
Aku baru saja mengalami kecelakaan, bersyukurnya karena aku baik-baik saja. Aku sedang di rawat inap sementara untuk memulihkan keadaanku sambil menunggu hasil CT Scan keluar. Farhan terus menemaniku selagi Ibu sibuk mengurus keperluanku sementara aku dirawat di Rumah sakit.
"Loh Nak Fauzi kok berdiri saja di depan pintu? Kenapa gak masuk?" Terdengar suara Ibu dari luar yang sepertinya sedang berbicara dengan seseorang.
Tunggu tunggu.. Nama siapa yang Ibu sebut tadi? Fauzi? Apa Fauzi ada diluar sekarang? Sudah berapa lama Fauzi berdiri di luar? Apa dia mendengar semuanya?
Farhan berbalik menatapku, menatapku dengan tatapan terkejut seperti sedang tertangkap basah dan aku hanya balas menatapnya dengan tatapan yang sama.
"Fa Fauzi?" Tanya Farhan dengan nada pelan.
Aku hanya menggeleng tidak yakin.
Aku dan Farhan saling melempar pandangan, sama-sama menunjukkan ekspresi kebingungan sambil menunggu Ibu masuk dengan seseorang yang diajaknya bicara dengan berharap penuh itu bukan Fauzi.
"Sayang lihat siapa yang datang.." Kata Ibu tersenyum manis melangkah masuk diikuti oleh..
"Fa Fauzi?"
Aku tidak bisa menyembunyikan ekspresiku yang terkejut. Orang yang berbicara dengan Ibu diluar benar itu Fauzi. Sudah berapa lama Fauzi berdiri diluar dan percakapanku dengan Farhan.. Apa dia mendengarnya?
Fauzi terlihat lelah dan kebingungan, membuatku semakin yakin kalau Fauzi mendengar semua percakapanku dengan Farhan. Apa yang difikirkan Fauzi saat ini? Tolong jangan sampai Fauzi berfikiran sesuatu yang tidak aku inginkan.
"Ba bagaimana keadaanmu?" Tanya Fauzi sedikit tergugup-gugup.
"Aku, aku baik-baik saja.." Jawabku.
"Syukurlah kalau begitu.."
Entah kenapa aku merasa Fauzi berbicara sedikit canggung sehingga kami tidak seperti biasanya. Aku melirik Farhan, dia terdiam saja terus-terusan menunduk.
"Nak Fauzi bagaimana bisa sampai disini? Bukannya tadi kamu sedang ngerjain tugas kuliah makanya gak pulang minggu ini?"
"Ah iya Bu, tapi tugasnya saya tinggal sebentar dan langsung memesan tiket pulang.."
"Jadi kamu langsung bergegas kesini? Ya ampun Nak, kan Ibu sudah bilang kalau Salwa baik-baik saja.."
"Ibu yang bilang ke Fauzi?" Tanyaku.
"Iya, tadi Fauzi nelfon kerumah karena gak bisa ngehubungi kamu jadi Ibu bilang kalau kamu lagi gak bisa jawab telfonnya karena lagi dirawat. Ibu gak tau kalau Nak Fauzi akan langsung kesini. Padahal kan Ibu sudah bilang kalau kamu sudah siuman dan sekarang baik-baik saja.."
"Rasanya gak bisa tenang Bu kalau belum lihat Salwa langsung.." Kata Fauzi sedikit tersenyum terpaksa.
__ADS_1
"Kamu ini Nak.. Ibumu sudah tahu kalau kamu pulang?"
"Be belum Bu karena terlalu khawatir, pas sampai tadi saya langsung berlarian kesini jadi saya lupa ngabari Ibu.."
"Hem.. Kabari Ibumu dulu Nak.."
"Iya Bu, saya permisi keluar sebentar. Salwa aku keluar sebentar.." Kata Fauzi tanpa menatap mataku dan berjalan keluar ruangan.
Aku yakin kalau Fauzi mendengar percakapanku tadi. Sikapnya aneh dan dia sama sekali tidak melihat mataku. Fauzi juga tidak bereaksi berlebihan melihat keadaanku dan lagi Fauzi sampai tidak menggubris Farhan yang sedari tadi hanya berdiri diam. Jika bukan karena pikiran yang lain, Fauzi yang sebenarnya pasti sudah berlarian menghampiriku dan mencercaiku dengan kata-kata khawatirnya.
"Fauzi ini benar-benar, bisa-bisanya pulang tapi lupa ngabari orangtuanya. Bukannya pulang kerumahnya malah langsung berlarian kesini.." Kata Ibu sambil merapikan barang-barang yang dibawanya tadi dari rumah.
"Ibu kenapa ngasih tau Fauzi.."
