Dear, Jodohku!!

Dear, Jodohku!!
Bukan Fauzi, tapi Farhan..


__ADS_3

Aku bukan tipe anak yang bila hari libur akan bangun siang dan mandi siang atau bahkan mandinya di satuin saja sama sore dengan dalil hemat air, hemat sabun, hemat waktu dan hemat tenaga.


Meskipun tidak sepagi ketika hari sekolah, tapi aku pasti bangun awal dan segera mandi setelah kamarku selesai kubereskan.


Tapi sepertinya berbeda dengan hari ini. Karena awal hariku diawali dengan bertengkar dengan Fauzi, sehingga aku mandi agak kesiangan.



Ttokk ttokk ttookk..



Aku melirik "Lah siapa lagi?" gerutuku.



Seharian ini, suara ketukan pintu rumahku seolah menjadi trend..



"Ya ampun Fauzi, apa dia gak jadi ikut sama temannya" Pikirku sambil melangkah turun.



Ttokk ttokk..



"Apa lagi sih sayang??" Tanyaku seketika membuka pintu.



"Eh, loh kak?" aku terkejut melihatnya..



"Hai.." Sapanya..



"Oh, Hai.. Kenapa kak?"



"Fauzi minta aku nemenin kamu ke Gallery"



"Haa??" Responku spontan



"Bukan 'Haa??', tapi aku bilang Fauzi minta aku nemenin kamu ke Gallery" Jelasnya



"Ah, maksudku.. Kenapa?"



"Ya mana aku tahu, tetiba Fauzi nelfon minta aku nemenin kamu"



🎡🎢🎢


Telfon genggamku berdering..



"Ah, masuk dulu kak.. Sebentar aku angkat telfon dulu" Kataku sambil berlari kecil menuju kamar.



"Farhan udah sampai sayang?" Tanya Fauzi dari seberang telfon.



"Kamu minta kak Farhan buat nemenin aku ke Gallery?" Tanyaku.



"Iya, aku tau.. Kamu akan bosan dirumah hari ini sendirian, aku juga gak bisa nemenin kamu bahkan untuk sekedar chat"



"Ya tapi gak harus sampai kamu minta kak Farhan nemenin aku kan.. Aku bisa kok ke Gallery sendiri kalau mau"



"Gak sayang, kamu kalau main ke Gallery sendiri bisa dilirik orang entar. Kan kalau ada Farhan, mereka akan mikir-mikir kalau mau naksir kamu"



"Ya tapi ini bisa ngerepotin kak Farhan"



"Gak ngerepotin sayang.."



"Kok jadi kamu yang ngomong gitu, ya kan kak Farhan nemenin aku.."



"Farhan juga tempo hari ngebahas lukisan kok.. Dia sebenarnya kepengen pergi, cuman gak ada aja yang bisa dia ajak pergi"



"Tapi sayang.."



"Udah, gak ada tapi-tapian" Katanya memotong pembicaraanku.


"Sana jalan, kelamaan kita nelfon malah makin lama Farhannya menunggu" sambungnya..



"Gak harus seperti ini kok.."



"Aku gak mau kamu bete sendiri dirumah sayang, lagian Farhan juga emang lagi kepengen liat-liat"



"Ya udah deh, aku siap-siap dulu"



"Oke, Kabari aku kalau sudah pulang sayang.. I Love You πŸ’œ"

__ADS_1



"Love U too πŸ’œ "



Telfon terputus.



Aku berjalan menghampiri Farhan yang sedari tadi duduk menunggu diruang tamu. Betapa berdosanya aku meninggalkan tamuku seperti itu.



"Minum kak.." Kataku sambil menyodorkan segelas teh hangat yang kuseduh sebelum menghampirinya.



"Ah, makasih.." Katanya sambil menyeruput teh yang aku sajikan


"Eh panas panas.." Katanya spontan.



Aku tertawa kecil.



"Pelan-pelan kak.."



"Ya lagian kamu, siang-siang begini ngasihnya teh panas.."



"Eh maaf kak, soalnya aku gak tau mau ngasih kakak minum apa.. Kakak juga gak ngerequest"



"Udah kayak di Kafe aja minumnya di request"



"hehehe.. Yaudah kakak mau minum apa? Aku ambilin.."



"eh gak usah.. Ini jadi pergi gak?"



"Kalau aku terserah kakak aja"



"Yaudah ayo, males aku kalau sampai diomelin sama Fauzi lagi.."



"Bentar kak, aku siap-siap dulu"



"Oh oke, aku tunggu.."



Aku bergegas siap-siap.



Ah, tak mengapa.. Meski bukan Fauzi, aku cukup senang.



"Nih..." Kata Fauzi sambil menyodorkan sebotol air padaku yang duduk beristirahat dikursi taman sekitar gallery.



"Makasih kak" Jawabku tersenyum.



Aku selalu berfikir. Kekuatan seperti apa yang dimiliki orang-orang yang mampu membuka botol minuman hanya dengan sekali putar.


Melihatku kesusahan, Farhan meraih kembali botol minuman yang ia berikan padaku.



"Kan bisa minta tolong sama aku" Katanya sambil kembali menyodorkan botol minuman yang sudah terbuka.



"Makasih kak" jawabku sedikit malu.



"Besok-besok cari pacar yang bener dek" Kata Farhan sambil bersandar dikursi taman.



