Dear, Jodohku!!

Dear, Jodohku!!
Comeback & Review


__ADS_3

Assalamualaikum wr wb..


Halo semuanya..


Sebelumnya aku ucapin banyak terimakasih karena sudah menuangkan banyak cinta pada "Dear, Jodohku!!". terimakasih karena telah membaca dan menikmati cerita Salwa dan yang lainnya.


Hari ini aku kembali.. Setelah melewati ribuan purnama, tiba-tiba ada ide yang datang entah dari mana yang membuat aku jadi kepikiran untuk melanjutkan cerita Salwa..


Ini tidak bisa dikatakan ide entah dari mana juga sih, karena aku kepikiran untuk melanjutkan ini setelah dapat satu kata dari teman sesama Author, dan teman lainnya yang nyaranin aku buat novel dengan range usia diatas usia yang terbilang remaja. Mereka ngebuat aku jadi terinspirasi. He he he..


Sebelumnya maaf, karena tidak bisa memenuhi keinginan pembaca untuk melanjutkan cerita dengan kisah Fariz dan Mikayla. Hehe aku ingin mencoba cerita untuk versi yang lebih dewasa, maksudnya bukan tentang kisah remaja lagi. Jadi aku ngelanjutin kisah Salwa dan Fauzi yang diselingi denga cerita Nina dan Farhan, juga yang lainnya.


Mohon untuk menantikan cerita selanjutnya ya..


Terimakasih..


.


.


.


.


.


Review


Jodoh adalah rahasia Ilahi, tidak ada yang bisa menebaknya apalagi bisa memilih dengan siapa akan berjodoh.


Bagaimana Tuhan mengatur takdir dalam mempertemukan jodoh itu sangat beragam, unik dan tentunya memiliki kesan tersendiri bagi Insan yang sudah menemukan belahan jiwanya.


Seperti halnya dengan Salwa, seorang yang kini berstatuskan istri dari mantan pacarnya semasa SMA.

__ADS_1


Salwa adalah seorang Ibu rumah tangga yang dikaruniai seorang putri dari pernikahannya dengan Fauzi. Sebelum menyandang status sebagai istri, Salwa dulunya adalah remaja yang nyaris menyerah pada kehidupannya karena di selimuti penyesalan yang mendalam.


Cinta yang berliku-liku dilewatinya. Tawa, suka, duka dan airmata, menjadi konsumsi dalam hubungannya yang memiliki jalan terjal dan berliku.


Fauzi adalah kekasihnya semasa remaja, mereka menikmati indahnya masa remaja seperti para remaja lainnya. Hanya saja, hal dimana Salwa menjadi seseorang yang pengecut dalam mengambil keputusan, membuatnya menjalin cinta dengan oranglain, yang tak lain adalah sahabat dari pacarnya sendiri. Farhan, seseorang yang bermain perasaan dengan Salwa dibelakang Fauzi, kekasihnya.


Waktu berlalu, hubungan perselingkuhan yang awalnya membuat Salwa risih, perlahan berubah menjadi hal yang membuatnya terbiasa. Perselingkuhan yang terjadi akibat kesalahpahaman itu terus berlanjut. Hingga saat Salwa berniat mengakhiri hubungan perselingkuhannya itu, namun yang ditemuinya adalah jalan buntu. Farhan yang sedari dulu mencintainya, menolak untuk berpisah dari Salwa. Hingga akhirnya Salwa kembali memainkan perannya sebagai pemeran utama dalam cerita cinta segitiga itu.


Namun, seperti kata pepatah. Sepandai-pandainya menyimpan bangkai, pasti akan tercium juga. Hubungan perselingkuhan antara Salwa dan Farhan akhirnya diketahui oleh Fauzi. Fauzi yang sangat mencintai Salwa, mendapat luka pada dasar hati terdalamnya. Wanita yang begitu dicintainya tega menyelipkan oranglain dalam hubungan mereka. Dan hal yang lebih menyakitkan adalah, fakta dimana orang ketiga dalam hubungan mereka adalah sahabatnya sendiri. Sesorang yang tidak memiliki hubungan darah dengannya, namun dianggapnya sudah seperti saudara sekandung.


Dengan berat hati dan dengan segala luka yang dimilikinya, Fauzi beranjak pergi keluar dari kehidupan Salwa. Menghilang begitu saja setelah memutuskan hubungan hanya melalui pesan singkat. Hatinya pun tak kalah sakit dari perasaan Salwa yang diputuskan sepihak waktu itu. Namuun baginya, jalan ini lebih baik daripada harus melanjutkan hubungan dengan Salwa yang sudah tidak memiliki kejujuran lagi.


Singkat cerita, setelah bertahun-tahun keduanya tidak bertemu setelah hubungan mereka berakhir hari itu, akhirnya mereka kembali bertemu di usia yang sudah terbilang tidak remaja lagi. Keduanya sudah dewasa dan menekuni pekerjaan dibidangnya masing-masing.


