
Usia pernikahan Fauzi dan Salwa sudah menginjak 6 tahun, dan dari pernikahannya mereka dikaruniai seorang putri yang semakin melengkapi kebahagiaan mereka. Mikayla Azzalea, seorang putri dengan paras cantik perpaduan dari wajah Salwa dan Fauzi itu, sekarang berusia 5 tahun dan tengah belajar di taman kanak-kanak yang tidak jauh dari rumahnya.
6 tahun bukan waktu yang sebentar, namun hubungan mereka tetap harmonis. Keseharian mereka yang dipenuhi cinta dan kasih sayang, membuat rumah tangga Salwa dan Fauzi selalu dipenuhi dengan kebahagiaan. Namun, kebahagiaan yang mereka rasakan, jelas tidak lepas dari pertengkaran-pertengkaran kecil yang biasa terjadi dalam rumah tangga. Tapi Fauzi, yang sudah mengenal Salwa kurang lebih 15 tahun itu, dan mencintainya selama 14 tahun terakhir ini, sudah sangat paham akan apa yang harus dia lakukan ketika Salwa sedang marah.
Fauzi selalu bisa menenangkan hati istrinya, dan selalu bisa membuat amarah Salwa menjadi meredah dengan cepat. Ya untuk waktu yang puluhan tahun itu, sudah tidak heran lagi jika Fauzi bisa menangani perasaan istrinya dengan baik. Terlebih lagi, memang sifat Fauzi yang siap mengalah itu, yang membuat Salwa tidak bisa marah lebih lama.
.
.
Waktu menunjukkan pukul 6 kurang 15 menit, dan terdengar dari kamar suara bising dari benda yang tidak sengaja Salwa jatuhkan di dapur. Fauzi dengan segala rasa malas yang dilawannya, beranjak dari tempat tidur menuju dapur untuk memanjakkan matanya dengan penampakan istri yang sangat dia cintai.
Fauzi tiba di dapur dan mengambil posisi duduk di meja makan yang bersampingan dengan dapur. Dilihat jelas, bagaimana istrinya yang masih menggunakan piyama dengan ikat rambut yang nyaris lepas itu, sedang sibuk memasak sesuatu. Aroma masakan yang menyentuh indra penciuman Fauzi, membuat cacing diperutnya auto meronta-ronta minta diberi makan.
"Astaaagaaa..." Kehadiran suaminya yang tanpa sepengetahuannya membuat Salwa refleks berteriak.
Salwa yang berbalik ingin mengambil sesuatu itu dibuat terkejut dengan kehadiran suaminya yang tengah duduk memandanginya.
"Kamu ngebuat aku kaget sayang.." Tegur Salwa.
Fauzi yang memangku dagu dengan telapak tangannya itu tersenyum. "Kamu lagi kaget aja tetap cantik.."
"Ck, apaan sih.." Salwa tersenyum kecil mendapat gombalan manis dari suaminya di pagi buta.
Hampir setiap hari Fauzi menghujani istrinya dengan kata-kata manis. Namun entah mengapa, Salwa yang setiap hari menerima itu masih saja dibuat tersipu-sipu malu.
"Kamu kenapa sibuk masak pagi-pagi begini sih sayang??"
"Ya untuk nyiapin sarapan sama bekal buat kamu dan Mikayla lah sayang.. Ck, kamu juga ngapain duduk manis disitu? Sana mandi, bajunya sudah aku siapin, jangan lupa ngebangunin Mikayla nanti.." Kata Salwa kembali sibuk dengan acara memasaknya.
"Ini kan hari libur.."
Fauzi mengingatkan istrinya yang sepertinya lupa hari karena kesibukannya sebagai Ibu rumah tangga sekaligus Apoteker standby di Apoteknya.
"Hari ini libur?" Tanya Salwa memperjelas. "Ah iya ya.. Ini minggu. Kenapa aku lupa.." Salwa menepuk kecil jidatnya.
Fauzi beranjak dan menghampiri istrinya, memperbaiki ikat rambut yang nyaris lepas itu kemudian mengarahkan tangannya melingkar dipinggang ramping milik istrinya, memberi pelukan hangat dari belakang.
"Kamu kepikiran apa hem? Sampai hari saja kamu bisa lupa?"
"Aku kepikiran kamu terus, makanya haripun aku lupa.." Balas Salwa menggoda Fauzi.
Cup.. Fauzi memberi kecupan hangat di pipi istrinya.
"Sudah pintar juga ya sekarang.."
"Iyalah, setiap hari aku dapat gombalan seperti itu dari kamu, jadinya aku ketularan sekarang.."
Fauzi tertawa kecil mendapat pengakuan langsung dari istrinya.
