Dear, Jodohku!!

Dear, Jodohku!!
Review 3


__ADS_3

Fauzi menghempaskan tubuhnya ditempat tidur "Lelahnyaaa.." Kata Fauzi sambil meregangkan otot-ototnya.


"Namanya siapa ya?" Tanya Fauzi pada dirinya sendiri ketika bayangan wajah Salwa kembali terbayang dipikirannya. Ini pertama kalinya Fauzi melihat seorang perempuan yang membuatnya sampai terus membayang-bayangkannya. Fauzi kembali mengingat ketika mereka sempat kontak mata tadi dan itu membuat Fauzi senyum-senyum sendiri.


"Haisss.. Kenapa aku malah kepikiran itu sedangkan banyak tugas yang harus aku selesaiin.." Kata Fauzi bergegas bangun menuju meja belajarnya dan perlahan membuka Netbooknya. Tapi tetap saja sebagaimanapun Fauzi berusaha fokus, bayangan Salwa selalu hadir. Fauzi meraih sebuah buku catatan kecil yang tersusun rapi dimeja belajarnya.


Perlahan Fauzi menandai kertas putih itu dengan tulisan tangannya.


"Apa cinta pandangan pertama benar ada?? Aku orang yang tidak percaya itu, tapi mulai hari ini aku akan percaya itu. Aku akan sangat berterimakasih pada Ibumu karena telah melahirkan seorang putri yang istimewa sepertimu"


"Hehh, kenapa aku menulis tulisan yang alay seperti ini??" Kata Fauzi dan menutup buku itu lalu kembali fokus pada netbooknya untuk mengerjakan tugasnya.


.


.


.


Hari ini adalah hari terkahir pra mos, para siswa-siswi baru dikumpulkan dalam aula untuk mendengar ceramah singkat kepala sekolah yang kemudian beberapa guru dan yang terakhir arahan dari ketua osis yaitu Fauzi. Para anggota osis yang mengambil tugas dan ikut serta dalam kegitan mos berkumpul di depan dan memperkenalkan diri pada semua siswa-siswi baru. Fauzi sesekali melirik Salwa yang duduk bersampingan dengan Nina, rasanya Fauzi benar-benar tidak bosan untuk melihat wajah Salwa. Salwa sendiri sebenarnya juga sesekali melirik Fauzi, entah itu hanya karena kekagumannya terhadap Fauzi yang disukai semua orang atau ada perasaan yang khusus.


Setelah semua panitia MOS memperkenalkan diri, Fauzi akhirnya menjelaskan tentang bagaimana masa orientasi akan berlangasung. mulai dari jam berapa siswa siswi harus berada disekolah sampai atribut apa saja yang harus mereka gunakan. Ya namanya juga MOS, ada saja hal-hal aneh yang diminta panitia untuk digunakan oleh siswa siswi baru. Mereka juga akhirnya dibentuk dalam beberapa kelompok yang disebut gugus yang terdiri dari beberapa orang. Terakhir setelah gugus mereka ditentukan, mereka diminta untuk bergabung bersama gugus masing-masing dan diminta untuk memperkenalkan diri juga.


Fauzi sangat menanti-nanti sampai giliran Salwa memperkenalkan diri, Fauzi sangat penasaran tentang dan hal lainnya mengenai Salwa. Dan sekarang adalah giliran Salwa memperkenalkan diri.


"Hay, Aku Salwa.. Alumni SMPN 2 Mamuju, salam kenal teman-teman" Kata Salwa tersenyum.


"Hay Salwa.." Seru yang lainnya.


Ada kepuasaan dihati Fauzi setelah mengetahui nama perempuan yang dua hari ini selalu terbayang-bayang dipikirannya, Fauzi tersenyum kecil. Tanpa sadar Fauzi benar-benar sudah menaruh hati pada perempuan yang hanya melakukan satu kali kontak mata dengannya, Fauzi benar-benar sudah merasa jatuh cinta kali ini.


Hanya saja siapa yang mengira, saat ini bukan Fauzi saja yang merasa senang atau memiliki perasaan khusus pada Salwa. Seseorang yang duduk disampingnya saat ini yang tidak lain adalah Farhan sahabatnya seperti juga memiliki ketertarikan yang sama pada Salwa.


Ini adalah kali pertama Farhan melihat Salwa dengan jelas, tapi itu sudah cukup untuk Salwa memiliki tempat istimewa tersendiri dihati Farhan.


"Sepertinya gosip tentang hubunganku yang aneh dengan Fauzi harus segera diakhiri.." Pikir Farhan yang sudah menentukan perasaannya untuk berlabuh pada Salwa.


.


.


.


.

