
Fariz maupun Mikayla, hidup dan tumbuh di lingkungan yang baik dan dalam keluarga yang harmonis. Persahabatan orang tua mereka turun hingga pada hubungan Mikayla dan Fariz. Mereka yang sedari kecil bersama, membuatnya keduanya terbiasa satu sama lain. Seperti Fauzi dan Farhan dulunya, sekarang pun, dimana ada Mikayla berarti disana juga ada Fariz.
Fariz dan Mikayla yang kini tumbuh menjadi remaja, sudah duduk di bangku sekolah menengah atas. Fariz yang dulunya menjadi anak yang lucu, kini tumbuh menjadi remaja tampan yang penuh kharismatik. Perpaduan ketampanan Farhan dan manisnya Nina, menyatu pada wajah oval milik Fariz. Mata yang sedikit bulat, bibir tipis dan gigi yang sedikit mirip dengan kelinci, membuat Fariz memiliki ciri wajah yang khas. Dia sangat diidolakan oleh gadis-gadis di sekolahnya.
Memiliki tinggi 178cm, membuat Fariz sangat handal dalam permainan basket. Ia adalah tim basket yang memiliki pesona luarbiasa ketika melompat memasukkan bola basket dalam ring. Sifatnya yang ceriah meski sedikit narsis, membuat Fariz makin menjadi idola sekolah.
Tidak berbeda jauh dari Fariz, Mikayla pun tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik. Mata bulat dan pipi yang tembem membuat Mikayla terlihat sangat imut. Pipinya yang membesar seperti bakpao itu juga, yang selalu menjadi sasaran cubitan Fariz. Rambut panjang membuat kecantikan Mikayla semakin terpancar. Ya, dia pun menjadi idola di kalangan cowok-cowok di sekolahnya, dari adik kelas hingga kakak kelas, semua menjadikan Mikayla sebagai incaran.
Meski berada di sekolah yang sama, tapi Fariz dan Mikayla berada di kelas yang berbeda. Meski begitu, mereka hanya terpisahkan ketika jam pelajaran berlangsung, dan ketika Fariz maupun Mikayla sedang ikut kegiatan eskul mereka. Selebihnya, mereka akan bersama seperti gembok dan kunci yang tak terpisahkan.
Dari kelas Fariz, hingga kelas Mikayla dan bahkan di seluruh sekolah, semua sudah tahu seperti apa kedekatan Fariz dan Mikayla. Kekaraban keduanya tidak lagi di ragukan. Namun semua orang juga tahu, bahwa Fariz dan Mikayla tidak terikat dalam hubungan asmara. Mereka benar-benar dekat satu sama lain seperti saudara saja tanpa melibatkan hubungan romantisme dikeduanya. Membuat orang-orang tidak sungkan untuk mengungkapkan perasaan mereka pada Fariz maupun pada Mikayla.
****
__ADS_1
Seperti biasa saat jam istirahat tiba, Fariz dan Mikayla akan ke kantin bersama untuk mengisi perut. Keduanya dan dua teman lainnya kini duduk di kursi pada meja yang sama. Mereka saling melempar candaan sembari menunggu pesanan makanan mereka tiba.
“Riz”
Fariz menoleh mendengar namanya dipanggil oleh seseorang. Begitu juga dengan Mikayla dan kedua teman mereka. Rupanya panggilan itu berasa dari Eric, teman sekelas Fariz.
“Ada yang nungguin Lu di taman sekolah?”
“Siapa?” Tanya Fariz.
“Gue udah nyampein, Lu kesana deh samperin dia sebelum jam istirahat selesai” Kata Eric berlalu.
“Capek ya jadi orang cakep, dikit-dikit ada aja yang ngajakin ketemuan” Gerutu Fariz. Ya sifat narsisnya muncul seketika.
__ADS_1
“Iya, Lu cakep Riz, tapi sifat narsis Lu ini ngerusak segalanya” Kata Leon sembari menggeleng-gelengkan kepalanya melihat betapa narsisnya temannya itu.
“Kok masih disini?”
Fariz menatap Mikayla dengan intens.
“Apa?” Tanya Mikayla melihat Fariz yang menatapnya. “Kamu harusnya ke taman sekarang, seseorang lagi nungguin kamu disana” Mikayla mengingatkan Fariz perihal pesan seorang perempuan yang disampaikan melalui Eric tadi.
Fariz mengalihkan pandangannya dari Mikayla, dan berbalik menatap Leon disampingnya.
“Leon, temanin gue”
“Ya kali Lu mau minta ditemanin buat ketemuan”
__ADS_1
“Ck ikut aja..” Ajak Fariz setengah memaksa.
Leon tidak ada pilihan lain selain menurut ajakan Fariz. Fariz melangkah meninggalkan tempat duduknya diikuti oleh Leon. Sedang Mikayla, hanya mengantar Fariz dengan pandangannya. Ada perasaan yang sulit ia jelaskan setiap kali ia tahu bahwa seseorang sedang mengajak Fariz untuk bertemu. Entah ia khawatir jika teman masa kecilnya itu diambil oleh orang lain, atau perasaan lain yang tidak bisa ia jelaskan.