Dear, Jodohku!!

Dear, Jodohku!!
Diantara mereka..


__ADS_3

"Kamu kenapa sayang?" Tanya Fauzi kebingungan mendengar jawabanku yang sedikit ketus dan sedikit nyolot.


"Gak papa.."


"Gak papa apanya? Kamu sedari tadi kesannya kayak mau marah terus" Tanyanya lagi.


"Aku gak marah.. ngapain juga aku marah?"


"Kan aku bilang kayak sayang.. bukannya aku bilang kamu lagi marah"


"Kamu bilang gitu karena ngerasa aku lagi marah kan? iya kan?"


"Gak sayang..."


Aku terdiam saja..


"Sayang.. kamu lagi datang bulan?"


"Gak.."


"Lalu??"


"Lalu apanya?"


"Aku tau.."


"Apa?" tanyaku ketus


"Kamu lagi kesal sama aku kan?"


Aku terdiam saja.


"Maafin aku sayang, aku tau kamu kesal karena aku gak bisa nemenin kamu beli buku tadi siang. maaf"


Entahlah, aku kesal karena Fauzi yang tidak bisa menemaniku membeli buku atau hal lainnya yang tidak bisa kusadari.


"Sabar sayang, tinggal satu project lagi kok. selesai ini aku gak akan ambil project motret lagi" Jelasnya.


"Kenapa?" Tanyaku


"Ya karena aku mau luangin waktu buat kamu"


"Tapi kamu kan suka motret"


"Tapi aku lebih suka lagi sama kamu"


Hatiku jadi sedikit tenang mendengar Fauzi berkata seperti itu. padahal ini bukan kali pertama Fauzi berkata seperti itu, tapi setiap Fauzi berkata kalau ia menyukaiku, setiap itu juga aku merasa nyaman.


"emang sekarang lagi ada project apa?"


"Aku sama temen-temenku ada kontrak foto prewedding seseorang sampai foto untuk nikahannya nanti, yah lumayanlah uangnya bisa buat aku jajan dan buat ngebeliin kamu beberapa merchandise idola kamu"


Fauzi masih sempat-sempatnya mengingat apa yang menjadi kesukaanku.


"Jadi selesai ini aku gak ngambil preoject lagi" Lanjutnya.


"Gak papa, ambil aja.. aku bisa ngertiin kamu yang sibuk kok"


"Gak sayang, lagian bentar lagi ujian semester. aku juga udah kelas tiga, selesai ujian semester aku pasti bakal sibuk les beberapa mata pelajaran. Aku mau luangin waktu buat kamu sebelum aku benar-benar sibuk untuk nyiapin ujian akhir sekolah dan ujian nasional.


"Hem.. iya"Jawabku.


"Kamu emang gak kangen sama aku?"


"Sedikit"Jawabku singkat


"Cuman sedikit?" Tanyanya lagi.


"Iya.."


"Sedikit juga gak papa, asal kamu kangen aku aja itu udah cukup. hehehe"


"EmangĀ  Kamu banyak?" Tanyaku balik.

__ADS_1


"Kamu kok nanyanya sesuatu yang udah pasti kamu tau jawabannya"


"Apa??"


"Ya banyaklah sayang.."


"Oohh.. gitu.."


"Hem.. Yaudah kamu istirahat gih, kamu pasti capek kan seharian pulang sekolah harus nyari buku lagi"


"Terus kamu??"


"Ya kau juga istirahat sayang"


"Yaudah deh.."


"Good night sayang"


"Night too Ozi"


"Emh.."


kudengar Fauzi bergumam dengan ragu.


"Kenapa?" Tanyaku


"Sayang aku benar-benar minta maaf karen akhir-akhir ini terlalu sibuk sampai jarang nemenin kamu kemana-kemana, jarang merhatiin kamu dan jarang ada waktu buat kamu. maafin aku sayang.."


"Gak papa, aku ngerti kok.."


"Makasih ya udah ngertiin aku.."


"Iya, semoga kedepannya kamu bisa punya waktu luang lagi buat aku"


"Pasti sayang.."


"Yaudah aku istirahat dulu... Night.."


"Night sayang.."


Huffttt.... aku menghela nafas panjang. aku memandang langit-langit kamar dengan pandangan kosong. Entah apa yang aku fikirkan, rasanya seperti ada beban dan ada sesuatu yang salah. Kenapa seperti ini? Aku sendiri bingung dengan perasaanku. Kemana rasa bahagiaku saat bersama Fauzi, entah mengapa akhir-akhir ini rasanya tak semanis dulu. aku seperti berada di fase bosan dengan hubunganku. Ya, Aku sadar, seharusnya tidak alasan bagiku untuk merasa bosan mengingat Fauzi yang selalu berusaha menjadi yang terbaik untukku. Hanya waktunya saja yang kurang saat ini.


Entah karena lelah seharian atau karena lelah berfikir, rasanya aku mulai mengantuk.


TinggTonggg..


Nada pesan masuk diponselku mengagetkanku.