__ADS_1


"Heyy heyy.. Kamu gak sarapan dulu sayang???" Seru Ibu Salwa ketika melihat putrinya berlarian keluar rumah lengkap dengan pernak pernik perlengakapan mos.


"Ah aku udah terlambat Bu, aku harus berangkat sekarang..." Jawab Salwa..


"Tapi..."


"Nanti aku sarapan dikantin saja Bu.. Aku berangkat ya.." Salwa menyalami Ibunya dan memberikan kecupan manis dipipi wanita yang melahirkannya itu.


"Hati-hati sayang.."


"Iya Bu.." Jawab Salwa sambil melambaikan tangannya.


Disekolah.


Para panitia mulai berdiri di pos masing-masing, ada empat pos yang harus dilewati siswa-siswi baru sebelum berkumpul di gugus masing-masing dan masuk kedalam ruangan mengikuti pengarahan dari panitia mos yang mengatur gugus mereka.


"Lu ngapain disini??" Tanya salah satu panitia Mos.


"Ya gak papa, cuman kepengen ngeliat-liat aja.." Jawab Fauzi cengengesan sambil membawa kertas daftar siswa-siswi baru.


Dari kejauhan terlihat Salwa sedang berlari kecil dengan sedikit kesusahan karena atribut Mosnya. Name tag yang terbuat dari karton bekas bertuliskan "Virus kecil" bergantung di lehernya.


Salwa tiba di depan Fauzi dengan sedikit terengah-engah dan berusaha mengambil nafas agar pernafasannya stabil.


"Selamat pagi kak.." Jawab Salwa dengan masih terengah-engah.


Fauzi mendekati dan memegangi name tag Salwa. "Kenapa Virus kecil?" Tanya Fauzi.


"Karena aku kecil, dan katanya aku bisa menawarkan tawa keorang lain" Jawab Salwa.


"Oh ya?? Tapi aku gak ketawa tuh.." Tanya Fauzi tersenyum smrik.


Salwa diam saja.


"Ck.. Orang-orang bilang kalau kak Fauzi ini ramah dan sikapnya baik, tapi ini ngapa kesannya malah menyebalkan" Gerutu Salwa dalam hati.


Entah karena lelah atau memang Fauzi yang sedang menyebalkan sekarang. Kesan Fauzi yang baik seketika hilang di mata Salwa.


Fauzi mengeluarkan catatannya. "Nama??" Tanya Fauzi.


"Virus kecil" Jawab Salwa singkat karena sedikit kesal, hanya saja dia tidak boleh memperlihatkan kekesalannya pada kakak seniornya terlebih lagi Fauzi adalah ketua osis.


"Hem.. Nama asli dek, emang mau absennya aku tulis virus kecil??"

__ADS_1


"Salwa.."


"Nama lengkap??"


"Afifah salwa.."


"Gugus?"


"Lima"


"Ohh.." Fauzi yang sedari tadi sibuk mencatat identitas Salwa seketika mengangkat kepalanya memandangi Salwa.


"Ck.. Cantiknya.." Pikir Fauzi.


"Ini toh primadona di gugus lima.. Ya lumayan menarik" Kata Fauzi mengangguk-angguk.


Salwa hanya tersenyum kecil. "Nyesel aku udah sempat kagum sama kakak yang sedikit menyebalkan ini" Gerutu Salwa dalam hati.


"Yaudah sana susul posko kedua.."


"Iya kak.." Jawab Salwa dan berlalu meninggalkan Fauzi. Fauzi pun segera beranjak tapi..


"Lu mau kemana??" Tanya panitia mos di pos pertama.


"Ya mau balik ke kantor.. Kenapa?"


"Lah kok balik??"


"Lah terus gue mau ngapain disini??"


"Bukannya harus ngedata semua siswa-siswi baru.."


"Nanti aja, lagian gue juga belum tau mereka bakal milih exacta atau ips nantinya.."


"Lah terus yang tadi ngapa di data??"


"Oh.. I ituu cuman intermezzo saja.. Ha ha semacam pemanasan.."


"Ck, gak jelas Lu Zi, gue kira beneran harus di data semua, lah si Virus kecil udah lolos begitu aja dari posko satu.." Gerutu panitia mos di posko satu.


"He he maap maap.. Selanjutnya kalian ambil alih lagi deh.. Maap yaa.." Kata Fauzi berlalu sambil cengengesan.


Ya Fauzi hanya intermezzo, dan itu dia lakukan sengaja hanya untuk Salwa untuk menarik perhatiannya. Ya Fauzi niatnya mendekati Salwa tapi apa yang dpikiran Salwa sekarang adalah Fauzi yang mulai menyebalkan dimatanya.

__ADS_1


__ADS_2