Dear, Jodohku!!

Dear, Jodohku!!
Review 20


__ADS_3

Ponsel Fauzi yang dia letakkan dalam tas terus-terusan bergetar menganggu konsentrasinya menerima penjelasan dari dosen, Fauzi meraih ponselnya dan melihatnya sekilas.


"Ibu?" Gumam Fauzi saat melihat panggilan yang masuk adalah panggilan dari Ibunya.


Fauzi kembali meletakkan ponselnya dalam tas sambil menunggu mata kuliahnya selesai, karena tanggung saja meminta izin mengangkat telfon Ibunya sedang perkuliahan sekitar sepuluh menit lagi akan selesai.


Fauzi dengan cepat menelfon kembali Ibunya setelah perkuliahannya selesai, Fauzi sedari tadi gelisah dan khawatir.


"Kenapa Bu?" Tanya Fauzi cepat ketika Ibunya menjawab telfonnya.


"Kamu tadi kuliah Nak?"


"Iya Bu, ada apa??"


"Besok kamu bisa pulang gak?"


"Kenapa?"


"Ada yang mau ketemu sama kamu.."


"Siapa Bu?"


"Ibu juga tidak tahu, Ayahmu cuman bilang katanya ada temannya yang mau ketemu sama kamu. Kamu bisa gak pulang besok?"


"I iya nanti aku usahain Bu.."


"Yasudah, Ibu tutup telfonnya ya nak.."


"Iya Bu..."


Fauzi melangkah menuju parkiran sambil terus-terusan berfikir. "Siapa teman Ayah yang mau ketemu sama aku? Ada apa?" Gumamnya.


"Zi.." Panggil seseorang, Fauzi spontan berbalik.


Faiq berlari kecil menghampiri Fauzi.


"Malam ini gue nginap dirumah elu ya.."


"Kenapa? Tumben?" Tanya Fauzi sambil melangkah berjalan beriringan dengan Faiq.


"Gue minggat.."


"Lu umur berapa dah masih pake acara minggat-minggat segala.. Emang ada masalah apa Lu?"


"Ck, gak usah nanya lah, bikin hati gue nyesek aja kalau mau ingat-ingat lagi.. Boleh kan gue nginap rumah Lu.."


"Boleh, terserah Lu saja.. Lu minggat kok gak ada bawaannya? Lu jangan numpang dirumah gue terus baju-baju gue juga Lu mau pake.."


"Ya gak lah bambang... Baju gue ada dirumah Sasa, ntar dia balik kuliah baru gue kesana ngambil bajunya.."

__ADS_1


"Oh ya, besok Lu bisa gak absenin gue?"


"Kenapa? Mau bolos kemana Lu?" Tanya Faiq dengan tatapan curiga.


"Nyokap nelfon, katan..."


"Nyokap apa nyokap?" Tanya Faiq menyindir memotong perkataan Fauzi.


"Seriusan nyokap gue, jadi absenin gue ya.."


"Beres itu mah..."


Fauzi merangkul Faiq berjalan beriringan.


"Gue udah mau pulang, mau sekalian ikut?"


"Gak, nanti aja gue kerumah Lu, sekarang gue kerumah Sasa dulu ngambil barang-barang gue.."


"Yaudah, kalau gitu gue duluan..." Kata Fauzi menuju mobilnya sambil melambaikan tangannya pada Faiq. Faiq balas melambai.


Rumah yang biasanya ditempati sendiri sebentar lagi akan ditempati bersama dengan Faiq. Faiq adalah teman Fauzi sedari waktu masa ospek, mereka menjadi semakin akrab seiring berjalannya waktu.


Fauzi meraih ponselnya, mengirim beberapa pesan pada Salwa.


"Besok aku pulang, ayo ketemu.." Pesan singkat yang dikirim Fauzi untuk Salwa.


Fauzi menunggu cukup lama tapi belum juga ada balasan dari Salwa. Fauzi beranjak dan membersihkan tubuhnya terlebih dulu yang sudah kelelahan menerima materi perkuliahan seharian ini.


"Tumben, besok kan bukan hari libur.."


"Hemm.. Kenapa akhir-akhir ini selalu telat ngebalas pesanku? apa karena dia sudah mulai disibukkan sama pelajaran tambahan persiapan Ujian nanti?" Gumam Fauzi.


Daripada terus-terusan berbalas pesan, Fauzi memilih menelfon langsung Salwa juga sekalian melepas rindunya pada kekasihnya itu.


"Halo.." Jawab Salwa..


"Besok aku pulang, ayo jalan.." Ajak Fauzi.


"Kamu gak kuliah?" Tanya Salwa.


"Ada sih, tapi kayaknya aku nitip absen saja sama temen.."


