Dear, Jodohku!!

Dear, Jodohku!!
Keanehan Salwa


__ADS_3

Seperti sebelumnya, otak Salwa menyimpan sebuah misteri yang tidak bisa dipahami oleh logika. Salwa adalah seseorang yang mengidap penyakit Alzheimer, dimana penyakitnya itu semakin hari semakin memperparah keadaannya. Salwa adalah orang yang perlahan melupakan segalanya, dari keluarga, suami, hingga identitasnya sendiri.


Bukan hanya keluarga dan diri sendiri yang Salwa lupakan. Penyakit yang tengah menggrogotinya juga perlahan mengambil kemampuan verbalnya hingga secara perlahan Salwa tidak lagi bisa menjalani hidupnya secara normal seperti sebelum-sebelumnya.


Semua ingatannya tertelan, meski sesekali muncul ke permukaan di waktu-waktu yang tidak terduga. Munculnya ingatan yang membuatnya menjadi normal sejenak itu juga, tidak memberikan hasil yang baik Salwa ataupun orang sekitarnya, karena bila ingatan itu muncul, yang Salwa sadari adalah hanya dirinya yang tengah sakit dan tidak bisa sembuh. Itu membuatnya memberikan rasa sakit baginya sendiri karena sadar akan hal itu.


Beberapa jam yang lalu, Salwa mengalami kecelakaan. Dimana tubuhnya terhempas tergeletak di jalan, ketika sebuah mobil mengantam tubuhnya. Sebelumnya, Salwa yang menderita Alzheimer itu, sempat mengingat beberapa momen tertentu dalam hidupnya. Dia meminta untuk pergi ke tempat yang dia jadikan favorit bersama suaminya. Hal yang demikian juga membuat Fauzi menjadi berharap, bahwa suatu hari nanti istri kesayangannya itu bisa sembuh.


Saat ini, Salwa tengah berada di Rumah sakit dimana dia ditangani oleh pihak medis setelah mengalami kecelakaan. Salwa tak sadarkan diri selama lima jam, dan itu membuat Fauzi sangat khawatir. Fauzi tidak beranjak dari sisi istrinya, sembari menunggu istrinya itu segera sadar. Namun ketika Salwa sadar, misteri lain dari otaknya muncul yang semakin membuat Suami, sahabat yang datang menjenguknya menjadi lebih kebingungan lagi.


Entah apa yang tengah mengganggu ingatan Salwa, sehingga ia kembali mengingat akan hal yang terjadi di masa lalu. Dia menyadari dirinya yang baru saja mengalami kecelakaan, namun hal yang diingatnya adalah ketika ia kecelakaan sepuluh tahun yang lalu, dimana dia tertabrak oleh sebuah mobil saat keluar dari toko parfum.


Ketidak sinkronan pikiran Salwa dengan keadaan sekarang, membuatnya kebingungan menanggapi fakta, yang berujung membuat orang-orang sekitarnya pun menjadi bingung.


.


.


.


Nina duduk bersampingan dengan Farhan sembari terus mengelus pelan perutnya. Sedang Fauzi duduk lebih dekat dengan Salwa yang duduk bersandar diatas tempat tidur.


Mereka harus berbicara terbuka untuk menyelesaikan kesalahpaham yang tidak jelas. Fauzi, Farhan dan juga Nina sadar akan kondisi Salwa yang mengidap Alzheimer sekarang. Namun pertanyaan-pertanyaan yang Salwa lontarkan barusan, bukan memperlihatkan bagaiamana dia selama ini saat mengidap Alzheimer. Pertanyaannya seperti dia adalah orang yang sadar, tapi terheran-heran akan sesuatu yang seharusnya dia ketahui.


Sebelumnya Farhan memperlihatkan pesan yang dikirim Salwa untuknya pada Farhan. Pesan yang memperlihatkan bahwa ia tengah mengalami kecelakaan sekarang sehingga tidak bisa menemui Farhan sesuai dengan janji yang mereka sepakati sekarang. Pada pesan itu juga, Salwa memberi tahu Farhan agar tidak datang dulu menemuinya karena Fauzi sedang bersamanya.


