
Tidak hanya itu saja, berbagai jenis Kristal dan bebatuan yang berharga juga dibiarkan menumpuk di Dunia Quzhu, seperti barang yang tidak berharga.
" Sekarang aku akan memotong Gunung ini." Ucap Ryu sambil mengeluarkan Pedang Naga Petir miliknya.
Sesaat Ryu melayang di udara hingga berhenti pada jarak tertentu sambil menatap ke arah Gunung yang menjulang tinggi.
Tanpa menunggu lama, Ryu langsung mengalirkan Qi miliknya dalam jumlah besar pada Pedang Naga Petir.
Craaash!
Ayunan Pedang Naga Petir menciptakan gelombang tipis yang memadat hingga mampu memotong Gunung yang sangat besar tersebut.
Wuush!
Ryu mengibaskan tangannya membuat potongan Gunung tersebut hancur berkeping-keping membentuk debu yang berterbangan.
Wuush!
Ryu melesat ke arah gunung yang berhasil dia potong, lalu mengeluarkan berbagai macam jenis Kristal dan bebatuan.
Dengan kekuatan spiritual miliknya, Ryu berkonsentrasi untuk membentuk sebuah Istana yang baru sesuai dengan apa yang ada di pikirannya.
Di sisi lain Gong Ziya dan pasukan Semesta yang berasal dari Ras Peri Hutan juga tidak tinggal diam.
Mereka juga menggunakan kekuatan spiritual mereka untuk menyingkirkan pepohonan yang berada di wilayah tersebut menjadi manusia pohon lalu berjalan menuju luar tembok besar yang dibuat oleh Pasukan Semesta pria yang lainnya.
Saat semua manusia pohon sudah berada di luar tembok, kini mereka berjejer rapi lalu kembali menjadi pohon pada umumnya.
Begitupun dengan Xie Xian dan Istri Ryu yang lain, mereka juga tengah sibuk untuk menata wilayah tersebut sebaik mungkin.
" Sekarang tugas kita adalah menciptakan Formasi Pelindung di hutan ini." Ucap Feng Quinlan sambil menatap saudarinya yang lain.
" Baik." Keempat Istri Ryu yang berasal dari Klan Feng langsung terbang ke udara dengan jarak tertentu.
Buussshh!
__ADS_1
Seketika tercipta sebuah kubah transparan mengelilingi tempat tersebut, dimana dikuatkan lagi dengan Batu Bintang yang ditancapkan oleh Pasukan Semesta sebelumnya.
" Kalian semua, bantu aku menciptakan danau mengelilingi gunung itu!" Ucap Xie Xian sambil menunjuk ke arah Gunung tempat Ryu yang sedang menciptakan Istana.
" Baik." Long bersaudara dan Huang bersaudara mengangguk lalu terbang mengitari gunung tersebut.
Dengan kekuatan spiritual mereka, Xie Xian, Long bersaudara dan Huang bersaudara membuat retakan tanah mengelilingi gunung tersebut hingga tercipta sebuah galian memanjang.
" Pekerjaan kita membawa aliran sungai besar itu menuju retakan tanah disana." Ucap She Xia sambil menunjuk ke arah sungai besar.
" Baik." She Ling, She Bing dan She Zhilin mengangguk, lalu melesat ke arah sungai besar.
Di sisi lain Jiu Wei Hu juga tidak tinggal diam, dimana dia mengeluarkan semua harta benda yang ada di Dunia Quzhu.
Memakan waktu yang cukup lama, kini gunung yang awalnya sangat megah, telah disulap seperti sebuah pulau kecil, dimana sekelilingnya telah diisi air seperti sungai yang sangat luas dengan lebar seratus meter.
Di sisi lain Ryu yang baru saja menyelesaikan Istana ciptaannya, kini terlihat sebuah Istana yang sangat megah dan menjulang tinggi seakan menembus awan.
" Dao Luo... Coba kamu lihat Istana yang diciptakan Dewa Agung itu?" Ucap Yan Ran sambil menunjuk ke arah Istana dari kejauhan.
Meskipun mereka berada di tempat yang sangat jauh, namun Pasukan Semesta dapat memperkirakan bahwa Istana ciptaan Ryu mampu menampung ribuan hingga satu juta orang.
" Itu wajar saja... Dewa Agung memiliki banyak Istri, pasti dia sudah merencanakan hal itu." Ucap Dao Luo sambil menggelengkan kepala karena Istana yang diciptakan Ryu sangatlah tidak masuk akal.
