
Layar tv dengan ukuran 43 inch menampilan siaran Tv yang sedang tayang saat ini. Sebelumnya Fauzi sedikit memaksa istri kesayangannya itu untuk segera tidur, mengingat kemarin malam istrinya tidak memiliki waktu tidur yang cukup. Namun usaha untuk membuat istrinya segera tidur berakhir begitu saja setelah istrinya menolak dengan memasang wajah yang memelas dan terlihat imut. Selain itu, melihat mata istrinya yang terbuka lebar dengan wajah yang masih sangat segar, membuat Fauzi tidak sampai hati memaksa istrinya untuk segera tidur.
Fauzi dan Salwa melewati malam mereka sembari menonton Tv berdua, sekiranya kantuk itu akan datang segera.
"Akhir-akhir ini kok kamu sering sekali insomnia sih sayang?" Tanya Fauzi sembari mengecup kening istrinya yang bersandar manja dipundaknya.
"Gak tahu juga.." Jawab Salwa sambil menyuapi suaminya dengan sepotong roti.
"Kamu gak lagi banyak pikiran kan sayang??"
"Aku mau kepikiran apa juga? Gak ada hal yang bisa ngebuat aku banyak pikiran. Ya kecuali mikirin kamu, itu emang harus banyak-banyak" Goda Salwa.
Fauzi mengubah posisinya, mulai berbaring dipangkuan istrinya.
"Kamu makin lama, makin pintar ngegombal.."
Salwa hanya tersenyum.
"Kita seperti ini terus ya.."
"Apanya?" Tanya Fauzi yang kebingungan dengan perkataan Salwa.
"Ya seperti ini terus, saling mencintai, menyayangi dan bahagia terus.."
"Tentu sayang. Aku akan selalu berusaha buat ngebuat kamu bahagia, apapun yang terjadi"
Salwa tunduk dan mengecup kening suaminya dengan lembut.
"Apapun yang terjadi, aku bakal tetap sayang sama kamu. Jadi kalau semisal suatu hari nanti aku ngomongnya gak sayang sama kamu, jangan percaya karena itu berarti aku lagi bohong.."
"Walaupun itu bohong, kamu tetap gak boleh ngomong kalau kamu gak sayang sama aku. Kamu harus selalu bilang, kalau kamu sayang sama aku.."
"Kan aku bilang semisal. Aku juga gak bakal ngomong gitu.."
"Ya terus kenapa berandai-andai seperti itu.."
"Ya kan kita gak tahu kedepannya kayak gimana. Sempat kan ada hari dimana aku lupa ingatan.."
"Ck sayang.. Kamu ini ngomong apaan sih??" Tegur Fauzi.
Entah pikiran dari mana dan kenapa bisa hinggap di kepala istrinya, sampai istrinya itu berfikiran hal yang tidak-tidak.
"Ha ha ha, kenapa reaksimu berlebihan begitu. Aku kan mau menua sama kamu, orang kalau semakin tua kan bisa jadi pikun. Ya siapa tahu pas aku pikun nanti, aku lupa kalau aku ini orang yang sayang sama kamu.."
"Sampai kamu pikun nantipun, kamu gak bakal bisa lupa kalau kamu itu sayang sama aku. karena aku ada dihatimu sayang.."
__ADS_1
Salwa hanya tersenyum.
"Lagian kenapa tiba-tiba ngomong gitu sih sayang??"
"Gak tau juga, aku cuman kepikiran gara-gara akhir-akhir ini aku suka lupa"
"Itu cuman karena kamu lagi kecapean aja, usiamu masih muda untuk bisa terjangkit pikun, sayang" Fauzi memberi pukulan kecil pada kening istrinya, membuat Salwa tertawa kecil.
Keduanya kembali asyik menikmati sebuah film yang sedang tayang pada layar tv yang cukup besar, memanjakan mata keduanya. Snack yang tersedia menemani mereka dalam menikmati film pada malam yang semakin larut. Selain menyuapi dirinya, Salwa juga memberikan suapan pada suaminya yang berbaring manja di pangkuannya.
Sesekali Salwa mengucek matanya, kemudian kembali fokus pada layar tv. Juga sesekali membuat kornea matanya lebih lebar saat menatap layar.
"Kamu kenapa sayang?" Tanya Fauzi yang kebingungan melihat istrinya itu. "Mulai ngantuk?"
Salwa menggeleng.
"Terus kenapa? Sedari tadi matanya dikucek terus.."
"Penglihatanku kok agak buram ya sayang.. Atau emang tulisannya yang gak jelas"
Fauzi mengalihkan pandangannya dari Salwa dan menatap layar besar yang ada didepannya. Kembali lagi Fauzi menatap istrinya yang masih berusaha membuka kornea matanya dengan lebar agar bisa melihat dengan jelas.