"Lalu Ibu mau jawab apa sayang? Hari ini akhir pekan dan Fauzi gak bisa pulang jadi wajar saja dia ngehubungi kamu terus, Ibu juga gak mungkin bohong sama Fauzi kan. Hem Ibu gak sangka anak itu akan berlarian kesini karena tahu kamu lagi di Rumah sakit.."
"Ah itu.."
"Itu kamu harusnya bersyukur sayang.." Kata Ibu menghampiriku. "Kamu jangan sampai kehilangan laki-laki yang seperti Fauzi, dia ninggalin prioritasnya disana dan berlarian kesini karena khawatir sama kamu. Bahkan orangtuanya pun sampai lupa dia kabari. Kamu pikir karena apa sampai dia seperti itu? Itu karena dia sangat sayang sama kamu Nak.."
Aku terdiam saja, sesekali melirik Farhan yang terdiam saja sedari tadi.
"Ibu segitu sukanya sama Fauzi?"
"Ibu mana yang tidak senang sama anak laki-laki yang sangat mengkhawatirkan putrinya? Ayahmu juga seperti itu dulunya pada Ibu, jadi Ibu tahu betul bagaimana rasanya diperlakukan istimewa sama pasangan kita, dan Ibu bersyukur kalau ada laki-laki yang bisa memperlakukanmu seperti itu juga"
Aku terdiam saja, semakin aku melanjutkan percakapan dengan Ibu akan semakin banyak juga pembahasan Ibu tentang Fauzi, aku jadi tidak enak dengan Farhan.
"Nak Farhan sudah punya?" Tanya Ibu pada Farhan yang sedari tadi diam saja.
"Pu punya apa Tante?"
"Perempuan lain selain Ibumu.."
"Eng.. itu.." Farhan menatapku seolah bertanya apa yang harus dia jawab. "Ada Tante.." Jawabnya kemudian.
"Maaf ya Tante jadi bertanya tentang privasimu, hehe hanya terbawa suasana saja sama pembahasan sebelumnya.."
"Oh, tidak apa tante.."
"Jaga dia baik-baik juga Nak, karena perempuan tidak akan meninggalkan laki-laki yang memperlakukan dia dengan istimewa. Kalaupun perempuan itu meninggalkannya hanya penyesalan yang akan dia dapatkan nantinya"
__ADS_1
Perkataan Ibu seperti ditujukan untukku, aku tidak bisa memungkiri perasaanku sedikit sakit mendengarnya. Aku jadi memikirkan bagaimana jika nanti Fauzi benar-benar tahu tentang hubunganku dengan Farhan dan meninggalkanku. Apa mungkin kedepannya aku juga akan menyesal?
"Iya Tante.." Jawab Farhan mencoba tersenyum.
Ponsel Ibu berdering, Ibu meninggalkanku berdua dengan Farhan karena harus menjawab telfonnya yang sepertinya cukup penting.
Aku dan Farhan terdiam cukup lama, canggung dan entah apa yang harus kami bahas. Aku tau, aku ataupun Farhan punya sesuatu yang harus dipikirkan dengan baik saat ini.
"Sepertinya kita memang salah.." Kataku memecah keheningan.
"Maksud kamu?" Tanya Farhan menatapku..
"Hubungan kita.."
"Jangan bahas yang aneh-aneh.." Kata Farhan memotong pembicaraanku.
"Tapi kak.."
"Kenapa? Apa kamu kepikiran dengan kata-kata Ibumu tadi?"
Aku terdiam.
"Seperti yang Ibumu bilang Salwa, aku akan memperlakukan pacarku secara istimewa juga.."
"Aku.."
"Baru kemarin kamu ngebuat aku senang, baru kemarin kamu bilang kamu sayang sama aku dan sekarang..."
"Aku takut menyesal.."
"Aku gak akan ngebuat kamu menyesal dengan tetap tinggal bersamaku.." Jelas Farhan.
Aku tidak tau apa yang harus aku katakan lagi.
"Salwa, jangan berpikiran yang tidak-tidak pada hubungan kita. Sekarang fokus saja untuk sembuh dulu, kedepannya aku akan ngebuktiin ke kamu kalau aku juga bisa membuatmu merasa istimewa karena udah jadi pacarku." Kata Farhan menggenggam tanganku dengan erat. Aku terdiam saja.
Toktok..
"Salwa aku masuk.."
Aku menarik tanganku dari genggaman Farhan sebelum Fauzi masuk, Farhan mundur beberapa langkah menjauh dariku, Fauzi berjalan masuk menghampiriku. Apa yang akan dikatakan Fauzi, apakah dia akan membahas tentang sesuatu yang dia dengarkan tadi atau..
__ADS_1