Dear, Jodohku!!

Dear, Jodohku!!
Lagi..


__ADS_3

Aku baru saja tiba dirumah, hanya bersih-bersih badan dan keluar lagi.


"Mau kemana lagi sayang? gak betah banget dirumah.." Kata Ibu ketika melihatku sudah berpakaian rapi menghampirinya.


"Ada janji Bu, cuman sebentar kok.." Kataku menghampiri Ibu.


"Ini sudah sore, pulangnya jangan kemalaman. jangan karena ujiannya sudah selesai kamu sampai terus-terusan keluar, nanti kamu bisa sakit.."


"Iya iya Bu.. ini cuman gak enak aja ngebatalin janjinya.." Kataku sambil duduk disamping Ibu dan bersandar dibahunya sambil menunggu Farhan datang.


"Perginya sama siapa? Fauzi?"


"Bukan Bu, sama teman yang lain.." Jawabku.


"Kamu sama Fauzi baik-baik saja kan sayang?"


Aku mengangkat wajahku menatap wajah Ibu, kenapa Ibu sampai bertanya seperti itu? Pikirku.


"Kenapa? kok Ibu nanyanya gitu.."


"Ya habis Fauzi dulunya sering main kesini, sekarang udah jarang banget.."


"Oh.." Aku kembali meletakkan kepalaku di bahu Ibu. "Fauzi lagi sibuk belajar Bu, kan dia udah kelas tiga. Fauzi ambil kelas Les tambahan jadi gak ada waktu buat main kerumah dulu.."


"Oh gitu.. Kirain kalian kenapa.." Kata Ibu sambil mengelus-elus kepalaku.


"Memangnya Ibu kira kenapa?"


"Ibu kira kalian udah gak sama lagi. Ibu suka dengan Fauzi, dia ramah dan sopan. Ibu juga sesekali ketemu sama Ibunya Fauzi kalau lagi belanja di pasar. Meskipun kami tidak terlalu akrab tapi Ibunya Fauzi selalu menyapa Ibu kalau ketemu.."


"Ciee Ibu.. Lagi menjalin tali persaudaraan nih sama calon besan?" Godaku.


Ibu hanya tersenyum sambil mengecup keningku.


"Nak, orang yang baik akan berpeluang memiliki anak yang baik juga. Seperti Fauzi itu, selain karena sifat Fauzi sendiri dorongan Ibunya yang baik juga membuatnya menjadi anak yang baik. Jadi selagi Fauzi sedang sibuk belajar untuk kebaikannya bantu dia dengan semangat darimu, itu akan membuat perasaannya jadi lebih baik"


"Ibu udah cucok jadi pakar cinta anak remaja" Kataku sambil menaikkan jempolku.


"Ya kan Ibu lebih berpengalaman.."


"Woah.. jadi Ayah dulu selalu dapat asupan semangat dari Ibu nih??"


Ibu hanya tersenyum mendengarku.


Aku mendengar suara mobil berhenti diluar rumah.


"Ah, itu mungkin teman Salwa yang sudah datang.. Salwa berangkat dulu Bu.." Kataku sambil menyalami Ibu dan memberi kecupan manis dipipinya.


"Hati-hati sayang.."


"Iya bu.." Kataku berlari kecil keluar rumah.


Sebenarnya aku sangat malas keluar hari ini, tapi aku lebih malas lagi meladeni chat Farhan yang tidak jelas dan akan terus-terusan menganggu.


"Mau kemana?"


"Sembarang aja.." Jawabku.


"Sembarangnya kemana?"


"Ya gak tau.. terserah kakak saja"


"Yang ngajak keluar kan kamu.."

__ADS_1


"Ya aku cuman ngajakin keluar doang.."


Farhan menghentikan mobilnya. Aku diam saja.


"Kamu marah sama aku?" Tanyanya


"Gak.." Jawabku singkat.


"Kalau ngomongnya gak ya sesuain dengan kelakuannya dong.."


Aku berbalik menatap Farhan.


"Sebenarnya kakak yang kenapa?" Tanyaku dengan nada agak sedikit kesal.


"Aku kenapa?"


"Kakak mau aku kayak gimana? Kalau sore ini kita gak keluar kakak akan terus-terusan merajuk lewat chat kan? Kakak akan terus-terusan ngechat aku dengan pembahasan yang gak jelas"


"Apa aku salah? Aku juga pacar kamu Salwa, kalau ada yang membuat aku gak nyaman.."


"Apa yang ngebuat kakak gak nyaman?" Tanyaku memotong pembicaraan Farhan. "Bukannya kakak sendiri yang bilang apapun yang terjadi kakak akan terima.."


"Iya, tapi gak.."


"Gini aja.. Kakak maunya aku gimana?"


"Aku juga gak tau.."


"Ya terus.." Tanyaku semakin kesal.