"Kamu gak bisa ngebaca tulisannya??" Tanya Fauzi.
Salwa mengangguk. "Kadang bisa, kadang gak. Kayak agak buram gitu"
"Kayaknya kamu udah ngantuk sayang, makanya kadang-kadang penglihatanmu jadi buram.."
"Gak.. Aku gak ngantuk.."
"Gak, kamu itu udah ngantuk, cuman lagi bandel aja.."
"Gak.. Ak.."
Belum Salwa menyelesaikan kata-katanya, Fauzi sudah meraih remot dan mematikan tv. Kemudian beranjak menggendong Salwa.
"Lah lah kenapa??" Tanya Salwa kebingungan dan sesegera melingkarkan tangannya di leher suaminya.
"Kamu beneran harus tidur sayang. Ngantuk ataupun gak, kamu sudah harus tidur. Aku yakin, ini itu karena kamu kurang tidur makanya penglihatanmu jadi agak buram.."
"Tapi aku beneran gak ngantuk sayang, aku mana bisa tidur kalau lagi gak ngantuk"
"Nanti aku bantu biar bisa tidur. Aku nyanyiin, aku dongengin, kalau perlu nanti kelonin kayak bayi.."
Salwa hanya tertawa kecil melihat suaminya yang terlihat lucu itu. Fauzi ikut tersenyum melihat istrinya.
__ADS_1
...
Malam semakin larut, tak ada suara, hanya detak jam dinding yang bermain ditelinga menemani melewati malam yang tak kunjung pagi bagi Salwa yang sulit memejamkan mata.
Akhir-akhir ini, Salwa sering sekali insomnia. Saat malam semakin larut, maka matanya semakin segar tak terhinggap oleh rasa kantuk. Salwa menatap wajah Fauzi, suaminya begitu tenang saat tertidur. Tangannya masih melingkar manja pada pinggang istrinya yang ramping.
Sebelumnya Fauzi dengan segala upaya untuk menidurkan istrinya, seperti seorang Ayah yang sedang berusaha menidurkan bayinya. Namun seperti pada umumnya, yang menidurkan malah lebih cepat tertidur dibanding yang sedang diusahakan untuk tertidur.
Tidak ada aktifitas yang bisa Salwa lakukan dimalam hari yang semakin larut. Jam di dinding sudah menunjukkan pukul 2 dinihari, dan dia masih saja kesulitan memejamkan mata. Semakin larut Salwa dalam tatapannya pada suaminya, perlahan rasa kantuk yang entah jalan-jalan kemana tadi itu, telah kembali pulang dan hinggap pada Salwa. Membuat matanya semakin sayu dan perlahan terlelap dalam pelukan suaminya.
.
.
.
Pagi yang dinanti-nanti Salwa semalam sudah datang. Meski belum begitu menyeruak, namun cahaya mulai masuk perlahan kedalam kamar melalui celah-celah.
Fauzi terjaga dari tidurnya, meski kesadarannya belum sepenuhnya terkumpul setelah hilang saat tertidur semalam. Dilihatnya Salwa yang sudah tidak ada disampingnya. Ya istrinya itu pasti sedang sibuk di dapur menyiapkan sarapan dan juga bekal untuknya dan untuk putri mereka. Fauzi beranjak dari tempat tidur dan mulai merapikan seperti biasanya.
Sebelumnya, setelah merapikan tempat tidur, Fauzi akan segera membersihkan tubuhnya dan bersiap-siap membantu Salwa dalam menyiapkan segala perlengkapan buah hati mereka sebelum berangkat sekolah, namun kemeja yang akan dia gunakan bekerja hari ini belum tersedia seperti biasanya. "Apa dia juga lupa menyiapkan bajuku kali ini?" Pikir Fauzi.
Fauzi beranjak keluar kamar, hal lain yang tidak dia temui pagi ini seperti biasanya adalah, suara bising yang dihasilkan dari alat-alat dapur yang digunakan istrinya buat memasak, juga tak ada aroma masakan yang seperti biasanya sudah menangkap indra penciumannya ketika dia bangun di hari.
"Sayang.. Kamu ngapain disitu???"
.
.
.
.
.
.
Mencegah korona tidak cukup hanya dengan menjaga kebersihan..
Konsumsi suplemen makanan dan multivitamin juga, untuk membantu kekebalan tubuh..
Vitamin C juga sangat penting ya 😊
Yuhuu.. Ayo konsumsi buah yg mengandung Vitamin C yang tinggi.. Buah dengan Vitamin C tertinggi adalah Jambu biji.
__ADS_1
Viitamin C juga terkandung pada buah Kiwi, Semangka, Jeruk dll..
Semoga kita sehat selalu 😊