SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 455. Ratu Siluman Tikus Darah


__ADS_3

Tidak lama kemudian, Liu Ryu dan ketiga Istrinya telah sampai di sebuah lembah dimana terlihat sebuah goa yang cukup besar di depan mereka.


" Kita masuk sekarang." Ucap Liu Ryu, lalu melangkahkan kakinya menuju mulut goa.


Tidak lama kemudian, Liu Ryu dan ketiga Istrinya telah berada di bagian terdalam goa, dimana tatapan mereka tertuju pada sebuah benda kenyal berwarna abu-abu.


" Inti Sel makhluk apa ini?" Gumam Liu Ryu sambil menyentuh benda tersebut.


Liu Ryu memejamkan mata untuk mengetahui Inti Sel tersebut, hingga ketiga istrinya saling berpandangan.


Sesaat kemudian, Liu Ryu membuka mata sambil tersenyum puas karena Inti Sel tersebut sesuai keinginannya.


" Suamiku, apa kamu mengetahui Inti Sel siapa itu?" Tanya Liu Yunxia.


" Sepertinya Inti Sel ini adalah Inti Sel yang dikumpulkan oleh raja siluman Landak Api sebelumnya." Jawab Liu Ryu, lalu memasukkan ke Cincin miliknya.


Liu Ryu menjelaskan bahwa raja siluman Landak Api belum sempat menyerap Inti Sel tersebut karena belum mencapai tahap tertentu.


Jika itu terjadi, maka raja siluman Landak Api akan menjadi Dewa tertinggi yang mampu mengalahkan semua penguasa di dunia itu.


" Sebaiknya kalian menyerap Inti Roh raja siluman Landak Api terlebih dulu, sebelum melanjutkan perjalanan." Liu Ryu membawa ketiga Istrinya kembali ke Dunia Quzhu.


Tepat di depan Istana Kristal, Liu Ryu mengeluarkan Inti Roh raja siluman Landak Api agar ketiga istrinya bisa menyerapnya.


Tanpa membuang waktu, Liu Yunxia, Dewi Arinia dan Elena mengambil posisi duduk untuk menyerap energi dari Inti Roh yang seukuran bukit kecil.


Liu Ryu hanya menuntun ketiga istrinya agar cepat meningkatkan Kultivasi mereka, karena perjalanan mereka masih jauh.


*******


Pada keesokan harinya, Liu Ryu dan ketiga Istrinya keluar dari Dunia Quzhu dengan sebuah senyuman puas dari wajah mereka.


Kini Liu Yunxia, Dewi Arinia dan Elena berhasil menerobos Bintang Roh, berkat Inti Roh raja siluman Landak Api dan Inti Roh siluman yang lainnya.


" Sebaiknya kita lanjutkan perjalanan." Ucap Liu Ryu, lalu menciptakan awan sebagai pijakan kaki mereka.


Tanpa membuang waktu, Liu Ryu mengendalikan awan tersebut ke sebuah arah dimana letak Inti Sel selanjutnya.


Membutuhkan waktu selama tiga hari dengan kecepatan penuh, kini Liu Ryu dan ketiga Istrinya telah berada di sebuah tempat yang terlihat ada empat gunung berjejer rapi.


Liu Ryu menyipitkan matanya karena keempat gunung tersebut bukanlah gunung biasa, melainkan makhluk raksasa.


Liu Ryu mengukur tingkat kemampuan dari keempat makhluk raksasa itu, agar bisa memilih lawan yang tepat.


" Suamiku, apa yang terjadi?" Tanya Dewi Arinia, karena Liu Ryu menghentikan perjalanan mereka.


" Keempat gunung itu bukan gunung biasa, melainkan raja dan ratu dari siluman." Ucap Liu Ryu, sambil menunjuk ke arah keempat gunung.


Setelah itu Liu Ryu membagi tugas kepada ketiga istrinya untuk berhadapan dengan sosok yang berada di depan mereka.


" Istriku, kamu harus melawan ratu siluman tikus darah disana." Liu Ryu meminta kepada Elena untuk mengambil lawan di arah paling kanan.


Dengan penuh rasa percaya diri, Elena langsung mengeluarkan panah miliknya, lalu melesat ke arah ratu siluman tikus darah.


" Istriku, kamu harus melawan raja siluman tikus darah disana." Liu Ryu meminta kepada Dewi Arinia untuk berhadapan dengan raja siluman tikus darah.

__ADS_1


Dengan sebuah anggukan kecil, Dewi Arinia langsung melesat ke arah raja siluman tikus darah.


