berfungsi untuk menyerang Liu Ryu.


Liu Ryu juga tidak tinggal diam, langsung melesat ke arah ratu peri merah dengan kecepatan tinggi sambil mengayunkan tangannya.


Bboooom!


Bboooom!


Bboooom!


Pertukaran serangan dari kedua belah pihak, kembali menimbulkan gelombang energi yang semakin menambah kerusakan di sekeliling mereka.

__ADS_1


Bahkan seluruh daratan Efhoria terjadi gempa bumi, akibat benturan energi dari kedua belah pihak.


Hal itu membuat makhluk hidup yang mendiami daratan Efhoria menjadi panik karena gempa yang ditimbulkan tidak pernah terjadi sebelumnya.


__ADS_2