Dear, Jodohku!!

Dear, Jodohku!!
Baikan?


__ADS_3

"Apa mau terang-terangan sekarang?" Tanyaku sambil menatap Farhan lalu berbalik.


"Tunggu Salwa.."


"Apa? Mau ngejelasin ke aku karena aku udah terlanjur tau semuanya?"


"Bu.. bukan begi.."


"Ah maaf menyela.." Katanya sambil keluar dari mobil. "Aku Key.." Kata perempuan itu.


Aku diam saja melihatnya.


"Sebelumnya aku mau minta maaf tentang kejadian kemarin. Maaf aku benar-benar gak tau kalau kamu ternyata pacarnya Farhan.."


Aku terdiam saja..


"Mungkin Farhan udah ngejelasin semuanya sama kamu, tapi aku akan ngejelasin lagi. Aku temannya Farhan, lebih jelasnya aku satu kelompok dengan Farhan dalam kegiatan organisasi dikampus. Aku minta maaf masalah aku memanggilnya seperti itu. Bukan cuman Farhan, aku memanggil teman laki-laki yang lainnya dengan panggilan yang sama. Maaf.." Jelasnya.


Aku diam saja..


"Tolong jangan salah paham, aku beneran ngerasa gak enak sama kalian, gara-gara aku kalian jadi marahan seperti sekarang.."


"Lalu? Maksudnya sempat curiga apa?"


"Ooh itu.. Kemarin Farhan setelah nyelesain tugas dia dikelompok, dia izin katanya mau nganter keluarganya kesuatu tempat.."


"Keluarganya?" Tanyaku memperjelas. Apa Farhan menjelaskan ketemannya kalau aku ini keluarganya?


"Ah maksudku.. Farhan izin untuk pulang lebih dulu. Sebenarnya masih banyak hal yang harus kami siapkan pada kegiatan itu, selama ini Farhan berusaha menyelesaikan pekerjaannya dengan lebih cepat. ya alasannya dia mau nganter keluarganya, karena jelas kalau Farhan ngaku mau ngedate pasti anak-anak yang lain gak ngijinin karena kerjaan mmasih banyak banget"


"Lalu.."


"Ya aku bilang hampir curiga, karena awalnya aku kira kamu pacarnya. Aku pikir Farhan bohong sama kami semua kalau mau nganter keluarganya.. Yah sebenarnya sih emang bohong karena kenyataannya dia emang lagi jalan sama kamu dan bukan keluarganya.."


"Jadi kemarin??"


"Iya sayang, aku kabur dari kerjaan biar bisa jalan sama kamu.. sebenarnya kalau kamu jujur sama Key sewaktu nelfon aku akan ketahuan sama teman-temanku kalau sebenarnya aku gak lagi sama keluarga" Jelas Farhan.


"Tapi percakapan kalian?"


"Ah maaf, karena aku udah nganggep Farhan seperti saudara jadinya aku ngechatnya seperti itu.. beneran kami gak ada hubungan yang spesial cuman teman biasa saja"


Aku terdiam sejenak mencoba mencerna semuanya.


"Sekali lagi aku minta maaf udah buat keributan diantara kalian.. aku gak akan ngechat Farhan seperti itu lagi.."


"Ah.. aku juga minta maaf.. Aku udah salah sangka sama kakak" Kataku pelan.


"Gak apa, kalaupun aku diposisimu aku pasti salah sangka juga. Lagian perempuan mana yang tidak kesal kalau pacarnya dapat pesan yang seperti itu..."


"Udah kan sayang? Jangan marah lagi Oke.." Bujuk Farhan.


"Tapi.."

__ADS_1


"Hem.. tapi apalagi sayang? Aku benar-benar gak tahan kalau kamu marah, aku sampai nyulik Key dari rumahnya siang-siang cuman buat ngejelasin ini semua ke kamu.."


"Maaf, aku jadi.."


"Gak papa, yang penting kamu udah gak marah, itu udah baik buat aku.." Kata Farhan tersenyum. "Yaudah ayo aku antar pulang.."


"Eh, Lu nganter cewek Lu pulang terus gue gimana?" Tanya Key ke Farhan.


"Wuhh.. cara ngomongnya ke aku dan ditelfon beda banget sama kalau ngomong langsung ke Farhan" Pikirku.


"Ya gue antar dulu lah.. Tapi kalau Lu mau pulang naik taxi sih gak papa, gue bayarin deh..."


"Mpret emang.. pokoknya anter gue pulang dulu, gue mandi aja belum terus Lu suruh naik Taxi? Keterlaluan.."


