
Masa SMA..
"Han, gue bisa gak sih??"
"Ya bisalah Zi, mereka milih kamu karena mereka tahu kamu bisa.."
"Gue gak yakin kalau bisa, kenapa mereka gak milih kakak kelas dulu sih.."
"Ck udah.. Lu coba aja dulu, siapa tahu beneran bisa. Lagian kakak kelas juga udah gak bisa jadi ketos (Ketua Osis) lah.. Mereka bentar lagi bakalan sibuk nyiapin persiapan ujian nasional mereka."
"Hufftt.. Kalau gue butuh bantuan, Lu bantuin gue ya.."
"Pasti lah bro.."
.
.
Dia Zahran Fauzi, anak kelas 2 SMA yang baru saja terpilih menjadi ketua osis. Dia cukup pesimis untuk menjabat sebagai ketua osis, tapi berkat dukungan Farhan sahabatnya akhirnya dia berusaha melakukan yang terbaik.
Zahran Fauzi anak tunggal yang cukup populer disekolahnya. Bagaimana tidak, perawakan tubuhnya yang tinggi dan kulitnya yang putih sangat menarik perhatian, juga cacat dipipinya yang lebih pantas disebut sebagai sebuah anugrah karena jika tersenyum lesung pipi itu akan muncul dan menambah manisnya senyumannya.
Tidak cukup dengan visual yang tampan itu, sikap dan perilaku Fauzi adalah penyokong utama yang menjadi daya tarik utamanya, tidak hanya untuk kaum wanita tapi kaum lelaki juga banyak yang mengaguminya dalam pandangan yang berbeda dari kaum perempuan.
Fauzi tipe orang yang bisa berteman dengan siapa saja, dia supel dan humoris sehingga tidak jarang teman sekitarnya akan tertawa terbahak-bahak sampai gigi mereka kering ketika asyik mengobrol dengan Fauzi.
Fauzi yang seperti ini jelas banyak sekali perempuan yang menaruh perhatian padanya, sangat banyak perempuan yang mendekatinya, dari yang seangkatan dengannya sampai kakak kelaspun tidak mau kalah untuk mendekati Fauzi, bahkan beberapa dari mereka sudah ada yang mengungkapkan perasaannya pada Fauzi. Tapi sampai saat ini, saat Fauzi sudah menginjak kelas dua SMA, masih saja tidak ada perempuan yang menarik perhatiannya. Dia memberikan perlakuan yang sama pada teman-teman perempuannya juga kakak kelas yang sering mendekatinya. Ya itu juga bagian yang menarik dari Fauzi, tampan tapi tidak ada kesan playboy di dirinya karena sampai sekarang dia belum juga mengubah status jomblonya.
Karena famous dan cukup berbakat, sebelum mengemban amanah sebagai ketua osis, sebelumnya Fauzi adalah ketua Rohis. Dia menjabat sebagai ketua bahkan saat dia masih duduk di kelas satu. Jiwa kepemimpinan Fauzi sudah terlihat saat dia menjadi ketua gugus saat dia masih menjadi siswa baru yang menjalani masa ospek. Ya seperti sekolah SMA pada umumnya, visual akan sangat mudah menarik perhatian dan itu juga yang membuatnya menjadi terpilih sebagai ketua gugus waktu itu, apalagi sepanjang perjalanan waktu ketika Fauzi mulai aktif disekolahnya dia memperlihatkan sikap dan sifat yang baik, itu semakin menjadi penilaian positif sendiri untuk dirinya yang sampai membawanya menjadi kandidat ketua osis sampai akhirnya betul terpilih sebagai ketua osis.
Arisqi Farhan, yang kerap dipanggil Farhan juga tidak kalah famous dari Fauzi. Di awal dia mendaftar masuk sekolah menengah atas dia sudah menarik perhatain meski tidak sekuat daya tarik Fauzi. Visual Farhan juga cukup menarik perhatian, dia juga ramah walaupun dia tidak se supel Fauzi jika pertama bertemu, tapi percayalah Farhan yang terkadang terlihat lebih kalem dari Fauzi bisa berubah jadi pecicilan juga ketika sudah berkumpul dengan teman-temannya.
Seperti Fauzi, karena visualnya Farhan juga diberi amanah menjadi ketua gugus pada saat masa Mos dulu dan dari saat itu juga Farhan dan Fauzi menjadi teman. Karena sering mendapat tugas yang sama waktu itu sehingga mereka sering bertemu dan sering berinteraksi sampai akhirnya mereka sahabatan sampai sekarang, terlebih lagi saat mereka ternyata sama-sama memilih konsentrat exacta dan duduk dikelas yang sama.
