
Jam pelajaran terakhir, aku meraih ponselku dan mengabari Farhan.
"Aku udah selesai.." Pesan singkat yang kukirim pada Farhan
"Aku udah diluar nungguin kamu?"
"Eh, Farhan udah datang dan nungguin aku diluar?" Gumamku.
Aku berjalan keluar, dan benar saja kulihat mobil Farhan terparkir disebrang jalan.
Ponselku kembali bergetar, satu pesan masuk dari Farhan.
"Maaf, aku gak bisa ngejemput kamu kesana. ini jam pulang sekolah, banyak sekali teman-teman yang akan keluar dan beberapa dari mereka tahu antara kamu dan Fauzi, apa yang dipikirkan mereka kalau ngeliat aku ngejemput kamu secara langsung kesana.."
Ah benar juga apa yang dikatakan Farhan, bisa-bisa menjadi kacau kalau ada yang mengenal aku dan Fauzi melihat Farhan menjemputku. Aku berjalan menyebrang jalan menghampiri mobil Farhan.
"Gimana sekolahnya?" Tanya Farhan seketika aku masuk kedalam mobilnya.
"Ya seperti biasa, cuman materinya makin hari makin banyak.."
"Namanya juga udah kelas tiga kan.. jadi.." Perkataan Farhan terhenti mendengar ada notif masuk di ponselnya. Farhan meraih ponselnya dan berkutat dengan ponselnya sejenak.
Notif dari siapa? Pikirku saat melihat Farhan membacanya sambil tersenyum kecil.
"Jadi mau kemana?" Tanyaku membuat perhatian Farhan dari ponselnya teralihkan ke aku.
"Eng.. eh.. Terserah kamu saja, aku ngikut sama kamu saja.."
"Biasanya juga kan kakak yang nentuin.."
"Mulai sekarang aku mau nurutin yang Salwa mau saja.." Kata Farhan tersenyum..
"KIta main ketempat wisata aja.. gimana?"
Farhan tidak merespon perkataanku, notif yang masuk setelahnya kembali membuatnya fokus pada ponselnya. Ah ini menyebalkan.
"Kak..."
"Eng yah? Ke ke taman ya?? oke ayo.."
"Kakak gak ngederin aku?" Tanyaku mulai kesal.
"Ah maaf sayang, karena kabur teman-teman yang lain jadi ngehubungi terus seperti ini.."
__ADS_1
"Aku bilang ke tempat wisata.. bukan taman.."
"Oke.. mau ketempat wisata yang indoor atau outdoor?"
"Outdoor.."
"Oke goo.."
Katanya lalu mulai menyetir.
"Teman yang mana yang ngechat dia sampai dia tersenyum begitu" PIkirku kesal.
Mobil melaju, entah tempat wisata yang mana Farhan membawaku, jujur saja tadinya aku sempat kesal melihat Farhan yang sibuk dengan ponselnya, tapi beberapa menit setelahnya Farhan kembali mencairkan suasana dengan candaannya yang membuat kesalku menjadi hilang dan kembali nyaman.
Kami tiba disalah satu tempat wisata yang bisa memanjakan mata dan menghilangkan lelah. Taman bunga yang ditata rapi berdasarkan warna dan jenisnya. ada beberapa informasi yang disediakan di setiap bunga guna untuk menambah pengetahuan pengunjungnya. Sangat romantis untuk dikunjungi oleh sepasang kekasih.
Karena hari ini bukan hari libur, sehingga pengunjung terlihat sepi, kursi-kursi yang biasanya dipenuhi pengunjung beberapa nampak kosong. Hanya beberapa orang yang berjalan bergandengan dan juga hanya beberapa penjual cemilan yang terbuka yang mewakili tiap warna bunga.
"Aku beli minum dulu.. Kamu mau apa?" Kata Farhan sembari meletakkan tasnya di bangku.
"Apa aja.."
"Air putih? sejenis jus atau susu?"
"Mau cemilan juga?"
"Boleh.."
"Oke, tunggu aku disini.." Kata Farhan berlari kecil.
Aku meraih ponselku, mengabari Ibu untuk memberi tahu bahwa aku telat pulang. Ibu akan khawatir jika aku tidak memberitahunya.
Sembari aku menunggu Farhan duduk disalah satu kursi kosong ponselnya yang diletakkan diatas tasnya begitu saja berdering. Farhan lupa membawa ponselnya.
"Sepertinya Farhan akan agak lama kembali. Ini juga dari tadi siapa sih nelfon terus.." Gerutuku mendengar ponsel Farhan yang sedari tadi berdering.
