Dear, Jodohku!!

Dear, Jodohku!!
Review 4


__ADS_3

lagi 1 Hari-hari berlalu, setelah siswa-siswi menjalani masa orientasi siswa dan diliburkan selama tiga hari akhirnya hari ini adalah hari perdana mereka masuk sekolah menggunakan seragam putih abu-abu. Semerbak bau baju baru yang kinclong dan perlengkapan sekolah seperti sepatu dan tas yang semuanya serba baru. Terlihat wajah senang siswa siswi baru dengan seragam baru mereka.


"Ninaaa..." Seru Salwa berjalan mendekati Nina. Semenjak pertemuan mereka dikantin waktu, Nina dan Salwa semakin hari semakin akrab terlebih lagi sekarang mereka berada di kelas yang sama.


"Kenapa??" Tanya Nina.


"Ck emangnya harus ada apa-apa dulu gitu baru aku manggil kamu.." Tanya Salwa cemberut.


"Maksud aku bukan begitu nyonyaa" Kata Nina mencubit pipi Salwa yang menggembung karena cemberut. "Kamu manggilnya keras begitu ya aku kira ada apa-apalah" Jelas Nina.


"Gak, aku cuman tes-tes vokal aja. Kamu dari mana?? kok bawa tas?" Tanya Salwa sambil melingkarkan tangannya di tangan Nina.


"Dari toilet.."


"Lah ke toilet kok bawa tas?"


"Ada roti kering.."


"Oh.." Kata Salwa mengangguk mengerti dengan apa yang dimaksud Nina.


Nina dan Salwa berjalan beriringan menuju kelas mereka.


"Wah wahh di depan ada kak Farhan.." Seru Nina penuh semangat.


Salwa mengarahkan pandangannya, dilihatnya Farhan dan Fauzi berjalan beriringan dan..


"Eh eh ehh dia masuk kelas kita.." Seru Salwa. Nina dan Salwa mempercepat langkahnya bahkan sedikit berlari kecil menuju kelasnya setelah melihat ketua osis masuk di kelas mereka.


Nina mengetuk pintu, Fauzi dan Farhan yang sudah berada didalam kelas mereka terlebih dahulu menoleh. Fauzi tersenyum begitu juga dengan Farhan. Ya dua sahabat ini seperti suka dengan orang yang sama saat ini tanpa saling tahu diantara mereka. Salwa dan Nina melangkah masuk dan duduk dikursi mereka.


"Assalamualaikum warahmatullahi wabaraktuh dan selamat pagi.."


"Walaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh, selamat pagi kak" Jawab anak-anak di kelas serempak.


"Sebelumnya saya ucapkan selamat datang dan selamat bergabung dalam keluarga di SMA negeri 6 Mamuju" Kata Farhan dengan tersenyum ramah. "Maksud kedatangan kami dikelas kalian hari ini adalah untuk menjelaskan beberapa hal kegiatan yang bisa kalian lakukan selama sekolah disini" Lanjut Farhan.


"Yah.. Disekolah kita ada beberapa eskul yang bisa kalian ikuti, selain eskul ada Rohis, Sanggar seni dan yang terakhir tentunya Osis, saya ingin mengajak adik-adik sekalian untuk bisa aktif dalam organisasi, jadi selain pendidikan formal kalian juga bisa ikut menambah pengetahuan dan pengalaman.." Jelas Fauzi.


"Selain itu, sekolah kita akan mengadakan latihan dasar kepemimpinan atau yang sering kalian dengar dengan istilah LDK, kalian juga bisa mengikuti itu untuk menambah ilmu dan melatih berbicara dan berdiskusi didepan umum. Tentang materinya kalian tidak perlu khawatir karena materi yang dibawakan tiap LDK itu sangat seru" Kata Farhan.


"Tapi kalian bisa mengikuti aktifitas yang kami sebutkan tadi asal tidak mengganggu proses belajar kalian, saya tidak ingin kalau kalian terlalu sibuk dengan organisasi atau kegiatan diluar pembelajaran sekolah yang membuat kalian jadi lalai dari pembelajaran utama" Pungkas Fauzi.


