Dear, Jodohku!!

Dear, Jodohku!!
Review 2


__ADS_3

Hari ini adalah hari dimana siswa-siswi baru menjalani hari pertama mos. Mereka diperkenalkan tentang sekolah yang akan mereka tempati meraih pendidikan selama tiga tahun.


Dikantin.


Brukk...


"Aduh maaf maaf..."


"Ah gak papa..."


"Baju kamu jadi sedikit kotor karena makananku.."


"Hehehe gak apa kok.."


"Ini tissue buat ngebersihin.." Ia mengeluarkan beberapa lembar tissue dari tasnya.


"Iya makasih.."


"Oh iya, namaku Nina.." Sambil menjulurkan tangannya.


"Aku Salwa.." Dengan tersenyum menyalami tangan Nina.


"Aku boleh duduk disini??" Tanya Nina sambil menunjuk kursi kosong disamping Salwa.


"Ah iya boleh.."


Andi Nina Artalita, anak perempuan tunggal dikeluarganya. Nama Andi didepan namanya menandakan kalau dia memiliki kasta yang cukup tinggi dan termasuk keluarga bangsawan dalam sukunya. Wajahnya yang mungil dan warna kulitnya yang sawo matang membuatnya terlihat menggemaskan.


"Kamu alumni mana??" Tanya Nina.


"SMP 2 Mamuju.."


"Oh asli sini??"


"Ah bukan bukan.. Aku pindah kesini belum cukup setahun.."


"Belum cukup setahun? Berarti pindah sekolah pas kelas 3? Bisa ya??"


"Hehehe sebenarnya sih agak rumit pengurusannya, tapi ya akhirnya bisa juga.."


"Hem gitu.." Kata Nina sambil menyeruput minumannya.


"Kalau kamu??"


"Aku Alumni SMP 7 Mamuju, aku juga bukan asli sini sih tapi aku udah disini dari kecil.."


Salwa hanya mengangguk-angguk mendengarkan.


Tidak cukup lama buat Nina dan Salwa menjadi akrab, pribadi Salwa yang ceria juga Nina yang hampir sama cerianya membuat mereka menjadi cocok satu sama lain dan mulai asyik berdua. Ditengah-tengah asyiknya obrolan Nina dan Salwa, bisikan-bisikan teman sekitarnya mengalihkan perhatian Nina dan Salwa.


"Wah waahh itu kak Fauzi.." Bisik salah satu siswi baru yang duduk dibelakang Salwa, bisik-bisik tapi masih bisa kedengaran.


"Iya iyaa.. cakep bangett.." Kata yang siswi baru yang lainnya.


"Hemm mirip oppa-oppa korea.."


"Dia ketua osis kita kan??"


"Iyaa.. Katanya sih dia masih jomblo loh.."

__ADS_1


"Wahh bagus.. Tapi kita mana bisa dilirik sama kak Fauzi, katanya kakak kelas tiga banyak yang ngedekati tapi gak ada yang direspon gitu sama kak Fauzi.."


"Tapi denger-denger ada berita aneh juga yang bilang kak Fauzi dan kak Farhan itu punya hubungan spesial.."


"Wah serius?? Kak Farhan yang anggota osis itu juga kan.."


"Iya.. Tapi meskipun begitu aku tetap suka sama kak Fauzi.. Uwuuu ganteng bangett..."


Salwa yang tidak tahu menahu tentang Fauzi hanya terdiam bingung dengan bisik-bisik teman-teman yang lainnya tentang Fauzi.


"Mereka pada ngomongin apa sih??" Tanya Salwa kebingungan.


"Itu.." Jawab Nina mengarahkan pandangannya pada Fauzi yang duduk setelah memesan makanan dikantin. "Dia kak Fauzi yang jadi idola semua siswi baru.." jelas Nina


Salwa menoleh menatap Fauzi, namun tanpa sengaja Fauzi juga menoleh ke arah Salwa sampai mereka sempat kontak mata beberapa detik. Salwa dengan cepat mengalihkan pandangannya. Sejenak ada decak kagum dihati Salwa, Salwa pun tidak bisa memungkiri pesona Fauzi yang benar-benar luarbiasa memikat perhatian.


"Ketika yang lain pada suka sama kak Fauzi, tapi aku lebih suka ngeliat kak Farhan" Kata Nina.


"Kak Farhan??"


"Iya, dia temannya kak Fauzi. Biasanya sih dimana ada kak Fauzi disitu juga ada kak Farhan katanya, tapi gak tau ini kenapa kak Fauzi makan sendiri"


"Aku gak tahu kak Farhan itu yang mana.."


"Ntar aku kasi lihat. Kak Farhan itu tampan, putih, tinggi dan lagi dia kaya.."


"Eh??" Aku sedikit terkejut mendengar perkataan Nina yang terakhir, Nina tidak seperti perempuan yang melihat seseorang dari materinya.


