Dear, Jodohku!!

Dear, Jodohku!!
Review 13


__ADS_3

Masih ada kecanggungan diantara keduanya meski sebelumnya mereka sudah pernah jalan berdua, mungkin karena status mereka yang sudah berubah sekarang dan lagi baru saja kemarin status itu berubah. Tidak banyak percakapan diantara mereka selama perjalanan menuju sekolah, belum lagi Salwa yang terus-terusan kepikiran dengan pendapat oranglain saat orang-orang tahu tentang hubungan mereka. Rencana Salwa yang awalnya ingin menyembunyikan semuanya seketika menjadi buyar karena Fauzi yang datang menjemputnya. Mau tidak mau akan ada siswa-siswi yang melihat mereka di parkiran nanti dan mau tidak mau mereka akan jalan beriringan dari parkiran menuju kelas masing-masing. Melihat dari sikap Fauzi pagi ini yang datang menjemput Salwa juga semakin membuat Salwa berfikir kalau hubungan mereka ini benar-benar tidak bisa disembunyikan.


Seperti yang dipikirkan Salwa, beberapa siswa melirik mereka ketika mereka keluar dari mobil yang sama dan jalan beriringan menuju kelas masing-masing, belum lagi Fauzi yang bersikukuh ingin mengantar Salwa sampai kedepan kelasnya.


Salwa melangkah masuk ke dalam kelasnya dengan sedikit bernafas lega, setidaknya didalam kelas tidak akan ada lagi siswa yang melihat kecuali teman sekelasnya.


"Cieee..."


Seruan kompak dari teman-temannya membuat Salwa terkejut.


"Apa??" Tanya Salwa bingung.


"Udah gak usah disembunyiin, semua udah pada tahu kok tentang kamu sama kak Fauzi.."


Salwa hanya melongo, bagaimana bisa mereka semua sudah mengetahuinya. Salwa dengan cepat mengarahkan pandangannya pada Nina, karena yang tahu hal ini hanyalah Nina.


"Bukan aku..." Jawab Nina santai. "Aku aja baru masuk udah diserbu pertanyaan sama mereka.."


"Udah ah Salwa gak usah malu-malu, santai aja, namanya juga anak SMA wajarlah kalau cinta-cintaan.." Seru salah satu temannya.


"Ha ha iya.. Lagian mau disembunyikan sampai kapan? Pada akhirnya nanti semuanya juga tahu kok ha ha ha, eh bedewe selamat yaa..." Timpal temann yang lainnya.


"Iya selamat ya Salwa..."


Sementara itu dikelas Fauzi.


Fauzi melangkah masuk dengan tersenyum, ya dia sangat kasmaran saat ini.


"Elaahhh yang punya cewek baru santai aja woyy.." Tegur salah satu teman Fauzi.


"Ha ha iya nih, senyum-senyum mulu perasaan dari tadi.." Timpal yang lainnya.


Seperti biasanya, Fauzi bukan orang yang akan menjadi malu-malu ketika di goda oleh teman-temannya melainkan akan semakin menjadi-jadi.


"Wohh iya dong, secara gue udah berhasil ngelepas masa jomblo gue yang nyaris berkarat" Balas Fauzi dengan candaan.


"Ha ha ha ya terus gimana sama Farhan, ck ck Lu ngehianatin Farhan tau gak..." Imbuh yang lainnya.


"Ck kalian ini.." Teman yang perempuanpun akhirnya angkat bicara. "Dengan Fauzi yang udah punya cewek sekarang setidaknya isu-isu kalau mereka pasangan itu bisa hilang.."


"Iya nih, para cowok-cowok ini emang dasarnya suka banget ngejadiin temannya bahan candaan.." Seru teman perempuan yang lainnya.


"Ceuwek ceuwek emang beda ya.. Suka baperan.."


Ya ya perbedaan pendapat laki-laki yang terlalu santai dan perempuan yang lebih kritis dalam sebuah candaan.


"Udah udah.. Gue emang seru banget buat dijadiin topik pembicaraan, tapi hari ini cukup sekian aja karena apel pagi bentar lagi mulai.." Kata Fauzi melerai perdebatan teman perempuan dan teman laki-lakinya.


"Ck itu narsis atau apaan dah.." Celetuk salah satu teman laki-lakinya.


"Kali ini gue setuju, emang nih bocah satu kalau dibilang tampan emang tampan, sayangnya sesekali suka aneh.." Timpal teman perempuannya.

__ADS_1


"Ha ha ha.."


Fauzi berjalan menuju kursinya.


"Ck, belum juga gue cerita sama Lu, lah yang lainnya udah pada tahu.." Bisik Fauzi pelan ke Farhan yang sudah lebih awal duduk dikursinya.


"Cewek yang Lu maksud semalam itu Salwa? Anak kelas satu itu??" Tanya Farhan memperjelas.


"Iya.. He he he.." Jawab Fauzi dengan senyumnya yang mengembang, ya karena hanya dengan mengingat Salwa yang sudah menjadi miliknya sekarang itu membuat Fauzi sangat bahagia.


Farhan yang hanya tersenyum menanggapi.


Tidak bisa dipungkiri oleh Farhan tentang perasaannya yang sakit. Baru satu bulan yang lalu Farhan mengungkapkan perasaannya pada Salwa dan Salwa menolaknya, sedang hari ini Salwa perempuan yang disukainya itu sudah menjadi kekasih sahabatnya.


Jam istirahat tiba, Fauzi yang seperti terus-terusan ingin melihat Salwa akhirnya datang ke kelas Salwa sekedar untuk mengajak Salwa makan bersama dikantin hari ini dan lagi-lagi itu membuat riuh sorakan godaan teman-teman sekelas Salwa.


