SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 469. Liu Fenglu II


__ADS_3

Setelah terbang dengan kecepatan penuh, Liu Ryu dan Liu Fenglu telah berada di pohon besar tempat kediaman para peri api sebelumnya.


Meskipun Liu Fenglu masih lemah, namun dari segi kecepatan, Liu Fenglu sangat tinggi, karena dia menguasai elemen angin.


Liu Ryu menatap ke arah pohon tersebut, lalu menciptakan sebuah simbol yang sangat rumit.


Seketika pohon tersebut mengeluarkan cahaya, secara perlahan mulai mengecil, dimana Liu Ryu mengambil beberapa Sumberdaya yang lainnya dari Dunia Quzhu.


Buussshh!


Liu Ryu menciptakan Formasi Ruang agar bisa menggabungkan bahan yang melayang di udara.


Melihat kejadian tersebut, Liu Fenglu hanya memperhatikan, karena dia sendiri tidak tau apa yang dilakukan oleh Liu Ryu.


" Beberapa benda ini terlihat aneh." Gumam Liu Fenglu, sambil menatap ke arah benda yang melayang di udara.


Salah satunya adalah Pohon Energi yang juga sudah mengecil, Batu Roh, Batu Bintang dan beberapa jenis Sumberdaya yang lainnya.


Buussshh!


Pusaran angin puyuh yang berada di dalam Formasi Ruang bergerak liar mulai mengekstrak energi dari bahan yang Liu Ryu gunakan, hingga keluar cairan.


Sementara kotoran dari bahan yang digunakan, langsung keluar dari Formasi Ruang, dimana cairan tersebut mengeluarkan cahaya yang menyilaukan mata.


Membutuhkan waktu yang cukup lama, kini semua ekstrak dari benda tersebut menyatu dengan sempurna hingga membentuk sebuah Pil berwarna hijau.


Liu Ryu menjulurkan tangannya, hingga pil tersebut melayang dan berhenti di telapak tangan Liu Ryu.


" Suamiku, untuk apa itu?" Tanya Liu Fenglu, sambil menatap ke arah benda di tangan Liu Ryu.


" Aku namakan Pil ini adalah Pil Angin Hijau. Benda ini sangat cocok untuk perkembanganmu." Ucap Liu Ryu, lalu memberikan Pil tersebut kepada Liu Fenglu.


Liu Fenglu mengangguk kecil, seraya mengambil Pil tersebut lalu mengambil posisi duduk bersila.

__ADS_1


Saat Liu Fenglu sudah memejamkan matanya, Liu Ryu menuntun wanita itu agar bisa menggunakan cara Berkultivasi sesuai dengan pemahamannya.


Buussshh!


Sebuah angin puyuh menyelimuti tubuh Liu Fenglu, hingga terlihat pisau kecil sangat tajam yang tercipta dari elemen angin miliknya.


Pisau kecil itupun berputar mengelilingi tubuh Liu Fenglu, sesuai arah pusaran angin puyuh yang mengelilingi tubuhnya.


" Mahakarya yang sangat sempurna. Jika saja aku memiliki pohon peri itu lagi, maka Liu Fenglu bisa menjadi ratu peri angin, bahkan bisa menjadi raga spesial dewi peri angin." Gumam Liu Ryu sambil menatap ke arah Liu Fenglu yang melayang di udara, saat menyerap energi dari Pil Angin Hijau.


Membutuhkan waktu sekitar satu jam, kini Liu Fenglu membuka matanya, secara perlahan tubuhnya turun ke tanah.


Liu Fenglu merentangkan kedua tangannya, sambil melirik ke arah sepasang sayap hijau transparan di punggungnya.


" Suamiku, apakah ini adalah wujud baruku?" Liu Fenglu terlihat senang, karena sepasang sayap di punggungnya membuatnya bisa terbang lebih cepat dari sebelumnya.


" Ya... Sayangnya aku tidak memiliki pohon peri agar bisa meningkatkan kualitas fisikmu." Liu Ryu merasa kemampuan Liu Fenglu masih belum cukup, karena wanita itu memiliki potensi yang sangat langka.


Mendengar ucapan tersebut, Liu Fenglu mengerutkan kening, karena di sebuah tempat yang cukup jauh dari wilayah kekuasaan peri angin, ada sebuah daratan tinggi hingga mencapai awan.


Mendapatkan pelukan dari Liu Fenglu, Liu Ryu mencium bibir wanita itu dengan lembut, membuat jantung Liu Fenglu berdetak kencang, lalu memejamkan mata untuk menikmati sensasi dari suaminya.


