
Aku tahu apa yang aku lakukan ini salah, yang aku tahu aku hanya menuruti kata hatiku saja tanpa memikirkan hal apa yang akan terjadi setelahnya, mengungkapkan apa yang kurasa seperti ini seperti membuat boomerang pada diriku sendiri, aku akan semakin sulit mengakhiri hubunganku dengan Farhan dan bagaimana nanti aku menjelaskannya ke Fauzi dan juga Ibu. Tapi ada rasa takut kehilangan dan ditinggalkan dan itu mengangguku, untuk membuatku tenang dari perasaan yang menganggu ini aku harus membuat pertahanan agar sesuatu yang ingin meninggalkanku itu tidak bisa keluar dari lingkaranku, yah.. dengan aku mengungkapkan perasaan ini pada Farhan, aku tahu dia tidak akan memiliki alasan untuk meninggalkanku.
Farhan terlihat sangat senang ketika aku mengungkapkan perasaanku, dia bahkan meninggalkan satu mata kuliahnya hari ini hanya untuk jalan-jalan denganku. Seharusnya aku melarangnya, meninggalkan mata kulilahnya itu bukan tindakan yang baik tapi pada kenyataannya aku juga menginginkan untuk bisa bersama dengan Farhan saat ini.
"Mau kemana? mau makan dulu?" Tanya Farhan dengan semangat.
"Terserah kakak saja.." Jawabku tersenyum.
"Emh.. gimana kalau ice cream? kamu suka ice cream kan?" Tanyanya menatapku dengan senyuman.
"Boleh.."
"Eh tapi kamu kan belum makan siang.. Kalau gitu kita makan siang dulu.."
"Udah kok, tadi aku makan sama Nina.."
"Jadi mau langsung ngemil saja?"
"Iya.."
"Oke.. Pacarmu ini akan membawamu ketempat dimana ada cemilan enak.." Kata Farhan penuh semangat.
Mobil melaju, entah kemana Farhan akan membawaku aku mengikut saja.
Kami tiba di sebuah cafe pinggir pantai, meski matahari sedikit panas tapi tetap saja deru angin membuat suasana menjadi sejuk. Aku melihat ekspresi bahagian Farhan yang tidak bisa ia sembunyikan.
"Kamu suka?"
"Iya, manis.." Jawabku sambil melahap es cream dengan penuh topping warna warni dan gurih.
"Baguslah kalau kamu suka.." Kata Farhan terus menatapku.
__ADS_1
"Kakak gak makan? Kakak gak suka?"
Farhan menggeleng..
"Biasanya juga kalah cepat habis kalau makan es cream sama aku, kenapa jadi gak suka sekarang.."
"Karena rasa sukaku pindah ke kamu semua.." Jawabnya tersenyum. Ah jawaban Farhan itu membuatku sedikit tersipu.
"Apaan sih.. " Jawabku tersenyum tipis dengan sedikit malu.
"Aku senang, aku senang karena aku bisa melihatmu seperti ini. Aku senang bisa ngebuat kamu tersenyum manis dan malu-malu seperti ini. Aku suka dan cinta sama kamu dari dulu tapi rasanya hari ini perasaanku semakin bertambah ngebuat jadi sesak karena seperti mau meledak rasanya" Jelasnya.
"Sampai segitunya??"
"Ya sampai segitunya.. Aku gak tau mau diungkapin seperti apa lagi rasanya.."
Aku hanya tersenyum.
"Maaf kalau selama ini aku ngasih waktu yang sulit buat kakak.."
Farhan menggeleng..
"Aku bahkan lupa, kalau aku pernah mengalami waktu-waktu yang sulit karena kamu.. Aku terlalu bahagia hari ini sampai lupa dengan waktu-waktu yang sulit itu.. Setelah ini aku akan berusaha untuk menjadi yang lebih baik lagi, aku akan berusaha untuk menjadi seperti Farhan yang kamu inginkan.." Katanya tersenyum.
"Kejadian kemarin ngebuat aku sadar, selama ini aku terlalu memaksakan kemauanku sama kakak. Selama kakak gak ngehubungi aku, aku jadi gelisah dan uring-uringan sendiri. Dari itu aku belajar apa arti kakak buat aku, aku sadar kalau sebagian dari hatiku udah jadi milik kakak, aku takut kakak gak akan ngehubungi aku lagi..."