__ADS_1
Terlalu akrab, dimana ada Fauzi disitu pula ada Farhan. Mereka juga sama-sama masuk dalam club basket, ya tinggi badan mereka memang sangat memadai untuk menjadi pemain basket. Saat Fauzi dan Farhan jalan beriringan, rasanya seperti melihat sebuah karya seni berjalan. Namun keakraban mereka ini juga yang membuat beberapa opini miring tentang mereka mengingat saat ini Fauzi maupun Farhan masih sama-sama berstatuskan single padahal tidak sedikit yang mendekati mereka, dan lagi mereka yang kemana-kemana selalu berdua membuat segelintir orang berfikir aneh tentang mereka, berfikiran tentang hubungan mereka yang tidak sewajarnya. Tapi ya Fauzi maupun Farhan tidak peduli dengan anggapan orang-orang yang seperti itu terhadap mereka, malah sesekali Fauzi dan Farhan dengan sengaja membuat membenarkan apa yang ada dipikiran orang-orang meski faktanya bukan seperti itu. Hem.. Anak perempuan rangkul-rangkulan sampai saling memberi ciuman di pipi itu tidak akan terlihat aneh sampai membuat orang lain berfikiran kalau mereka adalah pasangan, tapi jika yang seperti itu anak laki-laki, sudah pasti ada pikiran-pikiran negatif. Jangankan rangkulan, sering jalan bersama dan berpegangan tangan saja akan membuat anak laki-laki terlihat aneh. Memang dunia sesekali menjadi tidak adil pada kaum laki-laki.
.
.
Fauzi baru saja terpilih menjadi ketua osis dan sekarang mulai sibuk mengurus semua hal-hal yang berhubungan dengan masa orientasi siswa baru yang akan datang. Seminggu yang lalu pengunguman diterimanya siswa baru dan seminggu kedepan para siswa baru itu akan menjalani masa pra orientasi siswa dan akan melanjutkan kegiatan orientasi yang berlangsung selama empat hari sebelum akhirnya siswa-siswi baru itu resmi menjadi bagian dari keluarga besar Sekolah SMA Negeri 6 Mamuju.
"Zi hari ini Lu sibuk gak??" Tanya Farhan yang berjalan masuk menghampiri Fauzi yang duduk tersungkur diruang osis.
"Lu ngapain nanya hal-hal yang Lu bisa lihat sendiri jawabannya" Jawab Fauzi sambil mendengus.
"Oke deh, kalau gitu pulang nanti gue tunggu Lu dirumah atau balik mau langsung kerumah gue aja?"
"Ngapain??"
"Main lah bro.. Udah lama kita gak war bareng kan.."
"Ck, Lu apa gak liat gue lagi sibuk.."
"Ye kan Lu bisa liat sendiri.."
"Apanya yang sibuk, Lu cuman duduk-duduk selonjoran disitu sambil mainan laptop.."
"Duduk-duduk pala Lu.. Gue lagi nyusun proposal, gak lama ntu semua siswa-siswi baru bakal ngejalani masa pra mos, gue harus nyiapin semuanya"
Farhan mendekat dan memperhatikan persiapan proposal Fauzi.
"Ribet yaa..."
"Lah iyaa.. Makanya gue pusing sekarang, mana ada waktu gue buat main sama Lu dulu. Gue masih sibuk mikirin dana osis, gimana caranya biar bisa cukup buat acara penerimaan resmi siswa-siswi baru nanti"
"Lah bukannya dana osis banyak.."
__ADS_1
"Elah Han, Lu lupa kalau osis baru aja nyelenggarain sanggar seni buat perpisahan kakak-kakak kelas kemarin.."
"Ya masa dananya abis.."
"Ya enggak, tapi kan tetep aja masih kurang. Mungkin gak kurang sih tapi gak mungkin kas osis dibuat kosong untuk persiapan pra mos dan mos nanti.."
"Ya udah Lu nyumbang aja buat osis, sawit banyak begitu juga.. Dompet Lu gak bakal goyang kalau nyumbang separuh buat osis.."
"Gak sekalian Lu nyumbang juga.. Anak pemegang saham mah dompetnya gak bakal kempis kalau cuman buat nyumbang beberapa lembar soekarno-hatta buat osis.."
"Emang Lu pikir gue dikasi jajan berapa hah??"
"Lah Lu pikir jajan gue banyak??"
"Yaudah sana minggir.."
"Lah apa??"
"Gue bantuin ngerjain proposal Lu, sekarang Lu panggil dah bendahara osis buat diskusiin gimana baiknya dana osis biar bisa stabil"
"Lah serius mau ngebantu ngerjain proposalnya??" Tanya Fauzi semeringah.
"Iya.. makanya minggir sebelum gue berubah pikiran"
Fauzi dengan cepat beranjak dari tempat duduknya.
"Hohoho thankyou bro, you are the best.."
"Best best dengkulmu, gue juga anak osis peang, ngerjain ini juga bagian dari tugas gue. Sekarang sana panggil bendahara osis.."
"Ashiaapp bosku..."
"Siang ini pokoknya main ke rumah gue..."
__ADS_1
"Wah kalau proposal ini selesai so pasti lah gue main..."
Fauzi berlalu, pergi memanggil bendahara osis dan beberapa anak osis lainnya untuk berdiskusi tentang dana osis dan Farhan mulai mengerjakan proposalnya.