"Lebih baik aku angkat sambil nunggu Farhan kembali, bisa-bisa yang nelfon jadi khawatir kalau telfonnya terlalu lama menunggu untuk dijawab" PIkirku sambil meraih ponsel Farhan dan menjawab telfon masuknya.
"Kamu dimana sayang? Ngangkatnya lama betul?" Tanya seorang dari seberang telfon, suara perempuan.
"Siapa ini? Mengapa memanggil Farhan dengan panggilan sayang? Siapa perempuan yang sedari tadi menelfon Farhan? Apa dia juga yang mengirimi Farhan pesan sampai membuatnya tersenyum tadi?" PIkirkan jadi tidak jelas. Aku langsung mengakhiri panggilan masuk itu, aku tidak tau harus menjawab apa dan harus seperti apa.
Ponsel Farhan kembali berdering, panggilan masuk dari kontak yang sama sebelumnya. Kontak yang disimpan hanya dengan Inisial huruf 'K'. Kembali aku mengangkatnya.
__ADS_1
"Kok dimatiin?" Tanya perempuan itu setelah aku menjawab panggilannya.
"Maaf, Farhan lagi gak bisa ngejawab telfonnya.." kataku
"Eh?" Kudengar perempuan itu sedikit terkejut "Maaf ini siapa?" Tanyanya kemudian.
"A aku??" Aku seperti tidak berani mengaku sebagai kekasih Farhan, aku ingin mendengar apa jawaban perempuan ini setelahnya. "A aku temannya.." Jawabku berbohong.
"Oh temannya? Hehe maaf ya aku kira pacarnya tadi kan, haha aku jadi sempat curiga.."
"Maaf ini siapanya?" Tanyaku kembali..
"Ah aku? hehe gak usah tau" Jawabnya sambil tertawa kecil "Oiya minta tolong sampaiin ke Farhan ya, buat ngebaca chat aku segera.."
"Oh, oke.."
"Oke, makasih ya.." Katanya memutuskan panggilan telfonnya.
"Siapa? Apa maksudnya kalau dia hampir curiga? Chat? Jadi benar kalau dia yang sedari tadi chat sama Farhan sampai membuat Farhan senyum-senyum itu" Gerutuku kesal.
Aku membuka ponsel Farhan, benar saja ada beberapa pesan yang masuk dari dia. Perempuan itu mengirimkan beberapa foto pada Farhan dan meminta Farhan untuk memilih salah satu dari beberapa foto outfit yang akan dia gunakan pada kegiatan organisasi dikampusnya nanti. Sepertinya perempuan ini memiliki kegiatan yang sama pada organisasi yang sedang dilakukan Farhan akhir-akhir ini.
Aku menarik layar ponsel Farhan, memeriksa percakapan-percakapan mereka sebelumnya. Entah pesannya sudah dihapus sebelumnya atau memang baru hari ini dia mengirimi Farhan pesan. Tapi mana mungkin dia berbicara dengan Farhan dengan sangat akrab kalau benar baru hari ini mereka saling berbincang dengan chat. Mungkin saja ada pesan yang sudah Farhan hapus sebelumnya.
"Beb, kamu ngejemput aku kan pas hari kegiatan nanti, aku gak mau berangkat sendirian" Pesan yang perempuan itu kirim.
"Haha iya, jangan khawatir.." Balasan pesan yang dikirim dari Farhan untuk perempuan itu.
"Uwwuuhhh.. Makasih beb, hehe nanti aku pakai baju apa ya kalau kegiatan?"
"Gimana kalau pakai baju angkatan saja, atau biar komplit pakai almamater saja.. hahaha"
"Ishh kamu jahat.. masa aku disuruh pakai itu.."
"Haha kamu cocok kok pakai baju apa saja, pakai baju clening service juga bagus 😁 " balasan pesan Farhan dengan tambahan Emoji.
"Udah ah, aku malas chat sama kamu,.."
"Hahha cup cup, jangan marah Key sayang.. Memangnya kamu mau pakai baju yang seperti apa?"
"Hem.. aku kirimin beberapa foto baju ya.. Ntar kamu pilihin.. Oke?"
"Ashiaapp nyonya"
__ADS_1
Apa maksudnya ini? Kenapa Perempuan ini memanggil Farhan beb dan Farhan membalasnya dengan panggilan sayang? Apa dia??? Apa dia punya hubungan istimewa dengan Farhan juga.. Apa Farhan selingkuh dariku? Apa Farhan selama ini hanya berbohong kalau dia sibuk sampai tidak bisa bertemu denganku?? Pikiranku mulai kacau.