" Dan yang terakhir, kamu harus melawan raja siluman ular piton disana." Ucap Liu Ryu, sambil menunjuk ke arah gunung yang memanjang di bagian kiri.


" Baik." Jawab Liu Yunxia yang kini penuh percaya diri, langsung melesat ke arah yang ditunjukkan.


Sedangkan Liu Ryu sendiri langsung melesat ke arah gunung yang paling besar di tempat yang cukup jauh dari ketiga makhluk raksasa lainnya.


Gunung yang paling besar itu tidak lain adalah wujud dari raja siluman kera yang memiliki kekuatan besar dari yang lainnya.


*******


Di sisi lain, Elena yang sudah berada di depan ratu siluman tikus darah, kini menatap ke arah makhluk raksasa yang tubuhnya sudah ditumbuhi pepohonan.


Beberapa saat kemudian, gunung itupun bergetar hebat hingga menciptakan gempa bumi, dimana pepohonan yang berada di tubuh ratu siluman tikus darah langsung bertumbangan.


Elena memasang wajah serius, sambil menatap ke arah sepasang mata berwarna merah darah yang sedang menatapnya.


" Manusia... Tidak menyangka jika ada manusia yang memiliki kekuatan besar sepertimu."


" Tapi sayangnya ukuran kecil itu tidak bisa membuatku merasa kenyang." Ratu siluman tikus darah menatap tajam ke arah Elena.


Tanpa berkata apapun, Elena langsung mengarahkan panahnya dengan mengeluarkan Qi dalam jumlah besar.


" Panah Cahaya, Ledakan Cahaya."


Jleeep!


Sebuah anak panah berukuran besar melesat cepat ke arah ratu siluman tikus darah.


Buussshh!


Sebuah gerbang raksasa berwarna merah darah muncul di hadapan ratu siluman tikus darah.


Bboooom!


Ledakan energi dari kedua belah pihak menciptakan gelombang kejut menyebar ke berbagai arah.


Traaang!


Bersamaan dengan benturan kedua serangan, gerbang darah hancur berkeping-keping.


" Baru kali ini ada manusia yang memiliki kekuatan besar." Ucap ratu siluman tikus darah, sambil menatap ke arah Elena yang melayang di udara.


Buussshh!


Ratu siluman tikus darah menciptakan pelindung energi mengelilingi tubuhnya, hingga tercipta seluruh bulunya berwarna merah darah.


" Sihir Darah, Tombak Darah."


Jleeep! Jleeep! Jleeep!


Satu-persatu tombak berwarna merah darah melesat ke arah Elena dengan kecepatan tinggi, layaknya meteor.


" Sihir Cahaya, Bayangan Cahaya."

__ADS_1


Wuush!


Elena melesat dengan kecepatan tinggi, untuk menghindari arah serangan dari ratu siluman tikus darah.


Bboooom!


Bboooom!


Bboooom!


Belasan tombak darah meledak, membuat wilayah sekitar diselimuti lautan darah.


Elena yang melihat kejadian itu, kini memasang wajah serius, karena sihir yang dilepaskan oleh ratu siluman tikus darah memiliki racun korosif.


Seketika bau amis dari efek serangan menyebar di udara hingga membuat pepohonan seakan meleleh.


" Sangat mengerikan." Gumam Elena, lalu menyelimuti tubuhnya dengan pelindung cahaya, lalu menoleh ke arah ratu siluman tikus darah.


" Panah Cahaya, Pembelah Gunung."


Jleeep!


Serangan anak panah dari Elena, kini melesat cepat ke arah ratu siluman tikus darah dengan kecepatan tinggi.


" Sihir Darah, Tombak Darah."


Ratu siluman tikus darah, kembali mengeluarkan tombak darah berukuran besar ke arah serangan dari Elena.


Bboooom!


Benturan dari kedua serangan, menciptakan gelombang energi yang membuat tanah dibawahnya menciptakan kawah besar.


" Panah Cahaya, Hujan Seribu Pedang."


Jleeep!


Elena melepaskan serangan anak panahnya ke arah langit, hingga menciptakan sebuah lingkaran cahaya membentuk sebuah simbol.


Jleeep! Jleeep! Jleeep!


Ribuan pedang cahaya melesat ke arah ratu siluman tikus darah, membuatnya memasang wajah serius.


" Sihir Darah, Pelindung Darah."


Buussshh!


Sebuah kubah berwarna merah darah mengelilingi tubuh ratu siluman tikus darah.


Bboooom!


Bboooom!


Bboooom!


Ledakan demi ledakan dari pedang cahaya membentur kubah darah dari ratu siluman tikus darah menciptakan getaran gempa di wilayah pertarungan.

__ADS_1


__ADS_2