"Iya, karena pembelajaran utama adalah pokok dari kalian sekolah disini.."


"Ada yang ingin ditanyakan??" Tanya Fauzi dengan sesekali melirik Salwa yang duduk dengan serius mendengarkan penjelasannya.


Kelas seketika menjadi hening.


"Sekali lagi ada yang mau bertanya??"


Perlahan Salwa mengangkat tangannya. Mata Farhan dan Fauzi dengan cepat tertuju kearah Salwa, dan lagi ada perasaan dan decak kagum dihati Fauzi juga Farhan.


"Iya silahkan.." Kata Farhan tersenyum.


"Eng ituu.. Kitaa.."


"Tolong perkenalkan diri terlebih dahuu.." Potong Fauzi.


Salwa menatap Fauzi sejenak lalu mengalihkan pandangannya, masih ada sisa rasa kesal yang kemarin dihati Salwa terhadap Fauzi.


"Perkenalkan nama saya Afifah Salwa. Saya ingin bertanya sesuatu.."

__ADS_1


Farhan mengangguk mengiyakan.


"Kalau mengambil dua kegiatan sekaligus apa boleh?? Maksud saya, semisal mau ikut salah satu eskul tapi mau gabung jadi anggota Osis juga apa bisa?" Tanya Salwa.


"Bisa, asal itu tidak menganggu nilai akademik dan yang pastinya kesehatannya bisa tetap terjaga" Jawab Fauzi tersenyum ke Salwa memperlihatkan lesung pipinya yang menambah manis senyumnya. Sejenak Salwa melupakan rasa kesalnya.


"Apa masih ada yang ingin ditanyakan?"


Tidak ada lagi yang mengangkat tangan.


"Sepertinya sudah tidak ada, jika masih ada yang ingin ditanyakan bisa ketemu langsung dengan saya ataupun Farhan diruangan Osis atau dimana saja saat kita bertemu.."Jelas Fauzi.


"Kalau begitu kami permisi dulu, Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.." Kata Farhan undur diri.


Farhan dan Fauzi akhirnya melangkah keluar kelas. Dan seketika kelas menjadi riuh kembali dengan anak-anak yang sibuk dengan aktifitas mereka masing-masing.


"Wa, kamu mau ikut apa??" Tanya Nina.


"Aku kepengen eskul, tapi kepengen osis juga.. Hehehe" Jawab Salwa cengengesan.


"Banyak bener.. Mau ikutan eskul apa??"


"Eh iya, aku gak tau ada eskul apa saja. Aku harus tahu eskul apa aja dulu biar bisa minta izin sama Ibu untuk eskul.."


"Yasudah sana tanya kak Fauzi.."


"Ah iya iya bentar yaa.."


Salwa berlari keluar kelas berusaha mengejar Fauzi dan Farhan.


"Kaak.. Kakk.." Panggil Salwa dengan nafas terengah-engah karena sambil berlari.


"Iya kenapa?" Tanya Fauzi.


"I itu..." Salwa sedikit kesulitan mengambil nafas.


"Pelan-pelan saja bicaranya.." Kata Farhan.


Salwa berusaha mengambil nafas pelan-pelan agar bisa berbicara dengan lebih baik lagi.


"Itu, aku lupa tanya tadi tentang eskul apa aja yang ada.."


"Oh iya, tadi kita lupa ngejelasin itu Han.."


"Ya Elu, kenapa bisa lupa.."


"Ya Lu ngapa gak ingatin.."


"Kan Lu gak minta diingatin.."


"Ya harusnya Lu peka lah buat ngingatin gue.."


Sejenak Fauzi dan Farhan berdebat hanya dengan masalah sepele itu tanpa memperdulikan Salwa yang ada didepan mereka saat ini. Salwa menahan tawanya melihat bagaimana lucunya Fauzi dan Farhan saat berdebat.