Pesan yang dikirim Salwa itu memperlihatkan, bahwa ingatannya telah kembali pada kejadian di beberapa tahun lalu.


“Sayang.. Kamu kenapa ngirim pesan kayak gitu ke Farhan? Kamu lagi ingat sesuatu tentang kejadian di masa lalu?”


Salwa berbalik menatap Fauzi. Jelas sekali terlihat Salwa kebingungan sekarang.


“Di masa lalu??”


Fauzi berbalik menatap Farhan, meminta Farhan untuk membantunya menjelaskan perihal kondisi yang terjadi sekarang.


“Salwa, janji ketemu apa yang kamu maksud? Kamu ingat sesuatu tentang kita yang pernah janjian untuk ketemu?” Tanya Farhan.


Salwa menatap Farhan, seolah pertanyaan yang Farhan ajukan saat ini adalah sesuatu yang tidak seharusnya Farhan tanyakan.


“Sayang, apa kamu ingat sesuatu tentang hubunganmu dengan Farhan di masa lalu?”

__ADS_1


“Hubunganku dengan Farhan?” Tanya Salwa memperjelas.


Apa Fauzi sudah tahu perihal perselingkuhanku dengan Farhan?” Tanya Salwa pada dirinya sendiri.


“Iya, hubungan kalian waktu sempat pacaran” Jelas Fauzi.


“Ka-kamu tahu??” Tanya Salwa tersentak. “Se-sejak kapan kamu tahu??” Salwa begitu terkejut mendengar Fauzi yang mengetahui perihal hubungan yang dia miliki bersama Farhan.


Salwa berbalik menatap Farhan.


“Ini kan sudah berlalu Salwa, dan kita semua sudah melalui ini dan saling memaafkan satu sama lain”


“Masa lalu? Kenapa kalian dari tadi bilang masa lalu terus? Masa lalu yang mana?”


“Sayang, kejadian kamu yang punya hubungan spesial dengan Farhan itu, terjadi di masa lalu. Itu sudah terjadi sekitar 10 tahun yang lalu”


“10 tahun yang lalu??” Salwa sangat heran dengan apa yang dijelaskan padanya saat ini.


“Tunggu-tunggu.. Salwa, sebenarnya apa yang ada dipikiranmu sekarang, apa kamu sadar kalau baru aja kecelakaan? Di pikiranmu aku ini siapa? Fauzi itu apamu? Dan kamu punya hubungan apa sama Farhan. Ceritakan saja, karena sepertinya kamu salah menduga sekarang” Kata Nina yang sepertinya paham akan pikiran Salwa yang kembali pada beberapa tahun yang lalu.


Salwa menatap Fauzi, kemudian mengarahkan pandangannya pada Farhan. Ia ragu-ragu menceritakan apa yang ada dipikirannya saat ini. Karena yang Salwa tahu saat ini adalah, dia tengah berselingkuh dengan Farhan dan itu bukan hal yang bisa dia ceritakan terang-terangan pada Fauzi.


“Ceritakan saja sayang, kamu akan semakin bingung dan kita juga akan bingung kalau gak mau cerita” Bujuk Fauzi.


“A-aku.. Aku tahu kalau aku baru kecelakaan, dan...” Salwa kembali terdiam.


Salwa masih tidak yakin, apakah perihal perselingkuhannya ini bisa dia bahas. Namun melihat perut Nina yang membesar dan mengatakan bahwa bayi yang dikandungnya adalah anak Farhan, membuat Salwa melanjutkan ceritanya.


“Dan aku kecelakaan saat keluar dari toko parfum”


“Toko parfum?” Tanya Fauzi memperjelas. “Ta-tadi sebelum kecelakaan, Salwa sempat ngebahas masalah toko parfum dan dia bilang itu ada hubungannya dengan dia yang ngekhianati aku dulu..” Jelas Fauzi.