Adegan tersebut berlangsung cukup lama, membuat kedua benda lunak di dada Liu Fenglu mulai mengeras.


" Apa kita akan seperti ini?" Tanya Liu Ryu, karena Liu Fenglu mengalungkan kedua kakinya di pinggang Liu Ryu, bersamaan dengan kedua tangannya memeluk suaminya.


Meskipun merasa malu, namun Liu Fenglu berusaha tidak peduli, karena ingin sekali menempel pada suaminya.


Melihat tingkah Liu Fenglu seperti anak kecil, Liu Ryu hanya menggelengkan kepala, lalu menciptakan awan sebagai pijakan kakinya.


Awan itupun melesat dengan kecepatan tinggi, namun Liu Fenglu sama sekali tidak peduli, karena bersama dengan Liu Ryu, dia bisa mendapatkan kebahagiaan yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata.


 "Ternyata kamu juga sangat agresif." Ucap Liu Ryu sambil menggoda Liu Fenglu.

__ADS_1


Liu Fenglu memonyongkan bibirnya, seraya duduk di samping Liu Ryu, lalu menjelaskan bahwa di bagian selatan tempat tersebut ada daratan tinggi.


" Di tempat itu dijaga oleh tujuh siluman mimpi." Ucap Liu Fenglu.


" Siluman mimpi?" Liu Ryu sedikit mengerutkan kening, karena baru pertama kali mendengar nama tersebut.


" Ya... Siluman mimpi adalah makhluk yang berbentuk telur yang memiliki sepasang kaki di samping mulutnya dan kedua tangannya di samping matanya yang hanya memiliki satu mata."


Liu Fenglu menjelaskan bahwa jutaan tahun yang lalu semua ras peri tinggal di daratan tinggi tersebut.


Namun saat siluman mimpi datang ke daratan tinggi, semua wilayah ras peri dibuat kacau, karena tujuh siluman mimpi memburu dan memakan semua ras peri yang mereka temui.


Saat itulah raja dan ratu peri melarikan diri bersama keluarganya yang tersisa, sehingga menemukan wilayah baru saat menemukan Inti Sel sebagai sumber kekuatan mereka.


" Di kediaman ras peri sebelumnya, banyak memiliki pohon peri sebagai sumber energi bagi ras peri. Karena wilayah itu sudah dikuasai oleh tujuh siluman mimpi, maka tidak ada satupun yang berani kembali ke tempat itu." Liu Fenglu menutup penjelasannya.


" Sepertinya aku harus pergi ke tempat itu." Liu Ryu berpikir untuk mencari keberadaan Inti Sel yang lain terlebih dulu, sebelum pergi ke daratan tinggi.


Di sisi lain Liu Fenglu hanya mengikuti keinginan Liu Ryu, meskipun dia merasa tidak enak jika harus berhadapan dengan sesama ras peri.


Tidak lama kemudian, Liu Ryu dan Liu Fenglu telah berada di sebuah tempat memiliki hawa dingin, dimana seluruh pepohonan diselimuti salju, sehingga seisi daratan tersebut diselimuti salju.


Awan yang menjadi pijakan kaki mereka, kini secara perlahan melambat, hingga mendarat di tanah yang diselimuti salju.


" Sepertinya mereka sudah menyelesaikan Kultivasi." Gumam Liu Ryu, lalu membawa Liu Fenglu ke Dunia Quzhu.


Tepat di Istana Kristal, Liu Yunxia, Dewi Arinia dan Elena langsung menyambut kedatangan suami mereka, sambil menatap ke arah sosok wanita yang menggunakan gaun berwarna hijau.


" Suamiku, siapa wanita ini?" Tanya Dewi Arinia, yang begitu cemburu melihat kemesraan suami mereka bersama wanita lain.


Bahkan Liu Yunxia dan Elena merasa tidak senang jika ada wanita lain di samping suami mereka.


" Dia adalah wanitaku juga." Liu Ryu memperkenalkan Liu Fenglu kepada ketiga Istrinya.

__ADS_1


Mendengar ucapan tersebut, ketiga wanita itu menghela nafas panjang, lalu menarik tangan Liu Ryu, untuk memisahkan dari Liu Fenglu.


Melihat tingkah ketiga wanita itu, Liu Fenglu memasang wajah masam, karena kehadirannya tidak disambut dengan ramah.


__ADS_2