Dear, Jodohku!!

Dear, Jodohku!!
Pengertian..


__ADS_3

11.



"Salwa.."



Aku menoleh mendengar seseorang memanggil namaku. Kuliat Fauzi berlari kecil menuju ke arahku.



"Kemarin pulang jam berapa?" Tanyanya setiba sampai didepanku sambil berjalan beriringan.



"Cepat kok"



"Kok gak ngabarin aku"



"Oh, aku cuman gak mau ganggu kamu aja"



"Semalam aku telfon, nomor kamu sibuk"



"Oh itu.. Anu.. Bibi Lily menelfon, nyariin aku karena aku gak ikut sama Ibu kerumahnya" Jawabku berbohong.



"Lama juga kamu ngomongnya sama bibi Lily"



"Kenapa?"



"Gak.. aku nelfon kamu, aku jeda 30 menitan tapi nomor kamu masih sibuk"



"Oh.. Itu.. Anu.. Karena disana banyak keluarga yang lagi ngumpul jadi mereka gantian sama bibi Lily telfonan sama aku"



"Oh gitu.. Besok-besok panggilan tunggumu diaktifkan sayang.. Aku jadi Khawatir kalau gak dapat kabar dari kamu" Katanya.



"Iya.." Jawabku tersenyum.



"Yaudah, aku ke kelas dulu ya.. Jam pertama udah mau mulai"



Aku hanya tersenyum..



"Bye.." kata Fauzi sambil melambaikan tangannya dan berlalu.



Aku terdiam sejenak. Memandangi punggung Fauzi yang semakin menjauh.


Kenapa aku?? Kenapa aku jadi berbohong ke Fauzi? Kenapa aku bisa impulsif ngejawab seperti itu. Toh Fauzi gak akan marah kalau aku bicara jujur tentang Farhan. Tapi entah kenapa aku malah berbohong. Aku kenapa??



Aku berjalan menuju kelasku dari lapangan tempat upacara. Aku terus memikirkan tentang apa yang barusan aku katakan tadi.



"Kok bengong?"


Tegur seseorang yang membuatku terkejut.


"Pagi-pagi melamun gak baik buat anak cewek, bisa kesambet ntar" lanjutnya



"Eh kak.."



"Lagi mikirin apa emang"



"Gak ada, cuman kebetulan aja tiba-tiba bengong"



"Bengong kok kebetulan.."



"Hehe iya ya.." Kataku tertawa kecut.


"Kakak gak masuk kelas" Tanyaku



"Gurunya gak ada, ini cuman mau ke perpus nyelesaiin tugas"



"Lah, tadi Fauzi ke kelas.."



"Oh gak tau juga.. Mungkin Fauzi ada keperluan lain dikelas.."



"Ah.. Iya mungkin" Jawabku..



"Yaudah, aku duluan.. Jangan melamun, kasian batunya kalau sampai keinjak gara-gara Salwa yang jalan sambil melamun"



"Lah.. Kakak malah lebih kasian sama batunya"



"Ya kan yang diinjak batunya, bukan salwa yang diinjak sama batu kan"



"Yaudah deh.. Serah kakak.."



"Hahaha.. Aku duluan ya.." Kata Farhan sambil berlalu.



"Okee..." Jawabku tersenyum.



**



Jam istirahat pertama, aku berjalan menuju kelas Fauzi. Yah aku berfikir sedari tadi, rasanya aku benar-benar keterlaluan sudah berbohong pada Fauzi dan lagi mengabaikannya semalam. Tapi entah mengapa, perasaan yang tidak enak ini sama sekali tidak membuatku ingin jujur tentang telfon semalam. Ah apa yang kulakukan ini benar? Pikirku sambil terus berjalan menuju kelas Fauzi.

__ADS_1



"Loh Salwa.." sapa Farhan



"Hai kak.." balasku..


Aku melempar pandanganku diruangan kelas Fauzi, tapi tidak kutemukan Fauzi.



"Cari Fauzi?" Tanyanya



"Iya.." Jawabku tersenyum.



"Fauzi keluar tadi"



"Kemana?"



"Gak tau juga, habis terima telfon dia berlari keluar" jelasnya. "Dia gak bilang sama kamu?" Lanjutnya bertanya.



Aku hanya menggeleng sambil tersenyum.



"Oh itu sudah datang" Kata Farhan.


Aku spontan menoleh.



"Dari mana?" Tanyaku setibanya



"Oh, ambil ini sayang" Jawabnya sambil memperlihatkan sebuah map coklat.



"Apaan?" Celetuk Farhan



"Hasil motret gue kemaren" Jawab Fauzi tersenyum. Jelas terlihat Fauzi sangat senang.



Farhan meraih map coklat itu dan membukanya.



"Lu motret acara besar ini" Katanya setelah melihat beberapa foto hasil jepretan Fauzi yang sepertinya foto Preweeding seseorang.



"Haha, gak juga.."



"Gue nikah, bisa lu kasi harga miring lah ya.."



"Nikah, nikah.. Cari cewek dulu sono.. Lu pikir nikah sendiri doang bisa apa" jawab Fauzi meledek.



"iya iya mprettt.."




Ah, mereka terlihat akrab sekali, wajar saja jika Fauzi tidak khawatir meminta Farhan untuk menemaniku jalan. Lalu kenapa lagi aku berbohong tadi pagi, sudah jelas menelfon dengan Farhan bukan masalah buat Fauzi.



"Oiya, kenapa sayang?" Tanya Fauzi sambil menatapku.



"Gak, cuman mau jengukin kamu doang" Jawabku tersenyum.



"Udah makan?"