"Untuk sementara hanya ada eskul seni dan olahraga, tapi dari itu dibagi jadi beberapa bagian lagi.."


"Jadwalnya bagaimana kak??"


Ponsel Farhan berdering membuat Fauzi tidak langsung menjawab pertanyaan Salwa.


"Zi gue duluan yaa.." Kata Farhan setelah membuka pesan yang masuk diponselnya tadi.

__ADS_1


"Lah kenapa?"


"Ada urusan.. Gue duluan.." Kata Farhan menepuk pundak Fauzi lalu tersenyum sejenak pada Salwa kemudian berlalu. Fauzi hanya menatap Farhan yang semakin menjauh.


"Ah ya, tanya apa tadi??"


"Itu, tentang jadwal eskul kak.."


"Setiap hari ada jadwal tertentu, ada yang dalam satu hari ada dua kegiatan eskul yang berlangsung. Tapi gak harus ikut setiap ada kegiatannya juga sih, kalau ada keperluan mendesak yang lain bisa izin untuk gak ikut kegiatan eskul dulu.."


"Jadwal eskul apa aja yang jadwalnya sama dalam sehari.."


"Wah itu sih aku kurang tahu juga karena jadwal eskul itu diatur sama ketua dari masing-masing eskul. Kalau mau tahu bisa ketemu sama saya nanti diruang Osis, disana semua arsip eskul disimpan.."


"Sekarang??"


"Ya gak bisa sekarang, ini sebentar lagi jam masuk pelajaran. Pulang sekolah aja.."


"Oh i.."


"Ah gak bisa juga" Kata Fauzi memotong perkataan Salwa. "Pulang sekolah aku ada rapat dengan anggota osis yang lainnya. Besok aja.."


"Tapi aku mau ngebahas ini sama Ibuku sepulang sekolah nanti kak.."


"Iya, untuk ngedaftar eskul itu juga harus ada surat izin dari orangtua.."


"Maka dari itu aku mau ngasih tahu Ibuku tentang eskul buat minta izin.."


"Kan bisa besok.."


"Iya sih, tapi aku mau lebih cepat aja ngasih tahunya.."


"Hem.. Hari ini aku beneran sibuk jadi gak bisa ngebahas masalah jadwal eskul ataupun yang lainnya, kegiatanku selesai hari ini sekitar jam tiga sore dan gak mungkin kamu nunggu selama itu.."


Salwa hanya terdiam dengan raut wajah sedikit kecewa mendengar penjelasan Fauzi.


"Yaudah, atau kalau emang mau tahu banget sama jadwal eskul sekolah nanti aku kabari. Simpan nomormu.." Kata Fauzi sambil menyodorkan Ponselnya pada Salwa.


Salwa dengan sedikit ragu-ragu karena sungkan meraih ponsel Fauzi lalu menyimpan nomorrnya dikontak Fauzi.


"Aku udah ngirim pesan, nanti chat aja kalau aku belum ngasih jadwalnya sampai sore karena bisa aja aku lupa.."


"Iya.. Makasih kak, maaf jadi merepotkan.."


"Tidak apa, masih ada yang mau ditanyakan?" Tanya Fauzi.


Salwa menggeleng.


"Kalau gitu aku duluan ya.." Kata Fauzi tersenyum.


"Iya, makasih kak.." Balas Salwa tersenyum.


Fauzi melangkah menjauh dari Salwa.


"Ck, masih kepengen ngobrol tapi ini jantung ngapa gak santai banget detaknya.." Gerutu Fauzi.


Fauzi kembali menoleh, dan dia masih melihat Salwa yang berdiri disana.


Sementara itu.


"Kemarin dia kelihatan nyebelin, tapi hari ini.." Kata Salwa berbicara pada dirinya sendiri. "Ck Salwa apaan sih.. Gak gak gak.." Kata Salwa sambil menepuk-nepuk pipinya berjalan kembali masuk dalam kelasnya.

__ADS_1


__ADS_2