Fauzi yang masih sangat mencintai Salwa tanpa sepengetahuan Salwa, akhirnya kembali mendekati Salwa dengan niat membangun kembali hubungan yang sudah rusak sebelumnya.


Sedikit sulit bagi Fauzi agar bisa memiliki hubungan spesial dengan Salwa lagi. Salwa dengan segala pikirannya yang selalu memutuskan hal dengan pikirannya sendiri, berfikiran bahwa Fauzi sudah memiliki perempuan lain, yang membuatnya menjaga jarak dari Fauzi.


Keduanya yang semakin akrab kemudian kembali melanjutkan hubungan asmara mereka yang telah di pending bertahun-tahun lamanya itu. Fauzi melamar Salwa secara pribadi yang kemudian disusul melamar Salwa secara resmi dengan membawa kedua orangtuanya kerumah Salwa untuk meminta Salwa menjadi istrinya.


Resepsi pernikahanpun diadakan. Begitu banyak tamu yang datang, tak terkecuali Farhan, seseorang yang pernah menjadi orang ketiga dalam hubungan mereka sebelumnya.


Jauh hari sebelum Fauzi kembali bertemu dengan Salwa setelah memutuskan untuk mengakhiri hubungannya dengan Salwa, Fauzi bertemu dengan Farhan dalam keadaan yang tak terduga. Bagaimana tidak, keduanya dipertemukan tanpa sengaja oleh Nina, tunangan Farhan waktu itu yang tak lain adalah mitra kerja Fauzi.


Keduanya yang dipertemukan setelah sekian lama itu, membuat keadaan menjadi canggung. Terlebih lagi Farhan yang masih belum bisa membuang rasa bersalahnya karena telah memiliki hubungan spesial dengan kekasih sahabatnya itu. Namun Fauzi dengan segala kebaikan hatinya, memaafkan Farhan dan meminta Farhan untuk berkelakuan sebagaimana mereka dulu, layaknya seorang sahabat tanpa rasa sungkan apalagi risih. Hingga akhirnya keduanya kembali akur seperti dulu.


Ya seperti itulah hubungan rumit yang terjadi diantara mereka. Hubungan yang berliku namun berakhir dengan bahagia.


.


.


.

__ADS_1


.


Hari masih begitu pagi, gravitasi kasur yang kuat masih menarik rasa malas Fauzi untuk bangun dan memulai aktivitasnya. Toh ini juga hari libur, jadi tak apalah bermalas-malasan sedikit, pikir Fauzi. Fauzi dengan matanya yang masih tertutup itu, meraba-raba tempat tidur di sekitarnya. Tangannya yang tidak menemukan sosok istrinya membuatnya membuka mata secara perlahan.


"Salwa kemana??" Gumamnya sembari membuka matanya lebih lebar dari sebelumnya meski kantuk masih bertengger di pelupuk matanya.


Duk duk klatakkk...


Suara benda jatuh itu refleks membuat Fauzi terkejut, dan juga memberi tahu keberadaan dimana posisi istrinya sekarang.


Fauzi tersenyum, rasanya akhir-akhir ini, istrinya itu sangat ceroboh dan sangat sering menjatuhkan barang-barang dari dapur saat menyiapkan sarapan. "Dia pasti kelelahan.." Pikir Fauzi.


Fauzi dengan segala rasa malas yang dilawannya, perlahan beranjak dari tempat tidurnya.


"Lagian kenapa bangun pagi-pagi begini di hari libur sih? Biasanya juga kalau hari libur, kamu bakal bertengger manja di aku. Gak mau beranjak dari tempat tidur, sampai Mikayla harus datang kekamar buat ngebangunin kita.."


Gerutu Fauzi mengingat kebiasaan istrinya, sembari berjalan menuju dapur. Senyumannya terus berhias di bibirnya, hanya dengan mengingat kelakuan-kelakuan kecil istrinya itu saja, mampu membuatnya bahagia.


Ya kehidupan rumah tangga mereka yang harmonis. Selalu merasakan kebahagiaan setiap harinya, terlebih lagi setelah kehadiran putri kecilnya, semakin melengkapi kebahagiaan mereka.


Kebahagiaan yang jelas mereka inginkan selamanya, namun takdir belum tentu mewujudkan keinginan mereka itu.


.


.


.


.


Tetap jaga kesehatan cinta-cintaku. Jika tidak ada keperluan mendesak, maka tetaplah tinggal di rumah. Mari melawan wabah ini bersama, mari memutuskan rantai kehidupan korona dengan melakukan lockdown.


Kali ini, "Bersatu kita runtuh, berpisah kita teguh". 

__ADS_1


__ADS_2