"Belum"



"Yaudah ayo.." Katanya sambil merangkulku menuju kantin



"Woi Zi.. Ini gambar Lo mau diapain? Lu setinggal-tinggalnya" Teriak Farhan



"Simpan aja dimeja" Jawab Fauzi berjalan sambil melambaikan tangannya.



Aku semakin merasa bersalag telah berbohong, tapi aku juga tidak punya keberanian berkata jujur setelahnya. Aku takut Fauzi beranggapan aku menyembunyikan sesuatu, aku takut Fauzi curiga.



"Sayang.. Besok aku lomba basket" Kata Fauzi sambil menunggu pesanan makanan



"Lah.. Bukannya udah ada team basket yang baru?"



"iya.. Cuman salah satu dari mereka ada yang cedera"



"pemain cadangan?"



"kan Team basket masih baru sayang, mereka gak banyak mempersiapkan cadangan" jelasnya.


"Kamu bisa datang gak?"



"Gak tau juga.."



"Iya ya.. Kamu pasti harus latihan tari, gak lama lagi kan lomba tari tradisional antar sekolah dimulai"



"Hem.. Entar aku liat, kalo bisa aku pasti dateng"



"Jangan dipaksa sayang, kalau ada waktu baiknya kamu gunain untuk istirahat saja, kamu udah sibuk latihan, belum lagi tugas-tugasnya"


__ADS_1


"Iya" Jawabku tersenyum.



"Aku bisa kok minta team basket main lagi kalau kamu beneran kepengen liat, kubuat pertandingan khusus untukmu"



"Ishh apaan sih, gak jelas banget deh kamu" Kataku sambil tertawa kecil.



Fauzi ikut tersenyum



"Sayang.. Kalau aku bohong, kamu marah gak?"



"Bohong?" Tanyanya bingung



"iya bohong, kamu marah gak?"



"Kamu bohong apa sayang?"



"Ish.. Pertanyaan aku kok dijawabnya sama pertanyaan juga"



"Ya kamu tumben-tumbennya nanya seperti itu, emang kamu lagi bohong apa sayang? Bohong sama siapa?"



"Kamu marah gak? Aku nanyanya kamu marah gak kalau aku bohong?"



"Tergantung.."



"Tergantung? Apanya?" tanyaku bingung



"Tergantung jenis bohongnya.. Kalau kamu bilang sudah makan, padahal belum makan ya aku pasti marah lah.. Tapi kalau kamu bilang gak sayang sama aku padahal sebenarnya sayang, ya aku gak bakalan marah"



"Bukan bohong kayak gitu maksud aku"



"Lah terus yang kayak gimana sayang?"



"Ya pokoknya bohong.."



"Kamu itu sebenarnya kenapa sayang? Kamu ada niat mau ngebohongin aku?"



"Gak, kan aku bilang seandainya.."



"Gini ya sayang.. Gak ada orang yang suka kalau pasangannya bohong, itu berlaku buat aku juga. Tapi sayang.. Aku tahu, kamu punya privasimu sendiri, kamu punya hal-hal yang ingin kamu simpan buat kamu sendiri. Hal-hal yang bahkan akupun gak berhak buat tau" Jelasnya.


"Aku gak akan maksa buat kamu jujur terus ke aku, karena aku tau akan ada masa dimana kamu harus bohong dengan alasanmu sendiri, dan aku akan mengerti itu" Tambahnya..


"Ya tapi bukan berarti aku ngijinin atau suka kalau kamu bohong" lanjutnya.



"Ish apaan sih, kamu bilang aku boleh bohong, tapi gak ngijinin aku bohong.. Gak jelas deh.."



"Maksud aku, aku emang gak mau masuk-masuk dalam privasimu, maka itu aku ngebolehin kamu gak jujur sama aku.. Tapi ya bkan berarti kamunya mau nyembunyiin semuanya dari aku, bukan berarti semuanya kamu harus bohong ke aku"



"Jadi aku boleh nyimpan sesuatu hal yang gak mau aku kasi tau ke kamu?"



"Boleh.. Meskipun sebenarnya aku gak mau ada hal yang kamu sembunyiin dari aku, aku mau tau semua tentang kamu, aku mau jadi pendengar untuk semua kisah kamu. Tapi kembali lagi, aku gak mau maksa untuk masuk lebih dalam keprivasi kamu kalau kamu gak ijinin.. Aku gak mau nekan kamu dan maksa-maksa kamu, karena aku gak punya hak untuk ngelakuin itu ke kamu. Aku percaya sama kamu" jelasnya.



"Makasih.." Kataku tersenyum



"Makasih buat apa?"



"Makasih karena udah ngasih aku ruang buat diriku sendiri, makasih udah gak ngekang-ngekang aku"



Fauzi hanya tersenyum sambil membelai rambut dan pipiku.



"Aku cuman mau jadi yang terbaik buat kamu, meskipun aku sadar kalau aku bukan yang terbaik"



"Kamu yang terbaik kok.."



Fauzi hanya tersenyum.



"Tapi sayang, kok kamu tumben bahas beginian? Kamu ada niat buat bohong ke aku?"



"Gak, aku cuman pengen tau reaksi kamu aja"



"Wah, kalau cuman pengen lihat reaksi harusnya aku aktor mode on tadi.." Katanya bercanda..



"haha, jangan aneh-aneh deh sayang"



Fauzi tertawa.



"Yaudah, makan gih.. Keburu bel masuk ntar" Katanya sambil menyodorkan makanan yang sudah siap saat kami berbincang tadi"



"Kamu juga makan.." kataku sambil menyodorkannya juga makanan



"Iya sayangku.." kata Fauzi tersenyum.

__ADS_1



Aku jadi merasa lega. Yah, seperti yang Fauzi bilang ada hal yang baiknya aku simpan sendiri untukku, bukan untuk alasan yang buruk tapi ini untuk kebaikan bersama.


__ADS_2