Semua hanya ada dalam kekhawatiran Salwa, semua yang dipikirankannya hanya menjadi kekhawatiran yang tidak ada artinya. Teman-teman sekelasnya yang memberinya ucapan selamat, orang-orang lain yang dia khawatirkan akan menatapnya berbeda ternyata biasa saja. Ya mereka mungkin menyukai Fauzi dengan visualnya yang tampan, tapi mereka tidak menjadi fanatik sampai berniat memusuhi atau sebagainya.


.


.


.


.


Hari-hari berlalu, hubungan Salwa dan Fauzi semakin membaik. Mereka yang awalnya terkadang canggung sekarang sudah lebih santai, Salwa yang awalnya memanggil Fauzi dengan panggilan kakak sekarang mulai memanggil Fauzi dengan panggilan kamu menandakan tidak ada lagi kecanggungan diantara mereka bahkan sesekali Fauzi memanggil Salwa dengan panggilan sayang.


Salwa menghampiri Fauzi yang duduk dikursi penonton lapangan basket.


Fauzi menatap Salwa sejenak sambil tersenyum dan kembali mengarahkan pandangannya pada teman-temannya yang sedang bermain basket di jam istirahat.


"Kamu kok disini? Gak ada jadwal eskul hari ini??" Tanya Fauzi mengalihkan.


"Kamu tuh ya, kalau aku tanya sukanya gak ngejawab malah balik bertanya..." Kata Salwa kesal dan memperlihatkan ekspresinya yang cemberut.


Fauzi menarik nafas panjang.


"Hari ini ada hal yang gak kusukai.."


"Apa??"


Fauzi berbalik dan menatap Salwa. Terlihat jelas ekspresi bingung Salwa dimata Fauzi.


"Kamu tahu Karin kan??"


"Kak karin? kakak IPS 2 itu?" Tanya Salwa memperjelas.


Fauzi mengangguk mengiyakan.


"Kenapa sama kak Karin?"

__ADS_1


"Hari ini dia nembak aku..."


"Apaa??" Tanya Salwa terkejut dengan perasaan tidak senang. "Dia gak tahu tentang hubungan kita??"


"Iya dia tahu, tapi bukan itu masalahnya..."


"Iya emang bukan, yang jadi masalahnya itu dia nembak kamu.. Terus kamu ngejawab apa???" Tanya Salwa kesal.


"Ya aku bilang gak lah sayang, kan aku udah punya kamu.."


"Ya baguslah.." Salwa tetap memperlihatkan ekspresi tidak senang. Yah wajar saja, perempuan mana yang tidak marah ketika tahu ada perempuan lain yang mengutarakan perasaannya pada kekasihnya.


"Tapi bukan itu yang ngebuat aku jadi gak suka.."


"Terus??"


"Dia ngomong hal aneh sama aku, iya aku tahu mungkin dia gak senang karena aku gak bisa nerima dia tapi dia gak seharusnya ngomong kayak gitu.."


"Dia ngomong apa??"


"Dia bilang kalau Farhan itu suka sama kamu, makanya gak seharusnya aku pacaran sama kamu karena sama aja kalau aku ngerebut kamu dari Farhan"


Salwa terkejut mendengar perkataan Fauzi. "Darimana Karin itu tahu kalau Farhan suka sama aku, apa Farhan sendiri yang bilang langsung sama aku?" Pikir Salwa.


"Ja jadi??"


"Aku nanya langsung sama Farhan.."


"Ka kak Farhan bilang apa.."


"Ya dia bilang gak lah.."


Ya, Farhan berbohong pada Fauzi. Bagaimana mungkin Farhan mengiyakan pertanyaan seperti itu sedang sekarang perempuan yang disukainya itu sudah bersama sahabatnya.


Fauzi berbalik dan memegang tangan Salwa.


"Aku gak suka orang-orang bicara yang gak gak tentang Farhan, kalaupun benar ada hal buruk yang dia tau tentang Farhan ya cukup itu dia saja yang tahu, gak seharusnya dia bilang sama aku. Bicara seperti itu ke aku tentang Farhan seolah mau ngerusak hubungan pertemananku dengan Farhan.." Jelas Fauzi.


"Sesayang ini Fauzi pada Farhan" Pikir Salwa.


"Udah gak usah dipikirin, toh kak Farhan juga udah bilang gak. Kamu nanya gitu sama kak Farhan itu bisa seolah kamu ngecurigai kak Farhan. Minta maaf gih sama kak Farhan.."


"Iya.."


"Jangan iya iya saja.."


"Iya sayang iyaa.. Nanti juga kan aku bakal ketemu sama Farhan.."


Salwa jadi paham seperti apa arti Farhan bagi Fauzi. Tapi jika dipikr dan dari apa yang didengar dari perkataan orang-orang disekolah tentang hubungan Farhan dan Fauzi yang sangat akrab, wajar saja jika Fauzi tidak senang jika ada yang menjelek-jelekkan Farhan, meskipun itu adalah sebuah kebenaran.


"Aku gak akan cerita apapun tentang aku dan kak Farhan pada Fauzi, itu hanya akan membuat Fauzi jadi berfikiran yang tidak-tidak tentangku dan aku tidak mau itu. Ya apapun yang terjadi antara aku dan kak Farhan, kemarin atau apapun kedepannya aku gak akan ngungkit-ngungkit kejadian itu di depan Fauzi" Pikir Salwa.

__ADS_1


.


.


__ADS_2