Dear, Jodohku!!

Dear, Jodohku!!
Perasaan yang tak jelas


__ADS_3

Mereka masih menikmati makan siang mereka di kantin sembari diselingi dengan obrolan ringan.


“Lu gimana Kay?” Tanya Erika pada Mikayla


“Apa?” Mikayla yang tidak mengerti pertanyaan Erika, balas bertanya tanpa mengalihkan pandangannya dari makanan yang sedang dinikmatinya.


“Lu suka gak sama Fariz?”


“Uhukk uhukk..” Spontan saja Mikayla terbatuk-batuk akibat tersedak setelah mendengar pertanyaan tiba-tiba dari Erika.


Fariz dengan cepat memberikan segelas air pada Mikayla. Erika pun sampai dibuat terkejut melihat Mikayla yang sampai tersedak makanan.


“Kay, Lu gak apa-apa?” Tanya Erika panik.


Mikayla mengacungkan jempolnya, memberi isyarat kalau dia baik-baik saja.


“Kalau makan pelan-pelan, Kay” Tegur Fariz. Jelas terlihat ia sangat khawatir pada Mikayla.

__ADS_1


“Lagian Lu sih Ka, ngadi-ngadi aja Lu bertanya kayak gitu ke Mikayla”


“Ya habis gue penasaran Leon, secara kan banyak banget yang naksir sama Fariz. Sedang Mikayla, dia kemana-mana bareng Fariz, jadi gue penasaran sama perasaan Mikayla ke Fariz kayak gimana” Jelas Erika sebagai bentuk pembelaan dirinya, yang tidak terima akan tuduhan Leon.


“Eh iya ya.. Gue jadi penasaran juga” Leon yang sebelumnya menegur Erika yang menurutnya pertanyaannya cukup aneh tadi, kini berbalik turut penasaran juga. “Jadi Kay, perasaan Lu ke Fariz gimana?”


“Ha?” Mikayla sempat kebingungan “Ya-yaa.. ya gitu..”


“Gitu gimana?”


“Ka-kalian apa-apaan sih bertanya kayak gini, ya jelas lah gak ada perasaan apa-apa” Jawab Mikayla di susul dengan tawanya yang terdengar canggung.


Fariz mengalihkan pandangannya dari Mikayla, ia menunduk dalam sejenak kemudian kembali mengangkat pandangannya dan berusaha memperlihatkan ekspresi yang biasa saja. Sedang Leon yang tahu perasaan Fariz, hanya bisa menatap Fariz.


“Jadi perasaan Lu ke Fariz biasa aja gitu?” Erika sekali lagi bertanya untuk memperjelas.


“Ya emangnya Lu ngarep gue punya perasaan apa ke Fariz?”

__ADS_1


“Ya juga sih, pasti Lu udah terbiasa sama Fariz, secara dari kecil kalian udah bareng-bareng, jadi Fariz yang super kece di mata orang lain, udah biasa-biasa aja buat Lu”


“Nah.. Itu Lu tau” Jawab Mikayla sembari berusaha menahan perasaan tak karuan yang sedang ia rasakan saat ini.


“Kalau Lu gimana, Riz?” Erika balik bertanya pada Fariz.


“Memangnya Lu pikir jawaban gue sama Mikayla bakal beda?” Jawab Fariz tanpa balik menatap Erika yang bertanya padanya. Ia hanya menatap makanan yang ada di depannya saja. Sedang Leon, kembali berbalik menatap Fariz dengan lekat. Leon tahu, ada luka yang sedang sahabatnya itu rasakan sekarang.


Tidak hanya Leon, kini Mikayla juga menatap Fariz dengan lekat. Sorot matanya jelas memperlihatkan bahwa ada rasa tak senang yang ia rasakan mendengar jawaban Fariz, meski ia tahu itulah jawaban yang pasti Fariz berikan dari pertanyaan Erika perihal perasaan Fariz terhadapnya.


“Iya sih, kalian pasti udah terbiasa satu sama lain, entah itu Mikayla atau Fariz, pastinya perasaan kalian juga sama. Padahal..”


“Erika.. Bel bentar lagi bunyi dan makanan Lu masih banyak banget” Leon angkat suara. Leon tahu, perihal perasaan tak enak yang sedang dirasakan oleh Fariz karena jawaban Mikayla tadi, bukanlah salah Erika mengingat Erika tidak tahu dengan perasaan Fariz. Namun bagi Leon, pertanyaan dan apapun yang akan Erika bahas perihal perasaan Mikayla dan Fariz akan semakin menjadi salah jika berkelanjutan. Sehingga Leon dengan cepat mengalihkan pembahasan Erika.


“Ah iya..”


Erika menyantap makanannya dengan lahap, dan Leon terus melirik Fariz sembari memperhatikan gerak geriknya. Sedang Fariz dan Mikayla, sedang terlibat percekcokan batin dengan perasaan mereka masing-masing.

__ADS_1


__ADS_2