"Salwa.. Meski hanya mengagumi, kita juga harus mempertimbangkan orang seperti apa yang kita kagumi termasuk budgetnya juga. Bukannya aku tipe orang yang suka sama seseorang dari kekayaannya, tapi emang seperti ini itu penting. Rasional harus dikedepankan.." Jelas Nina.


Seperti yang aku duga, Nina bukan orang yang menilai seseorang dari segi materinya, dia hanya seseorang yang mengedepankan kerasionalitasan, hem tipe Nina ini bukan tipe bucin yang bisa dikendalikan begitu saja.


Sementara itu di meja Fauzi.


Fauzi sibuk memainkan ponselnya mencoba menghubungi Farhan.


"Weii dimana Lu? Gue udah dikantin nungguin Lu.." Pesan singkat yang dikirim Fauzi untuk Farhan.


"Iya gue jalan kesana sekarang.." Balasan pesan dari Farhan.


Tidak cukup lama setelah Fauzi mendapat balasan pesan dari Farhan, akhirnya Farhan datang menghampiri.


"Udah pesan makan?" Tanya Farhan duduk di depan Fauzi.


"Udah..."


"Muka Lu napa?" Tanya Farhan menatap Fauzi.


"Apa? Muka gue kenapa?"


"Wah gue tahu gue tahu.." Seru Farhan semangat.


"Apaan sih??"


Farhan mengarahkan pandangannya keseluruh kantin.


"Lu ngapain sih??" Tanya Fauzi kebingunan.


"Cewek yang mana??" Tanya Farhan masih sibuk mengarahkan pandangannya dan mencari-cari sesuatu.

__ADS_1


"Cewek apaan??"


"Alah jujur aja cewek mana yang ngebuat ekspresi Lu jadi malu-malu kucing dan ngebuat muka Lu kayak abis make blush on.."


"Ck.. Farhan yang terlalu peka atau gue yang emang kentara banget?" Pikir Fauzi.


"Wah adek kelas yang mana nih yang bisa ngebuat laki-laki semua perempuan disekolah sampai ngeblush begini??" Goda Farhan.


"Ck.. Asal ngomong aja Lu.."


"Haha gue yakin, Lu kayak gini karena..."


"Sstttt...." Potong Fauzi. "Udah gak usah dibahas.."


"Gak gak.. Serius gue penasaran, ini pertama kalinya gue ngeliat Lu seperti ini. Ini pasti anak baru disekitar sini nih.. Kalau teman angkatan atau kakak kelas udahh pasti gak baru sekarang ini gue pergokin ekspresi Lu yang kayak gini..."


"Ck ini bocah, Lu keseringan nonton drama korea makanya jadi juling kayak sekarang..."


"Heleehh Lu sensi amat sih sama drakor, gue juga nontonnya yang action ya, bukannya yang melodrama.."


"Sama aja.. Udah kayak cewek alay Lu.."


"Eleehh.. Gue sumpahin cewek Lu ntar penggemar oppa-oppa tamvan biar nyesek Lu.."


"Serah Lu dah.."


"Eh tapi seriusan cewek yang mana??" Tanya Farhan antusias.


"Gak ada..."


"Ck Lu jujur aja napa?? Kan gue bisa bantuin Lu ngedapatin ceweknya ntar.."


"Emang Lu pikir cewek itu apaan pake acara mau didapetin.."


"Maksud gue bukan begitu bambangg.. Lagian kan kalau Lu udah dapat cewek, setidaknya rumor gue sama Lu punya hubungan spesial kan bisa terbantah kan.."


"Lah emang kita kan punya hubungan spesial.."


"Apaan.. Jijiq guee..."


"Ahh Oppa Farhan.. Masa gak mau akuin aku sihh..." Kata Fauzi bersikap manjah dan alay


"Lu gitu lagi gue tabokk nih..." kata Farhan dengan ekspresinya yang jijik melihat Fauzi.


"Ha ha haa.. Biar orang makin curiga sama kita..."


"Waahh Lu beneran hobby jadi bahan perbincangan..."


"Biar kita terkenal.. Ha ha ha.."


Di tempat lain di meja Nina dan Salwa.


"Itu tuuu.. Salwa itu.."


"Apaa??"


"Kak Farhan, itu yang didepan kak Fauzi. Aku lebih suka ngeliat kak Farhan kebanding ngeliat kak Fauzi" Kata Nina penuh semangat. "Cakep kan??" Tanya Nina dengan mata berbinar-binar.


"Iya cakep.." Jawab Salwa. "Tapi lebih cakep lagi yang didepannya" Lanjut Salwa dalam hati sambil sesekali melirik Fauzi. "Heem.. Seleraku kok umum sekali yaa.." Pikir Salwa.

__ADS_1


__ADS_2