Salwa menatap Fauzi. Mendengar Fauzi berbicara perihal pengkhianatannya dengan biasa saja, membuat Salwa yakin bahwa hubungan yang dia miliki bersama Farhan, sudah diketahui oleh Fauzi.


Farhan memutar ingatannya, kiranya dia bisa mengingat perihal toko parfum yang Salwa sebutkan.


“Yang kita janjian ketemu di cafe? Saat hari minggu?” Tanya Farhan memastikan. Farhan mengingat kalau sepuluh tahun yang lalu, dia pernah memiliki janji bertemu dengan Salwa. Dimana saat itu, Salwa mengalami kecelakaan sebelum mereka sempat bertemu.


“Iya.. Kemarin kan kita janjian buat ketemu” Kata Salwa mengiyakan pertanyaan Farhan.


“Salwa, itu bukan kemarin. Apa yang ada dipikiranmu sekarang itu terjadi di sepuluh tahun yang lalu” Jelas Farhan mencoba memperjelas apa yang membuat Salwa salah berpikiran sekarang.

__ADS_1


“Sepuluh tahun yang lalu? Maksudnya??”


“Salwa..” Nina angkat bicara, turut membantu menyelesaikan kesalah pahaman yang ada dikepala Salwa saat ini. “Kamu lihat aku? Aku tengah hamil sekarang, yang berarti aku sudah menikah. Sekarang adalah waktu sepuluh tahun kemudian dari apa yang ada di pikiranmu sekarang. Farhan ini suamiku, dan kita sudah menikah 7 tahun lebih. Kamu dan Fauzi juga sudah menikah. Kita sekarang sudah berkeluarga”


Dahi Salwa berkerut, ia semakin bingung dengan apa yang di jelaskan padanya.


Apa aku tengah menjelajahi waktu sekarang? Apa aku sedang pergi ke masa depan? Apa benar time travel itu ada??


Fauzi tidak mengerti dengan apa yang terjadi pada istrinya, dan dia juga bingung mengapa hal seperti ini terjadi. Fauzi terlalu berfokus perihal istrinya yang kembali seolah berada di masa lalu, hingga ia lupa bahwa istrinya adalah pengidap Alzheimer yang seharusnya ingatannya tidak bisa menyentuh hal-hal yang terjadi sekitar 13 tahun yang lalu itu dengan rinci.


Salwa masih saja kebingungan meski Fauzi, Farhan dan Nina sudah menjelaskan keadaannya sekarang. Dia yang baru sadar pasca kecelakaan, bagaimana bisa disediakan fakta yang sangat berbeda dari apa yang dia tahu sebelum ia mengalami kecelakaan.


“Ma-mana ponsel..”


“Kenapa sayang? Kamu mau nelfon siapa?” Tanya Fauzi sembari menyodorkan ponselnya.


Salwa tidak menjawab, dia hanya dengan cepat meraih ponsel yang Fauzi berikan padanya.


“2020??”


“Kenapa sama 2020 sayang??”


“Kenapa sekarang 2020? Apa pengaturan ponselmu bermasalah??”


“Sekarang memang tahun 2020 sayang, ada apa??”


Salwa melempar kecil ponsel yang di pegangnya. Dia begitu terkejut melihat waktu yang menurutnya itu tidak mungkin.


“Ga-gak.. Gak mungkin...”


“Apanya sayang??”


“Ini 2007, sekarang 2007”


Fauzi, Farhan dan juga Nina terkejut dan heran dengan apa yang dikatakan Salwa.


“Gak.. I-ini...”


Belum Salwa menyelesaikan kata-katanya, dia sudah terjatuh pingsan dan tidak sadarkan diri..


“Sayang... Sayang kamu kenapa?? Salwa...”

__ADS_1


Farhan dengan cepat berlari keluar memanggil dokter, sedang Nina berusaha menenangkan Fauzi yang kembali meneteskan airmata melihat istrinya tak sadarkan diri.


__ADS_2