"Senangnya dengar kamu ngomong seperti itu... Maaf ya karena gak ngehubungi kamu kemarin.." Kata Farhan sambil membelai pipiku. "Aku juga kesusahan kemarin itu, gak tau berapa kali aku mencoba untuk menghubungimu tapi aku selalu menahannya, aku selalu berharap kamu duluan yang ngehubungi aku. Hampir tiap jam aku cek ponselku padahal volume nada deringku kubuat maksimal agar meskipun aku tertidur aku masih bisa sadar saat kamu ngehubungi aku, Haha rasanya lucu sekali. Sampai pada akhirnya tadi pagi, aku sudah tidak tahan lagi, Aku rindu, aku mau ngeliat wajah kamu aku mau ngedengar suara kamu. Kepalaku terus dipenuhi kamu dan rasa bersalah. Aku sempat berfikir kenapa harus aku yang menunggu kamu ngehubungi aku sedangkan yang butuh adalah aku.."
"Maaf, aku jadi.."
"Maaf apanya?" Katanya memotong perkataanku. "Aku yang terlalu egois kemarin. Tau gak awalnya aku takut ketemu kamu pas ngejemput kamu tadi"
__ADS_1
"Kenapa?"
"Aku takut kamu marah dan gak mau ketemu aku lagi, aku takut kamu jadi ninggalin aku. Selagi aku nungguin kamu aku terus kepikiran sama hal-hal buruk yang mungkin saja terjadi. Tapi ngeliat kamu disini sama aku sekarang ngebuat aku jadi lega.." Katanya tersenyum.
"Aku juga.."
"Kamu juga?"
"Iya, saat kakak datang ngejemput aku, aku khawatir kakak akan ngomong sesuatu yang aku gak mau dengar. Tapi ngedenger penjelasan kakak tadi ngebuat aku gak bisa tahan lagi.."
"emang omongan aku yang mana yang kamu gak mau dengar?"
"Misal kakak menyerah sama aku, kakak udah gak tahan sama aku dan.."
"Itu gak mungkin... Aku bahkan gak pernah kepikiran buat ninggalin kamu.."
"Makasih kak..." Kataku tersenyum.
"Aku yang harusnya makasih Salwa.." Jawabnya balas tersenyum.
"Yaudah makan gih..."
"Tapi aku lebih senang ngeliat kamu ketimbang nguyah..."
"Ck.. kak..."
"Iya, iya aku makan.. " Katanya dengan terburu-buru menyantap satu sendok es cream. Aku hanya tersenyum melihatnya.
Kami menikmati waktu berdua, pikiranku terus berada disekitar Farhan tanpa memperdulikan yang lainnya. Ponselku ku silent, aku tidak ingin ada panggilan atau notif apapun. Ah apa yang kulakukan, mungkin saja ada pesan masuk dari Fauzi tapi aku dengan sengaja seolah ingin mengabaikannya.
Farhan mengantarku pulang, sepanjang perjalanan kami asyik dengan obrolan dan mengingat kejadian-kejadian lalu yang pernah kami alami berdua. Ada beberapa moment yang aku dan Farhan tidak bisa lupakan seperti saat dimana Farhan mengungkapkan perasaannya pertama kali waktu lalu. Rasanya sangat menyenangkan membahasnya. Kami seperti dua manusia yang sedang berbunga-bunga dan lupa akan status masing-masing dan tentang apa yang kami abaikan padahal itu adalah hal penting, yah sesuatu yang kami abaikan padahal itu sangat menyangkut hubungan kami berdua, yaitu Fauzi. Aku sampai mengabaikan perasaanku terhadap Fauzi dan melupakan akan hal bagimana jika Fauzi tahu hubungan ini suatu hari nanti. Melihat Farhan yang sepertinya tetap asyik denganku juga seperti mengesampingkan perasaan persaudaraannya dengan Fauzi saat ini.
__ADS_1
Aku tidak peduli apa yang akan terjadi kedepannya, meski dihati kecilk aku menyadari kalau apa yang terjadi saat ini salah tapi itu tidak cukup bisa untuk membuatku menghentikan hubunganku dengan Farhan yang semakin erat. Aku masih sepenuhnya sadar dengan perasaanku yang sangat mencintai Fauzi. Tapi aku juga seperti tidak bisa melepaskan diri dari Farhan saat ini. Entah karena aku benar-benar memiliki perasaan cinta pada Farhan atau ini hanya bentuk perlindungan diriku dari rasa kesepian saat Fauzi tidak ada. Entahlah, aku hanya menikmati waktu yang kupunya selama ini, aku tidak tahu kedepannya seperti apa yang jelas aku akan tetap berjaa-jaga agar hal ini tidak sampai Fauzi tahu karena aku juga tidak ingin kehilangan Fauzi. Betapa buruknya aku saat ini.