Dear, Jodohku!!

Dear, Jodohku!!
Review 15


__ADS_3

Mobil Fauzi melaju dengan cepat, dia berharap bisa menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat hari ini agar bisa langsung menemui Salwa setelahnya, dia tidak ingin Salwa marah lagi karena hari ini.


Fauzi sampai pada tujuannya dan mulai mendiskusikan masalah foto prewedding terakhir dengan Fikri, Fira dan beberapa teman lainnya karena konsep awal harus berubah atas keinginan orangtua Fira dengan mempertimbangkan putri mereka yang sedang hamil.


"Ah bentar-bentar, aku belum ngehubungi Salwa.." Kata Fauzi sambil merogoh tasnya mencari ponselnya. "Loh mana???" Fauzi tidak bisa menemukan ponselnya, diutak atik isi tasnya tapi tetap saja dia tidak menemukan ponselnya. "Astagaa.. Pasti tadi kelupaan diatas meja waktu aku ngambil kamera.. Huffttt, selesaiin aja kerjaan ini cepat biar bisa langsung nemuin Salwa nanti.." Tekad Fauzi.


Pemotretan foto prewedding pun berlangsung, hanya saja semuanya tidak sesuai dengan apa yang diinginkan Fauzi, pemotretan berlangsung lebih lama dari dugaannya. Fauzi terus-terusan merasa gelisah ingin menemui Salwa tapi dia juga tidak bisa memperlihatkan kegelisahannya.


Sedari pagi awan hitam sudah bertengger dilangit, sampai pada akhirnya hujan turun juga. Fauzi dan yang lainnya berteduh di sebuah Mall untuk sementara.


"Zi, gue titip Fira dulu ya, gue mau ngantar yang lain pulang dulu, akhir-akhir ini Fira suka mual kalau naik mobil.."


"Ah iya kak.." Kata Fauzi melangkah mendekati Fira.


"Fauzi maaf ya.." Fira membuka percakapan. "Kami jadi ngerepotin kamu.."


"Gak apa kak.." Jawab Fauzi tersenyum.


"Fikri mungkin udah cerita semua permasalahannya sama kamu.."


Fauzi mengangguk mengiyakan.


"Maaf, karena kesalahanku dan Fikri, kamu jadi ikut repot dan makasih udah mau ngebantu menjaga nama baik keluargaku.."


"Gak apa kak.. Cuman hal ini juga yang bisa aku bantu.."


"Jadi Salwa gimana? Dia bilang apa sama kamu tau kamu gak bisa datang ngeliat dia??"


"Aku belum ngomong sama Salwa kak.."


"Loh kenapa?? Salwa pasti nungguin kamu disana.."


"Aku lupa ngebawa ponselku.."


"Ini pakai ponselku saja..."


"Aku gak hafal nomornya kak..."


"Lah, masa nomor pacar sendiri gak hapal??"


"Nomor sendiri aja aku gak hapal kak.." Jawab Fauzi tertawa kecil.


"Yaudah biar aku yang ngejelasin semuanya sama Salwa sekalian aku mau minta maaf sama dia"


"Iya kak.." Jawab Fauzi tersenyum.


"Aduhh adduuhh..."


"Kenapa kak?" Respon Fauzi cepat dan khawatir.


"Antingku nyangku Zi.." Kata Fira sambil berusaha melepas rambutnya yang terkait di anting-antingnya.


"Sini aku bantu kak.."

__ADS_1


Fauzi membantu Fira melepaskan anting-antinya dari kaut-kautan rambutnya.


"Udah belum Zi??"


"Dikit lagi kak.."


"Atau bantu lepas antingnya saja, ini rambutku sakit ketarik-tarik.."


"Ah iya, maaf kak.." Kata Fauzi meminta permisi untuk menyentuh telinga Fira.


"Akhirnya lepas juga.. Tapi rambutku.." Keluh Fira.


"He he dikasi kebelakang aja kak biar gak keliatan yang bagian rawut-rawutannya.."


"Mau digiminain??"


Fauzi kembali membantu Fira sekedar menyusun rambutnya agar bagian rambut yang kaut-kautan bisa tersembunyi.


"Fauziii...." Panggil Salwa dengan nada datar, yang entah sejak kapan dia berdiri menonton Fauzi yang sedang membantu Fira merapikan rambutnya.


Fauzi dengan cepat melepas tangannya.


"Sa Salwa..." Fauzi setengah terkejut.


"Oh ini yang dibilang Salwa, pantas saja Fauzi sayang sekali sama pacarnya, Salwa memang sangat cantik.." Decak kagum dalam hati Fira.


Perlahan Salwa berjalan mundur, dengan cepat Fauzi melangkah ingin menghampiri Salwa namun Salwa lebih dulu berlari keluar. Fauzi spontan mengejar Salwa meninggalkan Fira, lupa pada pesan Fikri untuk menemani Fira selagi Fikri mengantar teman yang lainnya pulang.