"Sana ah, aku mau ngelanjutin masak.."
__ADS_1
"Tapi ini kan hari libur.."
"Libur kerja bukan berarti libur makan kan sayang.."
"Ya maksudku masaknya nanti saja, toh aku sama Mikayla gak harus berangkat pagi-pagi.."
"Aku udah terlanjur masak, biar aku lanjutin aja sekalian.." Jawab Salwa sambil mengaduk sup yang tengah dibuatnya.
"Cobaa.."
"Kamu mau coba??"
Fauzi mengangguk pelan.
Salwa mengambil sendok lebih kecil dan meniup air sup agar rasa panas tidak membakar lidah suaminya.
"Sekarang beneran sudah enak ya.."
"Iyalah.. Ini sudah 6 tahun sayang, jelas rasa masakanku sudah berubah jadi lebih enak.."
Fauzi hanya tersenyum.
"Udah ah sana.. Aku harus masak.." Salwa menegur suaminya sekali lagi yang terus bertengger memeluknya dengan manja.
"Tapi aku senangnya begini.."
"Tapi kamu ngegangguin aku masak sayang.."
"Gak usah, ini juga bentar lagi selesai. Sana beresin tempat tidur saja.."
"Tapi aku masih mau begini sayang.." Rengek Fauzi manja sembari membenamkan wajahnya dipundak Salwa.
Salwa memberi usapan lembut di rambut suaminya.
"Rasanya suamiku lebih manja dibanding anakku.."
Salwa tersenyum kecil melihat kelakuan suaminya.
"Sayang.."
"Hem?"
"Gimana kalau hari ini kita kerumah Ayah sama Ibu? Ayah sama Ibu pasti kangen sama Mikayla.."
"Mikayla yang kangen apa kamu hem??"
"Ya aku juga sih.. Kamu juga pasti kangen kan sama Ayah dan Ibu mertuamu.."
"Iya, minggu kemarin kita cuman sempat mampir dirumah Ibu sama Ayah mertuamu, dan gak sempat mampir dirumah Ayah sama Ibu mertuaku.."
"Hari ini kita kesana?"
__ADS_1
"Boleh.. Aku juga lagi ngebuat banyak lauk, sekalian aku bawain buat Ayah sama Ibu. Ada Afifah juga kan disana?"
"Iya, karena suaminya libur, jadi dia main kerumah Ibu.."
"Yaudah sana kamu beres-beres. Aku gimana bisa cepat selesai masak kalau kamu gini terus sayang.."
"Tapi aku masih mau kepengen meluk kamu terus.." Rengek Fauzi manja dan kembali membenamkan wajahnya di pundak Salwa.
"Mami..."
Suara lucu dari putrinya membuat Salwa dan Fauzi berbalik.
"Kamu sudah bangun Nak??"
"Mau pipis.."
"Kenapa gak ke kamar mandi sayang?"
"Maunya dianterin Mami.."
"Tapi Mami sekarang lagi sama Papi, Kayla.." Kata Fauzi, tidak melepas pelukannya dari Salwa.
"Maamiii...." Mikayla mulai menangis.
"Aish kamu ini.. Ini masih pagi dan kamu udah ngebuat Mikayla menangis.." Salwa melepas tangan Fauzi yang sedari tadi melingkar dipinggangnya. "Iya sayang iya.. Ayo mami antar ke kamar mandi" kata Salwa menghampiri putri kecilnya. "Sayang.. Lanjutin masaknya.."
"Kok jadi aku yang masak??"
"Ya karena aku mau ngurus Mikayla dulu. Salah sendiri kenapa dikasi nangis pagi-pagi.." Kata Salwa beranjak sembari menggendong putri satu-satunya itu.
Fauzi tidak punya pilhan lain selain menggantikan Salwa meneruskan masakannya.
"Hemm.. Dulu aku yang kepengen sekali punya anak. Sekarang aku sudah punya anak, dan dia mengambil semua perhatian istriku.." Keluh Fauzi dengan rasa cemburunya. "Mikayla juga, kenapa bangunnya pagi sekali sih??"Gerutu Fauzi.
Seolah semuanya baik-baik saja, juga mereka yang berharap sekarang dan kedepannya akan baik-baik saja.
.
.
.
.
.
Tetap jaga kesehatan cinta-cintaku..
Jangan terlalu panik, tapi tetap waspada..
Handsanitizer mungkin sudah langkah di beberapa daerah, namun jangan terlalu meresahkan itu karena mencuci tangan menggunakan Sabun, jauh lebih efektif..
__ADS_1
Pastikan mencuci tangan dengan 7 langkah yang benar ya 😊😊