
Fauzi mengendarai mobilnya menuju kantor tempatnya bekerja. Setelah mengirim pesan pada Salwa, pikiran Fauzi terus-terusan memikirkan Salwa. Sebelumnya juga Fauzi selalu memikirkan Salwa namun setelah Fauzi memutuskan untuk memulainya lagi, pikiran tentang Salwa semakin kuat membuat konsentrasinya sesekali menjadi buyar. Rasa tidak tenang setelah mengirim pesan pada Salwa juga terus-terus menganggunya.
"Aku tidak sabar.." Kata Fauzi memutar arah mobilnya dan melaju menuju Rumah sakit tempat Salwa bekerja.
Semenjak Fauzi pernah bertemu dengan Salwa sebelumnya saat mengantar Afifah ke Rumah sakit, Fauzi terus-terusan merasa rindu untuk melihat wajah Salwa terlebih lagi setelah dia mendapat teguran dari Ibu Salwa itu semakin membuatnya tidak bisa menahan diri untuk bisa selalu melihat Salwa.
Fauzi tiba di Rumah sakit, nyalinya yang sangat besar tadi karena dibakar oleh rasa rindunya seketika ciut ketika sampai di Rumah sakit, dia duduk cukup lama dalam mobil untuk berfikir. Awalnya bahkan dia ragu-ragu untuk turun dari mobilnya sampai pada akhirnya tetap turun dan berjalan perlahan menuju Instalasi Farmasi bagian Apotek. Setiap langkahnya diselingi dengan perasaan ragu, namun hatinya juga dengan kuat meyakinkan demi menebus rasa rindu
"Permisi.." Sapa Fauzi.
"Iya??" Jawab seseorang dari dalam Apotek.
"Maaf, apa Salwa sudah datang??" Tanya Fauzi.
"Izka.. Kak Salwa udah datang belum.." Tanya seorang anak perempuan pada yang lainnya yang duduk selonjoran dikursi belakang sambil sibuk memainkan ponselnya.
"Belum.." Jawabnya tanpa mengalihkan perhatiannya dari ponselnya.
"Mereka kembar??" Gumam Fauzi dalam hati saat melihat wajah keduanya yang sangat mirip.
"Kak Salwa belum datang.." Jawabnya sambil menatap Fauzi.
"Apa masih lama??" Tanya Fauzi kembali.
"Mungkin gak, kak Salwa gak pernah telat datang. Mau menunggu??" Saran Izki.
Fauzi terdiam sejenak. "Apa aku menunggu saja?" Pikir Fauzi. "Ah gak.. Nanti Salwa tanya kenapa aku nungguin dia, aku jawab apa? Masa iya aku jawab karena rindu, ya meskipun memang rindu"
"Palingan sepuluh menit lagi kak Salwa udah datang.." Lanjut Izki.
"Ah gak usah, saya juga harus berangkat kerja. Tolong sampaikan saja sama Salwa kalau saya datang mencarinya.."
"Oh iya.."
"Terimakasih.." Kata Fauzi kemudian berlalu.
Fauzi sangat ingin melihat Salwa namun di sisi lain dia sendiri belum siap bahkan tidak tahu harus memulai dari mana percakapannya jika bertemu Salwa. Fauzi mengurungkan niatnya bertemu dengan Salwa pagi ini dan melanjutkan perjalanannya menuju tempat kerja.
"Ck ck si alay datang gaes.." Celetuk teman kantornya sebagai kata sambutan pagi ini saat Fauzi tiba ditempat kerjanya.
Fauzi hanya diam kebingungan tidak mengerti dengan apa yang di maksud temannya.
"Ha ha ha, gue ngerti lah ya kalau misal yang dia jadikan display picture itu foto cewek korea, lah ini malah foto cowok yang dia pasang..Ha ha ha kan kesannya jadi ambigu" Seru yang lainnya tidak mampu menahan tawanya.
__ADS_1
"Oh.. Pasti yang dia maksud tentang dp profilku yang pakai foto Kim Taehyung" Pikir Fauzi mulai mengerti dengan apa yang teman-temannya bahas.
Display picture profilnya yang menggunakan foto Kim Taehyung mendapat banyak sorotan dari teman-temannya dan membuatnya harus menerima bullyan untuk itu. Ya sifat teman-temannya tidak beda jauh dari Fauzi, usil dan ribut.
"Ha ha ha buat apa coba Lu ngeganti dp pake foto cowok korea begitu?? Lu bukan Fanboy kan?? Kalau Fangirl gue masih oke lah, tapi kalau Fanboy ke idola cowok gue agak gimana gitu mikirnya ha ha"
"Ha ha atau Lu masang foto itu dengan harapan kapan-kapan cakepnya dp profil Lu bisa nular ke wajah Lu gitu??"