"Yaudah ayo aku antar.."


"Eng.. Salwa gak papa kan kalau Farhan nganter aku pulang?" Tanyanya dengan nada sedikit pelan.


"Ah gak papa kak.."


"Kamu ikut aja, abis nganter Key pulang terus aku nganter kamu pulang.."


Aku mengangguk menyetujui.


.


.


.


Aku meraih ponselku dan memainkannya sejenak, membuka album foto dan melihat beberapa foto yang tadi aku ambil bersama Farhan saat sedang makan siang. Aku tersenyum-senyum sendiri namun tidak lama kemudian ekspresiku berubah menjadi tidak menyenangkan.


"Ada yang mengganjal.." Pikirku.


Setelah beberapa saat aku menyadari, akhir-akhir ini aku sangat jarang berkomunikasi dengan Fauzi. Hanya sesekali saja, karena moodku seharian kemarin tidak baik gara-gara masalah dengan Farhan akhirnya aku tidak menggubris pesan dan telfon dari Fauzi. Dan seharian ini belum ada telfon atau chat yang masuk dari Fauzi.


Aku rindu.. Ya, tidak bisa kupungkiri bahwa aku sedang merindukan Fauzi saat ini. Selama apapun dan seseru apapun waktu yang kulalui dengan Farhan tidak bisa mengubah atau mengalihkan rasa rinduku pada Fauzi. Aku masih sangat mencintai Fauzi meski saat ini kami sangat jarang berkomunikasi tapi aku sendiri ragu, Bukankah aku dan Farhan tidak akan ada dalam situasi seperti ini jika aku benar-benar masih mencintai Fauzi. Ah entahlah, jika saat ini aku diminta untuk memilih antara Fauzi dan Farhan, aku tidak akan bisa memilih.


Ponselku bergetar. Satu panggilan dari Farhan.


"Halo.."


"Kamu lagi apa sayang?"


"Gak ada, rebahan aja.. kenapa?"


"Kenapa? emang harus ada 'Kenapa' dulu baru aku boleh nelfon?"


"Ya gak juga.."


"Hem.. besok wekeend, kamu ada acara gak?"


"Gak, aku free.."

__ADS_1


"Mau jalan?"


"Kemana?"


"Kemana aja.. udah lama kita gak jalan bareng.."


"Gak lama apanya? Kan baru kemarin kita wisata bunga.."


"Itu udah dua hari yang lalu sayang, dan itu udah lama.."


"Memangnya kamu gak ada kegiatan besok? Bukannya kegiatan kampus udah makin dekat.."


"Ada sih, tapi aku akan nyelesaiin lebih cepat. Lagian tinggal finishing kok dan itu gak akan lama.."


"Mau kemana?"


"Kemarin aku dengar ada Cafe baru yang buka dekat bundaran, mau coba kesana?"


"Hem boleh... Udah lama juga kita gak jalan ke cafe, selama ini tiap jalan pasti selalu outdoor.."


"Oke, besok aku jemput.. Kamu maunya kita pergi pagi atau sore?"


"Kalau kakak?"


"Kalau aku maunya pergi pagi sampai sore sampai malam, hahaha.." Katanya sambil tertawa.


"Gak sekalian kita perginya sebulan gitu kak? Atau kalau gak perginya lima bulan aja biar pulang-pulang aku udah pelulusan.." Balasku bercanda..


"Haha kalau aku sih oke..."


"Udah ah.. besok kakak selesai tugasnya jam berapa?"


"Hem.. mungkin sekitar jam sepuluh karena malam ini aku nginap dirumah teman buat nyelesaiin semuanya.."


"Oh yaudah, kita berangkat jam sebelas aja.."


"Oke, besok aku kabari lagi.."


"Iya.."


"Yasudah istirahat gih, biar besok banyak tenaganya buat jalan sama aku.."


"Elah.. orang cuman mau ngafe juga kan, bukannya mau bertempur.."


"Bertempur juga dong.. Bertempur ngelawan kangennya aku.. haha"


"Ck.. ada-ada saja.. Yaudah aku istirahat dulu.."


"Good night sayang.. mimpi indah.."


"Iya.."


Telfonpun terputus.

__ADS_1


Besok aku jalan sama Farhan. "Hem.. mukaku akhir-akhir ini kusam sekali.. baiknya maskeran dulu baru tidur biar besok bisa segeran dikit.." Gumamku sambil melangkah menuju kamar mandi dengan bersenandung kecil untuk membasuh wajah sebelum menggunakan masker.


__ADS_2