Dear, Jodohku!!

Dear, Jodohku!!
Ya Aku... Dia Pacarku..


__ADS_3

Omelan NIna tadi pagi sedikit menyadarkanku betapa aku keliru akhir-akhir ini. Aku sadar, aku sempat terbawa perasaan dengan kak Farhan akhir-akhir ini karena beberapa kejadian yang seolah membuat perasaanku menjadi ambigu, juga karena Fauzi yang sangat sibuk membuat aku jadi mulai terbiasa tanpanya. Aku yang terbiasa tanpa Fauzi namun secara tidak sadar jadi terbiasa dengan Farhan, aku benar-benar salah. Memikirkan ini jadi membuatku merasa bersalah dan rindu dengan momen-momen saat bersama Fauzi.


Tiba jam istirahat pertama. Aku berjalan menuju kelas Fauzi, ocehan Nina tadi pagi benar-benar membuatku menyadari kesalahanku dan aku ingin menebusnya dengan mulai berkelakuan lebih baik lagi pada Fauzi.


Aku tiba didepan kelas Fauzi, tapi aku tidak melihat ada Fauzi disana.


"Cari Fauzi?" Tanya seseorang membuatku terkejut.


"eh,, iya kak.." jawabku spontan.


"Tadi aku ngeliat Fauzi ada di klub basket.."


"Oh iya.. makasih kak.."


Kakak kelas teman sekelas Fauzi hanya tersenyum lalu melangkah masuk kelasnya.


Aku berjalan menuju ruangan klub basket. Aku seperti orang yang sedang jatuh cinta kembali pada kekasihnya sendiri, aku berjalan sambil bersenandung. Diperjalanan menuju klub basket aku tidak sengaja mendengar percakapan seseorang yang berjalan didepanku.


"Kalau gak salah dia ada yang punya loh.."


"Ya gue kan ga bilang kalau mau sama dia, gue cuman bilang kalau dia tampan, baik dan idola banget.."


"Yaa yaa.. Tapi gue yakin kalau Lu tau dia gak ada yang punya pasti Lu ngambil kesempatan juga kan??"


"Hahaha ya iyalah.. kesempatan langkah ini mah bisa ketemu sama kakak kelas yang cakep ramah dan baik hati kayak gitu"


"Dia udah kelas tiga bukan sih??"


"Iya kayaknya, kalau gak salah dengar tadi katanya sekelas sama kak Farhan, ya berarti udah kelas tiga juga.."


"Hahaha.. Doain putus sama pacarnya biar Lu ada kesempatan deket sebelum dia lulus.. hahaha"


Ck ck ck.. ngeri amat anak kelas satu sekarang, sudah sampai pada tahap bisa ngedoain kakak kelasnya putus sama pacarnya. Temen Farhan yang mana sudah yang ditaksir sama nih anak? malang amat hidupnya karena disukain sama orang.. hahaha


Ah, aku kenapa jadi nguping pembicaraan orang kayak gini sih, hem.. cuman kebetulan denger kok, gak ada maksud dan niat hati buat nguping pembicaraan orang. Lagian ini dua bocah juga ngegosipnya ribut banget sampai kedengaran sama aku.


"Hahaha.. Doa Lu jahat amat, tapi pengen gue Aamiinin sih.. hahaha"


"Hahaha.. bedewe pacar kak Fauzi yang mana sih??"


JEENGG JENGG JENNGGG... BLEDEERRR GLUDUKK GLUDUKK...

__ADS_1


Kalau di Film Adzab-adzab ini pasti aku udah kayak manusia yang kesambar petir.. Udah bisa dikasi judul sinetron "Adzab kakak kelas yang nguping pembicaraan Juniornya"


Ya Allah.. jadi yang mereka bahas dari tadi Fauzi. Yang mereka taksir dan kagumi itu Fauzi? Orang yang mereka inginkan putus itu Fauzi.. Jadi???? Yang mereka doakan putus itu AKU???


Aku ini manusia normal. Seperti manusia pada umumnya, secara naluriah mendengar hal seperti itu ingin rasanya aku mengumpat, ingin rasanya aku langsung menghampiri dan marah-marah, ingin rasanya aku mendoakan hal buruk yang sama. Tapi ah sudahlah, aku harus masuk dalam kategori wanita-wanita yang sabar.


Hufttt... Aku menghela nafas panjang dan menghampiri dua perempuan yang sudah mendoakan putusnya hubunganku dengan Fauzi. Ah.. inikah resiko memiliki kekasih yang tampan??


"Maaf..." Kataku dengan lembut.


"eh iyaa.."Jawabnya sambil menoleh.


Aku mencoba tersenyum meski sebenarnya aku sangat ingin marah. Aku harus memperlihatkan image yang ramah sebagai kakak kelas.


"Maaf menganggu.."


"Eh iya kak, ada apa?"


"Maaf kalau tidak salah dengar tadi kalian menyebut  nama Fauzi.."


Dua perempuan itu saling bertatapan seolah sedang berbicara menggunakan telepati.


"Engg.. Iya, Kenapa kak?"