"Kenapa? kok tiba-tiba pulang padahal bukan akhir pekan?"


Salwa yang terus-terusan bertanya terasa aneh bagi Fauzi. Biasanya Salwa tidak akan bertanya banyak saat tahu Fauzi akan pulang, karena bukan pertanyaan yang akan Salwa lontarkan melainkan kata-kata tidak sabar untuk bertemu Fauzi. Meski Fauzi merasa aneh, dia dengan cepat membuang pikiran-pikiran negatifnya pada Salwa.


"Gak tau, Ibu minta aku pulang katanya ada hal penting Ayah mau omongin sama aku.."


"Apa??" Tanya Salwa terus-terusan.

__ADS_1


"Aku juga gak tahu, aku tanya Ibu tapi katanya biar aku sendiri yang tahu nantinya.."


"Oh gitu.." Jawab Salwa singkat.


"Iya, jadi selepas aku ketemu sama orang itu kita jalan ya.. Aku kangen sama kamu.." Kata Fauzi penuh semangat.


"Kamu gak langsung balik? Katanya ada kuliah.."


"Gak, sekalian aja bolos seharian, aku mau ketemu kamu dulu.."


"Tapi.."


"Kok tapi? Kamu kayak gak senang ketemu aku.." Fauzi benar-benar merasa aneh pada Salwa kali ini, seolah Salwa tidak senang akan bertemu dengannya. "Ah gak, Salwa pasti hanya kepikiran masalah pendidikanku, gak mungkin Salwa gak senang kalau mau ketemu aku" sekali lagi Fauzi berusaha berfikir positif.


"Bukannya gitu, aku cuman.."


"Iya, kamu pasti kepikiran masalah kuliahku kan? Sekali ini gak papa, tanggung juga gak masuk kuliah pagi tapi sorenya masuk, jadi ya sekalian aja bolos, itung-itung buat ngelepas kangen sama kamu. Kamu ada waktu kan buat besok??"


"Iya" Jawab Salwa singkat.


"Yaudah aku matiin dulu telfonnya, aku mau booking tiket dulu.. Sampai ketemu besok sayang.."


"Iya.."


Telfon terputus.


Fauzi tidak bisa memungkiri kalau dia sempat merasa curiga pada Salwa, Salwa semakin hari semakin terasa berbeda baginya. Awalnya Fauzi hanya mengira kalau Salwa yang seperti itu mungkin pengaruh stres karena mulai sibuk mempersiapkan ujiannya tahun ini atau mungkin karena Salwa yang merasa tidak nyaman dengan keadaan mereka yang sedang LDRan tapi tidak ingin mengatakan hal itu padanya. Mengingat itu membuat Fauzi semakin mengusahakan dirinya untuk bisa pulang lebih sering menjenguk Salwa. Yah Fauzi kembali membuang pikiran-pikiran negatifnya tentang Salwa, kalau bukan kepercayaan lalu apalagi yang akan melandasi dan mempertahankan hubungan mereka untuk terus baik-baik saja selagi mereka sedang menjalin hubungan jarak jauh seperti sekarang ini.


.


.


.


Fauzi yang sebelumnya sudah mendapat telfon dari Ibunya untuk pulang akhirnya menuruti permintaan Ibunya.


"Bu, Fauzi pulang..." Panggil Fauzi saat tiba dirumahnya.


Selain memikirkan tentang orang yang akan dia temui, Fauzi juga memikirkan kemana dia akan menghabiskan waktu bersama Salwa sore ini untuk melepas rasa rindunya.


"Kamu sudah pulang sayang?" Ibunya mengampirinya dan memberikan pelukan hangat pada putranya. Fauzi membalas pelukan Ibunya dengan penuh cinta.


"Mana orang yang mau ketemu sama Fauzi Bu?" Tanya Fauzi dengan cepat. Fauzi cukup penasaran dengan orang itu dan lagi Fauzi ingin cepat-cepat menyesaikan pertemuan dengan orang itu agar bisa lebih cepat bertemu Salwa.


"Ck kamu ini.. baru sampai langsung nanyain itu.. udah ayo makan dulu.."


"Gak usah Bu, Fauzi makan diluar saja sama Ayah, temen Ayah udah nungguin.." Kata Ayah Fauzi sambil siap-siap keluar bersama Fauzi


"Ayah kok memonopoli Fauzi begitu, Fauzi juga kan anak Ibu, Ibu juga mau makan sama anak Ibu.."

__ADS_1


"Hemm.. mulai lagi.." Keluh Fauzi.


Semenjak Fauzi kuliah dan tidak tinggal dirumah bersama Ayah dan Ibunya. Ayah dan Ibunya sering sekali mempermasalahkan masalah kecil yang menyangkut tentang dirinya.


__ADS_2