Dear, Jodohku!!

Dear, Jodohku!!
The truth untold


__ADS_3

Tidak ada jawaban berbeda dari yang selama ini Fariz berikan pada gadis-gadis yang mengungkapkan perasaan padanya. Semuanya adalah penolakan tanpa memberi kesempatan gadis-gadis itu untuk mencuri hatinya. Fariz yang hangat dan ceria itu berubah seketika menjadi dingin jika memberi jawaban penolakan. Ia sudah seperti terbiasa memasang tembok penghalang yang besar untuk perasaannya pada gadis-gadis yang datang padanya.


Dari jauh, Leon melihat Fariz yang berjalan menghampirinya. Ya, dia hanya menemani Fariz hingga ke dekat taman sekolah, ia akan membuat gadis yang ingin mengutarakan perasaannya pada Fariz menjadi canggung, jika Leo turut ikut hingga kesana. Dilihat dari ekspresi tak senang gadis itu, Leon sudah bisa menebak bahwa Fariz kembali memberikan penolakan yang sama seperti apa yang sudah ia lakukan selama ini.


“Lu tolak lagi?” Tanya Leon memperjelas, dan Fariz hanya mengangguk sebagai jawaban dari pertanyaan Leon. Keduanya berjalan menyusuri koridor kembali menuju kantin, dimana Mikayla dan Erika sudah menunggu mereka.


“Gue bingung, kenapa masih saja ada yang nembak gue, sedang mereka pasti tahu kalau gue udah nolak semuanya yang pernah nembak gue. Apa mereka gak berpikir kalau gue sama sekali gak berminat menjalin hubungan seperti yang mereka inginkan”


“Kalau gue jadi mereka, gue pun bakal maju dan nembak Lu meskipun gue tahu kalau yang lainnya udah Lu tolak semua”


“Kenapa?”


“Ya untuk memastikan. Mending di tolak daripada sama sekali gak maju kan?. Selama ini mereka gak tahu apa alasan Lu nolak mereka semua”


Fariz menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya dengan berat.


“Riz..”


“Hem?”


Fariz menoleh menatap Leon yang berjalan disampingnya, sepertinya ia akan membuka pembahasan baru.


“Alasan Lu nolak semuanya, itu karena Mikayla?”

__ADS_1


Fariz hanya tersenyum penuh arti. Ia tidak menjawab ‘iya’, juga tidak menjawab ‘tidak’.


“Perasaan Lu ke Mikayla masih sama?”


“Gak” jawab Fariz di ikuti dengan gelengan kepalanya. “Perasaan gue makin nyata, dan makin besar aja rasanya” Jelas Fariz.


“Lu udah bilang sama Mikayla?”


Fariz kembali menggeleng. “Gue gak berani”


“Kenapa Riz? Lu mau sampaikan kapan diam-diam doang kayak gini. Lu bakal nyesel kalau besok-besok ada cowok yang ngedapatin Mikayla. Lagian apa masalahnya sih sampai Lu gak mau bilang sama Mikayla?”


“Mikayla itu temen gue dari kecil. Selama ini, gak ada yang berubah dari Mikayla, sedikitpun dia gak pernah memperlihatkan tingkah kalau dia suka sama gue. Dia gak pernah ngeliat gue sebagai cowok yang bisa dia sukai”


“Riz, Lu jangan sok tau deh. Kita mana tahu perasaan Mikayla. Selama ini, Lu cuman ngira-ngira dan narik kesimpulan sendiri atas perasaan Mikayla”


“Tapi kan..”


“Gue takut.. Gue takut, kalau Mikayla bakalan ngejauhin gue kalau gue ngomong perasaan gue ke dia. Gue takut Mikayla menghindar dan ngeliat gue aneh. Gue gak mau hubungan gue sama Mikayla yang sekarang jadi berubah kalau dia tahu gue suka sama dia. Gue gak mau Mikayla jadi risih, canggung atau merasa gak enak nantinya” Fariz menjelaskan apa yang menjadi ke khawatirannya selama ini, sekaligus alasan dia yang tidak juga menyatakan perasaannya pada Mikayla meski ia sudah menyukai teman masa kecilnya itu sedari lama.


Leon hanya terdiam mendengar penjelasan Fariz. Ia mengerti dengan kekhawatiran Fariz, namun juga merasa kasihan melihat sahabatnya yang hanya bisa memendam dan menyembunyikan perasaannya dari perempuan yang disukainya.


Fariz mengubah topik obrolannya bersama Leon dan mengembalikan suasana seperti biasanya sebelum mereka kembali berkumpul bersama Mikayla dan Erika.

__ADS_1


“Kalian kok lama banget sih” Gerutu Erika yang sedari tadi sudah kelaparan namun tidak makan karena menunggu Fariz dan Leon.


“Maaf maaf..” Jawab Fariz menyengir. Ia berusaha menyembunyikan perasaan gundahnya yang disebabkan oleh pembahasan sebelumnya bersama Leon.


“Jadi gimana?” Tanya Erika penasaran jawaban Fariz.


Fariz melirik Mikayla yang hanya menatapnya datar sedari tadi.


“Seperti biasa, dia nolak lagi” Leon mengambil alih pertanyaan Erika dan menjawabnya mewakili Fariz.


“Ck, Lu kenapa sih Riz? Pilih pilh banget deh, masa iya gak ada satupun yang nyantol di hati Lu” Gerutu Erika.


“Gue sengaja jomblo Ka, biar list cewek-cewek yang nembak gue makin panjang” Jawab Fariz sembari bercanda.


“Ngaco deh” Kata Erika disusul tawanya.


Mereka menikmati makanan mereka di sisa-sisa jam istirahat yang ada.


“Cewek-cewek tuh suka sama cowok yang humoris, makanya banyak cewek yang naksir sama Fariz” Erika kembali membuka obrolan di tengah-tengah mereka yang menikmati makanan masing-masing. “Lu gimana Kay?”


“Apa?” Tanya Mikayla tanpa mengalihkan pandangannya dari makanan yang sedang dinikmatinya.


“Lu suka gak sama Fariz?”

__ADS_1


“Uhukk uhukk..” Spontan saja Mikayla terbatuk-batuk akibat tersedak setelah mendengar pertanyaan tiba-tiba dari Erika.


Fariz dengan cepat memberikan segelas air pada Mikayla.


__ADS_2