"Oh iya kak, tadi kami habis ketemu sama kak Fauzi di Klub basket.." Jawabnya.


Iya.. aku juga tau Fauzi ada disana, aku cuman mau basa basi sama kalian sekalian ngasih tau secara gak langsung kalau aku ini adalah orang yang kalian doakan putus sama pacarnya.


"Oh gitu.. Makasih ya.." Kataku tersenyum ramah "Ya ampun sayang, jam istirahatpun masih sibuk di klub basket" Aku bergumam kecil tapi dengan sengaja membuat suaraku terdengar oleh mereka sambil melangkah menuju ruangan klub basket.


"Sayang?? Barusan kakak itu bilang sayang kan??" Tanyanya pada temannya dengan berbisik-bisik. Kulirik mereka, temannya hanya mengangguk mengiyakan.


"Eng.. Maaf kak.." Panggilnya dengan nada pelan.


"Iya??" Jawabku menoleh smabil tersenyum.


"Itu.. anu.. engg..." Kelihatannya dia ragu-ragu.


"Ya ada apa dek?" Tanyaku pura-pura.


"Itu kakak, eng.. anu.. kakak sama kak Fauzi..??"

__ADS_1


"Oh itu.. hehe aku kira kenapa.. Fauzi pacarku, biasanya jam begini dia jengukin aku di kelas, tapi hari ini gak nongol-nongol jadi aku cariin, hehehe.."


"Oh.. kakak..." Kulihat dengan jelas ekspresi terkejut diwajah mereka.


"Aduh maaf ya, tadi aku gak sengaja numpang tanya sama kalian, karena kebetulan lewat aku ngedengar kalian nyebutin nama Fauzi, hehe awalnya aku kira kalian ngebahasnya Fauzi yang mana, Syukurlah yang kalian bahas ternyata Fauzi pacarku dan tau dia lagi ada dimana sekarang, jadinya aku gak harus capek-capek nyarinya, hehehe..."


Hehh.. Tau rasa kan kalian?? Puas?? Rasa penasaran kalian sama pacarnya Fauzi tertebuskan kan??


"I.. iya sama-sama kak.." Jawabnya dengan senyum terpaksa.


"Yaudah diluan ya.." Kataku tersenyum sambil berlalu.


Belum beberapa langkah aku beranjak.


"Kak.." Dia menahanku.


"Iya??"Jawabku tersenyum.


"itu.. anu.. kakak ngedenger apa yang aku bilang tadi tentang kak Fauzi? Tanyanya ragu-ragu


Sepertinya ia sedikit khawatir. Haha aku senang melihat ekspresinya yang seperti itu.


"Ngedengar apa? emang kalian ngebahas apa tentang Fauzi?" Tanyaku pura-pura tidak tau.


"Oh.. gak kak, tadi cuman kebetulan ketemu sama kak Fauzi didepan ruangan klub basket kak.."


"Oh hehe iya, Fauzi emang suka nangkring disana jadi wajar aja kalau kalian kebetulan berpapasan disana.."


"Hehe iya kak.." Mereka senyum terpaksa.


"Hem.. yaudah aku permisi dulu ya, makasih udah ngasih tau Fauzi ada dimana.." Kataku dengan terus menampikan senyum manis nan ramahku.


"Eh, iya sama-sama kak.." Jawab mereka serempak.


Dilihat dari ekspresinya dia jadi sedikit lega meski masih terihat sedikit khawatir. Haha aku benar-benar senang melihat ekspresinya yang seperti itu, Mengingat ia tadi mendoakanku putus dengan Fauzi. Hehe jadi puas ngepamerin Fauzi di adik kelas. kenapa aku kekanak-kanakan begini sih?


Tapi ah biar saja seperti kekanak-kanakan. Aku berlalu dengan senyum bahagia. Ya inilah aku, Salwa..!! Pacar dari anak laki-laki yang kalian kagumi. Fauzi benar-benar jadi idola adik kelas rupanya, Aku harus ekstra  hati-hati.


Niatku yang tadinya ingin menuju klub basket berubah haluan menjadi kembali ke kelas. Hari ini aku ada Jadwal pertemuan dengan teman-teman menari untuk menentukan kostum apa yang akan kami pakai saat perlombaan nanti. Rencana awalnya adalah menentukan kostum dengan berdiskusi bersama setelah pulang sekolah nanti, tapi aku berencana memilih beberapa kostum dan menyarankan keteman-teman nantinya, sehingga rapat menentukan kostum tidak memakan waktu yang terlalu lama ketika sudah ada beberapa pilihan. Aku ingin pertemuan cepat selesai dan segera pulang


Mungkin karena tadi aku mendengar orang-orang mengagumi Fauzi aku jadi sangat ingin bertemu Fauzi. Aku merasa kedudukanku secara tidak langsung menjadi terancam... ck ck ck sudah seperti pemilihan apa saja yang bisa membuat kedudukan jadi terancam, aku terlalu dramatis.

__ADS_1


AKu jadi khawatir tentang Fauzi saat ini.


__ADS_2