AKu meraih ponselku yang kuletakkan tidak jauh dariku. satu pesan masuk dari Farhan


"Gimana kakinya?"


"Udah agak mendingan kak" Balasku.


"Syukurlah kalau begitu"


Aku hanya membalas pesan Farhan dengan emoticon tersenyum.


"Sudah mau tidur?" Pesan teksnya kembali masuk setelah selang beberapa waktu.


"Tadinya udah, tapi sekarang udah gak.."


"Lah kenapa?"


"Habis kaget tadi waktu notif pesan kakak masuk :D"


"Oh.. maaf maaf.. aku gak tau kalau kamu tadinya sudah mau tidur"


"Hem... kakak harus tanggung jawab nih.."


"Lah.. tanggung jawab apa?"


"Ya tanggung jawab karena udah ngebuat ngantukku hilang"

__ADS_1


Ponselku berdering, panggilan masuk dari Farhan. Biasanya ketika chat, sebelum menelfon Farhan akan meminta izinku terlebih dahulu, tapi tidak dengan kali ini.


"Halo.."Jawabku


"Hem.. aku harus tanggung jawab kayak gimana nih?"


"Em.. kayak gimana ya? Ya terserah kakak aja, yang penting bisa ngebuat ngantukku ada lagi"


"Hem.. gimana ya??"


"Dongeng gih.." Saranku


"Yaelah dek.. kamu kira kakak ini mamamu yang bisa ngedongenin kamu sebelum tidur"


"Haha.. emang mamaku doang yang bisa ngedongeng.."


"Seriusan, aku gak bisa ngedongeng.. yang ada ntar bukannya kamu jadi ngantuk malah tambah insomnia"


"Hahaha.. aku gak mau tau ya.. pokoknya kakak harus tanggung jawab"


"Hem.. yaudah tunggu bentar.."


Kudengar dari seberang telfon, sepertinya Farhan melangkah. Tak lama kemudian..


"Salwa.."


"Iya kak?" Jawabku


"Request.."


"Request? Apanya?" Tanyaku bingung.


Farhan memetik gitar, sepertinya tadi ia melangkah untuk mengambil gitar.


"Wah.. kakak mau nyanyiin aku?"


"Ya cuman ini yang aku bisa.."


"Hem.. aku gak tau mau request lagu apa.. serah kakak saja deh.."


"em.. lagu apa ya??" katanya sambil berfikir. "Oh iya.. ehem.. dengar baek-baek ya.. biar cepat ngantuk"


"Hemm.." Jawabku


Perlahan Farhan mulai memetik senar gitanya.. Alunannya terdengar merdu.


"Salwa bobo.. oohhh oo Salwa bobo.."


HAHAHA.. Seketika aku tertawa terbahak-bahak mendengarnya. Ye kan.. aku tidak pernah menyangka alunan petikan gitar semerdu itu hanya untuk lagu Nina Bobo saja.


"Lah.. ketawa.."


"Hahahha" Aku masih saja tertawa terpingkal-pingkal. "Ah, airmataku keluar karena terlalu ketawa" kataku masih dengan tertawa.


"Lah.. itu kan lagu buat tidur" Jelasnya


"Ya tapi jangan lagu itu juga lah kak.. hahaha"


"Hehe.. Jadi seneng ngebayangin Salwa ketawa.."


"haha.."


Aku masih saja tertawa terpingkal-pingkal, sampai rahang dan perutku mulai terasa sakit.


"Hemm.. yaudah aku nyanyiin yang lain. Kalau kamu ketawa kayak gini terus, ya kamu mana bisa tidur dek.."


"Hahaha... Habis kakak garing sih.."


"emang aku kerupuk apa.."


"Hahha satu spesies sama kerupuklah.." Kataku dengan masih saja terus tertawa.


Farhan kembali memetik senar gitarnya. Meski dengan nada yang berbeda daripada sebelumnya tapi masih dengan alunan yang sangat nyaman didengar.

__ADS_1


Perlahan Farhan mulai menyanyi, ia membawakan lagu 3 Thousand years milik Stephanie dengan mengganti beberapa lirik agar sesuai dengannya. Ya kan lucu kalau Farhan menyanyikan lagu itu sesuai dengan lirik yang dinyanyikan Stephanie, siapa yang mau menjadi Ironman farhan? cewek mana yang mau make baju Hulk? hem.. keduanya mungkin masih mending, lah kalau Husband?? Hahaha Janganlah yaa..


Aku menikmati lagu yang dibawakan Farhan, nyaman dan sangat tenang. Perlahan aku mulai mengantuk, kesadaranku perlahan mulai hilang meski sesekali kesadaranku kembali sesaat saat Farhan tiba di nada tinggi. Namun tidak cukup lama untuk membuat kesadaranku hilang kembali. Entah kapan kesadaranku mulai hilang dan terlelap, Farhan benar-benar bisa membuatku mengantuk dengan nyanyiannya dan tertidur dengan lelap.


__ADS_2