Farhan terdiam saja.


"Yaudah, gak usah dibahas ayo mau kemana?" Kataku mengalihkan pandanganku keluar.


Aku terkejut mendengar pertanyaan Farhan, ah aku sudah tidak tahan lagi. Aku melepas sabuk pengamanku lalu keluar dari mobil.


"Salwa.." Farhan menyusulku keluar dari mobil. "Tunggu.." Katanya menarik pergelangan tanganku. Aku dengan cepat menarik kembali tanganku.


"Kamu kenapa? kenapa tiba-tiba keluar.."


"Kakak masih tanya kenapa?" Tanyaku kesal.


"Udah ayo masuk ke mobil lagi.." Katanya sambil menarik tanganku.


"Gak.."


"Kamu mau kemana sih sore-sore sendirian begini"


"Aku mau pulang saja.."


"Yaudah ayo aku antar.."


"Gak.."


"Salwa, kamu kenapa lagi sih?"


"Udahlah kak, aku capek.. udahan aja.."


"Gak.."


"Kedepannya akan makin berat buat kita berdua.. Aku gak kuat lagi.."


"Gak, oke maafin aku hari ini.. aku gak akan seperti ini lagi.. gak lagi.."

__ADS_1


"AKu gak mau lagi kak.. Hari ini kakak cuman mau aku gak pergi kalau Fauzi ngajak aku keluar, besok apa lagi?"


"Salwa, aku cuman cemburu sejenak tadi aku gak bermaksud buat ngelarang kamu..."


Perkataan Farhan terhenti karena telfonku berdering. Kubuka ponselku dan panggilan masuk dari Fauzi. Farhan terdiam memberi waktu buatku untuk mengangkat telfon Fauzi.


"Halo.."


"Kamu dimana sayang?" Tanya Fauzi dari seberang telfon.


"Aku lagi diluar, kenapa?"


"Gak, tadi aku habis kerumah kamu. Aku dari tempat Les buat ketemu guru les pendamping, karena ngelewatin rumah kamu aku jadi sekalian singgah bawain kamu buah tapi sampai rumah ketemunya cuman sama Ibu, kata Ibu kamu lagi keluar sama teman, Siapa?" Tanyanya.


"Oh ini, sama teman-teman dari sanggar seni.." Jawabku berbohong sambil melirik Farhan. Farhan terdiam saja.


"Oh yaudah, jangan kelamaan pulangnya sayang.. kamu butuh istirahat, semalaman kemarin belajar, tadi ujian pulangnya langsung main sama aku lagi, kamu bisa kecapean"


"Iya, bentar lagi aku pulang.."


"Yaudah, hati-hati mainnya, aku matiin telfonnya.. Love you Salwa.."


"Mee too Ozi.." Jawabku dan telfonpun terputus.


"Yaudah ayo kita pulang, kamu butuh istirahat kan.." Bujuk Farhan.


"Gak, aku mau pulang sendiri.."


"Salwa udahlah, iya aku minta maaf kalau aku salah. Udah ya ayo kita pulang.."


"Kak, kita udahan saja.." Kataku berbalik dan melangkah, tapi.. Farhan dengan cepat meraih pergelangan tanganku dan menarikku kesisinya lalu memelukku.


"Kak apaan sih.." Kataku memberontak.


"Jangan selalu bilang sudahan Salwa.." Katanya mempererat pelukannya. "Perasaanku padamu tulus, bukan main-main, aku gak bisa, aku gak mau hubungan kita berakhir.."


"Kak lepasin.."


"Jangan seperti ini sama aku Salwa, jangan selalu mau mengakhiri hubungan kita.."


"kak lepasin, kita lagi dijalanan.." Kataku mencoba melepas pelukan farhan.


Meskipun jalanan tidak banyak orang yang lewat tapi tetap saja rasanya risih jika dipeluk ditempat umum.


"Maafkan aku.. maafkan aku oke? Aku gak akan seperti ini lagi, aku gak akan ngelarang atau bersikap yang ngebuat kamu gak nyaman..'


"Kak, lepasin.."


"Tolong bilang iya Salwa.. aku gak akan.."


"Iya.. Iya aku bilang, udah puas?? sekarang lepasin.."


"Beneran??"


"Iya.. udah lepasin..."


Farhan melepas pelukannya.


"Maafin aku, aku gak akan seperti itu lagi.." Katanya meyakinkanku dengan sedikit mencengkram bahuku.


"Sakit..." Keluhku sambil memegang bahuku.


"Ah, Maaf..." Farhan melepas tangannya. "Yaudah, hari ini gak usah kemana-mana.. Ayo aku antar pulang.."

__ADS_1


Aku mengikut saja, semakin aku menolak semakin tidak jelas saja nanti kelakuan Farhan. Farhan membukakan pintu mobil dan akhirnya kami kembali pulang.


__ADS_2