Di tempat lain Ryu langsung melesat ke lantai tertinggi di Istana ciptaannya, dimana memiliki 100 lantai.
Di lantai 100, Ryu seakan berada di atas awan, karena Istana ciptaannya seakan membelah awan.
" Apa ada yang kurang?" Ryu bergumam sambil menatap ke arah lantai dasar Istana yang hampir tidak terlihat oleh mata telanjang.
Sesaat Ryu menghitung dari setiap kamar yang berada di Istana ciptaannya, lalu memperkirakan jumlah anak-anaknya.
" Jumlah Istriku ada 118, ditambah lagi dengan keenam wanita itu, aku rasa sudah cukup." Ryu teringat akan Luan Hua dan kelima rekannya, dimana Ryu dapat merasakan bahwa mereka sangat menyukainya.
Tentu Ryu menyadari bahwa keenam wanita itu tidak akan pernah membuka hatinya kepada orang lain kecuali dirinya sendiri.
__ADS_1
Karena tekad dari keenam wanita tersebut, hati Ryu sedikit tersentuh, dimana dia juga ingin menjadikan mereka sebagai Istrinya.
Namun Ryu tidak ingin memperistri keenam wanita itu sebelum dia memberikan sesuatu kepada mereka.
" Kalian tunggu saja. Suatu saat aku akan menikahi kalian." Ryu bergumam, karena dia menginginkan keenam wanita itu agar masih suci untuk sebelum menjadikan mereka sebagai Ras Dewa tertinggi.
Jika Luan Hua dan kelima rekannya tidak suci lagi, maka Ryu tidak bisa membantu mereka menjadi Dewa tertinggi di Dunia Tiantang.
Setelah itu Ryu berpindah tempat ke luar Istana ciptaannya untuk mendatangi Istrinya yang lain.
" Suamiku, bagaimana dengan pekerjaan kami?" Tanya Xie Xian sambil menunjuk ke arah sungai yang mengelilingi gunung tempat berdirinya Istana.
" Sangat sempurna. Danau ciptaan kalian mengingatkanku pada Sekte Tirai Air di Benua Tengah." Ucap Ryu sambil menatap ke arah jembatan yang menghubungkan antara pinggir sungai dan gunung tempat berdirinya Istana.
" Ya... Meskipun kami tidak pernah melihatnya, namun kami memiliki sedikit gambaran dari cerita Sheng Zhishu." Ucap Xie Xian yang terlihat senang karena Ryu menyukai karya mereka.
" Untuk masalah penataan taman bunga, hanya Sheng Zhishu, Nan Sian, Zhao Luyi dan Zhao Liying saja yang sangat mahir." Xie Xian tersenyum pahit, meskipun mereka bisa menciptakan tanaman bunga mengelilingi gunung tersebut namun takut malah merusak pemandangan Istana ciptaan suami mereka.
" Kalian tidak perlu khawatir, karena aku juga berencana untuk membawa mereka kesini." Tentu Ryu sangat merindukan Istrinya yang berada di Dunia Abadi.
" Istana ini sangat luas dan indah. Apa sudah diberi nama?" Tanya Jiu Wei Hu.
" Aku belum memikirkan kesitu. Apa kalian ada usul?" Ryu kembali bertanya kepada Istrinya.
Sesaat Xie Xian dan Istri Ryu yang lain menatap ke arah Istana tersebut dengan seksama.
Lantai dasar tercipta dari kristal yang sangat berharga, sedangkan dindingnya dihiasi dengan berbagai corak berwarna pelangi, namun terkesan sangat indah dan cantik.
Lalu tatapan mereka tertuju pada puncak Istana tersebut seperti Istana yang berdiri di atas awan.
" Jika dilihat dari kejauhan, Istana ini terlihat berdiri di atas awan. Bagaimana kalau kita namakan Istana Atas Awan?" Xie Xian memberi usul.
" Nama yang sangat cocok." Ucap Istri Ryu yang lain dengan serentak.
" Baiklah, kita akan namakan Istana Atas Awan. Sekarang aku akan membuat tangga raksasa untuk mencapai Istana itu." Ucap Ryu, lalu melesat ke arah kaki gunung.
__ADS_1
Tanpa menunggu lama, Ryu langsung menciptakan tangga raksasa agar bisa mencapai Istana Atas Awan dengan berjalan kaki.