"Uhukkk..." Aku sampai terbatuk-batuk mendengar kata-kata Farhan



"Kamu gak papa? Katanya sambil menyodorkan Tissue kepadaku.



Aku hanya mengangguk.



"Hemm... Kamu kaget? Maksudku bukan gitu" Lanjutnya.


"Cari pacar yang waras sedikit lah dek, ini temannya sendiri dijadiin peran pembantu buat nemenin pacarnya main" Jelasnya.



"Hehe, maaf kak.. Aku udah bilang gak usah tadi sama Fauzi, tapi..."



"Fauzi itu kurang Waspada apa emang gak curiga?" Katanya memotong pembicaraanku.



Aku menatapnya lekat. Aku tidak mengerti apa yang Farhan maksud.



"Fauzi apa gak pernah nanya-nanya tentang aku ke kamu?" Tanyanya

__ADS_1



"Gak, emangnya kenapa kak?"



"Jadi Fauzi gak curiga tentang perasaanku ke kamu?" Tanya lagi.



"emhh.. Mungkin" Jawabku ragu.



"Fauzi itu.. gak peka, gak curigaan, apa emang gak ada waspadanya.. Untung aja aku udah merubah niat, nah coba kalau gak.. Bisa aku tikung dah ini ceweknya disini" Katanya dengan sedikit mengomel.



"Bukan gitu kak" Jawabku..


"Bukan Fauzi gak peka atau apalah.. Tapi karena Fauzi percaya sama aku" Lanjutku.



Farhan balik menatapku, aku tersenyum.



"Tapi, terlebih Fauzi percaya sama aku. Fauzi lebih percaya lagi ke kakak" Jelasku.



"Iya kamu benar" Katanya sambil mengalihkan pandangannya dariku dan tersenyum.



Andaikan hari itu tidak ada pernyataan menyerah dari Farhan. Mungkin aku tidak akan berani untuk jalan berdua dengannya seperti ini.


Mungkin saja sampai detik ini aku masih menjaga jarak dengan Farhan, dan juga mungkin saja kami akan terus canggung.



Aku percaya dengan Farhan, dia tidak akan mencoba mengkhianati Fauzi sebagai temannya dan melihatku sebagai orang yang disukainya. Aku merasakan bagaimana cara Farhan menatapku berbeda dengan yang dulu. Kurasa benar dia sudah menghapus aku sebagai wanita yang disukainya.



Hari mulai sore, matahari mulai meredupkan cahaya. Farhan mengantarku pulang. Sepanjang perjalanan kami membahas hal-hal yang tidak penting, bercerita tentang hal-hal disekolah, hal yang kusenangi dan hal yang tidak kusenangi, juga hal yang dia senangi dan hal yang tidak dia senangi. Kami saling bertukar pikiran, sesekali melempar candaan dan tertawa lepas bersama.



Aku jadi lebih mengenal Farhan, sosok yang terlihat dewasa tetapi sangat asyik diajak bertukar pikiran. Kami jadi larut bercerita dengan diri kami masing-masing dan saling mendengarkan satu sama lain.


Aku jadi lebih tau beberapa hal baru tentang Farhan. "Ah dia cukup menyenangkan diajak mengobrol" Pikirku.



**



Besok adalah hari senin.. Baju selesai ku setrika dan buku pelajaran sudah aku siapkan semua. Ya kan.. Aku adalah Salwa siswi kelas 2 Sekolah menengah atas yang rajin. Haha padahal aku bukannya rajin sekali, ini hanya pewaspadaan agar tidak terlambat besok pagi.



"Mianhe Oppa, kemarin gak jadi jengukin kalian. Ah.. Mataku benar-benar butuh asupan orang-orang tampan" Kataku sambil cengengesan menatap beberapa foto Idola Boyband K-pop di Smartphoneku.



Tingtonggg..


Notif pesan masuk. Pesan dari Farhan.


Farhan mengirimkan beberapa foto saat di Gallery tadi yang diambil melalui Handphonenya.



"Yang di Hp Salwa kirim balik" menyusul pesan textnya setelah beberapa foto dikirmnya.



Aku mengirimkan beberapa foto kembali.



"Haha yang ini lucu" Balasnya pada foto yang kukirimkan yang memperlihatkan komukku yang belum siap.



"Jangan ngeledek kak.." Balasku.



"Haha maaf, maaf tapi ini beneran lucu"



Kami jadi asyik melempar ejekan satu sama lain lewat pesan text.



"Boleh aku telfon?"



Aku terdiam sejenak menerima pesan Farhan itu



"Kalau gak boleh juga gak papa" Pesannya lagi.



Ah, aku jadi tidak enak menolak.. Seharian Farhan sudah menemaniku.



"Boleh kok kak" balasku.



Aku jadi bercerita dengan Farhan di telfon. Bercerita panjang lebar dan kembali melempar candaan bersama.


Aku jadi larut dalam asyiknya percakapanku, hingga aku lupa mengabari Fauzi. Apakah Fauzi sudah pulang? Aku bahkan lupa sekedar memikirkan itu.


Entah sampai jam berapa telfon ini berlangsung, hanya saja karena terasa menyenangkan aku jadi tidak ingin mengakhirinya sampai mataku benar-benar harus istirahat.


.


~


~


Maaf Jika ceritanya kurang menarik πŸ™

__ADS_1


Dan terimakasih yang telah membaca 😊



__ADS_2