Fauzi terus berusaha mengejar Salwa.


Salwa tidak menghiraukan panggilan Fauzi dan hanya terus berlari menjauh dari Fauzi. Fauzi berhenti sejenak dan menoleh kebelakang, dia bingung harus berlari terus mengejar Salwa di derasnya hujan atau kembali menemani Fira yang sedang hamil.


"Aaarrgghhh shiitttt..." Fauzi mulai kesal karena bingung dan tidak tahu harus berbuat apa.


Fauzi berhenti mengejar Salwa dan berbalik kembali pada Fira. "Aku akan ngejelasin ini nanti sama Salwa, aku akan minta kak Fira bantu ngejelasin semuanya. Sekarang balik dulu ke kak Fira, aku gak bisa ninggalin dia yang sedang hamil sendirian" Pikir Fauzi.


Fauzi berlari kecil menghampiri Fira.


"Fauzi, kenapa kembali? Salwa bagaimana??" Tanya Fira khawatir.


Fauzi hanya menggeleng, dia sendiri sedang bingung saat ini.


"Kak, kakak punya gak nomor temenku yang ngerekomendasiin aku buat motret preewed kakak??"


"Ah iya punya.." Fira dengan cepat mengeluarkan ponselnya dari dalam tas.


Fauzi mencoba menghubungi temannya untuk meminta nomor Farhan, hanya Farhan yang bisa dia minta tolongi untuk menjemput Salwa disaat hujan seperti ini.


Farhan masih mengendara jalan pulang setelah sebelumnya sempat singgah menjenguk Salwa yang baru saja selesai mengikuti perlombaan tari. Farhan masih mengingat bagaimana dia menenangkan Salwa yang tadi menangis tersedu-sedu karena Fauzi yang tidak datang melihatnya saat berlomba.


Ponsel Farhan berdering.


"Nomor tidak dikenal??" Gumam Farhan, meski begitu Farhan tetap menjawab panggilan masuk di ponselnya.

__ADS_1


"Halo Han.. Lu dimana??"


"Fauzi??"


"Iya ini gue.. Lu dimana??"


"Di jalan mau pulang, kenapa??"


"Dibagian mana Lu??" Tanya Fauzi tergesa-gesa.


"Poros dekat Maleo mall, kenapa Zi? Suara Lu kenapa kayak gitu??" Tanya Farhan bingung.


"Baguss.. Putar balik sekaranngggg...."


"Ada apa sih Zi?? Kenapaa???" Tanya Farhan semakin bingung.


"Nanti gue ceritain, pokoknya sekarang Lu putar balik jemput Salwa, dia lagi di jalan ujan-ujan sekarang.."


Tidak ada pertanyaan lagi dari Farhan, mendengar nama Salwa Farhan dengan cepat memutar arah dan melaju mobilnya dengan cepat. "Oke gue kesana.."


Telfon terputus.


Terlihat jelas di wajah Fauzi bagaimana khawatirnya dia saat ini, Fauzi tidak lagi bisa menyembunyikan rasa tidak tenangnya.


"Zi balik aja, kejar Salwa. Dia akan semakin sakit kalau gak ngeliat kamu ngejar dia.."


"Tapi kakak sendiri disini.."


"Aku gak papa, sebentar lagi Fikri pasti datang ngejemput aku.."


"Gak apa, sekarang Farhan udah pergi ngejemput Salwa, setidaknya ada Farhan sekarang yang nemenin Salwa jadi Salwa bisa aman.."


"Terus kamu??"


Fauzi diam sejenak.


"Nanti aku ngejelasin semuanya sama dia.." Kata Fauzi berusaha tersenyum meski perasaannya sedang campur aduk tidak tenang sekarang.


"Aku akan ngebantu kamu buat ngejelasin semuanya nanti.."


"Makasih kak.."


"Gak, aku yang minta maaf, semua ini gara-gara aku..." Kata Fira penuh rasa bersalah.


"Gak papa, aku dan Salwa akan baik-baik saja nanti. Dia cuman salah paham saja sekarang.."


Fauzi tetap tinggal menemani Fira sampai Fikri datang menjemput calon istrinya itu. Selama menemani Fira, Fauzi terus-terusan tidak tenang, Fira hanya bisa melihatnya tanpa bisa melakukan apa-apa. Tidak ada satu katapun yang keluar dari mulut Fauzi setelah yang terakhir tadi, Fira juga tidak mengajaknya mengobrol karena itu akan semakin membuat Fauzi kesusahan karena saat ini pikirannya sedang tidak disini.


.


.


.

__ADS_1


Meski Lina sempat galau gegara Like makin hari makin sedikit, tapi dari komentar kalian meskipun sedikit ngebuat Lina tetap semangat.. Makasih kalian 💜💜💜


InsyaAllah besok crazy up.. Doakan ya 😊😊


__ADS_2