Fauzi benar-benar kenyang bullyan dari teman-temannya namun seperti biasa, bukannya akan ciut Fauzi akan semakin menjadi-jadi.
"Ck kalian ini, gue masang foto itu karena capek di taksir sama cewek-cewek. Kalau gue masangnya foto orang tampan, cewek-cewek bakal ngira kalau gue ini jelek jadi mereka mikir-mikir dulu buat ngincar gue, padahal aslinya mah gue gak kalah tamvan sama yang di dp gue" Balas Fauzi pada teman-temannya yang membully dengan candaan.
"Ha ha ha ngarang Lu.." Balas temannya.
"Bukan ngarang, Lu gak pernah ngerasain kan gimana rasanya menjadi orang tamvan yang diperebutkan para cewek-cewek.." Kata Fauzi dengan narsis.
"Ha ha ha ketika orang jomblo berbicara tentang diperebutkan, disitu kadang gue merasa dunia ini terlalu kejam padanya.."
"Ha ha ha.." Tawa semuanya pecah dan larut dalam pembullyan untuk Fauzi.
Yah itu sudah seperti hiburan mereka sebelum memulai rutinitas kerja hari ini, dan Fauzi tidak mempermasalahkan itu.
Fauzi duduk ditempatnya setelah sebelumnya mendapat bullyan dari teman-teman kerjanya.
"Siapa??" Kata Fauzi dengan suara kecil saat membaca pesan masuk balasan dari Salwa. "Dia tanya siapa??" Gumam Fauzi. "Apa aku balas Kim Taehyung saja..??" Pikirnya. "Ck, aku benar-benar alay sekarang.."
"Aku Fauzi, jadi gimana ada waktu gak buat ketemu??" Balasan pesan yang Fauzi kirimkan untuk Salwa.
Fauzi terus-terusan menatap layar ponselnya menunggu balasan pesan dari Salwa, tapi hingga berlalu lima belas menit belum juga ada balasan dari Salwa.
"Ah mungkin dia sedang sibuk, pasiennya mungkin saja sudah berdatangan.." Fauzi mencoba berpikir positif. "Hufftt sebaiknya aku juga mulai bekerja, aku harus mengimbangi kesibukan Salwa dan harus bisa menjadi lebih baik lagi agar pantas untuk Salwa yang sekarang" Kata Fauzi sembari memberi semangat pada dirinya sendiri. Ponselnya akhirnya dia letakkan dan kembali fokus pada pekerjaannya hari ini.
.
.
.
"Ck, dari tadi pagi main Hp teruss.." Tegur Afifah yang tiba-tiba muncul dari balik pintu kamar Fauzi.
"Haiss.. Kalau masuk kamar orang itu ngetuk dulu.." Tegur Fauzi.
"Eleh.." Afifah meletakkan piring yang berisikan beberapa macam buah didepan Fauzi yang sedang duduk didepan meja samping tempat tidurnya. "Nungguin chat siapa??" Tanya Afifah.
__ADS_1
"Kepo.." Jawab Fauzi singkat tanpa mengalihkan pandangannya dari ponselnya.
"Kak Fauzi punya cewek??" Afifah semakin penasaran.
"Ck apaan sih nanya-nanya.. Udah keluar sana.."
"Ciee yang..."
"Yang apa???" Tanya Fauzi memotong perkataan Afifah. "Ini udah mau nikah kelakuan masih kayak bocah.."
"Daripada situ sudah tua dan sok dewasa tapi cewek aja gak punya, dasar bujang gak laku..." Ledek Afifah.
"Apa kamu bilang???" Spontan Fauzi berbalik menatap Afifah.
"Bu-jang gak la-ku.." Jelas Afifah beranjak keluar dari kamar Fauzi.
"Jangan sembarang ngomong, begini-begini kakakmu ini banyak yang taksir.." Kata Fauzi dengan nada tinggi karena Afifah yang semakin menjauh
"Ya mimpi aja terussss....." Teriak Afifah dari luar kamar Fauzi.
Fauzi kembali menatap layar ponselnya, menunggu balasan pesan dari Salwa yang sampai sekarang belum juga ada.
"Apa aku kirim pesan lagi??" Pikir Fauzi.
Fauzi membuka obrolan pesan dengan Salwa dan kembali mengiriminya pesan.
"Kenapa gak dibalas?? Apa aku gak boleh sekedar bersilaturahmi??".
Fauzi kembali menunggu balasan pesan dari Salwa dan lagi-lagi itu hanya membuatnya menunggu tanpa hasil.
.
.
.
Maafkan Lina yang telat Up 😭
.
.
Teman-teman, mari kita mendoakan saudara-saudara kita yang sedang ditimpa musibah bencana banjir dan sebagainya.. semoga saudara2 kita selalu dalam lindungan-Nya..
__ADS_1